
Setitik sinar terang turun ke arah bawah serta membias luas ke segala penjuru lapisan permukaan tanah di area pasar hantu.
Mazonn berdiri tegak sembari menengadahkan kepalanya ke arah atas dengan mengarahkan tangan tepat ke depan keningnya.
Disampingnya Dimitri berdiri sambil menatap ke arah langit yang memancarkan sinar terang.
"Apakah itu pedang langit ?", ucap Dimitri kepada Mazonn didekatnya.
"Mungkin saja, jika dilihat dari bentuknya memang mirip seperti pedang tapi aku juga tidak tahu pastinya", sahut Mazonn.
"Sepertinya yang kau katakan itu benar jika benda yang turun dari atas langit memanglah sebuah pedang, kemungkinan itu adalah pasangan pedang Yunlong", kata Dimitri.
"Aku pikir juga sama bahwa benda yang turun dari atas langit itu adalah pedang Yunlong", sahut Mazonn.
"Tidak biasanya, kita bersependapat sama...", ucap Dimitri.
"Hmmm..., iyah...", kata Mazonn.
"Apa kau akan menangkapnya atau aku saja yang mengurusnya ?", tanya Dimitri.
"Terserah padamu saja, Dimitri", sahut Mazonn.
"Baiklah, kalau itu yang kau inginkan", kata Dimitri.
Dimitri lalu melesat kilat ke atas langit menuju ke arah sinar terang yang membias luas ke arahnya.
Tubuh Dimitri tampak berputar-putar kencang saat bergerak naik ke atas.
Ditangkapnya benda yang turun bebas dari arah langit dengan sigapnya tetapi panas langsung menjalar di seluruh tangan Dimitri saat dirinya meraih benda tersebut.
Dimitri berusaha menahan panas yang membakar tangannya saat menggenggam erat benda bersinar terang itu.
"Arghhhh... !?", pekiknya kalut saat dipegangnya benda berbentuk panjang ditangannya.
Tubuh Dimitri lalu menggigil bukan karena dingin melainkan panas dari benda yang ada ditangannya saat turun dari langit.
"Arghhh !!! Panas sekali !!!", ucapnya kesakitan.
Dimitri berusaha menahan dirinya agar tidak menyerah saat mempertahankan benda yang turun dari atas langit meski tubuhnya bereaksi tak menentu.
Tubuh Dimitri turun meluncur cepat ke arah bawah dan tak terkendali.
Mazonn yang melihat tubuh Dimitri berguncang-guncang tak menentu serta turun tajam tak terkendali ke arah bawah tersentak kaget.
Dia langsung terbang menyusul Dimitri lalu menangkapnya.
Keduanya meluncur cepat ke arah bawah dengan tubuh mengeluarkan asap tebal berwarna kehijauan.
"Bertahanlah, Dimitri !", ucap Mazonn menyemangatinya.
Dimitri tidak menjawabnya hanya terdiam menahan kesakitan yang teramat pada tubuhnya saat memegang erat benda dari langit.
Panas yang dia rasakan akibat terbakar oleh benda ditangannya membuat kedua mata Dimitri langsung berubah menjadi berwarna putih.
Mazonn yang melihatnya sangat tidak tega ketika melihat kesakitan yang dirasakan oleh sahabat karibnya itu.
"Dimitri..., berusahalah tetap kuat... !", ucap Mazonn.
Keduanya terus meluncur tajam ke arah bawah dengan tubuh masing-masing bercahaya terang.
Yunlong Jian yang berwujud bayangan perempuan langsung tersadar cepat ketika menyaksikan kejadian di atas sana.
"Itu dia ! Dia telah datang kemari !!!", pekik bayangan perempuan.
__ADS_1
Bayangan perempuan beranjak berdiri seraya menengadahkan kepalanya dengan membawa pedang Yunlong di kedua tangannya erat-erat.
"Suamiku !!!", teriak bayangan perempuan tiba-tiba.
Pada saat yang bersamaan, muncullah sosok Dimitri dari balik sinar terang yang membias luas.
Dimitri turun melayang pelan dengan kedua tangan membentang lebar seraya menggenggam erat pedang berukuran panjang di salah satu tangannya.
Lingkaran-lingkaran yang menyerupai bulir akar emas melingkar erat di tangan Dimitri saat menggenggam pedang.
Disisinya tampak Mazonn ikut turun bersama Dimitri.
"Itu suamiku !", ucapnya terharu.
Tangan Dimitri bergerak sendiri saat pedang ditangannya memaksanya terangkat ke arah depan.
Pedang yang ada di tangan Dimitri bergerak perlahan-lahan lalu terlepas dari tangannya kemudian berputar-putar cepat ke arah bayangan perempuan yang berdiri menunggunya.
Bayangan perempuan yang berasal dari pedang Yunlong langsung masuk ke dalam pedang kemudian menyatu seutuhnya serta memancarkan cahaya-cahaya berwarna indah.
Pedang Yunlong terbang tinggi ke arah pedang panjang berwarna hitam yang turun dari atas langit.
Kedua pedang lalu bergerak saling berputar bersama-sama membentuk sepasang lingkaran cahaya terang.
Berwarna hitam dan putih, paduan warna dari kedua pedang yang berpasangan serta bercahaya dengan indahnya.
"Sepasang pedang Yunlong langit", ucap Mazonn kagum.
"Benar-benar indah sekali sepasang pedang Yunlong langit jika terlihat bersama-sama", sahut Dimitri.
"Karena itulah pedang ini banyak dicari dan diincar oleh semua orang dari belahan bumi yang mengagumi kehebatan sepasang pedang Yunlong", ucap Mazonn.
"Selayaknya kalau klan siluman naga putih mati-matian menginginkannya...", kata Dimitri.
"Kau tertarik memilikinya, Mazonn ?", tanya Dimitri.
Dimitri bertanya sambil menoleh ke arah Mazonn yang berdiri disebelahnya.
"Awalnya aku tidak berminat ataupun berambisi mendapatkan sepasang pedang Yunlong tetapi keindahannya mampu menyihir jiwaku yang haus ini, Dimitri", jawabnya tenang.
"Apakah kau ingin kita bertaruh, bukankah kau tadi menantangku untuk taruhan jika aku menang maka aku akan mendapatkan hakku sebuah tanah luas di lembah ngarai ini ?", kata Dimitri.
"Boleh saja..., jika kau masih menginginkannya, taruhan itu akan tetap berlaku untuk mu", ucap Mazonn.
"Apa kau masih penasaran dengan kedua pedang itu ?", tanya Dimitri.
"Pedang yang satu untukmu dan pedang yang satunya buatku", sahut Mazonn.
"Tapi apakah kau tahu jika kedua pedang Yunlong itu sepasang, mana mungkin kita memisahkannya", kata Dimitri.
"Jika kau menginginkannya maka ambil saja untukmu karena aku pikir kedua pedang itu tidak mungkin kita pisahkan sebab mereka adalah sepasang pedang yang saling melengkapi", ucap Mazonn.
"Aku tidak ingin bersaing denganmu karena aku tidak berminat besar pada sepasang pedang Yunlong", kata Dimitri.
"Kau ingin aku memilikinya tanpa kau berniat mendapatkannya, Dimitri", ucap Mazonn.
"Terserah padamu saja karena aku lebih suka mengalah daripada harus bertengkar denganmu, Mazonn", sahutnya enggan.
Dimitri menjejakkan kedua kakinya ke atas permukaan tanah saat dia turun dari atas langit sedangkan Mazonn telah sampai terlebih dahulu dari dirinya.
Keduanya sama-sama berdiri menatap ke arah sepasang kedua pedang Yunlong yang saling berputar pelan dengan bercahaya terang.
Dua pedang yang memiliki warna berbeda yaitu warna hitam dan putih yang saling mengelilingi antara satu dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Kau sajalah yang memiliki kedua pedang Yunlong ! Aku tidak berminat !", ucap Dimitri.
Dimitri berucap sambil menepuk pelan punggung Mazonn.
"Kau benar-benar tidak menginginkannya ? Apa kau merasa baik-baik saja sekarang ?", sahut Mazonn.
"Kenapa denganku ???", tanya balik Dimitri.
"Baiklah... Bagaimana kalau kita bertaruh ?", ucap Mazonn.
"Bertaruh apa lagi ?", kata Dimitri.
"Kita bertarung memperebutkan sepasang pedang Yunlong, bagaimana menurutmu ?", ucap Mazonn.
"Bertarung, hanya untuk merebutkan sepasang pedang langit ? Denganmu ?", kata Dimitri.
"Yah...", sahut Mazonn.
Mazonn menganggukkan kepalanya pelan seraya tersenyum pada Dimitri.
"Oh, tidak ! Tidak ! Tidak !", ucap Dimitri.
Dimitri ganti menggelengkan kepalanya cepat sembari melangkah mundur dari Mazonn.
"Kau saja ! Buatmu saja !", kata Dimitri pada sahabat karibnya.
"Untukku !?", ucap Mazonn. "Benarkah, kau tidak menginginkannya !?", sambungnya aneh.
"Tidak", jawab Dimitri tegas.
"Kenapa ? Apa kau takut ?", tanya Mazonn.
Dimitri segera melangkah menjauh dari Mazonn kemudian dia berlari pergi.
"Hai, Dimitri !", panggil Mazonn.
Mazonn memanggil Dimitri supaya sahabatnya itu tidak lari dan bersedia menerima tantangannya tetapi Dimitri lebih memilih pergi.
Terlihat Dimitri berlarian jauh meninggalkan pasar hantu.
"Kemana dia ? Kenapa pergi seperti itu !?", ucap Mazonn bergumam sendirian.
Mazonn menggaruk kepalanya seraya melirik ke arah kedua pedang Yunlong langit yang sedang melayang berputar-putar.
"Hmmm..., bukankah Dimitri sangat menyukai pedang itu !?", kata Mazonn.
Mazonn melangkah ke arah sepasang pedang Yunlong yang berputar-putar serta bercahaya terang.
Lingkaran-lingkaran bersinar dari kedua pedang Yunlong tampak indah.
Hangat...
Terasa menentramkan hati, Mazonn menghampirinya, mengamatinya seksama lalu meraih kedua pedang Yunlong yang berwarna hitam dan putih.
Pandangan Mazonn terlihat serius saat melihat sepasang pedang Yunlong di tangannya.
Ditariknya salah satu pedang Yunlong dari tempatnya lalu mengibaskannya dengan cepat.
Mazonn melompat tinggi sambil memutar tubuhnya saat di udara sedangkan tangannya mengayun-ayunkan pedang Yunlong berwarna hitam.
Sabetan dari pedang Yunlong menciptakan garis-garis cahaya terang.
Kekuatan pedang Yunlong warna hitam terasa menyeramkan ketika Mazonn menggunakannya meski hanya untuk gerakan kecil.
__ADS_1
Aura mematikan jelas terpancar dari pedang Yunlong bahkan saat Mazonn mencoba menggunakan kedua pedang ditangannya semakin terasa kekuatannya.