Suami Ku Hantu

Suami Ku Hantu
Bab 50 Hutan Hoia Baciu


__ADS_3

Antolin Lucian bergerak cepat ke arah daerah Hutan Hoia Baciu bersama dengan sejumlah anak buahnya.


Mereka berterbangan diudara memasuki Hutan yang terkenal sangat angker di Rumania.


Hoia Baciu adalah hutan yang terletak di sebelah barat kota Cluj-Napoca, dekat bagian terbuka Museum Etnografi Transylvania, Rumania.


Menurut legenda, Hutan Hoia Baciu konon adalah hutan berhantu dengan berbagai fenomena mistis yang sering ditemui. Banyak cerita hantu dan legenda urban di hutan ini.


Nama Hoia Baciu bisa disebut sebagai Segitiga Bermuda versi darat karena menyimpan keanehan yang sama. Tempat ini dikenal sebagai salah satu spot yang paling misterius di muka bumi yang mampu menelan benda apapun yang lewat di atasnya.


Selain disebut sebagai Segitiga Bermuda, Hoia Bucia juga mendapat julukan sebagai hutan yang menyimpan lubang waktu. Orang-orang Rumania percaya jika di tengah hutan tersebut, terdapat sebuah gerbang gaib yang bisa tembus ke waktu dan dimensi yang berbeda.


Antolin Lucian bergerak cepat bagaikan angin yang berhembus kencang melewati area Hutan Hoia Baciu diikuti sejumlah orang berjubah hitam dengan topeng diwajahnya.


Kekuatan spiritual Antolin Lucian yang sangat tinggi mampu memudahkan setiap gerakan Antolin Lucian untuk menembus masuk ke dalam Hutan Hoia Baciu yang penuh rintangan.


''Kita bergerak ke Istana Oranye milik Dalca II ! Tapi berhati-hatilah karena banyak pelindung gaib di hutan ini !'', kata Antolin Lucian.


''Apa benar Dalca II tinggal di Istana Oranye ?'', tanya salah satu pria bertopeng.


''Rumornya seperti itu tapi aku mendapatkan informasi itu ketika salah satu anak buah Kwee Lan pergi ke Hutan Hoia Baciu, informasi yang dibawa oleh mata-mata anak buahku di Wallachia !'', sahut Antolin Lucian.


''Bukankah tidak ada seorangpun yang tinggal di Hutan Hoia Baciu ? Kabarnya hanya siluman serta drakula yang menghuni Hutan terlarang ini ?'', kata orang bertopeng.


''Tepatnya berita itu sendiri, aku juga tidak terlalu memahaminya ! Tapi sebagian orang memang merumorkan seperti itu...'', sahut Antolin Lucian.


''Kalau begitu... Artinya Dalca II bukanlah sosok manusia ? Karena Hutan Hoia Baciu ini hanyalah dihuni oleh sejumlah siluman serta hantu terutama drakula !'', ucap orang bertopeng.


''Mungkin saja tapi untuk membuktikan kebenarannya sendiri maka kita hanya bisa menyelidikinya dan melihatnya dengan kedua mata kita sendiri !'', sahut Antolin Lucian.


''Kami bergerak terlebih dahulu karena kami ingin memastikan Istana Oranye itu terlebih dahulu !'', kata orang bertopeng.


''Baiklah ! Bagi dua team khusus ! Satu Team bergerak maju terlebih dahulu dan team kedua sebagai pelindungnya !'', sahut Antolin Lucian.


''Siap, Tuan Lucian !'', ucap orang bertopeng.

__ADS_1


''Jangan lupa untuk tetap berhati-hati saat menjalankan misi ini ! Jangan sampai tercium rencana kita saat mendekati Istana Oranye milik Dalca II !'', pesan Antolin Lucian.


''Baik, Tuan Lucian !'', sahut anak buah Antolin Lucian. ''Kami bergerak dahulu !''


''Aku dan yang lainnya akan berjaga-jaga agak jauh dari kalian ! Dan kami akan melindungi kalian ! Berhati-hatilah !'', kata Antolin Lucian.


''Iya, Tuan Lucian !'', sahut anak buah Lucian serempak.


Team Antolin Lucian terbagi menjadi dua team.


Team Satu bergerak maju lebih dahulu menuju ke area Istana Oranye sedangkan Team Kedua mengikuti dibelakang mereka dengan menjaga jarak.


''Tetaplah waspada ! Karena bisa saja keberadaan kita diketahui dengan mudah oleh Dalca II !'', ucap Antolin Lucian.


''Kami akan membentuk formasi Elang sebagai pertahanan agar Dalca II tidak mudah menyerang kita semua'', sahut orang bertopeng.


''Laksanakanlah ! Aku akan melindungi kalian dengan membuat formasi pelindung dari api hijau !'', kata Antolin Lucian.


''Baik, Tuan Lucian !'', sahut orang berjubah hitam.


Dia memimpin rekan-rekannya yang lain membentuk formasi Elang seraya bergerak terus maju menuju ke Istana Oranye.


Team Satu melesat bagaikan angin saat mereka melewati jurang dimana Heng menjadi hantu.


Jurang tempat matinya Heng yang kini bersemayam abadi dan telah berubah menjadi sosok hantu penghuni Hutan Hoia Baciu.


Anak buah Antolin Lucian terlatih kuat serta memiliki kemampuan meringankan diri dengan level tertinggi.


Mereka adalah pasukan-pasukan terkuat serta mempunyai daya tempur tak terkalahkan kehebatannya.


Antolin Lucian melatih semua anak buahnya sendiri setiap hari hingga mereka menjadi senjata tempur yang tangguh.


''Team Satu ! Tetaplah waspada dan berhati-hati saat kalian bergerak di area Istana Oranye ! Penghuni istana ini dicurigai bukanlah sosok manusia !'', kata orang bertopeng pada rekan satu teamnya.


''Baik ! Kami mengerti !'', sahut mereka kompak.

__ADS_1


''Apa nama kata sandinya ?'', tanya seorang dari mereka.


''SILUMAN MATI DITEMPAT !''


Mereka langsung bergerak cepat membentuk formasi bayangan ketika mereka menuju ke arah Istana Oranye.


Team Satu menerobos masuk ke dalam Istana Oranye tanpa halangan apapun.


Mereka turun tepat dengan serempak di area halaman istana yang tampak sepi-sunyi.


Hampir tidak terlihat seorangpun di halaman Istana Oranye, hanya desir angin berhembus yang terdengar berbisik di telinga orang-orang bertopeng itu.


Salah satu dari mereka memberi kode kepada yang lainnya seraya membentuk jari seperti lingkaran, disambut oleh yang lainnya dengan bergerak cepat ke pintu masuk istana.


Dia berdiri tepat didepan pintu masuk Istana Oranye kemudian dia menoleh ke arah rekannya yang menunggu di halaman istana sembari memberi kode-kode tertentu dan dia juga mengisyaratkan keadaan aman.


Pintu Istana Oranye terbuka lebar ketika orang bertopeng hendak membukanya.


Dia tampak terkejut sekali saat pintu istana terbuka sendiri sebelum dia sempat membukanya.


''Aneh !? Apakah keadaan benar-benar aman !?'', tanya orang bertopeng kaget.


Dia memberi perintah kepada yang lainnya untuk bergerak maju mengikuti dirinya yang masuk kedalam istana.


Suasana terlihat sangat tenang bahkan terasa aman karena tak satupun orang yang berada di dalam Istana Oranye yang berjaga-jaga.


Team Satu mulai memasuki area Istana Oranye yang suram serta mencekam itu.


Terlihat orang-orang berjubah hitam dengan topeng yang menutupi wajahnya berjalan pelan penuh kewaspadaan saat mereka di dalam istana.


Hampir tidak seorangpun yang tampak di Istana Oranye.


Mereka berjalan melewati lorong sepi yang gelap di salah satu jalan masuk menuju ruangan dalam Istana Oranye.


Team Satu serempak mengeluarkan senjata mereka yang berupa bilah pedang Es yang memancarkan aura spiritual tertinggi dengan dikelilingi oleh api hijau yang terus menyala-nyala disekitar pedang mereka.

__ADS_1


Mereka menghunuskan pedang Es milik mereka sambil terus bergerak dengan langkah kaki hati-hati serta meningkatkan tingkat kewaspadaan.


Pedang Es milik pasukan khusus binaan Antolin Lucian terlihat sangat mengerikan bahkan aura Es yang keluar dari arah pedang bermata dua itu berkilat tajam saat terkena terpaan sinar cahaya lampu gantung istana serta memancarkan udara Es yang membeku di seluruh ruangan Istana Oranye.


__ADS_2