Suami Ku Hantu

Suami Ku Hantu
Bab 49 Tertidur Bersamamu


__ADS_3

Jia Li menyandarkan kepalanya dengan rambut terurai panjang yang masih basah oleh peluh keringat ke dada Van Costel IV.


Dia duduk bersama dengan suami hantunya di dalam ruangan tertutup.


Keduanya bersandar di dinding setelah malam kelima belas yang menyeramkan mereka lalui.


Jia Li tertidur disamping Van Costel yang juga ikut tidur bersamanya.


Malam kelima belas yang terasa panjang dirasakan oleh keduanya membuat pasangan dua dunia itu sangat lelah.


Van Costel terjaga dari tidurnya kemudian menoleh ke arah Jia Li yang bersandar di bahunya.


Dia melihat istrinya tengah terlelap disampingnya.


''Jia Li...'', bisik lembut Van Costel IV.


Hantu tampan itu mengusap lembut pipi Jia Li yang basah oleh keringat.


Dia tersenyum saat memandangi Jia Li yang tertidur sangat nyenyak.


''Sayangku...'', ucap Van Costel IV.


Didekapnya tubuh Jia Li dengan eratnya seraya mencium mesra kepala perempuan cantik itu.


''Maafkan aku... Seharusnya aku tidak membuatnya seperti ini turut hancur dalam hidupku...'', kata Van Costel IV.


Van Costel menghela nafas panjangnya seraya menengadahkan kepalanya ke atas menatap samar langit-langit ruangan yang berantakan.


''Mungkin ini adalah kutukan Langit karena telah melanggar hukum Langit hingga membuat derita diantara kami...''


Van Costel IV mengatupkan bibirnya rapat, menahan rasa sedihnya karena harus menerima takdirnya menjadi hantu serta mendapatkan kutukan malam kelima belas.


Dia menahan air matanya yang hendak turun dan mengalihkan pikirannya dari kesedihan hatinya yang dalam.


''Karena aku hingga membuat Jia Li harus menderita menjadi istriku meski aku adalah sosok hantu'', kata Van Costel IV.


Hati Van Costel IV berkecamuk hebat memilih diantara tugas yang harus diembannya ataukah memilih Jia Li.


''Aku sangat mencintaimu Jia Li dan aku tidak ingin kehilanganmu hingga memaksamu tetap bersamaku dan menerimaku'', kata Van Costel IV.


Van Costel IV menggertakkan rahangnya seraya memejamkan kedua matanya.


''Meski ini sangat egois aku rasakan karena harus membuatmu tetap bersamaku tapi aku akan menerima segala hukuman Langit karena mempertahankanmu...'', ucap Van Costel IV.

__ADS_1


Van Costel menyandarkan kepalanya ke arah dinding sambil menarik nafas dalam-dalam.


''Seharusnya aku tidak melanggar Langit dengan tidak memakanmu di malam kelima belas dan aku telah melakukan kesalahan lagi'', kata Van Costel IV.


Hantu tampan itu menolehkan kepalanya ke arah Jia Li yang terlelap.


''Jia Li..., tidurlah sayangku..., karena sebentar lagi kita akan melewati hari-hari yang sangat tidak menyenangkan...'', ucap Van Costel IV.


Sudut bibir Van Costel IV membentuk senyuman saat memandangi wajah Jia Li yang tertidur pulas.


''Dia sangat cantik sekali...'', gumam Van Costel IV.


Van Costel IV menyentuh lembut ujung hidung perempuan cantik yang telah menjadi pendamping hidupnya dengan ujung jarinya.


Tersenyum kembali saat mendengar suara lirih Jia Li yang tengah bergumam lelap.


''Tuhan telah memberiku pasangan hidup yang sungguh cantik dan kecantikannya melebihi kecantikan para bidadari surga'', gumam Van Costel IV.


Sorot mata teduh Van Costel IV tersirat penuh bahwa dirinya sangat menyayangi Jia Li.


''Aku tidak akan sanggup kehilanganmu bahkan jika aku harus terpisah denganmu karena cinta kita yang tidak direstui... Aku akan tetap mempertahankanmu...'', ucap Van Costel IV.


Van Costel IV lalu tersadar sesaat ketika memandangi Jia Li.


Hantu tampan itu terdiam seraya mengingat kembali kejadian tadi saat dirinya berubah menjadi sosok monster.


Dia melihat Jia Li yang penampilannya berbeda dengan penampilannya yang sekarang.


Saat memasuki ruangan tertutup yang dikhususkan untuk malam kelima belas ketika Van Costel IV harus menerima kutukannya.


Jia Li datang masuk dengan penampilannya yang mengejutkan Van Costel.


''Hanya guru suci yang memiliki kekuatan sehebat itu... Siapakah Jia Li sebenarnya...'', ucap Van Costel IV.


Van Costel IV teringat wujud Jia Li yang berbeda dengan rambut emasnya serta gaun tipisnya yang panjang berwarna putih melambai-lambai dihadapannya.


Kedua mata Jia Li berwarna perak serta memancarkan cahaya terang yang panas jika menatapnya mampu membuat tersentak Van Costel IV.


Tidak pernah disangka oleh hantu tampan itu kalau dirinya akan melihat perbedaan Jia Li yang dari perempuan biasa-biasa menjadi kuat layaknya guru suci.


''Aku pernah mendengar kisah tentang guru suci dari Lembah Plum yang jauh dari Rumania, sebuah organisasi terkuat yang berisi semua anggotanya wanita yang dipimpin seorang wanita cantik yang kecantikannya konon melebihi dewi'', kata Van Costel IV.


Van Costel IV lalu menyadari sesuatu yang tersembunyi dimiliki oleh Jia Li, istrinya.

__ADS_1


''Apakah Jia Li merupakan salah satu dari wanita Lembah Plum ? Dan adakah hubungannya dengan pemimpin itu ?'', ucap Van Costel IV.


Kekuatan Jia Li dirasakan oleh Van Costel IV sangat kuat serta dia memahami bahwa kekuatan spesial milik Jia Li tidak tertandingi kehebatannya bahkan Van Vostel merasakan kalau dia sendiri tidak akan mampu menandinginya.


''Jia Li...'', bisik Van Costel IV. ''Maafkan aku atas semua yang telah terjadi padamu...''


Van Costel meraih tubuh Jia Li yang terlelap tidur kemudian mendekapnya erat-erat seraya mencium kembali kepala perempuan cantik itu.


''Aku berjanji akan melindungimu dan akan selalu bersamamu, Jia Li'', ucap Van Costel IV.


Dia mengelus lembut rambut Jia Li kemudian memeluknya seakan-akan waktu akan merebut Jia Li dari sisinya.


''Aku tidak tahu apakah Takdir kita akan tetap bersama ataukah kita harus terpisah jauh... Aku hanya berdoa agar Tuhan memahami cinta kita...''


Doa Van Costel terdengar menyentuh hati saat mendekap erat tubuh istrinya.


"Tuhan...


Tolonglah Kami...


Meski kami tahu bahwa ini adalah kesalahan yang tidak mungkin kami tebus hanya dengan laku ritual panjang...


Kami memohon padaMu untuk memaafkan kami atas dosa-dosa kami yang telah melanggar ketentuanMu serta Takdir kami yang berbeda dua dunia...


Aku tidak akan meminta padaMu untuk membukakan hati orang lain yang tidak merestui cinta kami karena itu akan sia-sia...


Aku hanya meminta restu dariMu...


Dan satu permintaan dari doa tulusku ini...


Tetapkanlah hati kami untuk terus bersama-sama hingga akhir nanti..."


Van Costel menggumamkan doa dengan mata terpejam.


Dia menyentuh kepala Jia Li dengan penuh kasih sayang lalu berkata.


''Aku berjanji padamu dan kepada Tuhan bahwa aku tidak akan pernah meninggalkanmu meski aku harus mati untuk kedua kalinya karena mempertahankanmu, Jia Li sayangku !''


Van Costel IV menyadari bahwa perang akan kembali terjadi seperti pada perang Patra.


Memungkinkan melibatkan banyak pihak-pihak lainnya yang lebih kuat serta memiliki kekuatan besar dari sebelum perang Patra terjadi.


Hantu tampan itu kemudian memejamkan kedua matanya dan kembali tertidur bersama-sama dengan Jia Li.

__ADS_1


Keduanya lalu jatuh tertidur bersama hingga fajar menjelang serta hari berganti hari.


__ADS_2