Suami Ku Hantu

Suami Ku Hantu
Bab 67 Lembah Ngarai


__ADS_3

Lembah Ngarai...


Sebuah bangunan istana berdiri megah di atas lembah ngarai, suatu lembah dalam bersisi terjal yang terbentuk akibat erosi aliran air sungai.


Udara di sekitar lembah ngarai terasa sejuk saat angin berhembus pelan di antara permukaan lembah ngarai dengan dipenuhi oleh perbukitan yang hijau permai.


Rafflesia tumbuh subur di area lembah ngarai yang sejuk karena suhu disekitarnya yang lembab.


Tampak seorang pria gagah rupawan tengah duduk di sebuah bangku panjang yang ada di gazebo antik ditengah-tengah taman istana yang terletak di atas lembah ngarai yang terjal.


Seorang kurir surat datang menghampiri pria tersebut dengan langkah hati-hati.


''Permisi tuan Mazonn, ada surat untuk anda dari lembah Moldova'', ucap kurir surat.


Pria berwajah karismatik dengan garis tegas yang membayang di wajahnya langsung menolehkan kepalanya ke arah kurir surat.


''Apa kau dari lembah Moldova ?'', tanya Mazonn.


''Benar, tuan Mazonn, saya adalah kurir surat dari lembah Moldova yang diutus oleh tuan Van Costel IV'', sahut kurir surat hormat.


''Hmmm..., kabar apakah yang hendak disampaikan oleh Van Costel mendadak seperti ini ?'', ucap Mazonn.


Pria berwajah tampan itu lalu mengambil sepucuk surat yang berada didalam sebuah amplop unik berbentuk bola mata yang bergerak-gerak dari tangan kurir surat.


Mazonn menjentikkan jari-jemari tangannya ke arah amplop unik berbentuk bola mata dengan sekali hentakan.


Terlihat amplop berbentuk bola mata yang berkedip-kedip langsung berubah menjadi secarik kertas berisikan tulisan tangan yang ditulis dengan pena.


Kertas surat bergerak ke arah Mazonn lalu berucap sangat keras membacakan isi didalam surat khusus yang dikirim dari lembah Moldova.


Mazonn duduk santai menyimak isi didalam surat khusus yang ditujukan untuknya.


Kalimat demi kalimat terbaca jelas dari arah kertas surat yang dapat berbicara sendiri serta bergerak melayang-layang di depan Mazonn.


Terdengar suara dari arah kertas surat yang sedang bersuara dengan membaca isi dari penggalan-penggalan surat yang ditulis oleh Van Costel IV.


"Kepada sahabatku Mazonn...


Yang terhormat Mazonn dengan adanya surat ini, aku Van Costel IV memberitahukan secara terang-terangan padamu bahwa saat ini Lembah Moldova akan berperang dengan penguasa Dalca II pada saat tahun baru akan ada penyerangan besar-besaran ke Lembah Moldova yang dipimpin oleh Dalca II.


Sebagai pemimpin Lembah Moldova maka aku meminta bantuanmu dalam menghadapi serangan yang akan dilakukan oleh Dalca II yang dibantu Kwee Lan serta Laoshi pemimpin lembah plum.


Dalca II tinggal di Hutan Hoia Baciu selama ini, dan sekarang aku dan Antolin Lucian serta pasukan elit milik Antolin Lucian sedang bergerak ke Hutan Hoia Baciu untuk melakukan penyelidikan terhadap Dalca II.


Kami mencurigai bahwa Dalca II bukanlah manusia seperti yang terlihat selama ini karena dia pernah menyelidikiku ke Lembah Moldova dengan menggunakan lentera hitam.


Mazonn, sebagai salah satu sahabat baikku aku sangat berharap atas bantuanmu dalam menghadapi perang nanti yang akan terjadi di Lembah Moldova.

__ADS_1


Dalca II berencana akan melakukan penculikan terhadap Jia Li, istriku. Dan aku sekali lagi memohon bantuanmu dalam masalah besar ini.


Terimakasih telah bersedia menerima serta berkenan membaca surat dariku ini.


Tertanda Van Costel IV".


Mazonn lalu terdiam memandangi kertas surat yang melayang di hadapannya dengan wajah dingin.


Terlihat ekspresi tidak senang yang ditunjukkan oleh Mazonn saat dia mendengar isi surat yang dibacakan oleh kertas surat yang dapat berbicara sendiri.


Kedua geraham Mazonn menggertak kuat saat dia mengetahui isi surat yang ditulis secara khusus oleh Van Costel IV.


Tidak suka adalah kata yang tepat untuk Mazonn saat dia mengetahui rencana Dalca II yang berencana melakukan penyerangan ke Lembah Moldova.


Mazonn lalu menoleh ke arah kurir surat yang sedari tadi menunggunya dengan terus berdiri di samping bangku panjang yang Mazonn duduki.


''Apa kau menunggu surat balasan dariku ?'', tanya Mazonn.


Ditatapnya kurir surat yang ada didekatnya dengan tatapan tajam.


Kurir surat lalu menjawab ucapan Mazonn dengan anggukkan kepala cepat serta berkata.


''Saya menunggu kabar dari anda karena saya harus menyampaikan secara cepat balasan surat dari anda kepada tuan Van Costel IV yang sudah menunggu, tuan Mazonn''


''Apakah aku harus menulis surat yang sama seperti yang ditulis oleh Van Costel IV agar kamu dapat menyampaikan balasan pesan surat dariku ?'', sahut Mazonnn.


''Baiklah, aku akan memberikan balasan surat untuk kamu sampaikan kepada Van Costel IV'', jawab Mazonn.


Mazonn bersiul keras dengan nada tertentu yang hanya dia sendiri mengerti arti dari siulan itu lalu beberapa detik kemudian muncul dua orang perempuan berbusana seksi berdiri dihadapan Mazonn dengan cepat.


Memberi hormat kepada Mazonn secara kompak seraya bertanya kepada pria penghuni lembah ngarai.


''Hormat kepada junjungan kami, tuan Mazonn ! Gerangan apa yang membuat tuan memanggil kami berdua kemari ?'', kata salah seorang perempuan kepada Mazonn.


''Rupanya kalian mendengar panggilanku, aku mengira kalian sedang sibuk ?'', sahut Mazonn.


''Kami tidak akan berani untuk mengabaikan panggilan anda karena merupakan perintah bagi kami, tuan Mazonn yang terhormat'', ucap perempuan yang lainnya.


''Apakah ada tugas untuk kami yang harus kami selesaikan, tuan Mazonn ?'', kata perempuan yang satunya.


Mazonn terdiam sembari menatap serius ke arah dua perempuan kembar yang berdiri dihadapannya dengan hormat.


Pandangan Mazonn lalu beralih ke arah kurir surat yang sejak tadi setia berdiri menunggu balasan surat dari Mazonn.


''Kalian lihat kurir surat itu !'', kata Mazonn.


''Kami melihatnya, tuan Mazonn'', sahut kedua perempuan kembar secara kompak.

__ADS_1


''Dia tadi mengantar surat kepadaku dari Van Costel IV bahwa akan ada perang di lembah Moldova dan sekarang kurir surat itu sedang menunggu balasan surat dariku, nona-nona'', kata Mazonn.


Kedua perempuan kembar yang memberi hormat kepada Mazonn kemudian menolehkan kepala mereka menghadap kurir surat secara serempak.


Sorot mata kedua perempuan kembar itu langsung menyala berwarna merah bagaikan nyala api yang berkilat-kilat saat keduanya menatap ke arah kurir surat.


Kurir surat yang sejak tadi berdiri didekat bangku panjang dimana Mazonn duduk langsung gemetaran hebat ketika dia melihat kedua perempuan kembar yang sedang berdiri di hadapan Mazonn tengah menatapnya dengan kedua mata menyala merah.


''I--iya..., sa--saya adalah ku--rir surat...'', ucap kurir surat gemetaran.


Mazonn tersenyum tipis saat melihat ekspresi yang diperlihatkan oleh kurir surat ketika dua perempuan kembar kepercayaannya menatapnya tajam.


''Kau tidak perlu setakut itu pada mereka karena sebenarnya mereka sungguh berhati mulia'', kata Mazonn.


''Sa--saya me--mengerti, tuan Mazonn... !?'', jawab kurir surat.


''Jika kamu mengerti kenapa kamu sangat ketakutan, tenanglah dan bersikaplah biasa saja'', ucap Mazonn.


Mazonn memberi perintah kepada kedua perempuan kembar untuk menjamu kurir surat dari lembah Moldova dengan berbagai menu makanan terbaik dari lembah ngarai.


''Bawalah kurir surat ini ke suatu tempat paling menarik di lembah ngarai ini ! Dan jamulah tamu kita dengan berbagai menu makanan terlezat yang kita miliki !'', ucap Mazonn.


''Kami laksanakan perintah anda, tuan Mazonn !'', sahut kedua perempuan kembar dengan kompaknya.


''Dan jangan lupa sediakan dia kamar khusus dengan fasilitas lengkap yang ada tersedia di lembah ngarai ini !'', perintah Mazonn.


''Baik, tuan Mazonn !'', sahut kedua perempuan kembar bersama-sama.


Kurir surat langsung menyela pembicaraan antara Mazonn dengan kedua perempuan kembar seraya mencoba memberanikan dirinya untuk berbicara.


''Ma--maaf..., sa--saya me--menolak jamuan anda, tuan Mazonn ! Bu--bukan saya...ti--tidak...menyukai perhatian yang anda berikan kepada saya... Melainkan saya harus segera pulang mengantarkan kabar kepada tuan Van Costel IV secepatnya !'', kata kurir surat terbata-bata.


Kurir surat harus terpaksa untuk memberanikan dirinya berbicara kepada Mazonn meski dia berada di bawah pengaruh tekanan dari pandangan kedua perempuan kembar yang menatapnya tajam.


''Percayalah padaku, semua akan selesai dengan baik sesuai harapanmu tetapi sebagai tamu kehormatanku di lembah ngarai ini maka sudah menjadi keharusanku untuk menyambut setiap tamuku dengan baik'', ucap Mazonn.


''Tapi tuan Mazonn, saya tidak berani mengulur waktu untuk menyampaikan balasan surat dari anda kepada tuan Van Costel IV'', jawab kurir surat.


''Tenanglah, balasan surat yang kamu tunggu-tunggu untuk tuanmu, akan aku sampaikan kepadanya dan akan aku kirim secepat mungkin kepada Van Costel IV'', sahut Mazonn.


''Ta--tapi tuan Mazonn !?'', ucap kurir surat kebingungan.


''Cukup ! Biarkan semua terselesaikan sesuai keinginanku !'', kata Mazonn.


Mazonn lalu melirik ke arah kedua perempuan kembar yang berdiri dengan hormat di hadapannya.


Memberi tanda sinyal khusus kepada kedua perempuan kembar seperti perintah untuk melakukan sesuatu kepada kurir surat.

__ADS_1


Kedua perempuan kembar berbusana seksi segera menanggapi pesan khusus yang disampaikan oleh Mazonn kepada mereka berdua dengan sigap dan cekatan, kedua perempuan kembar itu membawa kurir surat ke tempat lain untuk menjamunya dengan berbagai hidangan lezat serta menyambutnya dengan segala perhatian yang ramah selama kurir surat itu berada di lembah ngarai.


__ADS_2