
Tau ga kalau kedatangan Elish dan Arya sebetulnya untuk membantu Afid agar mengatasi masalah Deera, Raline dan Arjuna?
Elish memang disuruh untuk mengatur menghilangnya Deera dan mengambil anaknya, karena prinsip dari Hans adalah dirinya akan menghukum yang bersalah kepadanya dan karena anak kecil yang ada di dalam kandungan deera itu tidak bermasalah dengan dirinya maka dia akan tetap mempertahankan kehidupan anak kecil itu.
Sekejam itulah Hans kepada orang yang sudah menghilangkan nyawa Nilam yang sekarang sttusnya adalah almahumah mertuanya,
“Kamu mengerti kan, Lish?”
“Bagaimana dengan anaknya?”
“Atur saja anak itu menjadi anak angkatku, semua keuangan anak itu akan menjadi tanggung jawab aku!” kata Hans dengan nada dingin.
Ia mengatur meeting ketika Letta dengan Angga menemui dsennya itu.
hans yang masih dalam kondisi sakit hanya memerintahkan kepada Elish untuk mengatur segalanya.
“Hans, saranku kamu cerita sama Letta tentang siapa sebenernya dirimu . . “
“Bukan sekarang, aku akan menceritakan secara jujur nanti . . “
“Nanti kapan?” tanya Elish melalui sambungan telepon bersama dengan Hans, sang suami dan juga Afid.
“Di waktunya yang tepat! Dimana dirinya tak bisa lari dari aku lagi.” sahut Hans dengan nada cemas, ya ia sudah terjatuh begitu dalam sama istri kecilnya itu, ia bisa gila kalau sampai Letta meninggalkan dirinya.
Anak itu bener bener menjadi racun yang sudah meracuni seluruh kehidupannya dengan cinta dan kepolosannya. Seluruh apa yang dimiliki oleh Aletta telah menjadi candu buat Hans.
“Hans, penyelidikan aku dan juga Afid membuktikan bahwa ternyata yang telah melakukan semuanya itu dan menjadi dalang dari seluruh perbuatan Deera adalah Arjuna.” jelas Arya dengan nada sendu karena dia tahu setiap membicarakan masalah Arjuna membuat mood dari seorang Hans Armando Javier memburuk seketika.
“ Kenapa? Apakah kamu sudah mengetahui alasan di balik penghianatan seorang Arjuna kepadaku? Come on apa kan kamu tahu sendiri apa yang telah kita lalui bersama-sama? Mengapa Arjuna melakukan hal sepicik itu?” tanya Hans yang mulai terlihat Sedih ketika memikirkan masalah yang timbul karena perseteruannya dengan Arjuna yang dia tidak tahu titik pangkalnya.
“Rasa Rasanya aku sudah bisa menebak ke arah manakah Arjuna melangkah dan kenapa ini bisa terjadi . . “
“Oh ya apa dong, sayang?” tanya Elish yang turut dalaam tele conference itu dan ia lah yang paling tidak bisa menahan harapan ingin tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi, karena dia tahu persis bahwa Arjuna, Arya dan juga Afid adalah triple A yang selalu bersama sama dengan Hans.
Ia tak pernah lepas dari triple A, dan mereka tuh seperti Soulmate.
__ADS_1
Bahkan waktu itu Hans sudah berada keinginan untuk mengganti namanya yang berawalan dengan huruf A supaya bisa menjadi Empat Sekawan yang berhuruf A. Dan untungnya kekonyolan itu tidak terjadi!
Sebenarnya kekonyolan itu timbul karena kedekatan Hans dan Arjuna beserta Arya dan juga Afid.
“Kalian kan mesti tahu kalau sesama laki laki itu marah karena apa biasanya?” tanya Arya dengan nada menggoda.
“Cemburu atau IRI!” sahut Elish.
“Bisa, namun siapa yang bikin cemburu atau iri?” tanya Arya lagi.
“Wanita lah. . . Aku btul kan?” tanya Elish merasa jumawa dengan jawabannya membuat Hans memutar bola matanya dengan kesal karena dia merasa bahwa jawaban dari sepupunya itu konyol, dan malah teleconference ini menjadi ajang untuk suami istri itu saling bertanya jawab.
“Plisss kalau kalian itu mau menciptakan kemesraan jangan di telekonfrence ini tempatnya. . . “
“No Hans, elish benar . . . aku rasa Arjuna cemburu dengan kamu!” kata Arya memotong langusng ucapan Hans.
“Sama siapa?” tanya Hans tak mengerti.
“Raline!!” teriak arya dan Elish bersamaan.
“ Ah omong kosong . . . iya kan Fid?”
“Bukan aku hanya sedang mengaanalisa . . “
“Lalu apa hasil analisa kamu itu?” tanya Elish mencemooh . . .
“Aku setuju sama Arya!” katanya singkat.
“Tapi aku gak pernah dekat dengan Raline kecuali . . “ perkataan Hans mengambang.
“ Yepp, betul sekali!! Kecuali saat kamu hampir saja di jodohkan dengan Raline, tapi kamu menolak dan lebih memilih bertunangan dengan Nilam yang seorang Janda itu. He he he .. eh sekarang malah dapat anaknya yang masih perawan kinyis kinyis!” sahut Arya dengan nada tegas dan amat yakin.
“Masa sih dia akan . . “
“heh! Namanya juga cemburu, kamu belum pernah dengar ya, kalau cemburu itu menguras hati?” tanya elish dengan nada tenang, seolah apa yang dikataknnya itu pasti benar adanya.
__ADS_1
“Aku tak bisa mempercayainya kecuali sudah ada bukti yang konkret!” kaa hans masih menolak apa yang dikatakan oleh Arya dan juga Elish.
“Afid, kita akan segera menyelidiki, untuk sementara Deera biar saja menjadi urusan aku. “ kata Elish dengan nada tegas.
“Kamu jangan makan gaji buta ya, kalau memang kamu itu ada hal yang dibicarakan atau mau urun rembug, jangan cuman diam! “ sergah Elish dengan nada kesal kepada Afid, sahabatnya itu memang ortang yang paling pendiam sedunia.
“Iya iya nyonya besar!”
“Fid, jangan bikin aku emosi ya, kamu akn juga tahu aklau aku gak pernah senang kalau kamu bilang seperti itu?” Elish sudah mulai nyolot, kalau Afid sudah menyinggungnya seperti itu.
Cekrek . . tiba tiba pintu mobil terbuka, padahal merek lagi rapat tertutup di dalam mobil bersama laptop kesayangan Hans yang masih memperlihatkan ketiga orag yang lain di sana.
“Eh sayang, sudah selesai?” tanya Hans dengan menahan rasa kesalnya karena mengingat perkataan dosen sialan itu di rekaman sadapan tadi, tapi tentu saja ia tak boleh menunjukkan kalau ia sudah tahu, apalagi ia juga senang karena sang istri membelanya.
“Sudah!Apa mas meetingnya abelum selesai?kalau belum aku akan keluar dahulu…” kata Letta tidak enak karena wajah wajah disana tampak serius.
“Sudah, tadi hanya penutupan saja, jadi aku akhiri sampai disini saja ya pembicaraan tadi. Jangan lupa job desk kalian masing masing ya!”
“Siap bos!”
Lalu tanpa mengucapkan apa apa lagi si Hans langsung menutup sanmbungan tele conference nya.
Ia membiarkan trio kwek kwek yang akan beraksi. Dan kini ia ingin membuat istrinya semakin lengket sama dirinya.
“Lelah sayang?” tanyanya sambil menarik sang istri ke dalam pelukannya.
Entah kenapa, Aletta merasa kalau pelukan sang suami tambah nyaman saja. Jadi ia membiarkan sang suami membelai tubuhnya dan mendekapnya erat, menghidu aroma Hans yang menjadi candu . . .
Sedangkan Hans sendiri merasakan kalau sang istri membuatnya merasa lebih baik, ditengah kepenatan dan juga rasa mual, pusing dan demam yang melandanya hanya istrinya lah yang bisa menjadi spot yng ternyaman baginya…
Drrrttt.. drttt .. ponsel Siapakah yang kali ini berbunyi???
.
TBC
__ADS_1
Hay readers,thanks buat dukungannya yang semakin oke setiap hari, maaf kalau hari aabtu bakal full day, jadi ga janji bakalan up tapi diusahakan… so jangan lupa like dan komen yang banyak yaaaa?
Okeyyy jangan lupa keep support thor dengan komen, like dan juga fav kan ya. Oh ya vote juga ditungggguuuuu. . . makasihh!Happy reading !!Kunjungi IG @Nophie_Author yessss