
Van Costel IV membuka kotak peti kayu ukir bertuliskan mantera yang terletak di atas sebuah meja di tengah-tengah ruangan luas.
Dia mengeluarkan sebuah kitab bersampul hitam terbuat dari kulit.
Dipandanginya kitab itu dengan ekspresi wajah serius.
''Hari ini adalah hari keempat belas sebentar lagi menjelang malam kelima belas...'', gumam Van Costel.
Hantu Van Costel IV duduk di depan kotak peti kayu ukir sembari memegang kitab hitam itu.
''Hah..., Lucian tidak ada disini dan aku harus bisa berhati-hati agar perubahan diriku terkendali malam kelima belas nanti...'', ucap Van Costel IV.
Hantu tampan itu beranjak berdiri dari tempatnya kemudian melangkah ke sebuah lingkaran pelindung dengan api hijau mengelilinginya.
''Mulai hari ini aku tidak boleh bertemu dengan siapapun termasuk Jia Li tapi aku tidak mengatakan apa-apa padanya tentang ini'', kata Van Costel IV.
Van Costel IV memandangi kitab hitam yang ada di tangannya seraya menghadap ke lingkaran pelindung di depannya.
''Tapi bagaimana aku mengatakan pada Jia Li bahwa malam kelima belas ini aku tidak bisa bertemu dengannya...'', ucap Van Costel IV.
Dia berdiri termenung menatap lingkaran pelindung yang dikelilingi api hijau.
Lingkaran pelindung yang besar itu sengaja dibuat oleh Antolin Lucian untuk menyambut malam kelima belas bagi Van Costel IV sekembalinya dia dari kematian.
Di tengah lingkaran pelindung terdapat gambar lingkaran lebih kecil ukurannya dari lingkaran di luar yang dihiasi dengan simbol plum disekelilingnya.
Tanda plum merupakan simbol keterkaitan antara Jia Li sang gadis suci yang merupakan gadis pilihan untuk membangkitkan Van Costel IV dari alam kematian.
Alasan itulah dipilih seorang gadis beraroma bunga plum yang khas sebagai syarat bangkitnya Van Costel IV dari kematian karena hanya gadis dengan tanda khusus bunga plum yang memiliki aroma khas bunga plum yang mampu membangunkan Van Costel IV yang telah mati.
Banyak yang mengatakan bahwa gadis beraroma bunga plum adalah tumbal hidup yang layak dan memenuhi syarat khusus itu.
Simbol lingkaran pelindung pun mengisyaratkan hal yang sama bahwa pemilik aroma khas bunga plum adalah salah satu syarat mutlak yang paling diperlukan untuk menghidupkan Van Costel IV yang telah meninggal dunia.
__ADS_1
Ada tanda khusus pada kulit gadis pemilik aroma bunga plum yaitu tanda gambar bunga plum di tubuhnya, entah itu letaknya dimana tidak ada seorangpun yang mengetahuinya secara pasti.
''Aku tidak berpamitan pada Jia Li jika aku mengunci diriku di ruangan khusus ini saat menjelang malam kelima belas'', ucap Van Costel.
Hantu tampan itu menghela nafasnya seraya menatap lurus ke arah ruangan yang tertutup rapat tanpa pintu.
Ruangan khusus untuk menyambut malam kelima belas bagi Van Costel IV memang dirancang sedemikian rupa dimana seluruh sekeliling ruangan tertutup rapat oleh dinding tanpa adanya jendela maupun pintu.
Hanya Van Costel IV serta Antolin Lucian yang dapat masuk ke dalam ruangan khusus itu karena hanya merekalah yang memiliki kekuatan spiritual tertinggi yang mampu masuk dan memiliki ijin khusus dari sang penguasa Van Rogh.
Kamar khusus itu memang dibuat oleh Van Rogh Costel III yang merupakan ayah dari Van Costel IV yang mengetahui akan syarat khusus itu untuk putranya Van Costel IV setelah dia dibangkitkan kembali dari alam kematiannya.
Bagaimana caranya Van Rogh Costel III mengetahuinya yaitu berasal dari laku meditasinya setelah putranya gugur dalam pertempuran di perang Patra.
Dia berusaha membangkitkan Van Costel IV yang telah mati agar hidup kembali tetapi berbagai macam cara untuk menghidupkannya selalu mengalami kegagalan karena Van Rogh Costel III tidak menemukan petunjuk berarti untuk menghidupkan Van Costel IV.
Pada suatu ketika Van Rogh Costel III menemukan cara untuk membangkitkan Van Costel IV dari alam kematian yaitu putranya itu harus menikah dengan gadis beraroma bunga plum yang khas.
Van Rogh Costel III juga harus membuat tanda khusus berupa lingkaran pelindung yang ditengah lingkaran pelindung dihiasi oleh simbol bunga plum.
Dipilihnya Antolin Lucian sebagai pemimpin spiritual tertinggi dalam ketiga belas klan bangsawan karena dia memiliki api hijau paling sempurna sebagai seorang pemimpin adat yang berlaku benar serta memiliki spiritual dengan level teratas yang tak seorangpun mampu menandingi kekuatan suci spiritual dalam diri Antolin Lucian.
Syarat khusus itulah yang menjadikan alasan Van Rogh Costel III memilih Antolin Lucian selain dia paling kuat dengan tingkat spiritual tertinggi, dia juga sosok yang paling setia.
''Tapi pesan dari Antolin Lucian memang aku tidak boleh mengatakannya pada Jia Li hal ini dan bahwa aku juga harus menjauh darinya tanpa bersentuhan langsung dengannya serta berpuasa pada malam kelima belas''
Kata Van Costel IV termenung sendirian memandangi ruangan disekitarnya seraya menghela nafas panjang.
''Maafkan aku Jia Li..., aku tidak bisa mengatakan hal ini padamu...'', kata Van Costel IV.
Van Costel IV berdiri tegak menghadap lurus ke arah lingkaran pelindung didepannya sembari memegang kitab hitam.
Tiba-tiba terdengar suara dari luar memanggil nama Van Costel IV.
__ADS_1
''Van Costel ! Van Costel ! Sayangku, kamu ada dimana, Van Costel !''
Hantu tampan itu langsung tersentak kaget ketika mendengar suara Jia Li yang memanggil namanya.
''Jia Li... !?'', gumam hantu tampan itu tertegun.
Van Costel IV hampir terpengaruh dengan panggilan Jia Li dan hampir menggagalkan rencana hantu tampan itu untuk menjalani malam kelima belasnya.
''Oh t--tidak..., tidak ! Aku tidak bisa pergi menemuinya..., tidak ! Aku tidak bisa melakukannya...'', ucap hantu tampan itu.
Van Costel IV terjatuh duduk bersimpuh di hadapan lingkaran pelindung.
Dia mencoba menahan dirinya sendiri untuk tidak terpengaruh dengan panggilan Jia Li meski dia begitu ingin menemui perempuan yang paling dia cintai itu.
''Oh Tuhan !'', gumam Van Costel IV lirih.
Van Costel IV tertunduk lesu di atas lantai ruangan yang tertutup dinding itu.
''Aku harus menahannya... Aku harus kuat...'', ucapnya sambil memegangi dadanya erat-erat.
Terdengar kembali suara Jia Li dari arah luar ruangan tertutup rapat itu memanggil nama Van Costel IV.
''Van Costel sayang ! Kamu dimana ? Van Costel, kamu dimana ?''
Van Costel IV semakin mencengkeram erat kitab hitam yang dia pegang sambil memejamkan kedua matanya menahan dirinya untuk tidak bertemu dengan Jia Li.
Antara keinginan besar bertemu Jia Li dan harus menjalani malam kelima belasnya yang memang menjadi salah satu syarat khusus untuk Van Costel IV sebagai ritual spiritual yang harus dia jalani setelah dia bangkit dari kematian.
Di malam kelima belas merupakan malam khusus bagi Van Costel IV yang paling tersulit dari babak awal dia hidup kembali sebagai sosok hantu yang paling sempurna dan hidup layaknya manusia pada umumnya.
Van Costel IV akan mengalami suatu hal buruk yang merupakan dari karma akan bangkitnya dia dari alam kematian sebagai manusia yang merupakan suatu larangan Langit yang harus terpaksa ditentang oleh Van Rogh Costel III.
Setiap bulan ke lima belas purnama Van Costel IV akan berubah menjadi siluman terkuat meski dia telah berubah menjadi sosok hantu. Karena garis keturunan Redu, mereka yang dikutuk menjadi penghisap darah karena dosa yang dilakukan leluhur mereka yang telah menghabisi Vlad yang suka menyula manusia.
__ADS_1
Dimana karma itu juga Van Costel IV dapatkan dari karma akan kegemaran dari leluhurnya yang telah membunuh semua garis keturunan sang penyula seperti Vlad.
Dalca II merupakan salah satu keturunan Vlad yang selamat dari perburuan klan Redu, sayangnya pada perang Patra, Dalca II dari klan Vlad mampu menghabisi nyawa Van Costel IV yang merupakan anak dari penguasa Van Rogh Costel III.