
" Sayang . . " panggil Hans dengan nada lembut, sekali lagi.
Percobaan panggilan pertama tak dihiraukan sama Aletta karena ia snagat marah.
Sangat marah itu berarti marah banget.
Kalau bisa dianalogikan, ketika kita mau goreng telur di atas kepala Aletta pun bisa saking benar benar sudah panasnya.
wk wk wk . .
"Sayang . ." panggilnya sekali lagi dengan nada satu tone lebih tinggi dari yang tadi.
Dan ternyata kali ini panggilan Hans direspon oleh Aleta sehingga Aleta melirik ke arah Hans dengan tatapan mata yang tidak terbaca namun masih dingin wajahnya flat serta bibir yang manyun.
"Sayang, she means nothing to me. Mas, gak pernah ada hubungan apa apa dengan Raline. Karena Raline itu hanyalah calon mantan tunangan saja kok, lagian itu juga sudah lama." kata Hans sambil berusaha mengkoreksi apa yang dikatakannya ketika ia melihat sang istri meliriknya dengan sangat tajam, setajam silet. Seandainya tatapannya itu nyata maka bisa membunuhnya seketika, namun yah ini kan cuman analogi.
Wanita itu kalau dah marah bahaya gaes, sangat berbahaya!
Wajahnya yang cantik dan imut imut itu berubah dingin namun entah kenapa ia kok malah terlihat seksi menggoda ya? Aduh! Si boy ini emnag kalau pingin gak pada tempatnya padahal kan ia semenjak pecah telur udah menikmati tubuh seksinya sang istri itu berkali kali.
Tapi damn!! Itu seperti candu saja, karena ketika ia melihat bibirnya yang manyun itu malah ia melupakan laparnya dan ingin segera membawa sang istri untuk menikmati penyatuannya lagi, Gilak!! Ia bahkan seperti maniak di hadapan wanita ini.
Aletta hanya menatap sang suami yang menatapnya dengan tatapan yang mesum dan penuh gairah, jangan salahkan kalau Aletta malah berhasrat untuk menaklukan sang suami. Ih keselnya ia dengan Raline itu yang sok cantik padahal sudah tua, eh maksudnya ya lebih tua dari dirinya kan?
"Jadi maksudnya? Mas pingin balikan sama MANTAN CALON TUNANGAN MAS ITU?" tanya Aletta dengan menekankan kata kata yang di capslock itu.
Lhah salah lagi kan?
"Kan mas gak cinta sama Raline, sayang!" kata Hans dengan nada lembut, ia tahu kalau sang istri cemburu dan ia suka kok si istri cemburu, karena itu berarti ia sudah cinta sama Hans kan? Bukankah cemburu tanda cinta?
Dan Hans sendiri? It is so easy for Hans to fall in love with Aletta, si imut, seksi dan menggemaskan itu.
Masih muda, cantik, seksi, hotttt, pinter, penurut, ah seabreg kepandaian si Aletta yang baru ia ketahui saat ia nikahi, membuatnya tidak ingin melepaskan sang istrinya yang masih sangat muda itu.
"Emang kita nikah karena mas cinta sama Letta, lupa kalau dulu udah punya pacar, dan kita kan dipaksa nikah saja." eh masih manyun saja bibir si Aletta membuat Hans tak fokus dengan apa yang dikatakan oleh Aletta malah sibuk mentapai bubibir merah cherry yang menggoda dirinya untuk mencium dan menikmati bibir itu dengan segera.
__ADS_1
"Hmm, tau gak kalau aku akan mulai mencintai orang yang aku nikahi bukan orang yang baru menjadi calon tunangan, atau tunangan atau yang statusnya masih kekasih saja, jadi i start to fall in love with you . . ." kata Hans sambil menarik sang istri yang masih manyun dan mendekapnya serta menyematkan kecupan di pelipis sang istri dengan penuh sayang, bak ayah ke anak, wk wkw k wk soalnya wajahnya Aletta memang masih tampak semuda itu.
"Ih, sana sana . . . ga usah cium cium . . " kata Aletta dengan nada kesal padahal ia senang dan rasanya melambung tinggi di udara saat mendengar ungkapan cinta dari sang casanova yang membuatnya meleleh seketika.
Namun ya jelas ia akan menjada imagenya dan tak akan kelihatan kalau dirinya akan luluh seketika dong.
"Mas itu sangat mudah untuk bisa jatuh cinta sama kamu loh sayang, soalnya kamu itu gemesin, apalagi kalau lagi di ranjang."
Et dah! Aletta pingin rasanya ngumpet karena pas Hans ngomong kayak gitu, pas pula pesanan makanannya datang. Rasa malunya itu bikin wajahnya merona merah dan membuat dirinya semakin cantik dan membuat Hans sejujurnya sudah tidak minat untuk makan pagi menjelang siang itu, karena di pikirannya hanya satu, bagaimana membuat gadis eh wanita cantik nan menggemaskan di hadapannya itu mengerang nikmat sehingga menampilkan wajah puas.
By the way, Hans sangat suka kebinalan sang istri mudanya ini di atas ranjang, so hottt!
Dengan memikirkan begini saja, si boy sudah menegak dan tampak ingin menaklukan sarang sang wanita cantik di hadapannya itu.
"Mas, kamu ga mau makan?" tanya sang istri yang kebingungan melihat sang suami yang tak lepas menatap dirinya dengan tatapan sayu dan kayak pas di atas ranjang semalam.
Eh . . . berarti ...
"Ini mas mau makan, tapi gimana kalau kita menggantinya dengan saling memakan saja?" bisiknya dengan penuh tendensi.
Hans tertawa renyah mendengar apa yang dikatakan oleh sang istri, dan itu ditatap oleh pelayan tadi dengan tatapan memuja.
Emang sih kalau Hans itu dilihat dari manapun tetap tampan dan walau usianya udah hampir 2 kali lipat dari sang istri, namun pesonanya itu jelas tak lekang oleh waktu.
Tatapan sang pelayan bisa dilihat jelas oleh Aletta yang membuatnya tambah kesal dan marah, ihh ini suami tuanya ini kok banyak banget yang suka sih.
Secara tak langsung memang Aletta mulai membuka hati dengan sang suami, karena ia juga tak pernah berdekatan dengan laki laki karena pada dasarnya ia tak menyadari kalau kecantikannya itu selalu membuat kaum adam terpana, dan ia selalu menjauh dari kumpulan kumpulan bersama dengan teman teman sebayanya.
Sehingga tentu saja, kaum adam yang akan mendekati Aletta pun selalu terhalang dengan sikapnya yang tertutup.
"Mbak kalau sudah nganterin pesanan bisa langsung balik ke sana gak?"
"I iya?Maksudnya?"
"Pesanannya sudah keluar semua kan? Kenapa masih disini?" Aletta wajahnya flatt banget, dan Hans menatap Aletta dengan tatapan memuja.
__ADS_1
Pelayan itu cengo sesaat, seakan ia sedang mencerna informasi yang barusan ia dengar dari Aletta. Namun kemudian ia sadar dan sambil bergunam meminta maaf, ia langsung pergi dari tempat itu.
Hans menggunakan satu tangannya yang bebas untuk mendekap dan mengecup kening sang istri yang tampak kaku dan menepis keintiman yang ditunjukkan oleh Hans sang suami.
Istri yang marah ini harus diapakan ya?
Hans dengar katanya kalau wanita lagi cemburu itu malah akan semakin hott di atas ranjang.
Hmmmm, coba ah !!!
.
.
.
TBC
hai readers agak telat ya upnya soalnya kemarin ada insiden di real life sampai gak bisa upload semua ongoingku.
jangan lupa langsung like dan komen yaaaa
happy reading!!
Eh ada rekomen cerita dari temenku
Pandangan pertama membuatnya jatuh cinta,sang gadis rela melakukan apapun demi bisa bersama dengan sang pujaan hati.
Zia Rose Amanda memperjuangkan cintanya kepada Dave Danuarta meskipun sering diacuhkan dan diberi harapan palsu.
Gabriel Gandratama sekertaris se-kaku kanebo diam-diam jatuh hati dengan Zia Rose Amanda.
Bagaimana kisah cinta mereka bertiga? Ikuti terus setiap babnya.
__ADS_1