
" Bagaimana menurut kamu fid?" Tanya Hans saat dirinya hanya berdua saja dengan asisten pribadi sekaligus sahabatnya itu.
“ Tidak ada yang aneh dengan pantauan CCTV di mana kakek Aleta jatuh, sih! Sementara kesimpulanku memang jatuh betulan dan bukan ada orang yang membuat kakek Aleta jatuh.” kata Sang asisten pribadi dengan kesimpulan berdasarkan pemantauan secara menyeluruh mengenai kecelakaan yang melibatkan kakek Aletta jatuh.
Saat ini Hans sedang bersama dengan asisten pribadinya, dan semenjak kakek dipindahkan di ruang VIP maka selama itulah Aletta menemani sang kakek.
Saat ini Hans Sedang membahas masalah kecelakaan yang menimpa kakek mertuanya itu, sedikit janggal Namun ternyata setelah dilakukan penyelidikan menyeluruh oleh seluruh anak buah dari Hans mengatakan bahwa ternyata kecelakaan itu memang terjadi bukan karena ada orang yang melakukan atau mendalangi, murni karena memang hal itu terjadi secara tiba-tiba.
“ Entahlah mungkin itu adalah perasaan pribadiku saja atau ya feeling sebagai seorang yang berkecimpung di dunia seperti ini. Kalau ternyata hal itu bukan hanya sekedar kecelakaan biasa mungkin bisa jadi karena kakek terlalu terkejut atau ada yang mengancam…." Kata Hans masih kekeuh dengan pendiriannya.
Cekrek…
Sebelum asisten pribadi dari haus menanggapi apa yang dikatakan oleh sang Bos besarnya itu tiba-tiba saja pintu yang menghubungkan antara selasar depan dan juga kamar VIP tempat kakek Wijaya dirawat terbuka dan ternyata Aleta lah yang keluar dari kamar tersebut.
" Eh, ada apa gerangan, Sayang ? Kok kamu keluar dari kamar? Apakah kakek membutuhkan sesuatu?" Tanya Hans dengan nada khawatir karena melihat wajah sang istri begitu pucat.
" Ah ga tau juga nih, mas! Mungkin aku hanya sedikit kelelahan saja dan karena kakek juga tidak kenapa-kenapa serta ada ajudan di sini maka kakek memintaku untuk pulang saja apalagi Besok aku juga harus kuliah karena materi besok cukup penting menyangkut bahan tesis yang akan aku lakukan." Jelas Aletta yang tidak ingin kalau suaminya akan merasa khawatir ketika dirinya sakit tidak jelas seperti ini Padahal mungkin karena dirinya itu kelelahan saja.
" Baiklah Ayo kita pulang saja dan jangan khawatir ada asisten pribadiku dan juga pengawal-pengawal yang berada di sini sehingga kakek kamu akan aman, apalagi ada arti dan dari kakek yang bisa mengabarkan kepada kita mengenai perkembangan dari operasi yang sudah dilakukan oleh kakek tadi siang itu. "Kata hans tidak ingin menambah beban dari sang istri yang terlihat sangat lelah saat ini.
Alita ingin menganggukkan kepalanya tanda dia menyetujui apa yang menjadi keinginan dari suaminya yaitu mengajaknya pulang dan beristirahat di rumah.
Hans langsung memberikan kode kepada asisten pribadinya untuk berjaga-jaga di tempat itu Sedangkan dirinya langsung menarik sang istri ke dalam pelukannya agar sang istri yang terlihat lemah itu bisa berstandar pada bahunya lalu sebelah tangannya merangkul bahu dari sang istri supaya sang istri benar-benar Bersandar kepada dirinya saja.
__ADS_1
Pada awalnya Hans ingin supaya sang istri duduk di atas kursi roda namun pasti idenya akan ditolak mentah-mentah oleh sang istri dan daripada Nanti istrinya marah maka lebih baik dirinya merangkul bahunya saja dan menumpukkan berat badan dari sang istri kepada dirinya sehingga sang istri tidak terlalu berat dan kelelahan.
“ Mas kepalaku sedikit pusing nih! " kata Aletta sambil memegangi keningnya serta lebih menumpuhkan berat badannya pada sang suami.
“ Aku gendong saja kamu karena aku tidak tega melihat kamu loyo seperti ini.” kata Hans kemudian langsung menggendong tubuh sang istri ala bridal sehingga sang istri yang kaget langsung saja menjerit kecil dan mengalungkan kedua belah lengannya untuk merangkul leher sang suami agar dirinya tidak jatuh.
“ Apa kamu mau periksa dulu aja ke dokter mumpung kita masih di rumah sakit karena Takutnya nanti kalau kamu udah pulang ke rumah ternyata kamu malah masih sakit bukannya malah tambah dua kali kerja?” tanya sama suami dengan nada cemas, dia tidak ingin terjadi apa-apa pada sang istri bukan?
“ nggak tahu nih rasanya kutu buku lemas gitu jadi mungkin kalau kelelahan tuh ya . . .” Aleta juga kebingungan Bagaimana cara dirinya bisa menghindari agar tidak usah ke dokter namun memang badannya saat ini melemah seperti tulang-tulangnya tidak ada di tempatnya.
“ kita ke dokter saja dulu!” kata Hans dengan Nada final karena dirinya sangat ketakutan melihat wajah sang istri yang benar-benar terlihat pucat pasi seperti itu, sebuah ekspresi yang tidak pernah diperlihatkan oleh Aleta kepadanya selama menikah beberapa bulan ini.
Tanpa kuasa menolak sang istri hanya bisa berserah saja ketika tubuhnya dibawa ke dokter wanita yang memang sudah sang suami ketahui. Dari sejak semula ketika sudah menikah Hans memang menyuruh asisten pribadinya untuk mencari seorang dokter wanita apabila nanti sang istri sakit jadi langsung di bawa ke dokter tersebut dan memang dokter itu praktek di rumah sakit ini juga.
“ Mau kemana sih Mas?” tanya Aletta bingung, kok kayaknya sang suami tahu betul apa yang harus ia lakukan.
Hans hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal karena dirinya harus bertemu lagi dengan laki-laki aneh ini yang mengaku-ngaku kenal dekat dengan istrinya padahal istrinya sendiri tidak kenal sama sekali.
“ Ehm saya yang sakit dok, “ jelas singkat Alita kepada dokter Ilham padahal sang suami hanya diam saja karena malas untuk menjelaskan kepada dokter tersebut.
“Oh mau ketemu dokter siap?” tanya dr Ilham ramah, padahal dirinya tahu kalau Hans tidak suka ditanya-tanya oleh dirinya.
“Dr, Bella!” dr Bella adalah dokter senior yang berada di sini dia adalah dokter paruh baya yang sudah memiliki jam terbang yang sangat tinggi bahkan titelnya bukan lagi dokter namun Profesor Doktor.
__ADS_1
“Oh prof. Bella? Oke saya antar kesana . . “ katanya dengan nada helpfull, Tapi sumpah demi Tuhan sebenarnya Hans merasa amat sangat kesal dengan perilaku dokter Ilham yang SKSD Sok Kenal Sok Dekat!
Tapi demi sang istri dirinya memang tidak mau terlibat pertengkaran dengan dokter Ilham ini dan membiarkan dokter Ilham memandu dirinya dan juga sang istri yang ada di dalam gendongannya menuju ke ruangan dokter Bella.
Sesampainya mereka di depan ruangan dokter Bella, Ilham langsung mengetuk pintu dan membukakan pintu ruangan dokter Bella supaya Aleta bisa segera diperiksa oleh dokter Bella.
“ dok tanpa mengurangi rasa hormat Bisakah dokter keluar terlebih dahulu karena kami hendak berkonsultasi dengan dokter Bella.” kata Hans dengan nada datar dan dingin kepada dokter Ilham yang masih berada di sana sekalipun dokter Bella sudah mulai memeriksa sang istri.
“ Ohh Maaf saya akan segera keluar . . “ katanya dengan nada tidak enak karena dirinya merasa diusir oleh sang suami dari Pujaan hatinya itu.
“ Hmm,” hanya deheman singkat yang diberikan Hans kepada dokter tersebut karena dirinya tidak ingin berbicara panjang dan lebar kepada dokter Ilham, dirinya tidak merasa memiliki nah kebutuhan apa-apa dengan dokter Ilham tersebut.
Lalu apakah yang menjadi penyakit dari sang istri? Mudah-mudahan bukan hal yang besar . . .
.
.
.
TBC
Hai guys welcome back maaf kalau author lagi Terlambat untuk update karena badan sakit semua dan inginnya istirahat saja mudah-mudahan ini mengobati rasa kangen kalian sama ke uwu an dari Hans dan juga Aleta.
__ADS_1
Jangan lupa untuk keep support aku ya dengan like comment yang banyak dan juga memberikan hadiah.
Ditunggu!! Happy reading!