Suami Ku Hantu

Suami Ku Hantu
Bab 69 Rayuan Lembah Ngarai


__ADS_3

Lembah Ngarai...


Tampak kelebatan sosok bayangan dari arah kamar di tempat hiburan yang tersedia di lembah Ngarai.


Bergerak pelan mengikuti irama cahaya lilin yang menyala terang di dalam kamar yang terletak di lantai atas.


Suara rintihan terdengar pelan dari dalam kamar yang diselimuti oleh aroma dupa yang harum semerbak hingga baunya tercium keluar ruangan kamar.


Rintihan semakin keras suaranya saat sosok bayangan bergerak cepat menuju ke arah tempat tidur yang dihiasi oleh tirai-tirai tipis di seluruh ranjang.


Tak lama kemudian disusul suara jeritan kencang yang mengguncangkan seluruh tempat hiburan.


Seorang pria tua berlarian kecil di lantai atas ke arah datangnya suara yang berasal dari kamar, dengan hati-hati pria tua itu mengeluarkan sejumlah kunci dari dalam saku jubahnya.


Memilih kunci cadangan untuk membuka pintu kamar yang tertutup dari dalam.


"Astaga ! Apa yang terjadi sebenarnya ini !?", ucap pria tua itu gemetaran saat memilih kunci.


Berkali-kali pria tua menoleh ke arah pintu kamar yang ada di hadapannya lalu kembali memperhatikan sekumpulan kunci yang ada di tangannya.


Dipilihnya sebuah kunci dari kumpulan kunci kamar untuk membuka pintu.


Setiap kunci kamar cadangan memiliki tanda pada tiap-tiap masing kunci, dan tiap kuncinya yang diwarnai oleh berbagai macam warna yang berbeda-beda.


Pria tua memasukkan kunci ke dalam lubang kunci pintu, terdengar suara cukup keras saat kunci berhasil membuka pintu kamar.


KLEK... KLEK... KLEK... !


Pintu kamar terbuka lebar saat pria tua berhasil membuka pintu kamar yang ada dihadapannya.


Pria tua bergegas masuk ke dalam ruangan kamar sembari menghidupkan lampu supaya kamar menjadi terang benderang.


Menuju ke arah tempat tidur yang ditutupi oleh tirai-tirai kain tipis yang melambai-lambai tertiup angin dari arah jendela kamar yang terbuka.


BRAK... !


Pria tua lalu menoleh ke arah sumber suara dengan mengarahkan lentera yang dia pegang.


"Siapa itu ???", ucap pria tua tersentak kaget.


Saat pria tua melihat sekelebat bayangan terbang cepat dari arah tempat tidur yang tertutup oleh tirai-tirai kain tipis.


Pria tua melangkah pelan dengan hati-hati saat dia mendekati tempat tidur yang ada di dalam ruangan kamar.


"Siapa itu ???", panggil pria tua.


Hening...

__ADS_1


Tidak ada suara jawaban dari arah sosok bayangan yang berasal dari tempat tidur.


"Siapa disana ???", panggil pria tua.


Ketika pria tua melihat sesosok bayangan tengah berdiri tegak menghadap lurus ke arah dirinya, tepat di depan jendela kamar tidur.


"Siapa itu ?", tanya pria tua dengan tangan gemetaran.


Terlihat kilatan sinar merah dari sorot kedua mata sosok bayangan asing saat dia berdiri di depan jendela kamar yang terbuka lebar.


Pria tua langsung tersentak kaget saat dia melihat sosok asli dari bayangan hitam yang berdiri di depan jendela.


Sosok berbadan besar penuh dengan lapisan api merah yang menyala-nyala terang di seluruh tubuhnya.


"S-siapa kamu... ???", ucap pria tua gemetaran.


Tidak ada jawaban hanya sebentuk senyuman yang tampak dari sosok bayangan.


Sosok bayangan mengulurkan tangannya ke arah pria tua, tangan yang memancarkan sinar cerah kemerah-merahan.


Pria tua tersentak ketika cahaya tersebut bergerak perlahan-lahan menuju ke arahnya.


BLAAAARRRRR... !!!


Suara ledakan keras terjadi di ruangan kamar saat sinar cerah kemerah-merahan dari sosok bayangan asing berpendar kuat.


Pada saat ledakan keras terjadi, orang-orang yang ada di tempat hiburan langsung berdatangan ke dalam kamar sedangkan pria tua telah terbaring di atas lantai ruangan.


"Apa yang terjadi disini ?", ucap beberapa orang yang datang ke kamar.


"Entahlah, sepertinya ada yang mati di kamar ini", sahut yang lainnya.


"Apa motif di balik ini semua ?", kata seorang pria tamu di tempat hiburan.


"Lihatlah !!! Pria tua yang bekerja di tempat hiburan ini tergeletak di sana !!!", ucap pria yang lainnya kaget.


"Apa dia mati atau masih hidup ?", tanya orang berbadan ceking.


"Jangan disentuh ! Laporkan kepada pengelola tempat hiburan ini !", ucap yang lainnya.


"Baik, biarkan aku saja yang mencari pengelola tempat ini", sahut pria tampan lalu beranjak pergi dari kamar.


Semua orang hanya bisa diam melihat pemandangan yang ada di dalam kamar karena mereka tidak berani menyentuh korban sebelum pihak keamanan datang untuk memeriksa kondisi korban.


Tidak ada luka yang tertinggal di tubuh korban, baik sosok wanita tanpa busana yang tergeletak di atas ranjang maupun sosok pria tua yang terbaring di atas lantai yang tak jauh dari tempat tidur.


Keduanya sama-sama tidak mengalami luka tetapi mereka hanya diam tak bergerak sedikitpun. Dan tidak ada yang berani memastikan keadaan mereka berdua.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi ditempat ini ? Baru saja kita melihat penari itu bersenang-senang dengan pria gemuk sekarang dia sudah tergeletak diam tanpa busana seperti itu !?", ucap seorang pengunjung tempat hiburan sendu.


"Takdir Tuhan tidak dapat kita prediksi tapi kita hanya diberi tanda berupa kebiasaan yang tak lazim", sahut pria yang lainnya.


"Mungkin benar jika ini adalah takdir Tuhan...", ucap pria setengah baya.


"Tapi apa hubungannya dengan pria tua penjaga tempat hiburan ini ?", kata seorang pria berwajah sangar.


"Aku juga tidak tahu karena saat aku lihat tadi, penari seksi itu sedang menjamu seorang tamu pria bertubuh gemuk sebelum kejadian ini terjadi", sahut yang lainnya.


"Apa keduanya masih hidup ?", tanya pria sangar.


"Entahlah karena tidak ada yang berani memastikan keadaan mereka berdua saat ini sebab kita takut akan disalahkan dan disangkutpautkan dengan peristiwa misterius ini", sahut pengunjung tempat hiburan yang berdiri di dekat pintu kamar.


"Haruskah kita menunggu petugas keamanan datang ? Apa tidak akan terlambat nantinya ?", sahut pria yang lainnya.


"Itu yang sedang kita pikirkan... Bagaimana kalau kita memeriksa kondisi mereka berdua ? Mungkin kita masih bisa menyelamatkan keduanya ?", kata pria sangar.


"Baiklah, kita lihat keadaan mereka berdua", sahut pria yang lainnya.


Beberapa orang pria bergerak maju menuju ke tempat tidur untuk memeriksa kondisi kedua korban.


Ada yang bergerak ke arah sosok wanita tanpa busana yang tergeletak di atas ranjang lalu memeriksa kondisinya, ada juga yang menuju ke arah pria tua yang terbaring di atas lantai kamar dan memeriksa keadaannya.


"Wanita ini masih hidup !", seru pria setengah baya.


"Tapi pria tua ini sudah tidak bernyawa lagi...", kata pria sangar muram.


"Tidak bernyawa ? Apa pria tua itu telah mati ?", ucap yang lainnya kaget.


"Benar, kalian bisa memeriksanya sendiri !", sahut pria sangar.


Dua orang pria bergerak cepat menuju ke arah pria tua yang terbaring di atas lantai kamar lalu memeriksa kondisinya.


Kedua pria yang merupakan pengunjung tempat hiburan itu langsung berubah raut wajahnya menjadi muram saat mengetahui kondisi pria tua itu telah tiada.


"Pria tua yang malang..., seharusnya dia mendapatkan ketenangan diusianya yang sudah tua, bukannya mendapatkan petaka buruk seperti ini..., kasihan sekali akhir hidupnya...", ucap pria sangar sedih.


"Kita bawa saja wanita ini ke rumah sakit karena kita harus menolongnya agar dia mendapatkan perawatan medis secepatnya", kata pria yang lainnya.


"Apa kita tidak menunggu petugas keamanan datang ?", tanya pria tampan.


"Tidak perlu, selama kita bisa melakukan hal yang baik dan menolong orang agar selamat hidupnya maka kita tidak perlu menunggu petugas keamanan datang untuk menanganinya", sahut pria sangar.


Semua orang langsung setuju dan segera menolong wanita penari dengan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis sedangkan pria tua yang terbaring di atas lantai kamar telah diselimuti tubuhnya dengan kain.


Beberapa menit kemudian, datang sejumlah petugas keamanan ke tempat hiburan lalu bergerak cepat menuju ke arah kamar, tempat kejadian perkara terjadi dan langsung memeriksanya.

__ADS_1


Sejumlah petugas keamanan meminta para pengunjung tempat hiburan untuk menjauh dari lokasi kejadian dan segera membawa tubuh pria tua yang telah membujur kaku keluar dari tempat itu.


__ADS_2