Suami Ku Hantu

Suami Ku Hantu
Bab 80 Berbicara pada Yunlong Jian


__ADS_3

Mazonn berjalan mendekat ke arah bayangan perempuan dari pedang Yunlong yang ada di tangannya.


Diikuti oleh Dimitri yang turut berjalan dibelakangnya.


"Siapa sebenarnya dirimu ?", tanya Mazonn.


Bayangan perempuan langsung merangkak mundur berusaha menjauhi Mazonn yang berada di dekatnya.


Duduk diam dengan wajah tertunduk ke bawah.


"Kenapa kau tidak menjawabku ? Apakah kau takut padaku ?", kata Mazonn.


Mazonn lalu berjongkok tak jauh dari posisi bayangan perempuan sembari menatapnya.


Bayangan perempuan Yunlong Jian masih terdiam dan mencoba mengalihkan pandangannya ke arah Mazonn serta ke arah pedang.


Dia menunjuk ke arah pedang yang ada di tangan Mazonn seraya menatap sendu.


Mazonn menoleh cepat ke arah pedang Yunlong kemudian mengangkatnya ke arah depan seraya mengayunkannya agar bayangan perempuan itu melihatnya dengan jelas.


"Apakah yang kau maksud ini ?", tanya Mazonn serius.


Bayangan perempuan dengan cepatnya menganggukkan kepalanya.


"Kemarilah ! Bukankah ini punyamu ?", ucap Mazonn.


Bayangan perempuan Yunlong Jian kembali menganggukkan kepalanya lalu tersenyum.


Dia mengulurkan kedua tangannya ke arah depan.


Mazonn langsung mengerti maksud dari bayangan perempuan Yunlong kemudian dia bergerak menghampirinya.


"Kau menginginkannya..., untuk apa ? Apakah kau adalah jiwa pedang ini ?", ucap Mazonn.


Mazonn menyerahkan pedang Yunlong kepada bayangan perempuan yang duduk di depannya.


"Pedang ini adalah diriku..., aku penjelmaan dari Yunlong Jian dan namaku adalah Yunlong...", sahut bayangan perempuan.


Bayangan perempuan Yunlong memandangi pedang di tangannya sembari memperhatikan ke arah Mazonn dan Dimitri secara bergantian.


"Kami adalah penduduk negeri lembah ini, jangan takut pada kami karena kami tidak berniat jahat padamu", kata Mazonn.


Mazonn tersenyum ramah pada Yunlong Jian di depannya seraya memanggil Dimitri.


"Dimitri ! Kemarilah !", panggil Mazonn.


Dimitri lantas melangkah mendekat ke arah Mazonn yang duduk berjongkok di depan roh Yunlong Jian.


"Perkenalkan ini Dimitri, sahabat baikku sedangkan aku sendiri, namaku Mazonn, pemimpin lembah ngarai ini", kata Mazonn.


Bayangan perempuan Yunlong Jian kembali tersenyum ke arah Mazonn dan Dimitri lalu berkata pada mereka.


"Terimakasih telah menyelamatkan ku dari ancaman bahaya jika saja tidak ada kalian, mungkin saja nyawaku sudah tidak tertolong lagi", sahut roh Yunlong Jian.


"Apakah para klan siluman akan mencelakakanmu ?", tanya Mazonn.

__ADS_1


"Mereka hendak mengambil paksa diriku dari tangan suamiku yaitu hantu gemuk untuk menyembuhkan pimpinan mereka yang terkena racun hitam dari hutan larangan", sahut roh Yunlong Jian.


"Hutan larangan !?", sambung Mazonn.


Roh Yunlong Jian hanya menganggukkan kepalanya.


"Lantas ada hubungan apa antara kalian dengan para klan siluman naga putih ?", kata Mazonn.


"Sebenarnya mereka mengincar jiwa pedang Yunlong untuk penyembuhan serta keabadian bagi pimpinan klan siluman naga putih serta kesejahteraan kaum mereka", ucap Yunlong Jian.


"Aku tidak mengerti...", kata Mazonn.


"Untuk mencapai tujuan mereka maka roh Yunlong Jian harus mereka dapatkan selain untuk kesembuhan juga untuk persembahan kepada raja siluman", sambung bayangan perempuan.


"Mereka menginginkan pedang Yunlong untuk dipersembahkan kepada raja siluman ? Siapa raja siluman itu ?", kata Mazonn.


"Yang aku dengar, dia bernama Dalca", sahut roh Yunlong Jian.


"DALCA !?", sahut Mazonn dan Dimitri kompak.


Keduanya saling berpandangan saat nama Dalca II disebut oleh roh Yunlong Jian.


"Si bodoh itu adalah raja siluman ???", kata Dimitri terkekeh.


"Jangan tertawa, tidak ada yang perlu ditertawakan disini, si bodoh itu juga tidak perlu kita tertawakan", sahut Mazonn.


"Tapi ini lucu ! Bagaimana bisa dia mengaku bahwa dirinya adalah raja siluman sejak kapan itu terjadi ?", ucap Dimitri.


Dimitri hanya tersenyum lebar dengan kedua tangan dia arahkan ke depan dada kemudian tertawa terbahak-bahak.


"Dasar pria aneh...", gumam Mazonn saat melihat tingkah laku Dimitri.


"Dia bukan orang, ingat itu !", sahut Mazonn.


"Tapi aku pikir ini konyol ! Mana ada pria semacam dia menjadi raja siluman dan sejak kapan itu terwujud ??? Bukankah keinginannya menjadi raja penguasa masih belum tercapai ???", kata Dimitri.


"Sudah, jangan bahas dia lagi ! Akan besar kepala dia nantinya jika kita terus menyebutkan namanya", sahut Mazonn.


"Luar biasa...", ucap Mazonn seraya meringis.


Mazonn kembali menatap ke arah bayangan perempuan di depannya yang memandangi dirinya serta Dimitri dengan kebingungan.


"Bagaimana hantu pria gemuk itu menjadi suamimu ? Sejak kapan roh pedang dapat menyatu dengan hantu ?", tanya Mazonn.


"Sebenarnya kami adalah sepasang pedang Yunlong hanya saja jiwa suamiku sebagai pedang Yunlong terluka akibat serangan dari pihak tak dikenal", sahut Yunlong Jian yang berwujud bayangan perempuan.


"Dan kenapa wujudnya berubah menjadi hantu bukan roh ?", kata Dimitri.


"Karena luka yang dia alami menyebabkannya kehilangan kekuatannya sebagai roh Yunlong Jian dan berubah menjadi sesosok hantu", ucap bayangan perempuan dari pedang Yunlong.


"Tapi dia berjanji padamu akan kembali lagi kepadamu dan menemuimu sebagai sepasang pedang", kata Dimitri.


"Itu benar yang kamu katakan..., dia akan kembali lagi dalam sosoknya sebagai pedang Yunlong", lanjut bayangan perempuan.


"Kenapa dia masih belum kembali ? Dan justru menghilang ?", tanya Dimitri.

__ADS_1


Dimitri yang penasaran terus saja memberondong bayangan perempuan dengan banyak pertanyaan.


"Setelah ijinnya dari pemimpin langit disetujui untuk mengembalikan wujudnya semula sebagai sesosok pedang Yunlong maka dia akan turun menjadi pedang pasangan ku", jawab bayangan perempuan.


"Berapa lama ?", tanya Dimitri. "Apa kita akan terus menunggunya disini sampai pemimpin langit mengabulkan permintaannya ???", sambungnya.


"Aku tidak tahu...", sahut bayangan perempuan Yunlong Jian.


Mazonn lalu beranjak berdiri kemudian menatap ke arah langit di atas.


"Sepertinya tidak akan lama lagi, dia muncul kembali...", ucap Mazonn.


"Hantu itu akan kembali lagi ?", kata Dimitri.


Dimitri turut memandang jauh ke arah langit di atas seraya berdiri terdiam.


"Kemungkinan besar demikian karena kau tahu kalau penguasa langit selalu bermurah hati pada setiap umat dibumi meski dia berwujud hantu", lanjut Mazonn.


Mazonn mengarahkan tangannya ke arah keningnya ketika menyaksikan ke arah langit yang ada diatasnya.


"Kau benar-benar yakin jika hantu itu akan kembali cepat ? Kapan ada perubahan besar dari penguasa langit yang bermurah hati memberikan amnestinya kepada terhukum seperti hantu itu ?", kata Dimitri.


"Sepertinya dia berubah sejak kejadian perang patra...", sahut Mazonn.


"Hmmm..., begitu ya !? Mestinya kita tahu kalau perang patra banyak memberikan perubahan besar pada semua orang yang ada dibumi ini...", kata Dimitri.


"Sejak kapan kau berpikiran dewasa ? Setahuku kau selalu saja menyimpang dari aturan yang ada, Dimitri", sahut Mazonn.


"Kau jangan bicara ngelantur karena aku bersungguh-sungguh mengatakannya kalau niatku sangatlah serius", kata Dimitri.


"Berniat serius ? Kau tidak sedang mengada-ada, bukan ?", ucap Mazonn.


Mazonn masih terus memperhatikan ke arah langit yang ada diatasnya sedangkan dia dan Dimitri terlibat perdebatan kecil.


"Cukup lama juga harus menunggu datangnya mukjizat tapi sampai kapan kita harus menunggu disini di bawah terik sinar matahari ?", ucap Dimitri.


Dimitri tampak mulai kepanasan kemudian dia mengeluarkan sebuah kipas dari dalam lengan pakaiannya.


Wushhh... !


Hembusan angin segar bertiup pelan disekitar wajah Dimitri saat dia mengipaskan kipas miliknya.


Hawa dingin dari hembusan angin yang menerpa wajah Dimitri membuatnya terasa sejuk sehingga keringat yang bercucuran dari keningnya karena terik panas matahari tak terasa lagi.


"Kapan kita akan menemukan hal yang wajar dalam hidup kita ?", gumam Dimitri.


"Apakah kau mengeluh ?", tanya Mazonn.


"Bukan aku mengeluh akan nasib kita, sudah kita ini bangsawan yang abadi juga masih harus mengurusi hal aneh disekitar kita", sahut Dimitri.


"Kau berkeinginan mengubah takdirmu atau mengubah nasib garis kebangsawananmu, coba kau katakan mana yang ingin kamu pilih dari alasan-alasan itu", lanjut Mazonn.


"Entahlah..., aku sulit menjawabnya karena aku tidak menemukan alasan tepat untuk mengatakannya...", sahut Dimitri.


Tiba-tiba dari arah atas langit muncul sinar terang yang teramat menyilaukan sehingga membuat Mazonn mengalihkan pandangannya dari atas langit.

__ADS_1


"Sinar apakah itu ???", ucap Dimitri.


Dimitri mengarahkan kipas ditangannya supaya menutupi wajahnya dari sengatan sinar terang yang datangnya dari atas langit.


__ADS_2