
Mazonn masih duduk melamun di ruangan kamar villanya dengan ditemani sepasang roh bayangan perempuan dan laki-laki Yunlong Jian.
Termenung sambil menatap ke arah ranjang didepannya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang ?", tanya Mazonn sambil bertopang dagu.
"Maaf, tuanku, hanya itu saran kami karena persyaratannya memang seperti itu", sahut roh bayangan laki-laki Yunlong Jian.
"Berapa lama lagi tubuhnya mampu bertahan terhadap racun itu ?", tanya Mazonn.
"Tujuh jam, tuanku", sahut roh bayangan laki-laki Yunlong Jian.
"Tujuh jam artinya racun itu sudah menyebar ke seluruh tubuhnya, jika dia tidak mendapatkan pasangan untuk menyembuhkan racunnya artinya kita tidak dapat menyelamatkannya lagi", ucap Mazonn.
"Benar, tuanku karena racun hitam milik naga putih sangatlah mematikan bahkan mampu merusak tubuh secara perlahan-lahan", sahut roh bayangan laki-laki.
"Tapi kita masih belum menemukan pasangan untuknya", ucap Mazonn.
Mazonn menghela nafasnya seraya memperhatikan wanita penari yang terbaring di atas tempat tidurnya.
"Tujuh jam adalah waktu yang sangat singkat, kita tidak mungkin dapat menyelamatkannya", kata Mazonn murung.
"Maafkan, kami, tuan Mazonn...", sahut roh Yunlong Jian.
Mazonn terlihat bersedih karena usahanya untuk menyelamatkan wanita penari sia-sia dan dia tidak dapat berbuat apa-apa lagi untuk menghadapi masalah ini.
"Apa yang terjadi maka terjadilah...", ucap Mazonn.
"Maafkan kami, tuan Mazonn atas ketidakberdayaan kami karena tidak mampu menolong wanita itu", sahut roh Yunlong Jian.
"Bukan salah kalian seandainya wanita itu tak terselamatkan lagi, mungkin itu sudah suratan takdirnya", ucap Mazonn.
"Maafkan kami...", sahut roh Yunlong Jian.
Mazonn hanya menghela nafas panjang lalu menundukkan kepalanya sedih.
TOK... TOK... TOK...
Terdengar suara langkah kaki melewati luar ruangan kamar.
Mazonn langsung beranjak berdiri seraya bergegas menuju ke arah pintu kamar dan membukanya cepat.
SRET... !
Pintu kamar terbuka lebar, tampak seorang pria sedang memegang sebuah sapu panjang di depan pintu kamar.
Pria sederhana yang bekerja di villa Mazonn menolehkan kepalanya ke arah kamar.
Dia melihat Mazonn tengah berdiri menatap ke arahnya dengan ekspresi tertegun.
"Tuan Mazonn..., anda menginap di villa ?", sapanya ramah.
Mazonn melangkah keluar kamar seraya menutup pintu kamar lalu menghampiri pria yang berada di depannya dengan hati-hati.
"Apa kau sedang bekerja hari ini ?", tanya Mazonn.
"Iya, tuan Mazonn", sahut pria itu seraya memberi hormat.
"Em..., apa kau sendirian ?", tanya Mazonn lagi.
"Iya, tuanku. Saya bertugas hari ini sendirian karena teman saya sedang izin tidak masuk hari ini", sahutnya.
"Oh, begitu, ya...", ucap Mazonn.
"Apa anda berlibur disini bersama tuan Dimitri ?", tanya pria itu.
"Tidak, aku sendirian kemari", jawab Mazonn.
"Maaf, tuanku..., saya mau melanjutkan lagi pekerjaan saya...", ucap pria itu.
__ADS_1
"Em, baiklah", kata Mazonn. "Silahkan !", sambungnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Permisi, tuan", ucap pria itu.
Pria sederhana itu lalu kembali bekerja membersihkan lantai villa dengan sebuah sapu digenggaman tangannya.
Mazonn memperhatikannya dari arah tempatnya berdiri di depan kamar dengan seksama sedangkan pikirannya terus teringat pada ucapan roh Yunlong Jian.
"Sudah lama kamu bekerja disini ?", tanya Mazonn.
"Sekitar dua tahun, tuanku", sahut nya.
"Dua tahun, cukup lama juga, tapi aku jarang melihatmu disini atau mungkin aku kurang memperhatikan sekitar villa", ucap Mazonn.
Pria itu tidak menjawab dan terus bekerja, Mazonn melihat pria itu bekerja sangatlah cekatan.
Membersihkan seluruh area jalan disepanjang depan kamar villa.
Pekerjaannya sangat rapi serta bersih dan membuat area ruangan villa benar-benar terlihat mengkilat oleh sentuhan tangannya.
Mazonn tersenyum simpul melihat pria itu bekerja sangat giat.
Pintu kamar terbuka pelan, terlihat roh Yunlong Jian mengintip dari celah pintu kamar seraya berbisik.
"Tuanku, apa tidak dia saja yang kita jadikan pengantin prianya, waktu kita tinggal sedikit lagi", bisik roh Yunlong Jian.
"Yah..., aku tahu..., tenanglah...", sahut Mazonn berbisik pelan.
"Bawa saja dia masuk ! Jangan menunda waktu lagi, tuanku !", bisik roh Yunlong Jian.
"Aku mengerti...", ucap Mazonn.
"Cepatlah, tuanku...", bisik roh Yunlong Jian dari balik pintu kamar tidak sabaran.
"Tunggulah, aku tidak mungkin langsung menyeretnya masuk ke kamar ! Bagaimana kalau dia memberontak ?", bisik Mazonn.
"Demi langit ! Paksa saja dia, tuanku !", sahut roh Yunlong Jian.
"Ya, tuanku Mazonn !!!", ucap roh Yunlong Jian.
Tiba-tiba sebuah sinar terang bergerak cepat ke arah pria yang sedang menyapu lantai, mengelilingi tubuh pria tersebut lalu mengikatnya kencang.
Pria itu tergagap saat dirinya tidak dapat menggerakkan tubuhnya serta kesulitan saat dia bernafas.
"Argh !?", jeritnya ketika ikatan cahaya menarik tubuhnya ke dalam kamar villa.
BRAK !
Pintu tertutup rapat dari dalam kamar.
Mazonn terhenyak kaget serta kebingungan saat melihat pintu kamar tertutup, meninggalkan dirinya berada diluar kamar sendirian.
"Kenapa aku berada di luar kamar !?", ucapnya.
Mazonn meraih pintu kamar untuk membukanya tetapi kamar tidak dapat dibuka olehnya dari arah luar kamar.
"Hai ! Kenapa aku tidak boleh masuk ???", serunya bingung.
Mazonn berusaha mengintip dari celah pintu kamar tetapi dia tidak dapat melihat apa-apa dari arah luar kamar.
Hanya cahaya terang benderang yang terpancar keluar dari arah ruangan kamar.
Mazonn terdiam.
Dia menunggu di dekat kamar villa sambil duduk bersandar di dinding kamar.
"Fiuh !?", desahnya letih.
Mazonn berusaha mengalihkan pikirannya dengan memejamkan kedua matanya tetapi pikirannya tetap tidak dapat tenang dan terus tertuju pada keadaan di dalam kamar villa.
__ADS_1
"Apa yang terjadi didalam sana ?", gumamnya pelan.
Mazonn menarik nafasnya lalu menghembuskannya cepat.
Sekitar tiga puluh menit telah berlalu, masih tidak ada reaksi dari dalam kamar.
Mazonn mulai bosan serta penasaran, dia berinisiatif untuk mencari tahu kondisi yang ada di dalam kamar villa dan bermaksud untuk membuka paksa pintu kamar.
Pada saat Mazonn beranjak berdiri, pintu kamar tiba-tiba terbuka keras.
Muncul sepasang roh Yunlong Jian dari dalam kamar, keluar menemui Mazonn yang tidak sempat mencari tahu keadaan di dalam kamar villanya.
"Kalian...", ucapnya tertegun.
"Iya, tuanku...", sahut sepasang roh bayangan Yunlong Jian bersama-sama.
"Bagaimana ?", tanya Mazonn gamang.
"Semua sudah diselesaikan, tuanku", jawab kedua roh bayangan Yunlong Jian.
"Sudah ?", ucap Mazonn terkejut. "Sudah diselesaikan !?", sambungnya.
"Benar, tuanku", sahut pasangan roh Yunlong Jian kompak.
"Maksud kalian ?", kata Mazonn.
Keluar sesosok wanita bergandengan tangan dengan seorang pria dari dalam kamar, berjalan ke arah Mazonn.
Mazonn tersentak kaget saat dia melihat wanita penari itu telah sehat seperti sediakala bahkan disisinya tampak pria yang bekerja di villa berjalan mendampinginya.
"Dia sembuh... !?", ucap Mazonn.
Wanita penari tersenyum ke arah Mazonn seraya mengucapkan rasa terimakasihnya atas pertolongan Mazonn yang berusaha keras menyelamatkan hidupnya dari bahaya besar.
"Terimakasih, tuan Mazonn, atas kemurahan hati anda", ucap wanita penari dengan terharu.
Senyum langsung menghias sudut bibir Mazonn saat wanita penari itu berterimakasih padanya, hati Mazonn mencair, tiba-tiba rasa damai menyeruak masuk mengisi hatinya.
"Apa kalian juga telah menikahkan mereka berdua ?", tanya Mazonn pada kedua roh Yunlong Jian.
"Tentu, tuanku", sahut roh bayangan laki-laki Yunlong Jian.
"Syukurlah, semua berjalan lancar", ucap Mazonn.
"Iya, tuanku", sahut roh bayangan Yunlong Jian.
"Baiklah...", ucap Mazonn seraya mendesah keras.
Mazonn berdiri tegak seraya menatap ke arah semua yang ada di villa kemudian tertawa ringan.
"Sekarang aku bisa bernafas lega, dan sudah saatnya aku harus pergi menyusul teman-temanku ke hutan Hoia Baciu sekarang", ucap Mazonn.
"Hutan Hoia Baciu, tuanku ?", sahut wanita penari cemas.
"Ya, karena aku harus membantu sahabatku Van Costel IV di Hutan Hoia Baciu yang sedang bertempur menghadapi Dalca II disana", ucap Mazonn.
"Hutan itu sangat berbahaya dan penuh jebakan, terkenal sebagai segitiga bermuda karena banyak yang hilang saat melintasi hutan tersebut, tuanku", sahut wanita penari.
"Aku tahu itu tetapi aku harus pergi kesana menyusul teman-temanku, mereka membutuhkan bantuanku disana", ucap Mazonn.
"Bisakah kami ikut bersama tuanku kesana ?", kata wanita penari.
"Tidak ! Sebaiknya kau dan suami mu tinggal di sini untuk menjaga villa ini sebab tempat ini jarang ada yang menjaganya", sahut Mazonn bijak.
"Tapi tuanku...", ucap wanita penari cemas.
"Aku perintahkan kepada mu dan suamimu untuk menjaga villa ku ini dengan baik, jika aku kembali lagi maka tempat ini harus tetap terjaga dengan aman sampai aku datang kembali kemari", kata Mazonn.
"Baik, tuanku ! Segala perintah anda akan kami laksanakan !", sahut wanita penari dan pria pekerja villa dengan rasa hormat.
__ADS_1
Mazonn lantas tersenyum senang mendengar jawaban dari wanita penari dan suaminya lalu Mazonn memerintahkan kepada sepasang Yunlong Jian untuk pergi bersama dengannya ke hutan Hoia Baciu.