Suami Ku Hantu

Suami Ku Hantu
Bab 66 Violet


__ADS_3

Heng tersentak ketika dia mendengar penjelasan dari Violet tentang jembatan didepannya yang disebut dengan jembatan dosa.


Tidak ada yang menunjukkan bahwa jembatan itu adalah merupakan jembatan dosa karena Heng hanya melihat jembatan panjang didepannya hanyalah jembatan biasa saja yang terbuat dari akar-akar pohon yang menyatu erat.


Jembatan panjang yang melayang di atas permukaan aliran air sungai tak berujung.


Heng berjalan mundur ke arah Van Costel IV yang berdiri di belakangnya lalu berkata kepada hantu tampan itu.


"Apa benar yang diucapkan oleh perempuan siluman itu bahwa jembatan di depan sana adalah jembatan dosa ?''


''Kau bertanya kepadaku tentang hal yang tidak aku ketahui !? Dapatkah aku menjelaskan hal itu kepadamu jika aku sendiri tidak tahu ?'', sahut Van Costel IV.


"Kita akan melewati jembatan dosa ataukah kita mencari jalan lainnya tapi hanya jalan ini satu-satunya yang menuju ke tempat Istana Oranye, tuan Van Costel IV ?'', ucap Heng.


''Kalau memang demikian adanya maka kita akan melewati jembatan dosa itu jika tidak ada lagi arah jalan lainnya menuju ke Istana Oranye'', jawab Van Costel IV.


''Tapi ini sangat menakutkan... Bagaimana kita harus melewati jalan yang disebut dengan jembatan dosa...'', ucap Heng kebingungan.


''Hanya jembatan itu satu-satunya jalannya, bukan ?'', kata Van Costel IV.


''Benar, hanya jembatan panjang di depan sana yang merupakan jalan satu-satunya menuju ke Istana Oranye'', sahut Heng.


Heng menggaruk kepalanya dengan wajah serius sedangkan dia tidak dapat membayangkan jika harus melewati jembatan dosa.


''Aku sendiri sudah penuh dosa dan sekarang harus ditambah lagi dengan melewati jembatan dosa...'', ucap Heng.


''Jika kau tahu bahwa dirimu penuh lumpur dosa seharusnya kau mulai dari sekarang selalu berdoa agar lumpur-lumpur di dalam tubuhmu segera larut menghilang'', sahut Van Costel IV.


''Yah !? Seharusnya..., tetapi... saya adalah orang yang termasuk perhitungan dalam segala urusan pribadi saya...''


''Hmmm...'', gumam Van Costel IV.


Van Costel IV menatap lurus ke arah jembatan dosa yang diatasnya terdapat Violet yang sedang duduk melayang dengan penampilan yang menggoda mata.


Perempuan cantik dengan rambut ikal panjang terus melemparkan senyuman ke arah Van Costel IV yang memandangi dirinya.


Sesekali Violet membuka kedua pangkal pahanya agar Van Costel IV dapat melihat keindahannya lalu tertawa pelan seakan-akan perempuan cantik itu menyukai saat dia menggoda hantu tampan Van Costel IV.


Terkadang Violet membungkukkan setengah badannya agar bagian dadanya menyembul keluar dari balik gaun tipisnya yang menerawang seraya mengedipkan salah satu matanya.


''Benar saja jika jembatan panjang itu disebut dengan jembatan dosa !?'', gumam Van Costel IV.


Sudut bibir Van Costel IV membentuk senyuman tipis kemudian dia berkata kepada Heng yang ada di sebelah kanannya.


''Heng, aku mempunyai sebuah ide yang menarik untukmu...'', ucap Van Costel IV.


Seringai menghiasi wajah tampan hantu Van Costel IV saat dia melihat ke arah siluman penunggu jembatan dosa bernama Violet.


Heng langsung merespon ucapan Van Costel IV dengan balik bertanya kepada hantu tampan itu.


''Apa ide yang anda punya untuk saya ?''


''Aku harap kamu bersedia melakukannya dengan senang hati tapi aku tidak akan memaksa mu untuk tetap melakukan tugas itu, Heng'', sahut Van Costel IV.


''Katakanlah ide anda kepada saya maka saya akan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh semampu saya'', kata Heng.


''Apa kau mengatakannya dengan serius ?'', tanya Van Costel IV.


''Tentu, kenapa tidak !?'', sahut Heng.

__ADS_1


''Kau tahu perempuan cantik itu yang ada di atas jembatan dosa di depan sana, Heng ?'', kata Van Costel IV.


''Iya, tuan ! Saya mengetahuinya dan kenapa anda menanyakannya !?'', ucap Heng.


Van Costel IV tidak menoleh sedikitpun ke arah Heng dan tetap terus menatap lurus ke arah jembatan dosa yang ada di depannya.


Hantu tampan itu menarik dagunya setengah ke atas dengan membusungkan dadanya yang bidang.


''Aku meminta bantuan kepadamu, Heng'', kata Van Costel IV.


''Silahkan anda mengatakannya, bantuan apa yang anda pinta dari saya, tuan ?'', sahut Heng.


''Benarkah, kalau kau tidak akan menolak permintaanku ini, Heng ?'', ucap Van Costel IV.


''Tentu tidak, tuan, karena saya akan dengan senang hati menerima permintaan dari anda'', sahut Heng dengan wajah serius.


Van Costel IV lalu melirik ke arah Heng dengan tatapan mata tajamnya kemudian menyeringai ke arah Heng.


Sorot kedua mata Van Costel IV bersinar terang saat memandang Heng seakan-akan sedang menghipnotis sosok Heng untuk menuruti semua permintaan darinya.


Bola mata Van Costel IV berubah warnanya menjadi merah pekat lalu berputar-putar membentuk lingkaran-lingkaran kecil dari dalam kedua mata hantu tampan itu.


Lingkaran-lingkaran kecil berwarna merah serta bersinar-sinar terang bergerak cepat menuju lurus masuk ke dalam kedua mata Heng. Menghipnotis Heng tanpa dia sadari.


''Cobalah kamu goda perempuan cantik bernama Violet itu agar dia mengijinkan kita melewati jembatan dosa yang dia tempati tanpa syarat apapun !'', perintah Van Costel IV kepada Heng.


Heng yang berada dalam pengaruh hipnotis Van Costel IV hanya menganggukkan kepalanya patuh seraya menoleh ke arah jembatan dosa.


''Baik, tuan ! Saya akan menuruti perintah anda !'', sahut Heng.


Heng melayang pelan ke arah jembatan dosa seraya menghampiri Violet, siluman perempuan penunggu jembatan dosa.


Terlihat Heng mengusap lembut wajah Violet dengan kedua mata kosong.


Violet tersentak ketika Heng menggodanya tetapi siluman cantik itu bukannya menolak ajakan Heng melainkan menganggukkan kepalanya pelan.


''Yah, benar... Aku memang butuh seseorang untuk menemaniku di jembatan dosa ini...'', sahut Violet.


Senyum merekah dari arah wajah Violet saat Heng memperhatikan dirinya.


Violet membalas Heng dengan mengusapkan kedua tangannya ke arah wajah pria gagah itu lalu menyandarkan kepalanya di dada Heng.


Van Costel IV yang melihat dari arah tepi jembatan dosa hanya menyeringai lebar ketika Heng masuk ke dalam jebakan yang dia buat.


Tujuan Van Costel IV menemukan titik terang saat Heng menerima umpan balik dari siluman cantik penunggu jembatan dosa bernama Violet.


Gayung bersambut...


Terlihat Heng mengusap lembut kepala Violet yang bersandar di dadanya.


Adegan mesra mulai terlihat dari arah jembatan panjang yang menghubungkan ke Istana Oranye, tempat Dalca II tinggal.


''Siapa namamu pria menawan ?'', tanya Violet.


''Namaku Heng, dan aku adalah hantu penghuni Hutan Hoia Baciu ini...'', sahut Heng dengan tatapan kosong.


''Heng !?'', kata Violet.


''Kenapa ?'', sahut Heng. ''Apakah kau tidak suka dengan namaku yang singkat ini, cintaku ?'', sambungnya.

__ADS_1


''Tidak, aku sangat menyukai namamu itu, Heng... Namamu sangat unik, Heng...'', bisik lembut Violet.


''Benarkah kau menyukainya ? Apakah kau juga sangat menyukai ku, cintaku ?'', kata Heng.


''Aku akan sangat menyukaimu sama seperti aku menyukai namamu, Heng...'', sahut Violet.


''Kalau demikian aku akan selalu bersama dengan mu dan akan terus menemani mu di jembatan dosa ini, cintaku '', bisik Heng di telinga Violet.


''Kau menyukai jembatan dosa ini, Heng ?'', kata Violet.


Kedua tangan siluman cantik itu meraba-raba dada kekar Heng kemudian mengusapnya lembut.


Heng yang tidak kuasa menolak godaan yang dilakukan oleh Violet kepadanya langsung bereaksi cepat.


''Violet cintaku... Maukah dirimu untuk melewati hari bersamaku..., dengan menghabiskan waktu hanya berdua saja denganku, cintaku...'', bisik lembut Heng di telinga Violet.


''Dengan senang hati, Heng'', sahut Violet.


Violet memandang Heng dengan tatapan teduh lalu membelai wajah Heng.


''Kau bisa menjadikan diriku wanitamu, Heng...'', ucap Violet.


''Apakah kau mengatakannya dengan sungguh-sungguh, Violet ?'', bisik lembut Heng di telinga Violet.


''Tentu, Heng ! Lihatlah diriku ini ! Aku tidak mampu lagi menahan api panas yang membakar diriku !'', ucap Violet.


''Violet...'', sahut Heng terpana.


''Bercintalah denganku, Heng ! Buatlah tubuh ini remuk redam... Jadikanlah aku santapan dirimu, Heng !!!'', ucap Violet dengan bibir terbuka merekah menggoda.


''Oh, Violet cintaku...'', bisik Heng.


''Peluklah aku, Heng !!! Dekaplah tubuhku ini hingga aku terpuaskan, Heng !!!!'', ucap Violet.


''Oh, cintaku yang cantik...'', sahut Heng dengan tubuh bergetar hebat.


''Bercintalah denganku, Heng !!! Aku mohon padamu !!!'', ucap Violet dengan merintih pelan di telinga Heng.


Violet menurunkan gaun tipisnya yang menutupi tubuh bagian atasnya agar Heng dapat melihat dadanya yang besar dengan leluasa.


Siluman cantik itu menarik tangan Heng ke arah bagian dadanya yang membusung agar Heng dapat mengusapnya dengan sesuka hatinya.


Heng menurut permintaan Violet dengan senang hati lalu menekan keras kedua bukit kembar milik Violet dengan kedua tangannya hingga perempuan cantik itu menjerit.


Keduanya sama-sama saling berpandangan mesra lalu Heng mulai menciumi Violet dengan penuh gairah serta menggebu-gebu.


Violet mengeratkan pelukan kedua pangkal pahanya ke tubuh Heng agar Heng dapat memasuki dirinya dengan leluasa.


Dalam hitungan detik, Violet dan Heng tenggelam dalam lautan cinta.


Keduanya saling bermesraan tanpa memperdulikan lagi keadaan disekitar mereka, terbuka bebas di atas jembatan panjang.


Jembatan panjang yang ada di atas sungai lalu bergoyang keras.


Tiba-tiba perlahan-lahan jembatan dosa yang ada di hadapan Van Costel IV menghilang dari pandangan.


Muncul asap putih tebal dari arah depan tempat jembatan dosa berasal lalu dengan cepat asap tebal berwarna putih yang menyelimuti arah jalan di depan sana turut lenyap dari hadapan Van Costel IV.


Jalan tempat berasalnya jembatan dosa langsung berubah menjadi sebuah jalan biasa tanpa adanya sungai yang mengalir deras di bawah jalan bahkan keadaan jalan yang ada di hadapan Van Costel IV berubah menjadi jalan tanah yang padat.

__ADS_1


Van Costel IV langsung tersenyum lebar ketika dia melihat perubahan jalan di depannya karena dia telah memprediksi sebelumnya bahwa jembatan dosa hanyalah sebuah jebakan ilusi yang sengaja diciptakan oleh Dalca II agar tidak seorangpun dapat memasuki Istana Oranye miliknya.


Namun, Violet yang merupakan siluman perempuan cantik penunggu jembatan dosa memang ada dan dia sengaja dikirim oleh Dalca II untuk menghalangi jalan Van Costel IV menuju ke Istana Oranye.


__ADS_2