Suami Ku Hantu

Suami Ku Hantu
Bab 76 Transaksi Ilegal


__ADS_3

Dimitri mengamati sejumlah klan siluman berjubah keemasan yang berkerumun di depan salah satu lapak kios.


Seorang pria gemuk keluar dari dalam lapak kios sembari membawa sebuah bungkusan kain.


Salah seorang dari klan siluman maju menghampiri ke arah pria gemuk yang tengah membawa bungkusan di tangannya.


"Apa yang dibawa oleh pria gemuk itu ?", tanya Dimitri.


Dimitri menolehkan kepalanya ke arah Mazonn.


"Entahlah, aku sendiri tidak tahu benda apa yang dibawa oleh pria itu, mungkin kau dapat menerawangnya dengan lensa ajaib milikmu", sahut Mazonn.


"Lensa ajaib milikku !?", ucap Dimitri. "Astaga !? Bagaimana bisa kamu berkata seperti itu jika kau sedang memerlukannya seharusnya kau memintanya kepadaku dengan sungguh-sungguh !?", sambungnya.


"Meminta dengan sungguh-sungguh !? Apa yang semestinya ku minta darimu !?", sahut Mazonn terperangah.


"Kau tadi mengatakan bahwa kamu meminta ku memata-matai mereka melalui lensa milik ku, sekarang kamu malah balik bertanya kepada ku !?", kata Dimitri.


"Tidak usah dikerjakan jika kamu tidak bisa", sahut Mazonn.


"Kenapa giliran kamu yang marah !? Aku sedang menanyakan perihal maksud mu, kamu malah kesal padaku !?", ucap Dimitri.


"Bagaimana tidak kesal ? Bayangkan saja jika kamu dijawab asal-asalan seperti itu !?", kata Mazonn.


"Apa perlunya berkata baik dan benar !?", ucap Dimitri.


"Maksudmu !?", jawab Mazonn.


"Tidak perlu berkata akan kebenaran pada situasi seperti ini karena itu hanya membuang waktu percuma", ucap Dimitri.


Mazonn menatap ke arah Dimitri keheranan tapi dia sendiri tidak dapat menemukan alasan yang tepat untuk menjawab ucapan Dimitri.


"Jika kau tidak ingin melakukannya, sudahlah !", jawab Mazonn mulai kesal.


"Kenapa dengan mu !?'', ucap Dimitri terpana.


"Kau benar-benar membuatku marah", kata Mazonn seraya mengibaskan tangannya.


"Astaga... !?", sahut Dimitri.


"Diam Lah ! Dan perhatikan saja sungguh-sungguh yang ada dihadapan kita sekarang !", kata Mazonn.


"Yah, baiklah", jawab Dimitri.


Mazonn mengalihkan pandangannya dari Dimitri ke arah depan dimana para klan siluman naga putih sedang melakukan transaksi dengan seorang pria gemuk yang membawa bungkusan kain.


Salah seorang dari siluman naga putih meminta pada pria gemuk untuk menyerahkan bungkusan kain yang ada padanya.


Tampak pria gemuk ragu-ragu untuk memberikan bungkusan kain ditangannya kepada salah satu dari klan siluman naga putih.


Terlibat adu mulut dari kedua pria saat mereka bertransaksi ilegal di pasar hantu.


"Sepertinya mereka sedang dalam masalah dan saling bersitegang, apa perlu kita membantu pria gemuk itu ?", ucap Dimitri.


"Nanti saja kalau benar-benar diperlukan, sekarang sepertinya masih tidak perlu kita membantunya karena aku lihat dia sangat mahir bertransaksi dengan siluman", sahut Mazonn.


Mazonn menghirup udara disekelilingnya dengan memperhatikan ujung jari jemari tangannya yang berhias kuku emas yang runcing.

__ADS_1


Tidak tampak kegusaran dari wajah Mazonn ketika ada sebuah transaksi ilegal di wilayah kekuasaannya.


Tentunya hal itu merupakan sebuah pelanggaran hukum di daerah lembah Ngarai tetapi Mazonn menanggapi hal tersebut dengan santainya.


"Kau sama sekali tidak merasa khawatir dengan kondisi di tempat ini", kata Dimitri.


"Lantas apa yang perlu aku khawatirkan dari semua ini !?", sahut Mazonn.


"Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran mu, Mazonn...", ucap Dimitri.


"Sudahlah ! Jangan dipikirkan bagaimana jalan pikiran ku ini berjalan !", ucap Mazonn.


"Dia adalah salah satu warga mu ! Bagaimana kau membiarkan dia dimakan oleh para klan siluman ???", kata Dimitri.


"Pria itu sudah mengerti jika mereka semua adalah klan siluman naga putih karena itu aku tidak merasa cemas dengan keadaannya", sahut Mazonn.


"Mudah-mudahan pria gemuk itu tidak menjadi bahan bulan-bulanan para klan siluman...", ucap Dimitri.


"Tapi dia hantu, Dimitri !", kata Mazonn.


Mazonn melirik ke arah Dimitri seraya mengangkat kedua alisnya ke atas.


"Hantu !?", kata Dimitri tertegun tak percaya.


"Yah...", sahut Mazonn dengan menganggukkan kepalanya cepat.


"Menakjubkan sekali !", ucap Dimitri.


"Apanya yang menakjubkan !? Hantu kau sebut menakjubkan... Bagaimana kau bisa menjabarkan tentang sosok hantu... !?", kata Mazonn.


"Dia penjual barang-barang ilegal yang lama menjadi sindikat pengedar di pasar hantu ini dan dia sangat terkenal hampir di seluruh bagian bumi ini", kata Mazonn.


Mazonn berbicara sembari menunjuk ke arah pria gemuk yang berdiri di antara kerumunan para klan siluman naga putih dengan kuku-kukunya yang runcing berwarna keemasan.


Kuku-kuku jari tangan Mazonn terlihat berkilauan tertimpa sinar cahaya matahari saat digerakkan.


Kilauan emas yang membungkus seluruh ujung jari tangan Mazonn sangatlah indah jika Mazonn menggerakkannya dengan lembut.


"Apa yang kau lihat ?", tanya Mazonn.


Saat Dimitri terlihat mengagumi keindahan dari jari-jemari tangannya yang terbungkus emas.


"Tidak ada... Benar ! Tidak ada yang aku lihat darimu...", sahut Dimitri.


Dimitri langsung menggelengkan kepalanya saat Mazonn menanyainya.


Pandangan kedua pria yang berasal dari klan bangsawan kembali tertuju pada transaksi ilegal yang sedang berlangsung antara pria gemuk dengan sejumlah para klan bangsawan naga putih.


Terlibat adu argumentasi diantara mereka saat transaksi mulai terjadi.


Pria gemuk yang merupakan sosok hantu tampak sedikit kewalahan dengan desakan dari para klan siluman naga putih.


Dia terdesak hingga dirinya harus menjauh dari jangkauan sejumlah para klan siluman yang mulai bertindak agresif.


BRAK... !


Pria gemuk jatuh tersungkur dengan tetap memegang erat bungkusan kain ditangannya saat seorang klan siluman mencoba menarik paksa bungkusan yang dibawa oleh pria itu.

__ADS_1


"SERAHKAN PADA KAMI !!!", teriak pria berjubah emas dengan motif awan hitam.


Pria yang wajahnya menggunakan topeng berbentuk naga berdiri di dekat pria gemuk.


Terlihat pria gemuk yang jatuh tersungkur tidak merespon ucapan pria bertopeng naga dan tetap bersikukuh mempertahankan bungkusan kain ditangannya.


"Kita ambil secara paksa saja barang itu, bagaimana menurut mu ?", tanya salah satu dari pria bertopeng naga.


"Ambil saja ! Dia rupanya ingin mempersulit kita dalam bertransaksi !", sahut pria dari klan siluman naga putih.


"Baiklah...", jawab rekan yang lainnya.


"Setelah itu kita pergi dari sini", ucap pria bertopeng yang berdiri di samping lapak kios.


"Bagaimana jika dia melawan ?", tanya seorang klan siluman naga putih.


"Singkirkan saja dia !", sahut rekan setimnya.


"Baik !"


Sejumlah pria dari klan siluman naga putih langsung membentuk formasi lingkaran bertujuan untuk melindungi rekannya yang hendak mengambil bungkusan dari tangan pria gemuk.


Dimitri langsung bereaksi saat melihat situasi mulai menandakan bahaya tapi Mazonn melarangnya untuk bertindak.


"Jangan ikut campur ! Biarkan semua terjadi seperti apa adanya !", ucap Mazonn sambil menggelengkan kepalanya.


Dimitri tidak membantah ucapan Mazonn lalu menurut pada perintah penguasa lembah Ngarai itu dan kembali diam menyaksikan kejadian di depan mereka dari arah kejauhan.


Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras dari arah kerumunan para pria klan siluman naga putih.


BLAAAARRRRR... !!!


Muncul sesosok bayangan melesat naik lalu terbang di udara dibawah barisan para klan siluman naga putih yang mengepung mereka.


Bayangan itu tak lain adalah bayangan dari pria gemuk yang keluar dari kerumunan siluman naga putih.


Dimitri tersentak kaget ketika melihat pemandangan tersebut.


Berdecak berulangkali saat bayangan pria gemuk yang merupakan sosok hantu terbang melayang serta mengeluarkan kepulan asap hitam disekelilingnya.


Pria gemuk dari pasar hantu benar-benar menunjukkan sosok sejatinya yang merupakan hantu.


"Apa yang akan terjadi selanjutnya ?", gumam Dimitri.


"Lihat saja sebentar lagi maka kau akan segera mengetahuinya apa yang akan terjadi di pasar hantu ini...", sahut Dimitri.


"Apa akan ada pertunjukan menarik ?", kata Dimitri kagum.


"Mungkin saja tapi kau harus sedikit bersabar menunggu pertunjukan menarik itu hadir, Dimitri", sahut Mazonn.


Tiba-tiba Mazonn terlihat telah duduk sambil menyilangkan kedua kakinya di atas awan dengan secawan ditangannya.


Dimitri langsung bereaksi ketika melihat Mazonn duduk bersantai di atas awan yang bergerak melayang-layang pelan sembari menikmati secawan anggur merah.


"Bisa-bisanya dia bersikap sesantai seperti itu... Apakah dia sama sekali tidak merasa khawatir sedikitpun dengan semua kejadian di daerah kekuasaannya ???", ucap Dimitri.


Dimitri berdiri dengan menyilangkan kedua tangannya ke arah depan dada ketika dia memperhatikan tingkah laku Mazonn yang merupakan sahabat karibnya, tampak santai saat menanggapi masalah klan siluman naga putih di lembah Ngarai ini.

__ADS_1


__ADS_2