
Wajah Hans yang sudah tidak karuan bentuknya membuat Aletta sedikit takut kalau kalau suaminya itu akan meledak karena amarah.
" Mas, cobalah ditengok dulu lah, siapa tahu kalau orang yang ada di luar sana itu benar-benar ingin memberikan informasi yang sangat penting bagi kita." kata Aleta sambil berusaha menyabarkan perasaan Hans yang sudah di ujung tanduk. sebenarnya kekesalan Hans bertambah akibat saat ini Aletta malah membetulkan Pakaiannya yang terbuka bagian atasnya sehingga dia bisa melihat Betapa seksinya tubuh istrinya karena dadanya yang besar menyerupai gunung-gunung, dengan ditutupnya kemeja Aletta membuat dirinya tidak bisa melihat gunung-gunung yang membuatnya tambah bergairah itu.
Hans mendengkus kesal, mau marah takut salah dan Nanti istrinya malah jadi semakin ilfil melihat dirinya yang sudah tua terus suka marah-marah padahal istrinya itu masih muda, cantik dan terlihat menerima apa saja yang dilakukan Hans kepadanya.
Dengan langkah ogah-ugahan Hans pun langsung berjalan tanpa membetulkan kemejanya yang sudah morat-marit gara-gara terjangan badai gairah yang menyerbu dirinya dan juga istri kecilnya itu sebelum ada ketukan laknat di pintu kamar pribadi miliknya yang ada di dalam jet pribadi Papanya Itu.
Saat tangannya yang kokoh itu memutar pintu kamar pribadinya itu, maka di hadapannya tanpa pramugari cantik yang akan memberitahukan mengenai status penerbangannya sekarang.
Pramugari itu tidak sempat melengos ketika melihat baju yang dipakai oleh Tuan mudanya itu terbuka sehingga menampilkan dada yang penuh otot, Yang Sejujurnya membuat setiap wanita yang melihatnya menjadi mupeng.
Apalagi Tuan mudanya itu tampak tampan walaupun usianya sudah berkepala tiga. Menyadari bahwa pramugari itu tidak berkata apa-apa hanya bengong dan menatap dirinya dengan tatapan penuh gairah membuat Hans melihat ke arah dirinya yang belum sempat membetulkan Pakaiannya yang terbuka.
Ketika melihat bahwa kemejanya tadi terbuka gara-gara Tangan Mungil istrinya yang diterjang gairah yang sama dengan dirinya, maka dirinya langsung menutup dengan kasar dan kemudian membentak pramugari yang ditugaskan untuk memberitahukan kepadanya bahwa Pesawat akan segera tiba di tempat tujuan sehingga diharapkan dirinya dan juga istrinya Kembali ke tempat duduk dan menggunakan sabuk pengaman supaya guncangan ketika landing tidak terlalu terasa.
__ADS_1
" Hei, kenapa malah bengong? kamu mengetuk pintu itu gunanya untuk apa? apa jangan-jangan kamu menutup pintu hanya untuk mengganggu kebersamaanku bersama istriku?" tanya Hans nada kesal karena ini sudah kesekian kalinya dirinya itu terganggu ketika sedang ingin melakukan hubungan intim dengan istrinya.
" Maaf Pak saya tidak sengaja! bukan maksud saya untuk mengganggu kebersamaan Bapak bersama dengan istri, namun ini memang perintah dari atasan langsung apabila pesawat sudah mendekati tujuan maka kami harus memberitahukan kepada penumpang untuk kembali ke ruangan serta memakai sabuk pengaman agar guncangan untuk landing tidak akan terasa lagi," kata pramugari itu dengan sedikit Salah Tingkah namun dia tetap memberikan informasi mengenai Kenapa dirinya harus mengetuk pintu dan menyuruh tuan muda serta istrinya itu kembali ke ruangan di mana mereka bisa memakai seatbelt agar lebih aman dalam mereka melakukan landing.
dan hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal karena memang apa yang dikatakan oleh pramugari itu benar adanya, biasanya ketika pesawat hendak landing, semua penumpang sudah Diberitahukan untuk duduk di tempatnya serta mengencangkan sabuk pengaman agar ketika ada guncangan saat landing, maka mereka akan tetap aman-aman saja.
" Baiklah! kami akan segera ke tempat duduk untuk mengenakan sabuk pengaman." kata Han sambil menutup pintu ruangan itu dengan segera karena dirinya tidak mau kalau pramugari itu terus-menerus melihat dan mencuri-curi lihat ke arah dadanya yang masih sedikit terbuka karena memang dia belum mengancingkannya dengan sempurna.
Setelah itu dia balik ke arah Aletta yang masih terdiam dan duduk di atas kasur King size milik Hans, dengan wajah malu-malu. Aleta mungkin melihat betapa dirinya tadi sudah begitu binal menanggapi suaminya yang juga dengan penuh hasrat dan gairah yang membuncah, melakukan tindakan-tindakan intim yang membuatnya ketagihan.
" Ihh mass! " Aletta masih menundukkan kepalanya namun dia beranjak dari tempat dia duduk karena dia juga mendengar dari pramugari bahwa dirinya dan juga suaminya harus segera duduk di ruangan pertama tempat si belt berada dan segera memakai seat belt agar guncangan saat landing tidak akan mereka rasakan.
" Eh kamu emangnya mau ke mana?" tanya Hans sambil masih dengan gesture menggoda istri kecilnya itu.
" Balik ke ruang pertama di mana kita masuk tadi, yang kursinya ada seat beltnya itu mas!" kata Aleta menjawab pertanyaan dari suaminya tersebut.
__ADS_1
" kamu nggak mau betulin kemeja yang Mas pakai ini, yang tadi sudah kamu buka dengan lancang, Sehingga tadi pramugarinya saja sampai salah tingkah melihat pakaian yang saat ini mas pakai." perang Hans dengan nada yang sama, sontak membuat Aletta semakin malu karena perbuatannya tadi sudah sempat dilihat oleh pramugari.
" Pakai aja sendiri!" kata Aleta yang langsung membuka pintu ruang pribadi Hans serta langsung keluar dari sana tanpa memperdulikan tertawaan dari suaminya yang kesannya mengesalkan itu. Hans masih terkekeh geli saat dirinya membetulkan kemeja yang tadi sempat dibuka oleh istri kecilnya itu. lalu dengan Langkah tegap dirinya langsung mengikuti istrinya yang bak kucing malu-malu, menuju ke kursi di mana ada papa dan mamanya yang sudah siap mengenakan seatbelt, namun melirik sinis ke arah dirinya. sedangkan sang istri hanya bisa menundukkan kepalanya saja tanpa mampu menatap pandangan dari sang mertua yang rupanya ingin menggoda menantunya itu dengan tatapan mata.
" Hans tadi kan papa sudah bilang...."
" Ya ampun pa, belum bercocok tanam ini, baru lihat gunung indah suda ada aja yang ganggu! Huh!" bantah Han dengan nada kesal karena belum saja habis rasa kesal akibat gangguan dari pramugari sialan tadi, sekarang sang papa malah menyudutkannya dengan pemikiran yang macam-macam padahal dirinya sama sekali tidak melakukan yang iya-iya bersama dengan istri kecilnya, itu kan hanya sekedar raba-raba dan belai-belai sayang saja!!
.
.
.
TBC
__ADS_1
Hai readers maaf ya kalau telat up nih, soalnya like dan supportnya dikit banget hu huh, jangan lupa untuk terus dukung ya, ditungguuu, happy reading