Suami Ku Hantu

Suami Ku Hantu
Bab 54 Salju Pertama ku ini


__ADS_3

Jia Li menatap kosong ke arah luar jendela kamarnya yang tertutup tirai tipis warna merah tua.


Berulangkali diusapnya pangkal lengannya yang dilapisi oleh kain berbahan wol agar tubuhnya menjadi hangat.


Jia Li teringat akan hantu tampan yang meninggalkannya seorang diri di kamar saat Van Costel menerima pesan rahasia dari pengirim misterius. Dan suami hantunya pergi begitu saja dari hadapannya tanpa mengucap sepatah katapun.


Udara dingin di awal musim salju semakin bertambah dingin menusuk tulang.


Jia Li terdiam menatap luar jendela kamarnya yang berembun seraya berdiri cukup lama sambil membayangkan wajah Van Costel IV yang tampan.


Kedua tangan Jia Li bergetar hebat seraya menggumamkan pelan nama hantu tampan itu.


Seseorang masuk ke dalam kamar Jia Li sambil membawa minuman hangat.


''Nyonya Jia Li, minumlah minuman ini agar tubuhmu menjadi hangat !", kata gadis berkepang dua.


Jia Li menolehkan kepalanya ke arah gadis muda yang masuk ke dalam kamarnya seraya membawa nampan minuman hangat.


"Chyou... Apa yang kau bawa ?'', ucap Jia Li.


''Minuman hangat untukmu nyonya !", sahut Chyou sambil masuk mendekati Jia Li.


"Terimakasih telah melayaniku", ucap Jia Li.


"Duduklah disini, nyonya Jia Li !", sahut Chyou sambil meletakkan sebuah kursi di dekat jendela.


"Kau tidak perlu melakukannya karena aku akan keluar kamar untuk berjalan-jalan !'', ucap Jia Li.


''Udara di luar sangat dingin, nyonya Jia Li ! Bawalah mantel hangat saat kau berjalan-jalan di luar !'', sahut Chyou. ''Dan perlukah aku menemanimu ?'', sambungnya.


''Apa kau bersedia menemaniku !? Udara diluar sangat dingin akan membuatmu sulit nantinya !'', sahut Jia Li.


''Tidak, nyonya. Aku akan sangat senang menemanimu jika kau mengijinkannya !'', kata Chyou.


''Baiklah, kita pergi sekarang ! Dan tunggu aku menghabiskan minumanku baru kita berjalan-jalan...'', sahut Jia Li.


Jia Li meminum minuman hangat yang ada di tangannya.


''Hmmm..., ini hangat sekali ! Aku sangat menyukainya... !'', kata Jia Li seraya menarik nafas dalam-dalam.


''Itu minuman dari buah aprikot yang difermentasikan menjadi minuman hangat dan sangat cocok diminum saat musim dingin'', sahut Chyou.


''Benarkah !? Ternyata kau sangat pintar sekali !'', ucap Jia Li seraya tersenyum.


''Ibuku yang mengajarkanku cara membuat minuman hangat itu. Dan aku belajar selama bertahun-tahun hingga berhasil'', kata Chyou.


''Ketrampilan yang tidak mudah untuk dikerjakan oleh orang biasa dan aku kira itu butuh keahlian khusus yang perlu latihan lama'', ucap Jia Li.

__ADS_1


''Terimakasih atas pujiannya, nyonya !'', sahut Chyou.


''Itu bukan sekedar pujian biasa saja tetapi hal yang merupakan kekaguman atas keahlian seseorang yang memiliki kemampuan spesial yang luar biasa, Chyou'', kata Jia Li.


''Aku mengerti itu, terimakasih atas perhatiannya'', kata Chyou.


Jia Li lalu beranjak berdiri dari tempat duduknya lalu meletakkan cangkir keramik ke atas meja seraya menatap ke arah Chyou.


''Kita pergi sekarang ?'', tanya Jia Li.


''Baik, nyonya. Mari kita pergi sekarang'', sahut Chyou.


''Ayo..., kita berjalan-jalan sepanjang taman, Chyou !'', kata Jia Li.


Chyou membukakan pintu keluar untuk Jia Li saat dia hendak meninggalkan kamar tidurnya yang beraroma Cendana.


Harum wangi khas Cendana tersebar luas di seluruh ruangan kamar Jia Li yang bernuansa merah tua dengan ranjang besar yang dihiasi oleh tirai tipis.


Cendana sengaja di pilih oleh Jia Li karena Van Costel IV menggemari aroma khas Cendana dan kayu Cendana dipakai sebagai bahan pilihan lainnya untuk dupa buat hantu tampan itu.


Jia Li melangkah cepat lalu pergi menuju keluar ruangan rumah ke arah beranda luar yang basah oleh salju.


''Salju telah turun hari ini ! Dan aku tidak tahu apakah Van Costel dalam keadaan baik-baik saja di musim sedingin ini ?'', kata Jia Li.


Jia Li menerawang jauh ke arah langit yang berwarna biru cerah lalu terdiam sejenak menatap sendu.


''Apa kau sangat merindukan dirinya, nyonya ?'', kata Jia Li.


''Iya, Chyou... Aku sangat merindukan dirinya meski baru kemarin dia pergi dari rumah...'', sahut Jia Li.


''Kenapa nyonya tidak ikut bersama dengan tuan ? Apa tuan Van Costel IV tidak mengizinkannya ?'', kata Chyou.


''Dia tidak ingin aku ikut menemaninya meski aku telah memintanya agar aku bersama dengannya'', sahut Jia Li.


''Mungkin tuan sengaja tidak ingin nyonya ikut bersama dengannya karena itu tuan menyuruh nyonya tetap di rumah agar nyonya menjaga diri anda sebaik-baiknya'', ucap Chyou.


''Tapi bagaimanapun juga aku sangat mencemaskan keadaannya meskipun dia adalah hantu yang bisa menjaga dirinya sendiri dan sangat kuat tetapi Van Costel IV tetaplah seorang pria yang rapuh'', kata Jia Li.


''Percayalah, nyonya ! Tuan Van Costel IV akan baik-baik saja dan kembali dengan selamat !'', sahut Chyou.


''Lihatlah ! Taman bunga itu dipenuhi oleh salju, alangkah indahnya !'', kata Jia Li seraya menunjuk ke arah taman.


Jia Li berlarian kecil ke arah taman bunga yang di penuhi oleh timbunan salju.


''Aduh !?'', pekik Jia Li.


Kaki Jia Li terpeleset saat dia berlarian di jalan taman bunga. Hampir terjatuh ke atas ubin jika Chyou tidak cepat-cepat menahan tubuh Jia Li.

__ADS_1


''Hati-hati, nyonya Jia Li !'', ucap Chyou.


''Maaf telah membuatmu kerepotan, Chyou...'', sahut Jia Li.


''Tidak apa-apa, nyonya'', ucap Chyou.


Kedua perempuan yang sama-sama masih muda itu lalu terlihat tertawa.


Mereka menikmati acara jalan-jalan di area taman bunga dengan hati gembira sedangkan salju mulai turun disekitar mereka.


Jia Li berdiri sambil memandang ke arah salju yang turun di atasnya lalu mengangkat salah satu tangannya ke arah atas seraya berkata lirih.


''Salju telah turun saatnya musim dingin telah tiba, tidak lagi hanya diawali oleh udara dingin yang menyelimuti lembah Moldova tetapi salju benar-benar memenuhi seluruh tempat ini'', kata Jia Li.


"Laksana menyambut hari kelahiran mu yang penuh sukacita dan memberikan suasana kegembiraan di hatimu saat mengetahui hari kelahiran mu tiba..., Itulah makna dari musim salju yang disambut oleh turunnya salju pertama di awal musim dingin..."


Jia Li memandangi salju yang turun seraya memejamkan kedua matanya serta tersenyum lembut menghiasi wajahnya yang cantik jelita.


''Aku harap Van Costel segera kembali pulang ke rumah karena aku ingin menyambut musim dingin bersalju dengannya'', ucap Jia Li.


Chyou hanya diam tanpa berkata-kata lagi saat mendengar ucapan dari Jia Li. Dan berdiri disampingnya dengan ikut menikmati suasana musim dingin yang ditandai oleh turunnya salju disekitar mereka.


Udara dingin semakin terasa sangat menusuk tulang, Jia Li lalu berinisiatif untuk segera pergi dari taman kembali masuk ke dalam rumah.


Jia Li mengajak Chyou pergi dari arah taman bunga yang ditumbuhi oleh sekumpulan winter Iris.


Pada saat Jia Li hendak melangkahkan kakinya menuju kembali ke rumah tiba-tiba muncul sekelebat bayangan ke hadapan Jia Li.


''Awas nyonya !'', ucap Chyou.


Gadis muda itu lalu memutar tubuhnya ke arah depan Jia Li bermaksud untuk melindungi nyonyanya dengan tubuhnya saat bayangan tiba-tiba datang ke arah mereka.


''Hati-hati, Chyou !'', kata Jia Li.


''Siapa kau ?'', ucap Chyou.


Bayangan yang muncul dihadapan mereka lalu perlahan-lahan berubah wujudnya menjadi sosok manusia berjenis perempuan.


''Siapa dia !?'', gumam Jia Li terkejut dengan mata terbelalak lebar.


Perempuan yang mengenakan pakaian asing dengan rambut emasnya yang terurai indah lalu membungkukkan badannya ke arah Jia Li seraya mengucapkan salam.


''Salamku untuk pimpinan kami ! Semoga kau menerima kehadiranku disini ! Perkenalkan aku adalah salah satu anggota pasukan BENGT binaan ibu anda, nyonya Tianba !'', kata Jia Li.


''Apa !?'', sahut Jia Li tersentak kaget lalu menatap dingin perempuan yang berada di hadapannya. ''Pasukan BENGT !?''


Suasana di taman bunga yang ditumbuhi Winter Iris terasa semakin dingin hingga merasuk ke dalam setiap sendi-sendi tubuh sedangkan Jia Li tampak berdiri tegak, memandangi seorang perempuan yang sedang membungkukkan badannya dihadapan Jia Li seraya memberinya hormat.

__ADS_1


__ADS_2