Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
68. Gangguan lagi


__ADS_3

Untuk mengembalikan mood dari Hans akhirnya mereka melipir ke sebuah restoran Eropa yang terkenal sangat mahal.


Sebenarnya Aleta sangat enggan untuk masuk ke restoran yang model seperti ini karena Entah kenapa, saat kehamilannya seperti ini, ia justru tidak menyukai menu-menu yang merupakan menu dari luar negeri namun justru suka makanan-makanan yang khas Indonesia.


Tapi karena wajah dari sang suami tanpa kesal dan mungkin ini adalah salah satu cara Hans untuk melepaskan kepenatannya maka Aletta menuruti saja apa yang menjadi keinginan sang suami.


Mungkin dengan begini mood sang suami akan menjadi kembali seperti semula, sejujurnya Aletta lebih menyukai Ketika sang suami dalam mode menggoda dan juga mode Omes daripada ketika marah-marah seperti ini.


Wajah hans itu tampak datar dan ditekuk gara-gara mungkin dirinya juga tidak ingin memperlihatkan emosi yang berlebihan kepada sang istri dan juga anak yang ada di dalam kandungan sang istri.


Ketika Hans dan juga Aleta memasuki Resto tersebut, Hans langsung memilih private room agar dia dan istrinya bisa menempati tempat yang lebih private dan tidak terganggu oleh orang-orang lain.


Mungkin juga karena restoran itu merupakan langganan dari Hans Jadi mereka sudah tahu apa yang diinginkan Hans, maka mereka Langsung mengarahkan ke tempat VIP yang biasa ditempati olehnya.


Pelayan yang ditugaskan untuk melayani di tempat VIP pun berbeda, mereka memakai pakaian yang lebih formal seperti memakai dasi dan kemeja warna putih.


Ya standard dari  restoran-restoran mahallah.


Kemudian mereka dihampiri oleh kedua pelayan yang berbaju formal tersebut untuk memberikan daftar menu dan juga mencatat pesanan-pesanan mereka.


“ Saya memesan menu seperti biasa, make it two! Dan untuk minuman pembukanya saya memilih cocktail dan untuk istri saya bikinkan saja mocktail!” katanya sambil mengusir kedua pelayan itu karena mungkin saat ini Hans membutuhkan ketenangan untuk lebih menenangkan dirinya sendiri.


Aleta tidak banyak berkomentar masalah itu padahal dirinya tahu bahwa saat ini dirinya sedang hamil Jadi tidak boleh meminum minuman yang beralkohol sama sekali, namun dirinya juga tidak protes sama sekali dengan pesanan yang dibuat oleh sang suami.


“ Tambahkan 1 mineral water, buat saya.” kata Letta sedikit menyelahan untuk mengorder minuman yang sekiranya aman untuk janin di dalam kandungannya.


“ Sayang, mocktail itu tanpa alkohol kok jadi aman buat kehamilan kamu.” kata Hans dengan nada lembut karena dia tidak ingin kalau emosinya itu mengganggu mood sang istri juga.


Aletta mengangguk namun tetap menginginkan mineral botol itu sebagai minuman tambahannya.

__ADS_1


Hal tidak banyak bicara lagi dan membiarkan pelayan itu untuk keluar dari ruangan private itu Sedangkan suasana di dalam ruangan private itu bunyi karena memang ruangan private itu di desain benar-benar kedap suara.


“Mau diam terus nih?”  tanya Aleta dengan nada kesal karena dari tadi Hans sama sekali tidak berbicara apa-apa. Terus terang saja apa yang dilakukan oleh Hans itu membuat dirinya kesal karena ikut tersangkut paut gara-gara Raline dan Margaret datang tadi.


“ Maafkan aku sayang kalau ini membuat kamu menjadi kesal, tapi terus terang aja aku ini kehilangan mood saat bertemu dengan wanita-wanita seperti itu.” katanya dengan suara lemah dan terus terang saja seperti orang kehilangan semangat.


“ kenapa? Apa ada trauma tertentu yang Mas pernah alami?” pertanyaan Aleta itu sontak membuat Hans memikirkan Kejadian beberapa waktu yang lalu ketika Nilam bertemu dengan Deera.


Tidak mungkin kan dia menceritakan hal itu kepada sang istri karena bisa saja sang istri merasa cemburu dengan mamanya.


Hans sangat ingat bahwa Aletta sering dihinggapi perasaan cemburu ketika dia Berbicara masalah nilam, maka rasanya tidak tepat kalau dia membicarakan masalah deera dan Nilam di saat kasus seperti ini.


Bisa-bisa Aletta akan lebih besar lagi dan juga membuat mood Aleta akan jatuh.


“ Ya memang aku memiliki sebuah trauma yang berkaitan dengan ini Namun aku tidak ingin membicarakan itu sekarang! Kalau aku bicara nanati mood kamu ikutan turun nanti! Makanya ku harus tegas dengan mereka mereka itu.” kata Hans dengan tenang sekarang, mungkin dengan berbicara sama sang istri membuatnya lebih tenang sekarang.


Tapi kayaknya Aleta bisa menebak arah pembicaraan dari sang suami sehingga dia hanya mencebikkan bibirnya karena tahu pasti ini ada kaitannya dengan sang mama.


“Tidak! Habisnya mas ngomong kayak kamu itu laki-laki yang paling dicari oleh seluruh wanita di seluruh Indonesia. Alay bin lebay!”


“ ya kadang memang Mas mau ndak mau harus berbuat tegas karena banyak yang menyukai Mas . . “ katanya dengan wajah tengil ngeselin.


“ Tuh kan bener ngeselin!” kata Aletta … dan khas terbahak-bahak hanya karena melihat ekspresi wajah sang istri yang kesal ketika digoda oleh dirinya dan jujur saja itu membuat mood-nya menjadi lebih baik daripada ketika dia datang tadi.


Tok to tok


Tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu dan harus yakin Bukan Pelayan tadi yang datang karena ini ketukannya sedikit berbeda dengan ketukan seorang pelayan.


Hans mengacuhkan orang yang mengetuk pintu, namun rupanya sang pengetuk pintu sudah mengenal Hans sehingga mereka dengan cueknya masuk ke dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


Sebenarnya ketukan pertama itu sudah membuat Hans menjadi tidak enak feelingnya, ternyata benar saja yang masuk adalah Arya dan juga Elish, sepupunya itu.


Ya ampun dirinya merasa kesal karena baru saja lepas dari gangguan Raline dan juga Margaret kini datang lagi gangguan dari area dan juga sepupunya.


“Hai Hans… hai Lettaaa…” sapa Elish dengan nada manja, sedang Arya hanya tersenyum tak enak saja.


Arya mungkin merasa kalau perubahan ekspresi dari Hans itu sudah signifikan berarti saat ini sahabatnya itu dalam kondisi marah karena terganggu.


Sebenarnya dia sudah mengingatkan sang istri untuk tidak mengganggu pada saat ini Namun seperti biasa sang istri itu memang suka menjahili sepupunya itu.


“ Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada di sini? Kalian pasti membuntuti aku ya?” Sindir Hans dengan nada kesal, sehingga sang istri yang tidak enak kemudian mencubit perut sang suami agar tidak terlalu sarkas seperti itu.


“ Ehm Kasih tahu nggak ya? Enggak sih Sebetulnya aku tadi tidak membuntuti kamu tapi Kebetulan aku memang mau ke restoran ini dan mendapati mobil kamu ada di luar so aku dan suamiku ini menebak pasti kamu ada di ruang VIP seperti biasanya, jadi aku langsung aja nanya sama pelayan dan benar saja kalau ruang VIP diisi oleh Tuan Hans Armando Javier, sepupu aku tersayang itu. Jadi rasanya juga tidak enak kalau tidak menyapa sepupu aku itu maka akhirnya aku memutuskan untuk mengetuk pintu dan menyapa kalian.” kata Elish dengan riang dan cerah ceria.


 Percaya atau tidak saat ini hans sudah dalam posisi kesal luar biasa sehingga dia hanya bisa memegang keningnya yang mendadak pusing.


“Oh kalau gitu kalian gabung aja …” ajak Aletta dengan ramah.


“Letta sayang …”


“Sudah kamu diam dan tenang saja, nanti kalau kamu berkelakuan baik di sini, nah di rumah akan aku kasih hadiah.” bisik Letta dengan nada sangatt lirih sambil tersenyum penuh arti, berharap tak ada yang dengar karena kebetulan mereka sibuk memesan karena menerima ajakan Letta untuk bergabung apalagi pelayan juga masuk untuk menyediakan makanan yang sudah dipesan oleh Hans.


Netra Hans membulat karena perkataan sang istri dan tak bisa menahan perasaannya yang tiba tiba bahagia seperti orang yang kepanasan trus langsung disiram air dingin, rasanya nyessss . . dan senyumnya mengembang kayak dikasih baking soda.


***


Readers, jangan lupa dukung karya ini ya dengan like dan juga komen, kemudian vote dan juga hadiah… happy reading


Mampir juga di karya baru thor. Kupastikan kehancuran keluarga kamu!!

__ADS_1


udah 7 episode tuhhhh


__ADS_2