Suami Ku Hantu

Suami Ku Hantu
Bab 82 Menyembuhkan


__ADS_3

Mazonn mengejar Dimitri yang telah lari terlebih dahulu meninggalkannya sendirian di pasar hantu.


Berlari kencang dengan diiringi oleh sepasang kedua pedang Yunlong yang terbang di kedua sisinya.


Tak terlihat keberadaan sosok Dimitri di depannya, hanya terlihat laju jalan yang dia lalui berupa kilatan cahaya.


"Kemana Dimitri ?", ucapnya heran.


Mazonn semakin menjauh dari area pasar hantu menuju kembali ke villa, tempatnya dia menyembunyikan gadis penari dari tempat hiburan.


Masih tidak terlihat batang hidung Dimitri yang pergi melarikan diri darinya karena sahabatnya itu enggan bertarung melawannya.


Gerakan Mazonn yang melesat bagaikan kilatan cahaya bergerak melewati area perbukitan hijau di lembah ngarai.


Melaju diantara dua bentangan alam berupa bukit yang landai menuju kediamannya yang terletak di atas lembah ngarai.


Dua pasang pedang Yunlong terbang melesat di kedua sisi Mazonn, mengikutinya patuh secara beriringan.


Pedang Yunlong tidak perlu dipegang layaknya pedang-pedang lainnya atau harus dibawa di punggung lagi tetapi sepasang pedang Yunlong dapat bergerak sendiri mengikuti kemana arah tuannya pergi.


Mazonn terus melajukan tubuhnya melewati bentangan bukit di sekitarnya lalu naik tinggi ke lembah ngarai dimana villa, tempatnya beristirahat melepas lelah setelah seharian bekerja di istananya.


Bangsawan itu akan selalu menghabiskan sisa waktunya di villanya yang terasing dari keramaian lembah ngarai.


Terkadang hanya ditemani secangkir minuman hangat atau minuman anggur kegemarannya apabila musim dingin tiba dan kadang dia hanya ditemani seorang pelayan kepercayaannya yang duduk seharian bersamanya sambil mendengarkan musik yang dia mainkan.


Sesekali dia juga mengundang Dimitri untuk singgah ke villanya, hanya untuk sekedar bersenang-senang.


Mazonn bergerak ke arah sebuah gazebo berukuran besar yang terletak di atas puncak lembah ngarai.


Diikuti oleh kedua pedang Yunlong yang terbang mengiringinya menuju villanya.


Mazonn menjejakkan kedua kakinya ke atas lantai yang diselimuti kabut tipis di sekitar villa pribadinya.


Melangkah cepat menuju ke arah kamar dimana dia membaringkan wanita penari di salah satu kamar villanya.


Jalan menuju ke arah kamar hanya dihiasi oleh temaram lampion yang menghiasi sepanjang jalan.


Area jalan yang kedua sisinya terletak deretan kamar-kamar tempat untuk beristirahat bagi siapa saja, tamu yang diundang ke villanya tampak sepi dan kosong.


Mazonn berjalan terus menuju ke salah satu kamar yang ada disudut ruangan yang tersegel oleh perisai pelindung.


Pintu kamar masih tertutup serta tersegel rapi, menandakan tidak seorangpun yang masuk ke dalam kamar.


"Sepertinya Dimitri tidak kemari, mungkinkah dia langsung pergi ke hutan Hoia Baciu ?", ucap Mazonn.


Mazonn melangkah mendekat ke arah pintu di depannya seraya mengarahkan kedua tangannya membentuk pola tanda tangan segitiga sebanyak lima kali putaran.


Muncul cahaya-cahaya segitiga yang semakin membesar serta berlapis-lapis sejumlah lima bayangan ke arah pintu kamar kemudian menempel erat di permukaan pintu kamar.


Bentuk segitiga besar bercahaya melekat dilapisan daun pintu kamar yang masih tertutup rapat.

__ADS_1


Mazonn lalu menyentakkan kedua tangannya ke arah pintu agar kamar terbuka.


Saat pintu kamar dibuka setelah segel terpatahkan olehnya dengan cepat Mazonn melangkah masuk ke dalam kamar diiringi sepasang kedua pedang Yunlong yang mengikutinya.


Mazonn menyibakkan tirai disekitar ranjang dengan mengibaskan salah satu telapak tangannya ke arah tempat tidur.


Wanita penari masih terbaring lemah tak sadarkan diri di atas tempat tidur.


Mazonn memerintahkan kepada kedua pedang Yunlong untuk mendekat ke arah wanita penari yang terbaring pingsan diatas ranjang.


"Sembuhkanlah racun yang ada di tubuh wanita penari itu !", pinta Mazonn kepada sepasang pedang Yunlong.


Terdengar suara dari arah kedua pedang sakti Yunlong langit saat Mazonn memintanya untuk menawar racun pada tubuh wanita penari.


"Kami tidak dapat melakukannya, tuanku Mazonn, sang pemilik kuasa atas kami, pedang langit !", sahut suara dari salah satu pedang Yunlong.


Muncul kedua bayangan sepasang perempuan dan laki-laki dari arah pedang Yunlong sakti yang melayang di antara kedua pedang seraya menatap ke arah Mazonn.


"Akhirnya kalian muncul bersama-sama di hadapanku, Yunlong Jian", sapa Mazonn.


"Terimakasih atas sambutannya, tuanku... Kami ucapkan seribu selamat untukmu serta sejuta salam hormat pada tuanku yang telah menjadi tuan kami...", sahut kedua pasangan bayangan roh Yunlong Jian.


"Selamat juga aku ucapkan atas bersatunya kalian menjadi sepasang pedang Yunlong langit", ucap Mazonn.


"Terimakasih, tuan Mazonn", sahut kedua pasangan bayangan Yunlong Jian kompak.


"Lantas apa alasan kalian tidak menyanggupi permintaanku untuk menyembuhkan wanita ini ?", tanya Mazonn.


"Ampun, seribu ampun kami haturkan kepada tuan junjungan kami !!!", sahut kedua bayangan roh Yunlong Jian bersama-sama.


Mereka tidak berani menatap ke arah Mazonn setelah mengucapkan alasan mereka yang tidak bersedia membantu wanita penari yang terkena racun yang disebabkan oleh klan siluman naga putih.


"Cobalah katakan padaku alasan kalian menolakku membantu menawar racun yang ada di badan wanita penari ini !", ucap Mazonn.


Mazonn menoleh ke arah sepasang roh bayangan perempuan dan laki-laki yang berdiri membayang diantara kedua pedang Yunlong berwarna putih dan hitam seraya membungkukkan badan.


Tidak ada jawaban yang terucap dari kedua roh bayangan pedang Yunlong langit yang teramat sakti itu.


Mereka tetap diam membisu tanpa sedikitpun berani memandang ke arah Mazonn.


Mazonn menghela nafasnya lalu berjalan mendekat ke arah kedua roh bayangan Yunlong Jian.


"Apa yang mendasari kalian tidak bersedia membantu wanita itu ? Apa karena dia seorang penari penghibur maka kalian beralasan tidak ingin menolongnya dari maut ?", ucap Mazonn.


Mazonn menatap dengan sorot mata serius ke arah kedua roh bayangan Yunlong Jian langit.


"Katakanlah padaku...", kata Mazonn getir.


"Ampun ! Ampun seribu ampun, tuanku ! Dan ampuni kami atas kelancangan kami !", sahut kedua roh bayangan Yunlong Jian serempak.


"Lantas... !?", ucap Mazonn murung.

__ADS_1


Kedua roh bayangan Yunlong Jian saling berpandangan dengan tubuh masih membungkuk menghadap Mazonn kemudian mereka saling menganggukkan kepala mereka.


Mereka lalu berdiri tegak dengan raut wajah berubah tegas seraya berkata kompak.


"Alasan kami adalah harus ada pasangan bagi wanita ini untuk menawarkan racun pada tubuhnya karena penawar racun Yunlong Jian melewati sebuah hubungan suami-istri", sahut keduanya tegas.


"Apa !?", sahut Mazonn terhenyak kaget.


Mazonn melangkah mundur dengan tubuh sempoyongan sedangkan tangannya mencengkeram kuat ujung meja disampingnya.


"Ma-mana mungkin !? Lalu siapa..., siapa yang akan menjadi pasangannya !? Si-siapa !?", ucap Mazonn bingung.


Mazonn duduk terhempas keras ke kursi dengan pandangan gelisah, raut wajahnya berubah tegang saat mendengar penjelasan dari kedua roh bayangan Yunlong Jian.


"Siapa yang akan menjadi pasangannya ?", tanya Mazonn linglung.


Kedua pasangan roh bayangan Yunlong Jian saling memandang satu dengan lainnya.


"Apakah wanita ini tidak memiliki kekasih ?", tanya bayangan laki-laki dari Yunlong Jian.


"Entahlah...", sahut Mazonn sembari menggelengkan kepalanya lesu.


"Maaf atas kelancangan kami, tuan Mazonn... Kami sarankan, bagaimana kalau diantara pekerja disini saja yang kita pasangkan pada wanita itu ?", ucap roh bayangan laki-laki.


"Maksudmu !? Kita pasangkan secara asal seorang pria untuk dipasangkan dengannya !? Supaya racun dapat segera hilang dari tubuhnya !?", kata Mazonn.


Mazonn mendongakkan kepalanya ke arah kedua pasangan roh bayangan Yunlong Jian yang berdiri tak jauh darinya.


Kedua alis Mazonn terangkat ke atas sedangkan raut wajah Mazonn semakin bertambah tegang.


"Bagaimana bisa seperti itu !?", lanjut Mazonn. "Tanpa pernikahan !?", sambungnya bingung.


"Kita adakan pernikahan kilat untuk mereka sebelum penawar racun kami berikan kepada wanita itu, tuan Mazonn", sahut kedua roh bayangan Yunlong Jian kompak.


"Apa !? Pernikahan kilat !?", ucap Mazonn kaget.


"Benar, tuanku...", sahut kedua roh bayangan Yunlong Jian kompak.


"Bagaimana jika dia tersadar nanti dan mendapati dirinya telah menikah dengan pria asing yang tidak dikenalnya bahkan tidak dia cintai !?", tanya Mazonn.


"Seperti itulah resikonya dari syarat Yunlong Jian sebagai penawar racun, tanpa adanya hubungan suami-istri maka tidak akan ada penawar racun yang dapat kami sembuhkan", sahut kedua pasangan Yunlong Jian.


"Persyaratan macam apa itu !?", ucap Mazonn.


"Ampuni kami, tuanku... !", sahut pasangan roh bayangan Yunlong Jian serempak.


"Darimana aturan konyol seperti itu !? Apakah pihak langit memberikan syarat itu pada kalian jika menyembuhkan orang yang terkena racun ???", kata Mazonn.


"Maaf, tuanku... Aturan ini ada dikarenakan kami adalah pasangan suami-istri maka saat kami menawar racun pada penderita harus ada hubungan layaknya sepasang suami-istri...", sahut roh bayangan laki-laki.


Roh bayangan laki-laki Yunlong Jian langsung menundukkan wajahnya ketika mengutarakan syarat serta peraturan yang telah ditentukan oleh langit untuk mereka sebgai pedang Yunlong yang mampu menawar segala racun di dunia.

__ADS_1


Mazonn yang mendengarnya langsung mendadak pusing, kepalanya terasa dihantam benda keras saat mendengarkan penjelasan dari roh Yunlong Jian.


Duduk melamun memandangi meja di depannya dengan tatapan kosong, hal yang kini hanya bisa dilakukan oleh sang penguasa lembah Ngarai, bernama Mazonn.


__ADS_2