
Pertempuran masih berlangsung sengit penuh perlawanan diantara kedua pihak yang masih berseteru kuat.
Antara hantu gemuk dengan kelompok klan siluman naga putih yang sedang bertempur hebat di lokasi pasar hantu yang ada di lembah Ngarai.
Kilatan mata pedang berkilauan saat terkena sinar cahaya matahari.
Gerakan-gerakan antara hantu pria gemuk melesat kian-kemari saat menghadapi serangan para kelompok klan siluman naga putih.
Hantu gemuk melayang ringan dengan kaki berpijak di sebuah lingkaran cahaya sembari terus mengayunkan pedang Yunlong ditangannya yang mengeluarkan aura dingin.
Menukik cepat lalu menghujam turun ke arah kelompok klan siluman naga putih yang mengepungnya di bawahnya seraya bergerak melingkarinya tanpa henti.
Pedang Yunlong terhunus lurus ke arah bawah serta keluar semburat cahaya putih melingkar-lingkar di seluruh badan pedang mengarah ke arah kelompok klan siluman yang ada di bawah hantu pria gemuk.
Semburat cahaya putih terang menyebar luas ke arah penjuru hingga membuat hancur formasi serangan klan siluman naga putih.
Beberapa orang klan siluman naga putih berhamburan terbang serta terpental jauh dari arah hantu pria gemuk yang meluncur kilat ke arah bawah dengan pedang Yunlong di tangannya.
Sejumlah orang dari klan naga putih langsung jatuh tersungkur ke segala arah sedangkan beberapa orang lainnya masih berdiri berusaha mempertahankan diri mereka serta bersikeras mengepung hantu pria gemuk.
BLAR... ! BLAR... ! BLAR... !
Ledakan-ledakan terjadi saat semburat cahaya terang menyebar luas serta mengenai sejumlah orang dari klan naga putih. Meski sebagian dari mereka bertahan mengepung hantu pria yang bergerak turun tapi deburan angin yang berasal dari pedang Yunlong sangatlah kuat membuat mereka terpaksa menjauh dari perlawanan hantu gemuk.
Kelompok klan siluman naga putih terbang menjauh dari arah semburan pedang Yunlong.
Menunggu sejenak lalu kembali serentak menyerang hantu pria gemuk yang berdiri dengan nafas terengah-engah lelah.
Dimitri langsung menoleh ke arah Mazonn, dia terlihat sangat khawatir dengan nasib hantu pria gemuk tetapi Mazonn tampaknya sangat santai dengan keadaan yang terjadi di hadapannya.
Terdengar suara pedang beradu keras diantara kedua kubu yang saling bertempur.
Hantu pria gemuk tampak kewalahan saat menghadapi kekuatan para klan siluman naga putih yang awalnya sempat dia kalahkan.
Nafas hantu gemuk mulai kehabisan sedangkan kedua tangannya bergetar hebat saat memegang erat-erat pedang Yunlong yang berukuran berat serta memiliki panjang pedang sekitar tiga meter.
KLANG... KLANG... KLANG...
Dentuman pedang Yunlong yang mengarah ke atas permukaan tanah memercikkan api saat terjadi gesekan kuat.
Hantu pria gemuk berusaha bertahan menghadapi para klan siluman naga putih dengan berdiri sambil berpegangan pada pedang Yunlong yang ia tancapkan pada tanah.
Sorot mata hantu gemuk mulai melemah tetapi masih tajam terlihat.
Berbeda dengan keadaan sejumlah klan siluman terpental jauh setelah menyerangnya serempak.
Mereka bergelimpangan di atas tanah dengan tubuh berasap tebal, ada yang terduduk sambil memegangi dadanya dan adapula yang telungkup menghadap bawah dengan jubah terkoyak-koyak.
Serangan hantu gemuk cukup kuat dan berimbas buruk pada kekuatan lawan.
__ADS_1
"Wow !? Dia ternyata cukup hebat juga, mampu mengalahkan banyaknya jumlah anggota klan siluman yang memiliki kekuatan tak terhingga...", seru Dimitri kagum.
Dimitri langsung bertepuk tangan penuh gembira ketika menyaksikan pertempuran antara hantu gemuk dengan klan siluman naga putih dapat dimenangkan oleh hantu pria gemuk.
Senyum lebar mengembang diwajah Dimitri bahkan dia tiada hentinya bertepuk tangan dengan semangat.
Mazonn hanya tersenyum tipis melihat reaksi sahabat karibnya yang terlihat sangat senang ketika pertempuran di pasar hantu dimenangkan oleh hantu pria gemuk.
"Kau rupanya sangat gembira, Dimitri", ucap Mazonn.
"Tentu saja, aku gembira ! Ini pertempuran yang tidak adil karena itulah aku sangat senang jika hantu pria gemuk memenangkannya !", kata Dimitri.
Dimitri semakin tersenyum lebar seraya melirik ke arah Mazonn yang duduk di atas awan hitam di bawahnya.
"Apa kau ingin bertaruh ?", tanya Mazonn.
"Bertaruh ? Maksudmu taruhan ?", sahut Dimitri.
"Iyah..., taruhan...", kata Mazonn.
"Boleh lalu apa yang akan kita pertaruhkan ?", tanya balik Dimitri.
"Satu lahan tanah yang ada di lembah Ngarai, jika kau dapat memprediksi siapa yang akan menang dalam pertempuran ini maka satu lahan tanah di bawah lembah jadi milikmu", ucap Mazonn.
"Tawaran yang sangat menarik, boleh juga... Kenapa tidak !? Jika prediksiku salah lalu apa yang harus aku pertaruhkan ?", kata Dimitri.
"Benarkah ?", ucap Dimitri.
"Tentu saja. Mengapa aku harus berpura-pura padamu ?", sahut Mazonn.
"Baiklah, aku setuju ! Aku terima tawaranmu !", seru Dimitri.
Dimitri langsung duduk bersila dengan kedua tangan ditekuk ke depan sedangkan pandangannya lurus menghadap ke arah area pertempuran yang tertunda.
Hantu pria gemuk mulai terhuyung-huyung sambil berpegangan pada pedang Yunlong yang terseret di tanah.
Terlihat klan siluman naga putih yang jatuh tersungkur mulai beranjak dari posisi mereka yang sempat dikalahkan oleh hantu gemuk.
Mereka bergerak cepat ke arah hantu gemuk yang berjalan lemah dari arah belakang.
Masing-masing anggota klan siluman naga putih menghunuskan pedangnya ke arah hantu gemuk dengan serempak meski badan mereka penuh luka akibat sabetan pedang Yunlong.
"Hai, mereka tidak adil...", teriak Dimitri dari arah tempatnya duduk.
Sebelum sempat menyelesaikan ucapan nya, sabetan pedang milik para klan siluman naga putih merobek kulit hantu pria gemuk hingga terbakar.
Tubuh hantu gemuk mulai limbung dan tak lama kemudian jatuh tersungkur ke atas tanah.
BRUK...
__ADS_1
Serangan kelompok klan siluman naga putih yang masih tersisa kembali berdatangan tanpa memperdulikan keadaan hantu gemuk yang telah tak berdaya dan menyerangnya.
Dimitri berteriak keras agar hantu gemuk sadar akan bahaya yang mengancamnya, pada saat dia menoleh ke arah Mazonn. Dia tidak mendapati keberadaan sahabat karibnya yang duduk di atas awan hitam di bawahnya.
"Mazonn... !? Dimana dia ???", ucap Dimitri terkejut kaget.
Dimitri hanya melihat alas duduk berupa awan hitam melayang-layang yang tadi diduduki oleh Mazonn sedangkan sahabatnya sudah menghilang dari tempatnya duduk.
Terlihat bayangan Mazonn yang berkelebat cepat diantara kepungan kelompok klan siluman naga putih.
Bergerak secepat kilat mengelilingi kepungan para klan siluman yang menuju ke arah hantu pria gemuk sembari menghunus pedang mereka masing-masing ke arah hantu gemuk yang jatuh tergeletak tak berdaya.
WUSHHH... WUSHHH... WUSHHH...
Mazonn bergerak cepat menahan serangan dari klan siluman yang terarah ke hantu gemuk, dia membawa tubuh hantu itu menjauh dari serangan mematikan milik klan siluman naga putih yang mengepungnya.
Membuat gerakan menotok titik tertentu di pembuluh darah hingga gerakan dari kelompok klan siluman naga putih terhenti dan tidak mampu bergerak lagi.
Dimitri melihat Mazonn melesat kilat dengan membawa tubuh hantu gemuk sedangkan pedang Yunlong berada di salah satu tangannya.
"Apa yang dia lakukan ??? Membantu hantu itu !? Sulit diduga...", ucap Dimitri termenung sendirian.
Dimitri hampir tidak percaya jika sahabat karibnya itu akan bersedia bahkan bersusah payah membantu hantu pria gemuk.
Dilihatnya sejumlah anggota klan siluman yang jatuh bertumbangan di tanah dan tidak bergerak lagi.
Mazonn merobohkan mereka hanya dengan sekali serangan.
"Ck... !? Seharusnya aku ikut serta dalam pertempuran ini... Kenapa aku melewatkannya !? Dan kenapa Mazonn tidak memberitahu kalau dia akan membantu hantu itu !?", gerutu Dimitri.
Dimitri membuang mukanya dengan kesal lalu melesat cepat menyusul Mazonn yang terlebih dulu bergerak mendahuluinya.
SRRRTTT... !
Tubuh Dimitri melayang turun, menghampiri Mazonn yang meletakkan tubuh hantu gemuk di dekat lapak kiosnya.
"Bagaimana keadaannya sekarang ?", tanya Dimitri.
"Entahlah, aku sendiri tidak tahu keadaannya tapi jika dilihat dari raut wajahnya dia tampak terluka parah...", sahut Mazonn.
"Apa dia dapat diselamatkan ?", tanya Dimitri lagi.
"Kemungkinan dia terkena racun sehingga lukanya sangat parah yang mengakibatkan tubuhnya sebagian rusak oleh sabetan pedang milik anggota klan siluman naga putih", sahut Mazonn.
"Menyedihkan...", gumam Dimitri iba.
Dimitri melihat hantu gemuk yang tubuhnya membiru sedangkan wajahnya mulai memucat putih terbaring dekat lapak kiosnya dan sekarang pedang Yunlong berada di genggaman tangan Mazonn.
__ADS_1