Suami Ku Hantu

Suami Ku Hantu
Bab 47 Bunga Plum Yang Bekerja


__ADS_3

Jia Li bergerak pelan dengan rambut terurainya yang berubah berwarna putih keemasan.


Penampilan Jia Li yang sangat berbeda dari sebelumnya dan terlihat lebih menyeramkan karena kedua bola matanya yang berubah menjadi perak serta tubuhnya yang mengeluarkan cahaya terang serta aroma bunga plum yang menyengat.


Membuat sosok Jia Li tampak lebih kuat bahkan auranya terpancar penuh energi spiritual yang hebat.


''Jia Li...'', ucap Van Costel IV lirih.


Hatinya tercabik-cabik saat melihat perubahan yang terjadi pada Jia Li.


Dia tidak menginginkan Jia Li yang seperti itu bahkan jiwanya sangat sakit ketika perempuan yang paling dia cintai harus menderita karena dirinya.


Kedua mata Jia Li bersinar terang, warna perak yang ada pada kedua bola matanya memancarkan sorot sinar yang tajam.


Jia Li terdiam ketika dia berada di dekat lingkaran pelindung api hijau.


Tubuhnya yang beraroma bunga plum semakin tercium kuat oleh hantu tampan itu.


''Jia Li...'', bisik Van Costel IV.


Jia Li menolehkan kepalanya ke arah suami hantunya.


Kedua bola mata Jia Li yang berwarna perak pucat itu bersinar terang saat dirinya menatap kepada Van Costel IV.


Jia Li bagaikan pinang dibelah dua dengan hantu Van Costel IV yang sama-sama memiliki sosok menyeramkan hanya saja Jia Li adalah manusia sedangkan Van Costel IV sosok hantu.


"Van Costel... !?", gumamnya pelan.


Jia Li mulai mengangkat salah satu tangannya ke arah lingkaran pelindung api hijau spiritual yang menyala terang.


Muncul cahaya terang dari telapak tangan Jia Li yang berwarna perak bagaikan semburan api lalu bergerak melingkari lingkaran pelindung api hijau spiritual di sekitar hantu Van Costel IV.


Cahaya perak milik Jia Li menghembuskan aroma bunga plum yang semerbak harumnya hingga menembus langit.


Udara seketika berubah menjadi wangi oleh bau bunga plum yang mengelilingi ruangan dimana hantu Van Costel IV dan Jia Li berada kini.


"Tuhan... Pemilik langit dan bumi aku memohon padamu sebuah perlindungan untuk Hantu Van Costel IV... Tolonglah kami..."


Ucapan Jia Li terdengar menggema diseluruh ruangan hingga menembus keluar dinding ruangan.

__ADS_1


Terdengar dentuman dari arah langit menuju ke dalam lingkaran pelindung.


BLUM... !!! BLAR... !!!


Seluruh ruangan tertutup dimana hantu Van Costel serta Jia Li berada berdentum keras bersamaan dengan datangnya cahaya langit yang masuk ke dalam ruangan.


Asap mengepul diantara jari telapak tangan Jia Li yang mengeluarkan cahaya perak terang saat dia mengarahkannya kepada hantu tampan yang merupakan suaminya itu.


Lingkaran pelindung dengan api hijau spiritual terangkat ke atas lalu berputar cepat sedangkan bunga plum yang berubah hidup turut berputar membentuk rantai bunga plum.


Bunga plum berupa mata rantai itu mengitari tubuh Van Costel IV sehingga hantu tampan yang berubah sosoknya itu tersentak kaget.


Ikatan rantai bunga plum berputar sangat cepat bagaikan lingkaran dan menjerat kuat tubuh Van Costel IV.


Hantu tampan itu terkejut saat rantai bunga plum melilit badannya, dia tidak mempercayai bunga plum itu mampu menahan kekuatan kutukan malam kelima belas yang mengubahnya menjadi sosok haus darah yang menyiksa tubuhnya.


Siksaan-siksaan pada tubuh hantu Van Costel IV yang mencabik-cabik badan hantu tampan itu terasa memilukan baginya hingga dia hampir kehilangan hidupnya.


Deraan-deraan yang menyiksa tubuh Van Costel atas kutukan malam kelima belas mampu meremukkan tubuh bagian dalamnya.


Tidak hanya dia terasa sakit dan tersiksa serta merasa haus darah tapi tubuhnya juga kehabisan darah akibat siksaan kutukan dari klan Vlad padanya.


Aliran darahnya mendadak berhenti mengalir disekujur tubuhnya hingga Van Costel menjerit kesakitan meski dirinya adalah sosok hantu tetapi deraan serta siksaan kutukan itu mampu menghancurkan jiwa hantu tampan itu.


Adanya rantai bunga plum yang melilit tubuhnya mulai dirasakan oleh hantu tampan Van Costel yang mengalami perubahan.


Perubahan mulai terasa pada badan Van Costel yang tadinya panas terbakar api kini dirasakannya mulai mendingin.


Aroma bunga plum yang semerbak wangi membuat tubuh Van Costel IV yang tadinya kesakitan menjadi membaik.


Berangsur-angsur tubuh Van Costel berubah seperti semula bahkan gigi-gigi taring yang muncul diantara deretan giginya yang rapi mulai menghilang.


Kedua matanya yang berwarna merah membara serta berkilat-kilat pelan-pelan berubah warnanya seperti sediakala.


Sosok menyeramkan dari hantu tampan itu mulai berubah menjadi wujud manusia hantu yang sangat tampan.


Wajah Van Costel IV semakin bertambah berseri-seri dan berubah bercahaya.


''Jia Li..., sayangku...'', ucap Van Costel.

__ADS_1


Perkataan pertamanya saat Van Costel IV mengalami kesadaran penuh.


Memanggil nama istri tercintanya dengan penuh kasih sayang.


Namun sosok Jia Li tetap tidak mengalami perubahan bahkan dirinya yang wujudnya berubah berbeda serta menyeramkan semakin kuat ketika menyerap energi dari tubuh hantu tampan itu.


Kedua bola mata Jia Li yang berwarna perak memancarkan cahaya sinar terang yang sangat panas.


Tubuh Van Costel merasakan sengatan panas mata perak milik Jia Li saat perempuan cantik itu menatapnya.


''Ahk !?'', pekik Van Costel IV.


Cepat-cepat dia menahan teriakannya karena dia tidak ingin Jia Li mendengar jeritan kesakitannya ketika panas yang keluar dari bola mata perak milik istrinya itu mengenai dirinya.


''Uhk !?'', ucapnya tertahan sambil menahan dadanya yang terbakar oleh sinar perak dari kedua bola mata milik Jia Li. ''Sinar panas apakah ini !?''


Van Costel IV yang kekuatannya telah pulih kembali bergerak cepat mendekati tubuh Jia Li yang berubah menjadi sosok yang berbeda, sama seramnya dengan sosok hantu tampan suaminya.


Hanya saja ada perbedaan diantara mereka berdua yaitu jika hantu tampan adalah sosok hantu yang kuat sedangkan Jia Li manusia yang memiliki kekuatan super sejak dia lahir.


''Tidak ada yang sanggup mengalahkan Takdir Tuhan bahkan kematian tidak mampu terhindarkan jika Tuhan berkehendak atas umat-Nya...'', ucap Van Costel.


Dia bergerak mendekati Jia Li kemudian mendekapnya erat-erat.


''Jia Li sayangku...'', bisik Van Costel IV.


Tubuh keduanya saling berpelukan erat serta memancarkan cahaya terang saat mereka berdekatan.


Jia Li tersentak kaget ketika Van Costel IV mendekapnya sangat kuat.


Kesadaran Jia Li mendadak pulih bersamaan itu pula kedua bola matanya yang berwarna perak berangsur-angsur berubah semula.


Semerbak bunga plum yang harum serta menyengat kuat yang tadinya bekerja aktif mulai perlahan-lahan menghilang.


Bagi sebagian orang biasa wangi bunga plum yang menyengat kuat akan menyebabkan rasa mual serta pusing yang teramat dikepala seperti pukulan yang bertalu-talu.


Rambut perak keemasan milik Jia Li turut berubah perlahan-lahan sedangkan wujud Jia Li ikut mengalami perubahan. Dan dia mulai dapat mengucapkan sepatah kata seperti biasanya ketika Van Costel memeluknya erat-erat.


''Van Costel...'', ucap Jia Li lembut.

__ADS_1


__ADS_2