Suami Ku Hantu

Suami Ku Hantu
Bab 58 Kematian


__ADS_3

Van Costel IV bergerak diantara kerumunan pasukan yang dipimpin oleh Ionatan Ferdinand.


Di tangannya tampak pedang menghunus tajam ke arah pasukan siluman dari klan Vlad.


Beberapa tebasan pedang milik Van Costel IV mampu menumbangkan beratus-ratus pasukan siluman yang menjadi sekutu utama Dalca II.


Tampak Van Costel IV terbang kian kemari dengan pedang di tangan yang terus menerus menebas para siluman yang telah membunuh penduduk desa dengan sangat kejam.


*WUSSSHHH.... !


WUSSSHHH... !


WUSSSHHH*... !


Suara laju pedang di tangan Van Costel IV terdengar berhembus keras diantara barisan pasukan siluman.


Van Costel IV terus bergerak cepat mengelilingi pasukan tempur sekutu yang dipimpin oleh klan Vlad yang ada di depannya.


Angin berputar kencang di atas pasukan yang sedang berperang.


Menerbangkan senjata-senjata yang mereka gunakan untuk bertempur satu dengan lainnya bahkan turut menerbangkan pasukan-pasukan dari dua kubu berlawanan yang turut berperang di medan perang Patra.


Angin yang datangnya dari pedang Van Costel IV mampu membuat keadaan medan pertempuran pada perang Patra kocar-kacir.


Nyaris melenyapkan semua yang ada di medan perang Patra yang hancur lebur.


Pedang Tuhan milik Van Costel IV benar-benar membuat medan pertempuran kacau balau bahkan hampir membubarkan perang yang tengah terjadi saat itu.


Angin yang berasal dari pedang Tuhan turut melukai sebagian dari pasukan dua kubu yang sedang berperang.


Baik masing-masing dari pasukan milik Van Costel IV serta dari pasukan sekutu milik klan Vlad.


Kedua pasukan yang sama-sama besarnya dari kedua belah pihak banyak yang terluka parah akibat angin yang berhembus dari sabetan pedang Tuhan milik Van Costel IV.


Alexandra Vasilica berdiri tertegun memandangi medan pertempuran yang terbentang di kedua pelupuk matanya hancur tak karuan.


''Van Costel...'', gumam wanita cantik nan seksi itu.


Kedua pasukan dari kedua belah pihak sama-sama terluka dan berterbangan ke segala arah di medan perang.l Patra.


Terlihat tumpukan pasukan yang saling tumpang tindih di lain tempat yang ada di area medan perang Patra setelah pedang milik Van Costel IV diayunkan ke arah pasukan sekutu klan Vlad.


Alexandra Vasilica tidak pernah membayangkan jika pedang milik pria tampan itu mampu memorakporandakan seluruh pasukan dari kedua belah pihak yang saling bertempur.


Bibir Vasilica bergetar hebat serta bergumam asal ketika melihat pemandangan yang menyeramkan terpampang jelas di depan matanya.


''Apa ini... !?'', ucap Vasilica lirih.


Tubuh Alexandra Vasilica gemetaran hebat saat melihat medan pertempuran di hadapannya hancur.


Pedang milik Van Costel IV nyaris mengosongkan sebagian area medan perang Patra.


Terlihat ada area kosong diantara kedua pasukan yang sedang berperang itu, adanya area lapang yang disebabkan oleh pedang Van Costel IV saat benda tajam itu bergerak serta terhunus.

__ADS_1


Pandangan Alexandra Vasilica teralihkan dari arah medan perang ke arah Van Costel IV yang berdiri dengan kedua tangan menggenggam erat pedang berukuran besar dan mengkilat itu.


Tangan Van Costel IV berlumuran darah segar yang mengalir merembes dari arah pedang setelah pedang itu menebas pasukan siluman.


Benar-benar bayangan yang sangat mengerikan jelas terlihat di hadapan Alexandra Vasilica.


Sempat membuat Alexandra Vasilica tersentak mundur oleh keganasan pedang milik Van Costel IV saat pria tampan itu mengayunkannya.


''Pedang yang mengerikan karena sanggup menghancurkan hampir sebagian medan perang Patra...'', gumam Alexandra Vasilica berguncang hebat.


Van Costel IV berdiri dengan tubuh setengah membungkuk sedangkan salah satu tangannya menggenggam erat pedang yang tertancap di atas permukaan tanah.


Sorot mata tajam Van Costel IV mengarah lurus ke medan pertempuran yang ada di hadapannya.


Tampak seseorang berdiri tegak di atas kalajengking raksasa dengan mengenakan zirah perang serta penutup kepala terbuat dari logam.


Membalas menatap tajam ke arah Van Costel IV yang berdiri di hadapannya.


Orang itu lalu tersenyum tipis saat melihat Van Costel IV yang mulai kehabisan tenaga setelah menggunakan pedang Tuhan saat menebas pasukan siluman milik klan Vlad pimpinan Dalca II.


''Rupanya kau sangat hebat dalam bertempur, Van Costel IV !'', ucap orang berzirah itu.


''Kau rupanya, Dalca II !'', sahut Van Costel IV.


''Bagaimana kamu tahu kalau aku adalah Dalca II ?'', kata orang berzirah lengkap itu


''Dari caramu berbicara serta mengejek ku, aku sangat yakin jika yang sedang berbicara dengan ku ini adalah kau, Dalca II !'', kata Van Costel IV.


''Dan seandainya itu keliru ? Dan ini bukanlah aku, Dalca II yang kamu kira ? Lantas apa yang akan kamu lakukan sekarang ?'', tanya orang berzirah lengkap itu.


Van Costel IV tertawa kecil setengah mengejek ketika orang yang berdiri di hadapannya balik melemparkan pertanyaan kepadanya.


''Aku tidak mungkin pernah keliru, Dalca II karena daya penciuman ku sangatlah tajam dibandingkan dirimu bahkan kekuatan ku tidak mungkin kamu kalahkan !'', sahut Van Costel IV.


Terdengar tawa keras dari orang berzirah lengkap itu lalu dia memerintahkan kalajengking raksasa yang dia kendarai melesat kilat ke arah Van Costel IV yang berdiri tak jauh dari hadapannya.


''Kau benar-benar sangat luar biasa, Van Costel IV ? Dan aku tidak pernah menyangka jika kamu memiliki kemampuan spesial sehebat itu !'', kata orang berzirah lengkap.


Orang berzirah lengkap itu lalu memerintahkan kepada kalajengking raksasa yang dia naiki.


Kalajengking raksasa itu mengayunkan ujung ekornya yang memiliki sengat kuat yang mengandung racun kuat ke arah Van Costel IV secara membabi-buta.


Van Costel IV yang melihat bahaya datang ke arahnya langsung merespon serangan dari ujung ekor kalajengking raksasa dengan melompat tinggi menghindari serangan-serangan hewan liar itu.


''Kenapa kamu lari Van Costel IV ? Kau takut hanya dengan serangan dari seekor kalajengking raksasa ?'', ejek orang berzirah lengkap itu setengah tertawa.


Van Costel IV hanya terdiam sedangkan pandangannya tajam mengarah ke orang yang berdiri di atas kalajengking raksasa itu.


''Hadapilah kami, wahai pria pengecut ! Jangan selalu menghindari kami ! Hadapilah kami berdua, Van Costel IV !'', kata orang berzirah lengkap.


''Memang itu tujuan ku, Dalca II !'', sahut Van Costel IV.


''Kalau begitu coba kamu hadapi serangan dari kalajengking raksasa milikku ini !'', kata orang itu bangga.

__ADS_1


''Kenapa tidak ?'', jawab Van Costel IV.


Pria tampan itu bergerak cepat menuju ke arah orang berzirah lengkap di atas kalajengking raksasa seraya menghunuskan pedang Tuhan yang dia miliki tanpa ampun.


TRAAAANG... !!!


Pedang Tuhan milik Van Costel IV mampu menggores badan kalajengking raksasa yang sedang dikendarai oleh orang berzirah lengkap itu.


Membuat kalajengking raksasa itu terjatuh ke atas permukaan tanah gersang di area pegunungan Muntele Tampa saat hewan itu terbang melayang cepat menerjang Van Costel IV.


GDEDUBUUUUMMMM... !!!


Suara cukup keras terdengar dari arah kalajengking raksasa saat tubuhnya terhempas setelah pedang Tuhan milik Van Costel IV mampu melukai tubuh raksasanya.


Hentakan hebat terjadi dari arah kalajengking raksasa yang membuat orang berzirah lengkap di atasnya turut berguncang kuat serta hampir terjatuh dari atas badan hewan raksasa itu.


Van Costel IV tidak berhenti begitu saja karena setelah dia mampu melukai kalajengking raksasa itu dia langsung terbang melesat ke arah hewan raksasa yang telah terjatuh ke atas tanah gersang seraya menyerangnya tanpa henti.


Orang berzirah lengkap itu mencoba menahan serangan pedang milik Van Costel IV dengan menghujaninya dengan api biru yang memancar keluar dari arah kedua telapak tangannya yang terbuka ke depan.


Api biru bukanlah api biasa karena api biru merupakan salah satu api terkuat dari sembilan api suci milik dewa kebijaksanaan dan konon hanya anggota Seljuk saja yang memiliki api biru suci itu.


Van Costel IV tidak sempat menghindar dari serangan api biru sehingga mengenai tubuhnya saat dia hendak menyerang kembali kalajengking raksasa serta orang berzirah lengkap.


''AAAAAAAAARGHHHH !!!''


Teriakan Van Costel IV menggema keras di area medan perang Patra hingga membuat pasukan yang ada di medan pertempuran menoleh ke arahnya dengan terkejut


Tubuh Van Costel IV terbakar oleh api biru suci dan sebagian merobek kulit tubuhnya.


Van Costel IV terjatuh ke atas permukaan tanah dengan salah satu tangan menggenggam pedang yang menancap kuat di atas tanah yang menahan tubuhnya agar tidak tersungkur.


Api biru suci mulai merambat ke seluruh tubuh Van Costel IV sedangkan pria tampan itu berusaha bertahan dari panasnya api biru yang membakar dirinya.


Pada saat Van Costel IV terluka parah, orang berzirah lengkap itu memerintahkan kepada pasukannya untuk menyerang Van Costel IV dengan mengepungnya serta menghujani pria tampan itu dengan serangan tebasan pedang.


Van Costel IV yang terluka parah tidak sempat menghindari ribuan serangan dari pasukan siluman yang datang ke arahnya secara serentak sedangkan orang berzirah lengkap itu kembali memerintahkan kepada kalajengking raksasa miliknya untuk menyerang Van Costel IV.


Pria tampan itu hanya memejamkan kedua matanya saat maut datang dari arah segala penjuru.


Kepalanya menghadap ke atas dengan posisi berdoa saat pedang-pedang milik pasukan siluman menghujam ke arah tubuhnya yang terbakar oleh api biru suci ditambah lagi dengan serangan kuat dari ujung ekor kalajengking raksasa yang memiliki sengat beracun yang mematikan.


Alexandra Vasilica langsung menolehkan kepalanya ke arah Van Costel IV yang terkepung diantara ribuan pasukan sekutu siluman milik klan Vlad.


Tersentak kaget ketika melihat pemandangan mengerikan terlihat jelas di kedua matanya.


Terbelalak lebar penuh kengerian saat menyaksikan tubuh Van Costel IV tercabik-cabik oleh berbagai serangan lawan.


Alexandra Vasilica langsung menjerit kencang saat melihat Van Costel IV mati terbunuh oleh pasukan tempur milik Dalca II serta serangan beracun dari kalajengking raksasa.


Wanita seksi nan cantik serta menggoda itu berlari setengah melayang terbang ke arah Van Costel IV seraya memanggil nama pria tampan itu dengan sangat kerasnya.


Berharap Van Costel IV tetap tersadar dan bertahan hidup dari serangan-serangan curang musuh yang datang bertubi-tubi ke arah pria tampan yang jatuh tumbang ke atas tanah di medan perang Patra yang terjadi di sekitar area pegunungan Muntele Tampa.

__ADS_1


Alexandra Vasilica berlari mendekat ke arah Van Costel IV dengan terus memanggil namanya tanpa henti.


''VAN COSTEL !!!!''


__ADS_2