
10 tahun kemudian
“Arghh…” dengan suara serak khas bangun tidur, Aletta melirik ke arah sebelah kanannya di mana sang suami ternyata sudah bangun dan sedang menatap dirinya dengan tatapan seperti biasanya, memuja dan mesum!
“ Aduh Astaga pegelnya Badanku kayak habis diinjak gajah!” perkataan Aleta itu sontak membuat Hans Armando Javier tertawa terbahak-bahak.
Saat ini usia dari Hans Armando Javier sudah menginjak kepala 4 dan hampir kepala 5, namun dari segi ketampanan Dan juga wajahnya masih terlihat seperti ketika dirinya berusia 30 tahun an.
Kadang Aletta menjadi iri melihat wajah sang suami di mana sampai saat ini sang Suami masih dipuja-puja wanita-wanita cantik yang bersedia melemparkan dirinya secara gratis hanya untuk bisa menatap wajah bangun tidur Sang suami dan juga tubuh Sang suami yang masih berotot dan kencang seperti anak muda saja.
Sedangkan dirinya merasa bahwa sudah kurang cantik dibandingkan dengan wanita-wanita yang saat ini memuja sang suami.
Tanpa sadar tangannya membelai wajah sang suami yang tampan dan juga membelai dada sang suami yang sedikit berbulu sampai ke arah perut bawahnya.
Tiba-tiba tangannya ditangkap oleh tangan besar milik sang suami dengan tatapan hati-hati karena dirinya sudah melewati batas kalau tidak ingin dimakan oleh sang suami dengan segera.
“ Kamu sedang menggoda diriku untuk segera memakan dirimu?” tanya Hans dengan suara serak gara-gara libidonya udah naik Sehingga si Boy Sudah menegang keras di bawah yang juga sudah dirasakan betul oleh istrinya itu.
“ Mas, kamu kok malah semakin tua tambah ganteng dan tambah macho sih … aku kesel kalau jalan sama kamu banyak cewek ganjen yang tebar pesona sama kamu.” rengek Letta manja.
Sebenarnya Aleta hanya tidak sadar saja bahwa dirinya juga tambah cantik dan juga tambah bahenol yang seringkali membuat Hans Armando Javier harus benar-benar membuat tubuhnya sekekar mungkin sehingga Aleta tidak akan berpaling kepada pria yang lebih muda dan lebih berotot daripada dirinya.
Hans Armando Javier hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal saat sang istri mengatakan seperti itu karena baru kemarin malam dirinya cemburu ketika dirinya membawa seluruh keluarganya untuk makan malam bersama di sebuah rooftop hotel mewah gara-gara ada seorang pria muda yang tampan yang mendekati dirinya dan mengatakan tertarik kepada putrinya . . . Tolong digarisbawahi kata putrinya!! Karena ketiga anaknya semuanya berjenis kelamin laki-laki.
Hans tidak menjawab kecemburuan sang istri hanya langsung ******* bibir sang istri dengan kasar dan dengan penuh penekanan sehingga sang istri tahu bahwa saat ini suaminya sedang marah tentang sesuatu.
“ Ada apa sih? Harusnya itu aku yang marah gara-gara kamu itu tambah tampan walaupun usiamu udah tua, kok malah aku dicium sampai bibirku tebal seperti ini.” rajuk Aletta dengan nada manja seperti biasanya sehingga Hans tambah bergairah lagi.
“ Apa kamu tidak ingat peristiwa tadi malam? Ada seorang laki-laki muda yang mengatakan tertarik kepada kamu Dan menganggap kamu itu adalah putriku?”
Hans melirik istrinya dengan tatapan Jengah karena sang istri kemudian hanya tersenyum kecil menanggapi kecemburuan Hans yang saat ini diutarakan kepada sang istri.
“Itu orang aku yakin matanya pasti sudah blur karena tidak bisa melihat wajahku yang kelihatan tua seperti ini . . .” Aleta kembali tersenyum dan menatap sang suami kemudian menciumnya dengan posesif.
__ADS_1
Eh ada apa ini kok istrinya menjadi dominan seperti ini, dan Jangan dipikirkan kalau Hans malah tidak suka tentu saja Ia suka . . .
Menanggapi ciuman sang istri kemudian menyusupkan tangannya Yang Nakal Serta membelai punggung sang istri yang polos tanpa menggunakan Satu helai benang pun membuat pagi hari itu menjadi sangat hot hot hot!!
Hampir saja terjadi sesuatu yang diinginkan oleh mereka berdua karena belum ada sehelai pakaian pun yang menempel di tubuh mereka berdua setelah pergulatan sengit di subuh tadi.
Dok dok dok …
“Daddyyyyyy . . . mommy katanya kita mau pergi jalan jalan, kenapa malah masih tidur. Kamarnya dikunci lagi .. huffh!!” itu adalah teriakan anak anaknya yang sudah dijanjikan akan diajak pergi ke Singapura naik jet pribadi keluarga Javier.
Kakek nenek mereka sudah berada disana sejak 2 hari yang lalu, dan rencananya mengajak mereka liburan bersama di sana.
Albyanka, ditambah Aldionka, juga sikecil Alvinoxa, tak sabar untuk bertemu kakek dan neneknya.
Di Jakarta, Kakek Wijaya, atau buyut mereka pun masih sehat, tapi ketiganya tidak terlalu dekat dengan Kakek Wijaya, maklum karena Kakek udah terlalu tua.
" Ish, mas… jangan dimasukin!! Anak anak dah ga sabar."
" Quickie baby… bisa pusing aku, si boy tegang banget."
Sementara itu anak-anak sudah tampak anarkis di luar gara-gara 5 menit belum dibukain pintu sama kedua orang tuanya yang lagi bergulat nikmat.
Baru setelah 10 menit, Hans Armando Javier membukakan pintu untuk ketiga anak-anaknya yang langsung menyerbu masuk, Untung saja Aleta sudah masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya supaya dirinya bisa segera berbersih terlebih dahulu sebelum berangkat mengantarkan anak-anak dan pergi ke Singapura.
“ Dad, Kenapa sih Bukain pintunya lama banget?” tanya anaknya yang paling gede dengan nada kesal karena dirinya harus berolahraga terlebih dahulu mengetuk pintu selama kurang lebih 15 menit baru dibukain oleh Hans Armando Javier sebagai ayahnya yang hanya santai menanggapinya.
“ Kesiangan Boy!” Lagi lagi Hans hanya santai menghadapi anak anaknya.
“Gimana sih dad ini?” kini yang protes adalah yang paling kecil yang paling posesif dengan mommynya.
Kalau sudah ada Noxa, bakal dikuasai mommynya itu.
Usianya sudah 6,5 tahun karena tiap tahun Letta melahirkan. yang Dion usia 8 tahun, sedang Byan berusia 10th.
__ADS_1
“Tenang boy! Kita kan naik pesawat pribadi jadi kapanpun bisa segera berangkat, okey?”
***
Sesampainya mereka di Singapura langsung dijemput oleh Kakek neneknya, sehingga Hans dan Letta bak honeymoon karena anak anaknya langsung nemplok ke kakek neneknya dan diiringi baby sitter mereka langsung masuk ke dalam mobil semi bus yang memang digunakan keluarga Javier untuk menjemput tamu tamu yang jumlahnya banyak.
Sedangkan Hans dan juga sang istri naik mobil lainnya.
“Kayak kita sedang honeymoon aja ya sayang?” Hans mengutarakan apa yang ada di pikiran sang istri.
“Apa jangan jangan papa dan mama sengaja supaya kita hanya berdua dan kamu bisa menuntaskan omesmu?” tanya Letta dengan tatapan menuduh.
“ He he he sekali kali kita berduaan gak salah kali beb . . “ katanya sambil menghidu wangi tubuh sang istri.
“Emang kita mau kemana?”
“Ke pulau pribadi, dimana disana gak ada hape, dan juga sinyal, biar kita fokus bermesraan … tanpa sehelai benang.” godanya lagi.
“Mas Hanssss, aku gak mau . . .”
Tapi apa daya, mereka sudah menuju kesana. Jadi mau protes pun Letta gak bisa, akhirnya pasrah dengan suami diktatornya itu.
“Sayang … I want to say that i really love you!”
“Hmm I love you too!” menikmati kecupan mesra di keningnya Aletta mensyukuri kalau ternyata ia bisa menerima dan diterima oleh laki laki yang seharusnya menjadi calon mamanya.
Begitupula dengan Hans yang sebenernya usianya terpaut jauh dari Letta tapi Letta tak pernah mempermasalahkan sama sekali.
***
Sudah benar benar tamat ya, mudah mudahan kalian suka dan support cerita ini.
Jangan lupa untuk cek cerita aku yang lain.
__ADS_1
Happy reading!!!