
Sebuah jaring-jaring lebar tiba-tiba muncul dari arah ruangan Istana Oranye bergerak cepat menerobos barisan pasukan Elit Antolin Lucian yang berada di dalam istana.
''AWAS !'', teriak beberapa orang bertopeng kepada yang lainnya. ''HATI-HATI !''
Semburat barisan pasukan Elit milik Antolin Lucian berpencar acak ketika jaring-jaring lebar itu mengejar mereka.
TANG... ! TANG... ! TANG... !
Suara beradu senjata milik pasukan Elit Antolin Lucian dengan jaring-jaring lebar yang kemunculannya sangat misterius.
''BERPENCAR !!!'', teriak salah seorang pemimpin bertopeng berbeda dari yang lainnya.
''PEGANG KENDALI !'', ucap orang bertopeng lainnya kepada rekan setimnya.
Salah seorang pria berjubah hitam lalu terbang tinggi menghunuskan pedang Es miliknya ke arah jaring-jaring asing itu dan membelahnya menjadi lima bagian.
Seusai menghancurkan jaring-jaring misterius itu kembali muncul jaring-jaring yang lainnya dari arah ruangan Istana Oranye.
Tidak hanya satu jaring-jaring lebar tetapi ada sejumlah jaring-jaring lebar yang terbang melayang ke arah barisan pasukan Elit Antolin Lucian.
''Apa ini !?'', gumam seorang berjubah hitam penuh tanda tanya.
''BERGERAK ! MAJU !'', perintah orang bertopeng berbeda dengan yang lainnya.
Barisan pasukan Elit Antolin Lucian serempak maju seraya menghunuskan pedangnya ke arah jaring-jaring lebar yang datang menyerang mereka.
Sekali tebasan pedang Es milik mereka maka semua jaring-jaring jebakan itu hancur tak tersisa sedikitpun.
Pasukan Elit Antolin Lucian melaju cepat menerobos masuk ke dalam Istana Oranye secara serentak dan bersamaan dengan masing-masing pedang Es terhunus lurus di tangan mereka.
Menerjang masuk ke dalam ruangan istana yang suram.
WUSSSSHHH... !!!
Sekelebat bayangan menghindari serangan-serangan pedang Es milik pasukan Elit Antolin Lucian.
Bayangan misterius itu bergerak cepat melompat-lompat di atas ketinggian langit saat pasukan Elit Antolin Lucian memburunya.
Tiba-tiba muncul serangan bertubi-tubi dari arah sosok bayangan semu menghujani pasukan Elit Antolin Lucian sejumlah pisau bermata ganda yang tajam.
PRANG... !
Suara senjata kembali beradu keras saat pasukan Elit Antolin Lucian bertarung melawan hujan pisau bermata ganda yang mengarah kepada mereka tanpa henti.
Tubuh-tubuh pasukan Elit Antolin Lucian yang semuanya berjubah hitam dengan topeng di wajah mereka tampak berloncatan di atas ruangan istana, berputar-putar cepat menghindari serangan-serangan pisau bermata ganda.
*TRANG... !
TRANG... !
TRANG*... !
__ADS_1
Barisan pasukan Elit Antolin Lucian berhasil melumpuhkan serangan hujan pisau bermata ganda yang berasal dari sosok bayangan semu.
''Siapa itu ?'', teriak orang bertopeng kepada sosok bayangan semu yang berlarian di atas langit-langit Istana Oranye. ''Keluar !''
Tidak ada jawaban dari sosok bayangan semu yang terlihat menempel di atas ruangan istana.
Hanya terdengar desir suara angin yang berhembus pelan di sekitar ruangan istana milik Dalca II yang tampak lenggang.
Barisan pasukan Elit Antolin Lucian semakin bertambah waspada terhadap sosok bayangan semu yang ada di atas mereka.
Orang bertopeng berbeda memberi isyarat kepada rekan yang lainnya untuk segera menyerang.
Mereka membalas perintah orang bertopeng berbeda itu dengan anggukkan kepala tegas lalu beberapa orang berjubah hitam membentuk sebuah formasi khusus berupa bentuk seekor Naga terbang.
''SEKARANG !!!'', perintah orang bertopeng berbeda kepada mereka.
Serempak barisan pasukan Elit milik Antolin Lucian bergerak terbang ke arah sosok bayangan semu yang ada di atas ruangan istana seraya mengarahkan pedang Es mereka lurus ke arah depan.
HIAAAAT... !!!
Barisan pasukan Elit Antolin Lucian yang ada di bagian formasi terdepan yang membentuk formasi Naga terbang menyerang bayangan semu itu terlebih dahulu tetapi ketika pedang mereka tepat mengenai bayangan semu mendadak bayangan itu menghilang dari mereka.
DUANG... !
Pedang-pedang milik barisan pasukan Elit Antolin Lucian menghantam keras dinding istana sedangkan posisi tubuh pasukan Elit melayang di atas ruangan dan barisan pasukan Elit lainnya berada di bawah.
''AWAS !!!'', teriak pasukan Elit yang ada di bawah kepada rekannya yang lainnya.
Muncul kembali bayangan semu bergerak cepat ke arah pasukan Elit Antolin Lucian dengan menghujani mereka serangan pisau bermata ganda.
TRANG ! TRANG ! TRANG !
Suara pedang Es milik orang bertopeng berbeda itu beradu keras dengan kecepatan tinggi saat hujan pisau bermata ganda berhamburan ke arahnya.
''KETUA !'', teriak pasukan Elit Antolin Lucian saat melihat orang bertopeng berbeda itu berjuang melawan serangan pisau-pisau bermata ganda.
Gerakan lincah serta gesit dari orang bertopeng berbeda yang dipanggil ketua oleh rekannya terlihat berlompatan di atas ruangan istana. Dan berhasil melumpuhkan serangan dari sosok bayangan semu yang entah dari mana datangnya yang selalu sosoknya menghilang dari pandangan.
''Kemana dia ?'', ucap orang berjubah hitam seraya memutar tubuhnya ke arah sekitar ruangan istana.
''Berhati-hatilah ! Dia melakukan serangan siluman !'', sahut orang berjubah hitam lainnya penuh sikap waspada.
''Siapa dia sebenarnya ?'', ucap orang bertopeng berbeda seraya turun ke arah bawah menuju ke lantai istana.
''Mungkinkah dia yang bernama Dalca II itu !?'', tanya orang berjubah hitam.
''Kita tidak tahu siapa musuh kita di dalam istana ini tetapi aku harap kalian tetap menjaga konsentrasi kalian agar tidak pecah dengan datangnya serangan dari sosok bayangan semu itu !'', perintah orang bertopeng berbeda saat mendarat di atas lantai istana.
''Haruskah kita menghabisinya ?'', sahut orang berjubah hitam lainnya.
''Jika itu memungkinkan untuk kita melakukan tindakan itu maka kita akan menghabisinya tetapi kita tidak tahu apakah dia manusia atau siluman penjaga tempat ini ?'', sahut orang bertopeng berbeda seraya menatap tajam ke arah sekeliling ruangan istana.
__ADS_1
''Tapi dilihat dari wujudnya yang seperti hantu kemungkinan dia adalah siluman penunggu istana ini !'', sahut orang berjubah hitam lainnya.
''Benar, katamu. Karena tidak ada yang dapat hidup di hutan Hoia Baciu ini jika bukan siluman atau hantu sedangkan manusia tidak akan mungkin tinggal di hutan angker ini !'', ucap orang bertopeng berbeda itu.
''Lalu ? Apakah kita akan menunggu serangan darinya atau kita mencarinya ?'', kata orang berjubah hitam.
''Kita dikirim kemari untuk mencari tahu keberadaan Dalca II di hutan Hoia Baciu dan jika kita terpaksa bertempur dengannya hingga titik darah penghabisan maka kita harus melakukannya sesuai perintah Tuan Antolin Lucian !'', sahut orang bertopeng berbeda yang merupakan ketua mereka.
''Baik, ketua !'', sahut mereka semua serempak.
''Kalian yang ada di formasi utama bergeraklah ke ruangan yang ada disana ! Dan kalian tetaplah tinggal di ruangan ini !'', perintah orang bertopeng berbeda seraya mengulurkan tangannya ke arah depan.
''Siap, ketua !'', sahut orang-orang berjubah hitam kompak.
''Dan tunggulah, Tuan Antolin Lucian karena dia akan segera datang kemari ! Beritahukan kepadanya jika aku dan pasukan Elit lainnya bergerak masuk ke dalam ruangan istana yang ada di sana !'', ucap orang bertopeng berbeda itu.
''Baik, ketua !'', jawab pasukan Elit lainnya seraya menganggukkan kepala mereka.
''Jika aku dan pasukan Elit lainnya tidak kunjung kembali dari dalam sana ! Cepatlah pergi dari tempat ini ! Bawalah Tuan Antolin Lucian dari istana ini secepatnya !'', kata ketua pasukan Elit Antolin Lucian.
Semua terdiam tanpa berani menjawab perintah orang bertopeng berbeda itu.
Suasana di dalam ruangan Istana Oranye mendadak hening.
Tampak orang-orang berjubah hitam saling menundukkan kepala mereka tanpa bersuara saat ketua mereka memberikan isyarat khusus yang menandakan bahwa dia tidak akan kembali.
''Tinggalkan segera Istana Oranye ini jika sampai aku dan pasukan Elit lainnya tidak keluar dari ruangan yang ada di sana !''
Perintah ketua yang mengenakan topeng berbeda di wajahnya dengan suara tegas.
''Kami pergi dahulu ! Dan ingat akan pesanku !''
Suara gema ketua pasukan Elit terdengar keras saat dirinya dan barisan pasukan Elit lainnya menghilang cepat bagaikan pusaran angin kencang meninggalkan ruangan.
Orang-orang berjubah hitam yang tersisa dan tertinggal di ruangan istana untuk berjaga-jaga di tempat itu hanya diam pasrah melihat ketua mereka dan rekan mereka yang lainnya pergi ke tempat berbeda dari ruangan yang ada disana untuk mencari keberadaan Dalca II di Istana Oranye.
Pasukan Elit Antolin Lucian diciptakan dengan kekuatan yang terasah khusus dengan tingkat level spiritual tertinggi dari api hijau.
Mereka dididik secara spesial untuk bertarung tanpa mengenal rasa takut akan kematian dan dikirim ke Medan pertempuran tersulit yang tidak bisa dilakukan oleh orang biasa.
Antolin Lucian menempa pasukan Elit miliknya selama berhari-hari hingga mereka memiliki kekuatan spiritual tersuci yang tidak ada batasannya.
Pasukan Elit Antolin Lucian digembleng di dalam danau khusus yang tersedia di sebuah tempat pelatihan yang dibangun oleh Antolin Lucian di suatu pulau tertentu dan tersembunyi.
Pulau bernama Insula merupakan tempat latihan khusus yang dilakukan oleh pasukan Elit Antolin Lucian.
Pasukan khusus yang mampu bangkit kembali dari alam kematian setelah tubuh mereka dikubur ke dalam timbunan pasir hitam di pulau Insula.
Hal itulah yang membuat Hantu Van Costel mengirim perintah kepada Antolin Lucian untuk memata-matai Istana Oranye yang disinyalir merupakan tempat bersemayamnya Dalca II.
Van Costel IV mencurigai bahwa Dalca II adalah sosok siluman dan bukan seorang manusia yang seperti dilihat wujudnya sehari-hari sebagai sosok manusia biasa. Karena jika terbukti benar jika Dalca II merupakan siluman maka dia harus mengawasi seluruh gerakan dari Dalca II yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan jiwa penduduk manusia di Rumania.
__ADS_1
Bukan rahasia lagi jika siluman sangat berambisi untuk menguasai manusia dengan berbagai cara dan jika Dalca II memang terbukti merupakan salah satu siluman yang selama ini menyembunyikan identitasnya akan ditakutkan memimpin pemberontakan di kalangan siluman kepada manusia.
Ambisi Dalca II yang paling utama adalah merebut kekuasaan tertinggi yang dipegang oleh Van Costel IV sewaktu hidupnya hingga dia dibangkitkan kembali dari alam kematiannya oleh ayahnya, Van Rogh untuk memimpin kembali Rumania. Dan keinginan Dalca II adalah menguasai dunia.