
Mazonn terdiam saat hantu pria gemuk melihat kearahnya.
Hantu itu menunjuk ke arah Yunlong Jian yang ada ditangan Mazonn.
Pedang panjang 5 meter itu berada di genggaman tangan Mazonn sedang mengeluarkan asap tebal berwarna jingga.
Mazonn dan Dimitri langsung melirik ke arah Yunlong Jian yang berasap tebal.
"Kenapa dia menunjuk ke arah pedang di tanganmu ?", tanya Dimitri.
"Karena ini adalah miliknya", sahut Mazonn.
Mazonn menyahut sambil memandang lurus hantu pria gemuk yang tergeletak tak berdaya dengan tubuh sebagian membiru di depan area lapak kiosnya.
"Mungkin dia ingin pedang ini diserahkan kepadanya", kata Mazonn.
"Serahkan saja daripada kita susah-susah membawanya", sahut Dimitri.
"Kau ini bagaimana !?", jawab Mazonn.
Mazonn menoleh ke arah Dimitri dengan tatapan kesal.
"Bagaimana apanya !? Aku tidak paham maksud ucapanmu !?", kata Dimitri bingung.
"Jika kita kembalikan Yunlong Jian artinya kita tidak mendapatkan penawar racun itu", sahut Mazonn. "Apa perlu aku jelaskan lagi secara panjang lebar !?", sambungnya.
"Tidak, itu tidak perlu", jawab Dimitri.
Dimitri menyahut hanya dengan gelengan kepala ringan.
"Ada apa !? Apa ada yang salah dari omonganku !?", ucap Dimitri keheranan.
"Sudahlah, bicara banyak denganmu bagaikan berbicara dengan bayangan, sia-sia...", kata Mazonn.
"Tidak sekalian kau ucapkan saja, berbicara denganku sama halnya dengan bercermin di air yang keruh", sahut Dimitri.
Mazonn mengalihkan pandangannya dari Dimitri kemudian melempar tatapannya ke arah hantu pria gemuk.
"Bukan aku yang mengatakannya melainkan dirimu sendiri", sambung Mazonn.
"Baiklah... Baiklah... Aku tidak akan berdebat lagi denganmu, terserah padamu baiknya yang ingin kamu ucapkan saja", sahut Dimitri.
Dimitri berkata sambil mengangkat kedua tangannya menyerah lalu kembali menatap ke arah hantu pria gemuk.
"To-tolong... Tolong bawa pedang itu kemari...", ucap hantu pria gemuk.
Mazonn kembali melirik ke arah pedang Yunlong di tangannya lalu menoleh ke hantu pria gemuk.
"Tapi aku juga menginginkan pedang ini menjadi milikku", sahut Mazonn.
"To--tolong... To--tolong bawa dia kemari... Aku ingin memeluknya sebentar saja... Aku mo--mohon...", pinta hantu gemuk.
Mazonn terdiam sesaat seraya menatap ke arah pedang Yunlong di tangannya tetapi kedua kakinya bergerak sendiri maju.
"Mazonn !", panggil Dimitri.
__ADS_1
Dimitri memanggil Mazonn untuk mengingatkan sahabat karibnya agar berhati-hati.
Dijawab oleh Mazon saat dia menoleh ke arah Dimitri dengan anggukan kepala pelan.
"To--tolong... Bawa Yunlong kemari... !", pinta hantu pria gemuk sambil merintih pelan.
Mazonn kembali mengalihkan pandangannya ke arah hantu pria gemuk lalu melanjutkan langkah kakinya.
Pada saat kakinya hendak mendekat ke arah hantu pria gemuk yang terkapar di bawah dekat lapak kiosnya.
Muncul pusaran angin kencang dari Yunlong Jian yang mengeluarkan asap tebal lalu terbang cepat ke arah hantu pria gemuk yang merintih kesakitan.
Mazonn tersentak kaget hampir tak percaya saat melihat pedang Yunlong di tangannya tiba-tiba berguncang hebat serta diiringi oleh pusaran angin kencang yang bergerak menuju ke hantu pria gemuk.
Bayangan perempuan hadir dari pusaran angin kencang yang berasal dari arah pedang Yunlong lalu bergerak cepat ke hantu pria gemuk.
"Yunlong...", gumam hantu pria gemuk.
"Suamiku...", sahut bayangan perempuan yang bergerak ke arahnya.
Mazonn dan Dimitri langsung terhenyak kaget saat mendengar ucapan dari kedua pasangan itu.
Mereka saling berpandangan dengan ekspresi wajah sama-sama terkejut seakan-akan tidak percaya dengan yang mereka dengar.
"Yunlong...., maafkan aku yang tidak bisa lagi menjagamu...", ucap hantu gemuk kesakitan.
Hantu pria gemuk memegangi dadanya yang terasa sakit akibat racun dari sabetan pedang milik klan siluman naga putih hingga membuatnya terluka parah.
Bayangan perempuan melayang di hadapan hantu pria gemuk sedangkan wajahnya terlihat sedih.
"Tidak..., aku tidak menginginkan ini...karena aku ingin kita selalu bersama...", sahut bayangan perempuan.
Bayangan perempuan mulai mengeluarkan air matanya dan menangis.
Kedua tangannya yang transparan terarah lurus ke arah leher hantu pria gemuk yang bersandar di lapak kiosnya lalu menjerit pelan.
"Tidaaaak !!!", jeritnya sedih.
"Jangan menangis... Jangan bersedih... Tetaplah bertahan dan tinggal sebagai hantu Yunlong Jian...", pesan hantu gemuk sendu.
Kedua sorot mata hantu pria gemuk terlihat mulai meredup saat bayangan perempuan yang berasal dari pedang Yunlong memeluknya.
"Jangan tinggalkan aku... Kumohon jangan tinggalkan aku... Tetaplah bersamaku... Dan tetaplah bertahan denganku... !", pekik bayangan perempuan dari Yunlong Jian.
"Takdir kita akan tetap bersama menjadi sepasang pedang... Jadilah Yunlong Jian yang tetap bersahaja...", bisik hantu pria gemuk mulai terbata-bata.
"Tapi..., keadaannya tidak sama lagi dan kita tidak dapat bertemu seperti ini lagi..., suamiku...", sahut Yunlong Jian.
"Tidak, tidak..., kita akan tetap bersama untuk selamanya..., Yunlong...", bisik hantu pria gemuk mulai gemetaran.
Bayangan perempuan dari Yunlong Jian mulai menangis keras tanpa henti.
"Kita ditakdirkan berbeda dunia tapi kita akan tetap selalu bersama selamanya, Yunlong", ucap hantu pria gemuk.
Tangisan dari bayangan perempuan semakin keras terdengar hingga menggema ke atas langit.
__ADS_1
Menyayat hati saat mendengar tangisannya yang seolah-olah memohon agar tetap bersama dengan orang yang dia cintai selamanya.
Mazonn merinding ketika melihat pemandangan di depannya yang sangat mengharukan bahkan bulu kuduknya semuanya terasa berdiri saat mendengar isak tangis dari bayangan perempuan Yunlong Jian yang mengiris hati.
Diusapnya kedua lengan tangannya saat menyaksikan pemandangan di hadapannya yang sangat mengharukan baginya.
Dimitri yang terdiam kaku hanya bisa berdiri mematung tanpa dapat berkata-kata apapun.
Tatapan kedua mata Dimitri tampak berkaca-kaca saat menyaksikan kedua pasangan berbeda dunia itu saling berpelukan haru.
Secercah pelangi muncul dari arah tubuh hantu pria gemuk ketika dirinya berada dipelukan bayangan perempuan berasal dari Yunlong Jian.
Berputar-putar mengelilingi badan hantu pria gemuk yang tubuhnya mulai berubah menjadi tak terlihat.
"Tidak..., tidak... Jangan pergi ! Tetaplah bertahan ! Aku akan menyembuhkanmu, suamiku !", ucap bayangan perempuan itu.
"Jangan panik ! Aku akan baik-baik saja..., dan hanya pergi sebentar..., Yunlong...", sahut hantu pria gemuk.
"Tidak !!! Aku akan mengobati racun di tubuhmu, aku pasti dapat menyembuhkanmu sayangku...", ucap bayangan perempuan penunggu Yunlong Jian.
"Aku akan segera kembali padamu...", lanjut hantu pria gemuk.
Senyum samar menghiasi wajah hantu pria gemuk yang mulai transparan.
Kedua tangan hantu pria gemuk terangkat ke arah wajah bayangan perempuan Yunlong Jian seperti bergerak tetapi tidak tersentuh.
Air mata terus membanjiri wajah bayangan perempuan Yunlong Jian saat melihat hantu pria gemuk mulai perlahan menghilang dari pandangannya.
"Jangan bersedih, Yunlong Jian...", ucap suara hantu pria gemuk sayup-sayup.
Tubuh hantu pria gemuk mulai bercahaya terang dan berangsur-angsur menghilang dari pandangan semua orang yang ada disekitarnya.
Terbang menjauh dari tubuh bayangan perempuan Yunlong Jian yang menengadahkan pandangannya ke arah langit di atasnya. Dimana sosok hantu pria gemuk naik ke atas langit berupa bayangan yang sangat terang berkilauan disertai semburat pelangi yang menjadi latar belakangnya.
Pemandangan yang sangat mengharukan hati saat melihatnya, terlihat bayangan perempuan yang berasal dari Yunlong Jian masih terus menatap ke arah langit.
Menyaksikan kepergian suami yang amat dia cintai karena melindungi dirinya dari niat jahat para klan siluman naga putih yang ingin menguasainya.
Dimitri menoleh ke arah Mazonn seraya berbisik lirih di belakangnya.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang ?", tanya Dimitri.
"Entahlah... Aku baru merasakan perasaan seharu ini ketika melihat sebuah takdir dari sepasang kekasih yang saling mencintai...", sahut Mazonn.
"Ternyata pedang itu adalah sesosok bayangan perempuan lalu apa langkah kita selanjutnya", kata Dimitri.
"Mungkin kita akan bawa pedang Yunlong bersama kita", sahut Mazonn.
Mazonn mengangkat pedang panjang tipis ditangannya ke arah sinar cahaya matahari yang mulai beranjak naik ke atas, menandakan siang hari.
Kilatan sinar dari pedang Yunlong memancar kuat ketika diterpa sinar matahari hingga menyilaukan mata.
Tak jauh dari tempat Mazonn dan Dimitri berdiri...
Bayangan perempuan yang berasal dari pedang Yunlong masih duduk terdiam sembari menatap lurus ke arah langit diatasnya.
__ADS_1
Tempat dimana perginya sang pujaan hati yang selama ini bersama dengannya, menemaninya dengan setia hingga akhir hayatnya pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.