
Beberapa orang berkumpul di depan tempat hiburan sedang bercakap-cakap serius dan sesekali memperhatikan arah di depan mereka.
Masuk sejumlah petugas keamanan ke dalam tempat hiburan membawa tandu.
Seseorang bergerak cepat ke arah kamar di lantai atas tempat hiburan, menerobos masuk sambil mengarahkan cahaya yang terpancar dari kedua telapak tangannya.
Bayangan pria tampan menghampiri tempat tidur untuk memeriksa situasi yang terjadi.
Diraihnya tangan wanita yang tergeletak tak berdaya di atas tempat tidur lalu memeriksa detak nadi tangannya.
"Hmmm..., wanita ini terkena racun hitam naga putih..., hanya orang dari kalangan dunia siluman yang memiliki kekuatan ini..."
Pria tampan memutar telapak tangannya yang memancarkan cahaya terang kemudian mengarahkannya ke atas kepala wanita penari yang ada di atas ranjang.
Menggerakkan cahaya di tangannya ke arah sekujur tubuh wanita penari seksi.
Sinar memancar kuat keluar dari dalam tubuh wanita penari disertai asap hitam tebal lalu menyebar luas di area atas tubuhnya yang diselimuti kain tipis.
Tak seorangpun yang mengetahui kehadiran sosok bayangan pria berwajah tampan di dalam kamar, sedang memeriksa kondisi wanita penari.
"Racun ini sangat kuat sekali efeknya pada tubuh, terlambat sedikit maka nyawa penari ini tidak dapat diselamatkan..."
Pria tampan lalu menarik tangannya serta menggenggam asap hitam di atas tubuh wanita penari seksi.
Memasukkannya ke dalam botol kaca bening kemudian menutupnya dengan kain hitam lalu menuliskan kalimat mantera ditutup kain.
Bayangan pria tampan lalu menoleh ke arah pria tua yang tubuhnya seluruhnya telah ditutupi oleh kain.
Bergerak menghampiri tubuh pria tua kemudian memeriksa keadaannya seraya menarik kain yang menutupi tubuhnya.
Tampak tubuh pria tampan membiru dengan kondisi mengering kaku.
Hampir tidak ada sisa daging yang menempel di tubuh pria tua itu dan jasadnya telah membeku dipenuhi es.
"Racun naga putih di tubuh pria tua ini dampaknya sangat berbeda dari kondisi wanita penari, pria tua ini sengaja dilenyapkan karena alasan tertentu..."
Sosok bayangan pria tampan memeriksa leher pria tua yang membekas cakaran panjang dengan garis es membeku.
Pria tampan menggerakkan tangannya yang bercahaya terang lalu membungkus tubuh pria tua dengan cahaya dari telapak tangannya kemudian mengalihkan pandangannya ke arah kerumunan orang-orang yang berdatangan di dalam kamar.
"Sebaiknya aku segera pergi dari kamar ini seraya membawa wanita penari ini untuk diperiksa lebih lanjut"
Sosok bayangan pria tampan mengangkat tubuh wanita penari yang hanya diselimuti kain tipis lalu membawanya pergi bersamanya dari kamar yang tersedia di tempat hiburan.
Menghilang cepat meninggalkan lokasi kejadian.
Pada saat sosok bayangan pria tampan pergi dari dalam kamar bersamaan menghilangnya wanita penari.
Beberapa orang baru menyadari bahwa seseorang telah membawa pergi wanita penari dari kamar.
__ADS_1
"Kemana wanita itu ? Dia menghilang !?", kata salah satu seorang pengunjung tempat hiburan.
"Dan lihatlah jasad pria tua itu ! Tubuhnya yang tadinya membiru bagaikan es beku sekarang tidak lagi...", ucap yang lainnya.
"Apa yang terjadi disini ? Mengapa semuanya tampak misterius ???", kata seorang pengunjung.
"Masalah ini benar-benar sulit untuk dipecahkan meski petugas keamanan ada tetapi kejadian ini tetap tidak mudah diungkap kebenarannya", sahut pria lainnya.
Sejumlah petugas keamanan membawa sebuah tandu ke dalam kamar tempat hiburan untuk membawa jasa pria tua yang tergeletak di atas lantai kamar.
Mereka segera mengangkat tubuh pria tua yang telah membeku bersama tandu, keluar dari tempat hiburan untuk diotopsi.
Terlihat dari arah kejauhan sekelebat bayangan pria tampan berdiri di atas puncak menara seraya menatap lurus ke arah lokasi tempat hiburan.
Ditangannya membawa tubuh wanita penari yang masih tidak sadarkan diri.
Hembusan angin menerpa tubuh bayangan pria tampan yang berangsur-angsur menghilang bersama angin yang bertiup disekitarnya.
"Dimitri !", ucap Mazonn. "Cepat tolong aku memeriksa wanita penari ini !", sambungnya.
"Kau membawa wanita penari ini kemari ?", kata Dimitri.
"Benar, dia terkena racun hitam naga putih !", sahut Mazonn.
"Racun hitam naga putih ??? Racun siluman !?", kata Dimitri tersentak kaget.
"Ini sangat berbahaya sekali, racun itu tidak mudah disembuhkan", lanjut Dimitri.
"Benar, tidak ada yang tahu obat penawarnya jika kita tidak segera menolong wanita penari ini maka racun hitam naga putih akan cepat menyebar luas ke otak besar", kata Mazonn.
Rupanya bayangan pria tampan yang tadi pergi ke lokasi tempat hiburan adalah Mazonn yang menyamarkan dirinya menjadi sosok bayangan.
"Tolong ambilkan aku minyak dari bunga teratai itu !", kata Mazonn seraya menunjuk ke arah laci meja.
Dimitri bergegas cepat menuju ke laci meja yang terletak di pojok ruangan kamar.
Mengambil sebotol minyak bergambar bunga teratai sambil menunjukkan kepada Mazonn yang berdiri di dekat meja panjang di tengah-tengah ruangan kamar berlantai marmer.
"Apa botol ini yang kamu maksudkan ?", kata Dimitri sembari menggoyang-goyangkan botol yang ada di tangannya.
Mazonn menoleh ke arah Dimitri yang berdiri tak jauh darinya kemudian menganggukkan kepalanya cepat.
"Benar, itu minyak yang aku maksudkan. Tolong bawa kemari, Dimitri !", sahut Mazonn.
"Baiklah..., jika itu yang kamu inginkan maka aku akan membawakannya untukmu...", ucap Dimitri.
Dimitri menutup laci meja seraya berjalan cepat mendekat ke arah Mazonn yang menghadap ke meja panjang.
"Kau mendapatkannya dari mana minyak bunga teratai surga ini, Mazonn ?", kata Dimitri.
__ADS_1
"Seorang penata dari langit memberikannya kepadaku saat aku bertapa di dalam laut", sahut Mazonn.
"Kapan itu ? Kenapa kau tidak pernah menceritakannya padaku hal itu, Mazonn !?", ucap Dimitri.
"Kapan aku pernah bertemu denganmu ? Kau sendiri terlalu sibuk mengurusi kepentinganmu dan sangat jarang sekali kamu mengirim kabar padaku !?", sahut Mazonn.
"Karena aku jarang di kediamanku dan tidak ada yang mengurusku jika aku sedang berlibur", kata Dimitri.
"Alasan tepat untuk berdalih, aku rasa kau selalu menjawab tanpa memberikan keterangan yang jelas padaku, Dimitri", sahut Mazonn.
"Bukankah kau yang mengajariku hal itu, memberikan alasan agar aku mempercayaimu, Mazonn", ucap Dimitri.
Mazonn menyeringai memperlihatkan deretan barisan giginya yang putih bersih lalu mengoleskan minyak bunga teratai di atas kening wanita penari yang terbaring di atas meja panjang di hadapannya.
Secercah cahaya terang menyelimuti wajah wanita penari dan perlahan-lahan cahaya bergerak turun menyelimuti tubuh wanita penari yang masih tidak sadarkan diri.
"Minyak bunga teratai akan segera bereaksi cepat saat minyak ini dioleskan ke tubuh yang mengalami masalah kemungkinan akan membuat tubuh berguncang kuat dan sedikit panas", kata Mazonn.
"Aku harap segera selesai masalah ini, aku tidak memahaminya sama sekali yang terjadi di sini", ucap Dimitri.
"Tentu saja kamu tidak mengerti masalah yang terjadi di tempat hiburan karena semua peristiwa timbul disebabkan datangnya kurir surat kemari", kata Mazonn.
"Kurir surat !?", ucap Dimitri.
Mazonn menganggukkan kepalanya perlahan sembari tersenyum lalu menjentikkan kedua ujung jari jemari tangannya.
Sinar cahaya mengalir pelan membentuk bola ajaib di atas tubuh wanita penari kemudian berputar-putar pelan serta bercahaya kuat.
Bola kaca memperlihatkan gambaran lembah ngarai yang luas.
Lembah ngarai yang ditumbuhi oleh tanaman hijau yang terhampar luas membentang dari ujung utara hingga ujung selatan.
Dimitri mengerutkan keningnya tanda jika dirinya tidak mengerti dengan maksud Mazonn yang memperlihatkan kepadanya bola kaca yang menggambarkan tentang lembah ngarai.
"Apa yang ingin kamu tunjukkan kepadaku, Mazonn ?", tanya Dimitri.
"Lihatlah ke arah bola kaca di depan itu ! Perhatikan baik-baik ke dalam bola kaca, kamu akan mengetahui yang aku maksudkan, Dimitri !", sahut Mazonn.
"Apa !?", ucap Dimitri.
"Kau akan mengerti jika melihatnya secara teliti, Dimitri", jawab Mazonn.
"Apa !? Aku tetap tidak melihat apa-apa !?", kata Dimitri.
"Lambat laun kau akan memahaminya, Dimitri", sahut Mazonn.
"Apa perlu aku menggunakan kemampuan sepesialku agar aku dapat mudah memahami gambaran di dalam bola kaca ini, Mazonn !?", kata Dimitri.
Dimitri mendekatkan wajahnya ke arah bola kaca ajaib yang ada dihadapannya seraya memperhatikannya dengan seksama, gambaran yang ada di dalam bola kaca meski dia tidak memahami yang dimaksudkan oleh Mazonn tentang hal yang menyebabkan peristiwa yang terjadi di tempat hiburan.
__ADS_1