
Sesampainya Aletta di ruangan dekan 1, dia langsung disambut oleh Bu Sri, yang menjadi dosen pembimbingnya.
Karena judul Aletta untuk skripsi yang dibuatnya sudah di-acc oleh Bu Sri maka hari ini mereka akan membahas masalah yang harus dituliskan di dalam sebuah skripsi.
Letta sudah mempersiapkan beberapa bahan dan juga pendukung untuk membuat isi skripsinya di acc kembali oleh bu Sri.
Prasyarat pendukung itu adalah pembuatan daftar isi serta pendahuluan untuk bab 1.
“Letta, kamu sudah membuat untuk masih ada bab 1 yaitu pendahuluan berdasarkan judul yang kamu sampaikan kemarin?”
Bu Sri memberikan pertanyaan kepada Aletta dengan nada santun dan ramah, bahkan tidak seperti dosen kepada siswinya namun seperti sahabat dengan sahabatnya yang lain.
“Sudah, bu! Ini saya lampirkan kenapa saya memilih judul ini ada dan juga bukti bukti pendukungnya. Nanti ini akan saya buat sampling untuk bab 2 dan 3 . . “ kata Aletta dengan percaya diri.
“ Bagus berarti kamu sudah mempersiapkan segalanya dengan sempurna Saya yakin kamu bisa menyelesaikan ini dengan waktu yang sangat singkat. Jelaskan yang akan kamu angkat serta judul yang kamu buat ini memang spesial dan tidak ada orang yang berani memakai judul seperti ini karena memang rentan untuk dibantai habis-habisan. Mencari bahan pendukung dan juga bukti-bukti yang konkret supaya kamu bisa menyelesaikan segalanya dengan sempurna. Untuk pembuatan daftar isi serta bab 1 pendahuluannya . .” katanya sambil menutup sesi pertemuannya dengan Aletta sebagai mahasiswi bimbingannya itu.
“ Jadi saya lolos bu?” tanya Aletta.
“ Untuk judul dan pemahamannya, iya… kamu lulus!” katanya dengan ramah.
“Ah makasih bu, jadi untuk pertemuan selanjutnya bagaimana?”
“Seperti biasa kamu kirim via email, bab1 dan referensi pendukungnya, nanti saya akan teliti dulu, baru akan kita tentukan kapan kita bisa bimbingan lagi.” bu Sri menjawab dengan enteng banget,. Aletta jadi bahagia.
“Makasih bu, jadi sekarang saya boleh pulang?”
“Persiapkan dengan matang pembahasan bab 1 nya jadi pertemuan kita bisa efisien.”saran bu Sri membuta Aletta mengangguk dengan semangat.
“ Siap bu! Makasih sudah mempermudah saya.”
“Ah gak juga, kamu ternyata mempersiapkan judul aja dengan maksimal sehingga tak ada celah saya membantah, good job!!”
“Terimakasih, bu! Selamat siang!” kata Aletta berpamitan. Kalau ia gak ingat sedang hamil maka ia akan jejingkrakan di koridor yang menghubungkan gedung rektorat dengan gedung mahasiswa yang pada umumnya.
Dia juga merasa bahagia karena kalau orang lain harus bersusah-susah menyelesaikan skripsinya maka dalam satu kali bimbingan saja dirinya sudah menyelesaikan satu babak baru di dalam skripsinya.
Bukan hanya karena diberi kemudahan oleh suaminya tapi karena bahan-bahan yang dipersiapkan oleh sang suami untuk dirinya mengupas sebuah skripsi yang berbeda dengan yang lainnya membuat Bu Sri yakin kalau Aletta pasti bisa menyelesaikannya dengan lebih baik daripada teman-temannya yang lain, terbukti dengan pembahasan-pembahasan yang dalam serta tak terbantahkan, membuat skripsi yang dibuat oleh Aletta itu sangat kuat.
Aletta Melangkah dengan girang kembali ke Parkiran di mana sang suami sudah menunggunya di sana.
Pada awalnya Si Sang suami ingin menunggu di cafe yang terdekat, namun tentu saja Aletta tidak mengizinkan karena takut sang suami digenitin oleh cewek-cewek yang bagaikan singa mengaung, hendak menerkam suaminya yang tampan itu.
Hormon kehamilannya kali ini memang membuat dirinya sangat over posesif dengan sang suami.
Benar saja sesampainya dia di parkiran mobil sang suami itu sudah dikelilingi oleh wanita-wanita cantik yang hendak berkenalan dengan sang suami, yang saat itu berada di dalam mobil dan tidak membuka jendela sama sekali.
Aletta dengan geram mendekati wanita-wanita tersebut karena merasa bahwa wanita-wanita itu hendak mengganggu sang suami.
“ eh ngapain ya kalian kemari?” tanya Aletta dengan judes.
“ suka-suka kami dong ya, Mumpung ada orang tampan dengan mobil yang keren, kita dekatin aja siapa tahu dia mau jadiin kita sebagai kekasihnya?” kata salah seorang wanita cantik yang berada di sana sambil menyibakkan rambutnya yang panjang dan Ikal dengan Gayanya yang manja-manja merayu berharap supaya laki-laki tampan yang ada di dalam mobil Bentley itu melirik kepadanya.
Rupanya sang suami sedang bertelepon dengan orang lain sehingga tidak memperhatikan perdebatan itu.
“ Dengar ya, laki-laki yang ada di dalam itu sudah memiliki istri dan juga anak, ngapain kalian itu dengan murahnya menjual diri dan harga diri kalian kepada orang yang sudah beristri seperti itu?” Aletta menatap orang itu dengan jijik karena bibit-bibit pelakor ada di dalam wanita tersebut.
Cantik sih! Tapi sayangnya murahan kayak pelakor aja…
“ terserah kita dong mau jadi pelakor kek mau merebut suami orang kek kan Itu kan hak asasi kita? Lagian Apa urusannya kamu turut campur dalam urusan kami?” komentar wanita lain yang ada di sana juga membela temannya yang memiliki bibit pelakor tadi.
“ Memang terserah saja kalau kamu ingin mengganggu suami orang, atau mau menjadi pelakor murahan tapi tidak untuk suamiku, karena orang yang ada di dalam sana itu suamiku!” kata Aletta dengan nada tenang, tegas, dan sedikit Ketus… karena ngomong sama orang yang menjijikkan itu memang harus seperti itu.
“ Hah?”
Mereka yang ada di sana sontak merasa kaget ketika Aletta mengaku-ngaku menjadi istri dari lelaki tampan yang ada di dalam mobil Bentley itu.
Mereka juga berbisik-bisik yang sempat didengar oleh Aleta bahwa mereka menganggap bahwa Aletta itu halu.
__ADS_1
Kayak penggemar k-pop yang mengatakan bahwa dirinya adalah istri atau kekasih dari idolanya yang mungkin sama sekali tidak mengetahui bahwa dirinya sudah dianggap suami nasional bagi penggemar k-pop yang lainnya.
“ Ish ngaku ngaku … palingan dia juga pingin sama laki laki itu tuh …”
Aletta cuek saja dikatain seperti itu sama wanita wanita genit yang ada di sana, ia langsung mengetuk pintu mobil yang ternyata sengaja di kunci sama Hans, supaya wanita wanita yang ada di sana tak bisa menganggu dirinya, ia takut Aletta bakalan marah.
Tuk tuk tuk …
Hans menoleh dan segera menutup panggilan teleponnya dan membukakan pintu mobil.
“Sudah selesai sayang? Gimana hasilnya?” tanya Hans setelah Aletta masuk.
Namun yang tak disangka oleh Hans sama sekali adalah, Aleta nyosor duluan, ia mencium bibir sang suami serta menghisapanya dengan salam, membuat ciuam itu terasa panas di dalam mobil yang sempit itu.
Padahal Aletta saja belum sempat memakai seat beltnya.
Hans kaget, tapi suka dengan keagresifan istrinya itu.
Wajah Aletta memerah ketika ia melepaskan ciumannya yang panas dan penuh hasrat itu.
“Ayo jalan!” katanya dengan nada santai tapi dengan dada yang berdebar kencang seperti genderang mau perang.
Jangan tanyakan reaksi Hans …. Ia SENANG bangettttt!! Bahkan si boy juga senang … hmmm enaknya di eksekusi dimana ya?
.
.
.
TBC
Hai readerss… jangan lupa like komen dan juga dikasih hadiahnya yaaaa…
Jangan lupa baca cerita eike yaitu KUPASTIKAN KEHANCURAN KELUARGAMU, udah eps 5 ini, tapi kukasih yang bab 2 dulu ya ini… selebihnya bisa langsung baca disana …
POV. Elea
Namaku Milan Elea Putri, anak tunggal dari pasangan Ali dan Nesia Hakim.
Aku yang selama ini tinggal di Singapura bersama dengan asisten yaitu Aira Sanjaya, sahabat sekaligus orang yang mengurus pekerjaanku yang bejibun, sebagai model dan juga pemilik dari Cafe GROWTH, dan juga MILAN Boutique.
Terpaksa harus pulang ke Indonesia karena kabar tak menyenangkan sekaligus menyedihkan, yaitu kematian kedua orang tuaku karena kecelakaan.
Milan sadar bahwa Tidak mungkin kalau kecelakaan itu tidak disengaja apalagi setelahnya usaha yang dirintis oleh orang tuanya bersama dengan rekan bisnisnya yang bernama Dilan Ardiansyah saat ini dikuasai penuh oleh Dilan.
Dan sekarang, ia sedang mempersiapkan berbagai macam kemungkinan. Ia sengaja ingin sedikit demi sedikit mengambil kekayaan Dilan dan juga mengumpulkan bukti untuk menghancurkan rumah tangga Dilan - Safea.
Anggap saja ia mempersiapkan diri masuk ke dalam peperangan yang hakiki, ia bisa memukul wanita tua peot itu demi membalaskan dendamnya dan juga membuat rumah tangganya dengan Dilan hancur berantakan.
Bukankan itu jadi sangat menarik?
Ia memang merancangkan saat saat yang epik ini, dimana seorang pelakor yang bermain sebagai yang menjadi korban, pasti akan menarik.
end ~
Di luar kamar mandi, ia sudah mendengar kalau Safea sudah datang …
“Mama, kenapa ke kantor?” tanya Dilan yang berkeringat dingin, bagaimana tidak? Ia sedang menyiapkan pertandingan panas yang menarik bersama dengan simpanannya, tapi tiba-tiba istrinya datang mengganggu kebersamaannya bersama dengan Lea.
“Kenapa? Supaya kamu bisa berselingkuh di belakangku?” tanya nya dengan nada dingin dan amarah yang sudah di puncak.
“Apaan sih mama itu? Papa itu lagi kerja dan urusannnya disini itu adalah bisnis, bukan seperti pemikiran mama yang dangkal itu.” katanya dengan nada kesal.
Ia berharap kalau istrinya akan segera pergi dan dia bisa melakukan apa yang diinginkannya bersama dengan Lea, simpanannya itu.
Membayangkan bersama dengan Lea sudah membangkitkan sesuatu yang ada di bawah tubuhnya itu, makanya dia ingin cepat-cepat mengusir sang istri agar tidak melihat keberadaan Lea yang saat ini ada di ruangan yang sama dengan dirinya hanya Lea sedang mempersiapkan diri menjadi sekretaris seksi yang diinginkannya.
__ADS_1
Dia hanya bisa berpikir bahwa bagaimana caranya mengusir sang istri?
“Jadi begini ini caranya berbisnis?” tanya Safea sambil melemparkan ponselnya ke tangan suaminya yang langsung berkeringat dingin saat melihat video panas yang melibatkan dirinya dan juga Lea …
Ya Lea, simpanannya yang saat ini berada di dalam kamar mandi karena sedang mengganti bajunya sesuai dengan peranan yang diinginkan oleh Dilan.
“Apa … apa ini? Ini fitnah ma! Ini paati settingan rekan bisnis papa yang tak suka sama papa dan hendak menghancurkan hubungan kita.” kata Dilan membela diri dan berharap agar Lea tidak keluar terlebih dahulu sampai sang istri keluar dari kantornya.
Namun karena tingkah lakunya yang mencurigakan membuat Safea curiga sehingga kemudian melirik ke arah di mana sang suami terus menerus menatap sebuah tempat yaitu kamar mandi.
Safea curiga bahwa ada yang disembunyikan sang suami di dalam kamar mandinya itu, lalu segera mendatangi pintu kamar mandi dan membukanya.
Sebenarnya ini memang hal yang diinginkan oleh Lea, dia ingin Safea itu memergoki dirinya dan juga membuat Dilan hancur bersama dengan Safea.
Brakk!
“Siapa kamu?” tanya Safea dengan mata menyelidik karena saat ini Lea sudah berpakaian selayaknya seorang sekretaris dengan blazer dan juga rok spannya yang sangat pendek.
Sebenarnya ini adalah keinginan dari Dilan yang ingin sekali melihat Lea dalam balutan seragam seorang sekretaris namun tentu saja bukan sekretaris biasa tapi ini seorang sekretaris nakal yang sukanya menggoda pimpinannya.
“ Saya Lea bu!” katanya dengan nada takut-takut sesuai dengan plot yang dia inginkan agar dirinya ini sebagai korban dari hubungannya bersama dengan Dilan.
“ Maaa… apa yang mama lakukan? Ini adalah sekretaris baru papa, dia yang akan menghandle beberapa rapat bersama dengan klien dan juga investor. Jadi Mama jangan kekanak-kanakan lah! Jangan mencampuradukkan permasalahan rumah tangga kita dengan orang lain.” sergah Dilan kepada istrinya yang dianggapnya terlalu memojokkan dirinya dan dia malu karena harga dirinya seperti tercabik-cabik karena kelakuan Safea itu.
“ Siapa yang mencampuradukkan permasalahan rumah tangga? Mama kan hanya tanya! Kenapa wanita ini berada di sini dengan pakaian seperti seorang ****** dan juga wanita penggoda seperti itu. Apalagi mama tidak kenal dengan orang ini!” kata Safea membela diri dan juga karena posisi Lea saat ini sedang menundukkan kepala sehingga Safea tidak bisa dengan jelas melihat wajahnya apalagi video asusila itu memang sengaja di blur bagian wajah wanitanya hanya wajah prianya saja yang terlihat jelas.
“Astaga, jaga omongan kamu ma! Kayak gak pernah wanita yang tidak dididik saja! Sudahlah! Mama pulang saja, biar papa akan menyelesaikan pekerjaan papa. Kita akan selesaikan masalah kita dirumah saja!” kata Dilan dengan nada kesal karena rencananya terancam gagal.
Lagian melihat wajah simpanannya, ia Tak Tega apalagi Lea sudah sengaja berdandan dengan begitu cantik serta seksi sehingga mengunggah rasa kelaki-lakiannya, dan membuat dirinya menginginkan Lea saat ini juga.
Safea kesal dengan tampang mesum sang suami yang menatap Lea dengan wajah sangat menginginkan.
Tanpa banyak kata Safea langsung menampar Lea dengan begitu keras, membuat Lea tidak terima dan saat itu juga Safea ikut ditampar oleh Lea karena Lea juga sudah tidak tahan lagi.
Dia akan memastikan semua orang yang telah menjadi dalang dibalik kematian kedua orang tuanya akan merasakan pembalasan dari tangannya sendiri.
Akhir dari pertempuran antara Safeea dan Lea tentu saja dapat dipastikan Lea lah yang menjadi pemenangnya, secara Lea adalah pemegang sabuk hitam taekwondo sehingga dirinya memiliki kekuatan pertahanan yang cukup mumpuni apalagi kalau hanya untuk memukul seorang wanita paruh baya yang tidak pernah memiliki background bela diri sama sekali.
Dilan tidak membela istrinya Bahkan dia memeluk tubuh Lea agar tidak memukul lagi dengan sedikit modus bisa *****-***** simpanannya itu.
Tentunya itu membuat Safea bertambah geram karena melihat bahwa bibir sang suami bahkan dengan santainya berada di ceruk leher wanita tersebut sambil berpura-pura melerai pertengkaran keduanya.
“Mas ada hubungan apa sih sebetulnya kamu dengan wanita ini? Jangan-jangan video asusila itu kamu buat bersama dengan wanita ini lagi!” sembur Safia dengan nada kesal dan juga amarah yang meluap-luap ingin rasanya melempar sepatu berhak tingginya ini kemuka sang suami agar sang suami itu menyadari dirinya yang sudah tua bukannya malah bermain gila bersama dengan wanita yang jauh lebih muda bahkan usianya mungkin setara dengan anak laki-lakinya itu.
“Ya ampun mah! Lea itu adalah sekretaris papa, walaupun begitu Papa tidak membenarkan dia memukuli mama! Jadi Papa sengaja memegangi dirinya agar tidak menyakiti Mama lagi! Bukannya malah berterima kasih, eh malah kok menuduh Papa dengan Seenaknya saja!”
Sambil menunduk sebetulnya Lea itu memutar bola matanya dengan kesal mendengar laki-laki itu pandai sekali untuk mengelak.
Sedangkan Safea itu juga bodoh, menurut Lea. Kalau kali ini Safia melepaskan Dilan berarti Safea ini memang bodoh dan bisa dibodohi dengan mudah.
Lea semakin ingin membuat kedua orang ini hancur! Hmmm, Lea akan membuat drama yang lebih dramatis supaya kehancurannya lebih savage.
Dalang pembunuhan kedua orang tuanya ga akan ia lepaskan.
“Hiks hiks … “
“Eh kenapa kamu nangis, sa… eh Lea?” tanya Dilan dengan cemas, padahal sang istri masih ada di sana menatap drama ini dengan kekesalan serta amarah yang belum turun Safea ingin mencabik cabik sekretaris baru sang suami ini yang malah akting sebagai pihak yang teraniaya. Huhh!!
.
.
Jangan lupa buat keep fav dan juga like cerita ini ya guys.
Dukung Lea balas dendam sama pembunuh kedua orang tuanya.
Happy reading!!
__ADS_1