
Antolin Lucian tiba di dalam Istana Oranye ketika ketua pimpinan pasukan Elit miliknya pergi bersama pasukan Elit lainnya.
Dia tampak sangat serius saat tidak mendapati pasukan Elit lainnya di Istana Oranye.
Tubuh Antolin Lucian yang mengeluarkan cahaya api hijau spiritual berangsur-angsur memudar saat dia berada di dalam ruangan istana dimana dia melihat sebagian pasukan Elit miliknya masih tertinggal di ruangan itu.
Antolin Lucian yang datang dengan pasukan Elit lainnya yang merupakan team kedua terlihat mulai cemas seraya dia mengamati seluruh ruangan di istana.
Pandangan mata Antolin Lucian berhenti tepat di atas langit ruangan istana.
Ada jejak pertempuran yang tertinggal di atas langit-langit ruangan istana yang dia datangi, sebuah pisau bermata ganda tertancap lurus di atas dinding ruangan istana.
Tertinggal sebuah pisau bermata ganda yang masih utuh bentuknya.
Antolin Lucian lalu memutar tubuhnya cepat dan terbang berputar tinggi ke arah pisau bermata ganda yang tertancap di dinding seraya mencabut benda tersebut dengan gerakan tangan yang sangat cepat.
Dipandanginya pisau yang ada di tangannya saat tubuhnya terbang tinggi di atas ruangan istana.
Antolin Lucian mengamati benda tajam yang patah ujungnya dengan teliti lalu menutupinya dengan kain putih dari sutera kemudian mendekatkan pisau bermata ganda yang ada di dalam kain sutera ke arah hidungnya.
Tercium aroma asap dari arah pisau bermata ganda sehingga membuat Antolin Lucian terkejut.
''Racun ! Ada racun di pisau bermata ganda ini !'', ucap Antolin Lucian bergumam lirih.
Dialihkannya pandangan kedua matanya ke arah sekitar langit-langit ruangan istana dengan wajah serius.
Terdapat jejak bekas goresan pedang serta ledakan yang menghitam pada area dinding-dinding ruangan istana. Jejak tertinggal yang seolah-olah ingin memberitahukan bahwa ada pertempuran yang baru saja terjadi di tempat itu.
Antolin Lucian segera turun ke arah bawah dengan gerakan tubuh melayang saat kedua kakinya menyentuh lantai ruangan istana tiba-tiba dia merasakan sesuatu datang ke arah ruangan.
Gerakan mata Antolin Lucian terlihat sangat cepat bagaikan kilatan sinar cahaya ketika dia mencoba menghayati sesuatu yang bergerak ke arah ruangan dimana dia berada bersama dengan pasukan Elit miliknya.
Sikap penuh waspada yang tengah dijaga oleh Antolin Lucian saat sesuatu yang bergerak itu mulai mendekat.
Tiba-tiba kedua mata Antolin Lucian menyala terang bagaikan sinar api yang berwarna hijau lalu dia mengedarkan pandangannya ke arah sekelilingnya dengan cermat.
Sudut bibir Antolin Lucian membentuk senyuman yang menakutkan kemudian dia bergerak cepat ke arah datangnya sesuatu yang misterius itu.
Antolin Lucian melesat kilat lalu memutar tubuhnya cepat dengan kedua tangan mengeluarkan api hijau spiritual yang menyengat panas ke arah sesuatu misterius yang datang menyerangnya.
HUSSSHHH.... !!!
Hembusan api hijau spiritual yang keluar dari telapak tangan Antolin Lucian bergerak cepat hingga menghantam keras sesuatu yang misterius itu.
BLARRR !!!
Ledakan keras terjadi lalu muncul sosok bayangan dari dalam lantai ruangan istana terbang melesat tinggi ke arah atas.
''Apa itu !?'', ucap orang-orang berjubah hitam terkejut.
Mereka langsung bersikap penuh waspada seraya mengangkat pedang Es milik mereka ke arah depan ketika sosok bayangan yang terbang melayang di atas ruangan istana bergerak turun menghampiri mereka.
Muncul hujan pisau bermata ganda kembali terjadi secara bersamaan dengan arah gerakan sosok bayangan yang menerjang ke arah pasukan Elit Antolin Lucian secara membabi-buta.
__ADS_1
Tubuh sosok bayangan datang dan mampu membelah diri.
Ada sejumlah sosok bayangan terbang melayang di atas ruangan istana seraya menghujani pasukan Elit Antolin Lucian dengan pisau-pisau bermata ganda.
''HATI-HATI PISAU ITU BERACUN !'', teriak Antolin Lucian kepada pasukan Elit miliknya.
*TRANG... !
TRANG... !
TRANG*... !
Suara senjata beradu saat pedang Es milik pasukan Elit menghalau pisau-pisau bermata ganda yang menghujani mereka.
Serangan secara cepat dan brutal juga datang dari sejumlah sosok bayangan semu yang datang ke arah pasukan Elit.
Pasukan Elit Antolin Lucian harus menghadapi dua serangan sekaligus secara bersamaan dan serentak.
Dua serangan itu berasal dari sejumlah bayangan semu yang datangnya bagaikan siluman dan serangan dari hujan pisau bermata ganda yang beracun.
Antolin Lucian yang kedua matanya berubah menjadi sinar api hijau spiritual yang menyala-nyala terang benderang bergerak secepat angin membentuk pola lingkaran dari tubuhnya di bagian depan.
Menghalau serangan sejumlah pisau bermata ganda yang memburu dirinya.
Angin berhembus kencang dari arah lingkaran hingga meluluhlantakkan pisau-pisau bermata ganda hingga hangus terbakar tak tersisa.
Diayunkannya salah satu tangannya ke arah depan saat Antolin Lucian berdiri tegak hingga membuat pusaran angin lalu menerbangkan ribuan api hijau dari pusaran angin ke arah sejumlah bayangan semu yang menyerang pasukan Elit miliknya.
Sebagian api hijau membakar tubuh sosok bayangan yang mengenakan jubah-jubah kuning.
Namun sejumlah bayangan semu itu tidak mudah untuk dikalahkan hanya dengan serangan ribuan api hijau spiritual milik Antolin Lucian.
Api hijau hanya membakar jubah kuning yang dikenakan oleh sosok bayangan yang berjumlah sama dengan jumlah pasukan Elit. Dengan secepat kilat sosok-sosok bayangan menanggalkan jubah-jubah mereka jatuh tergeletak ke atas lantai ruangan istana lalu terbakar lenyap.
Kembali sosok-sosok bayangan bergerak cepat menerjang Antolin Lucian secara serempak.
Mereka mengepung Antolin Lucian yang berdiri hanya dengan tangan kosong sedangkan sejumlah sosok bayangan yang jumlahnya mencapai sama dengan jumlah pasukan Elit menyerang dengan menggunakan pedang bercahaya api biru.
Antolin Lucian tersentak kaget saat melihat pedang bercahaya api biru berada di tangan sejumlah sosok bayangan yang datang ke arahnya secara bersamaan.
Suara keras terdengar dari arah seorang berjubah hitam pasukan Elit.
''LINDUNGI TUAN ANTOLIN LUCIAN !!!'', teriak orang bertopeng dengan hiasan cincin batu permata kepada rekan-rekan pasukan Elit lainnya.
''BAIK !!!'', ucap mereka serentak.
Pasukan Elit Antolin Lucian melesat kilat ke arah Antolin Lucian membentuk formasi pelindung berbentuk lingkaran berlapis-lapis di sekeliling Antolin Lucian yang berdiri dengan tangan kosong.
Mereka menghunuskan pedang Es mereka yang mengeluarkan hawa dingin yang membuat seluruh ruangan istana terasa membeku.
Suasana di sekitar ruangan istana mendadak berubah ekstrim dan muncul lapisan-lapisan es dari arah pedang milk pasukan Elit.
Lapisan es beku perlahan-lahan memenuhi seluruh lantai ruangan istana serta dinding-dinding ruangan sehingga membuat gerakan sejumlah sosok bayangan terhenti seketika dan berubah menjadi beku saat mereka hendak menyerang Antolin Lucian.
__ADS_1
Tiba-tiba keadaan di ruangan tersebut berubah menjadi hening...
Senyum tipis mengembang di wajah Antolin Lucian saat dia melihat sejumlah sosok bayangan berhenti karena membeku oleh aura yang keluar dari arah pedang Es milik pasukan Elit miliknya.
Antolin Lucian berjalan pelan keluar dari barisan formasi lingkaran pasukan Elit yang berlapis-lapis menuju ke arah sosok bayangan yang posisi tubuh mereka semua tengah melayang dengan pedang bercahaya api biru mengarah lurus ke depan.
''Darimana mereka memperoleh pedang bercahaya api biru ?'', gumam Antolin Lucian heran.
Antolin Lucian meraih pedang bercahaya api biru dari tangan sosok bayangan yang ada di hadapannya lalu dia memperlihatkan pedang tersebut dengan teliti.
''Setahuku hanya anggota Seljuk yang memiliki pedang bercahaya api biru ?'', ucap Antolin Lucian penasaran.
Antolin Lucian merentangkan tangannya yang menggenggam sebilah pedang bercahaya api biru yang ukurannya tipis dan berkilat serta terasa ringan ditangan sedangkan kedua ujung jarinya mengusap lembut ke arah permukaan pedang.
Mengarahkan pedang bercahaya api biru tepat di depan kedua matanya yang tajam.
''Apakah mereka mencuri pedang bercahaya api biru dari tangan anggota Seljuk ? Mungkinkah mereka mengalahkan anggota Seljuk dari klan bangsawan ?'', gumam Antolin Lucian.
Rasa penasaran Antolin Lucian semakin bertambah besar saat dia melihat ke arah sejumlah sosok bayangan yang posisi tubuhnya membeku melayang di atas udara karena aura yang ditimbulkan oleh pedang Es milik pasukan Elit miliknya.
Antolin Lucian menghampiri sosok bayangan yang tubuhnya beku.
Tiba-tiba ledakan keras terjadi dari arah sosok bayangan yang ada di hadapan Antolin Lucian hingga membuatnya mundur hampir terjungkal ke atas lantai jika dia tidak menahan tubuhnya dengan kuat-kuat.
Antolin Lucian melindungi dirinya dari ledakan yang terjadi pada sosok bayangan dengan mengarahkan tangannya yang mengenakan jubah panjang berlengan lebar agar ledakan itu tidak mengenai wajahnya.
''Sialan... ! Mereka mati bunuh diri !'', ucap Antolin Lucian.
Terdengar ledakan demi ledakan dahsyat dari sejumlah sosok bayangan yang tubuhnya dilapisi oleh es beku dengan maksud menghilangkan jejak mereka agar tidak teridentifikasi.
''MENJAUH DARI TEMPAT INI SEMUA !!!'', perintah Antolin Lucian kepada pasukan Elit.
Antolin Lucian terbang tinggi meninggalkan ruangan istana yang luas menuju ke arah ruangan istana lainnya dengan diikuti oleh seluruh pasukan Elit miliknya yang bergerak cepat dari arah belakang.
Mereka berterbangan di atas ruangan istana yang megah dengan pilar-pilar menjulang tinggi menyanggah langit-langit Istana Oranye.
Menghindari serangan ledakan yang ditimbulkan oleh sosok bayangan yang meledakkan tubuh mereka sendiri agar kebenaran tentang mereka tidak dapat diketahui oleh Antolin Lucian serta pasukan Elit berjubah hitam.
Taktir bunuh diri adalah langkah terakhir yang diambil oleh sejumlah sosok bayangan untuk menghilangkan diri mereka.
Beberapa saat kemudian terlihat barisan berjubah hitam terbang di dalam ruangan istana.
Antolin Lucian memimpin pasukan Elit miliknya bergerak cepat menerobos masuk ke dalam ruangan Istana Oranye yang lebih dalam lagi sedangkan pasukan Elit binaannya bergerak mengikuti dirinya.
Tubuh pasukan Elit yang seluruhnya mengenakan jubah hitam terlihat serentak mengikuti pimpinan mereka yaitu Antolin Lucian. Dan tubuh mereka terkadang terlihat muncul terkadang tidak terlihat secara nyata.
Hampir mirip bayangan saat pasukan Elit tengah bergerak.
Luasnya Istana Oranye yang megah memakan waktu lama untuk Antolin Lucian beserta pasukan Elit miliknya untuk sampai ke dalam ruangan istana terdalam dari Istana Oranye.
Mereka harus melewati jalan panjang yang ada di dalam Istana Oranye yang luasnya tidak terkira oleh hitungan tangan atau ukuran luas tanah.
Seolah-olah jalan yang ada di dalam Istana Oranye tidak pernah ada putusnya karena panjangnya jalan yang terhubung di dalam istana yang megah serta sangat luas itu sangatlah panjang tak terhitung.
__ADS_1