
“Aletta?” tanya dokter itu memastikan apakah benar penglihatannya saat ini. Emang Aletta yang merupakan adik kelas di sekolahnya dulu. Sebenarnya Memang mereka tidak kenal, cuman waktu itu Aleta memang menjadi populer karena wajahnya yang cantik dan menggemaskan itu namun tidak ada seorangpun yang berani mendekati cucu dari keluarga Wijaya itu karena keluarga Wijaya selalu mengirimkan ajudan serta pengawal untuk melindungi Aletta dari buaya-buaya kecil masa SMA nya itu.
“Eh maaf siapa ya?” tanya Aletta dengan sedikit kebingungan, dan sejujurnya saja wajahnya yang kebingungan itu dibuat jadi tanpa menarik dan juga menggemaskan, membuat Hans menjadi sedikit kesal namun dokter itu malah sedikit menundukkan kepalanya dan menyunggingkan senyum malu-malu seperti Rasanya jatuh cinta gitu sama Aletta yang jelas-jelas sudah memiliki suami.
Tangan Hans mengepal kencang, duhhh sengsaranya usianya terpaut hampir 2 kali lipat usia sang istri membuatnya insecureee.
“Saya, dokter Ilham, ehm dulu kita pernah satu sekolah, tepatnya kamu itu adik kelas ku, eh itu yang dulu pernah kamu mintain tanda tangan pas MOS?” jelas dokter tersebut dengan nada lembut yang membuat Hans semakin berang.
Tapi mau diulik dari bagian sebelah manapun, nyatanya Letta sama sekali tidak ingat dengan dokter Ilham, membuat Hans sedikit lega karena ternyata sang istri tidak kenal dengan laki-laki tampan tersebut.
“ Bisa dijelaskan aja gimana dengan kondisi pasien? Tanpa harus banyak berbasa-basi seperti ini! Soalnya kami ini juga sibuk . . “ katanya dengan nada kesal dan berusaha menahan amarahnya, sebenarnya sang istri juga merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti itu.
Apalagi Aleta Bukannya tidak tahu kalau sang suami ini saat ini sedang cemburu buta, padahal dirinya juga tidak kenal dengan dokter tersebut, jadi ia sengaja memegang lengan sang suami supaya sang suami tidak bertindak brutal, mengingat saat ini Hans lagi diambang amarahnya.
“ Oh iya Eh maaf, saya tahu pasti Leta lupa dengan saya, soalnya dia dulu sangat populer di sekolah, tapi tidak ada seorangpun yang bisa mendekati Aletta Wijaya karena proteksi keras dari keluarga Wijaya kepada Aleta. Ehm, saya juga tahu bahwa pasien saya itu adalah kakek Wijaya dan saat ini operasi yang kami lakukan cukup berhasil, dan kami berhasil juga menyambungkan kaki yang patah. Kita tunggu saja sampai obat anestesinya habis dan pasien bisa sadar kembali. Nanti Nona Aleta bisa segera diberitahukan oleh suster saat pasien dipindahkan ke ruang rawat inap.” jelas sang dokter sambil matanya tidak lepas dari wajah cantik istrinya itu sehingga membuat Hans kesal.
“ Maaf ya dok tepatnya bukan nona Aleta tapi Nyonya Aleta Javier . . Dia istri saya, dok!” kata Hans mempertegas status sang istri di hadapan dokter yang terlihat mencuri-curi pandang kepada sang istri.
“ Oh maaf saya pikir tadi anda adalah pamannya . . . Sekali lagi maafkan saya!” katanya sambil menundukkan kepalanya dengan penuh hormat sedangkan wajahnya tampak kecewa ketika mendengar status wanita cantik di hadapannya itu adalah sudah menikah.
__ADS_1
Huh, lagi lagi perasaan insecure itu mendatangi Hans tanpa permisi, masak wajahnya masih kurang kelihatan muda sih? Segini tampannya dikatain om dari Aleta.
Sebenarnya Hans ingin meledak dalam amarah namun tangan sang istri yang membelai lengannya itu membuat dirinya sedikit ayem karena dirinya tahu kalau sang istri sedang memperhatikan dan menghibur dirinya agar tidak terlalu memikirkan apa yang dikatakan oleh sang dokter itu.
“ Terima kasih Dokter Ilham atas bantuannya, Maaf kalau saya tidak mengingat anda sewaktu saya masih SMA. Mungkin karena saya terlalu banyak belajar sehingga tidak terlalu memperhatikan orang-orang yang ada di sekitar saya.” kata Aleta dengan nada sopan namun tanpa mengurangi rasa hormat dia melakukannya sambil memegangi lengan sang suami menunjukkan bahwa dirinya saat ini sudah memiliki suami yang sangat ia sayangi dan hormati.
Dengan begitu sang suami yang tampan dan menawan miliknya itu tidak akan cemburu dan merasa insecure lagi.
Dan memang benar, Hans merasa sedikit lega karena sang istri menunjukkan dengan jelas statusnya saat ini dan tidak menyembunyikan kenyataan bahwa saat ini sang istri sudah menikah dengan dirinya.
“ sama-sama Aleta! Kalau begitu saya permisi dulu karena masih ada pasien yang menunggu, kalau semisalkan ada keluhan tentang kakek Wijaya bisa langsung menghubungi saya di kartu nama ini.” katanya sambil menyerahkan kartu nama kepada Aletta. Dan dengan senyum yang simpatik sang dokter Ilham langsung pergi karena dirinya merasakan ada yang nyeri di dalam hatinya saat melihat kebersamaan Aleta dan juga Hans Armando Javier.
Dokter Ilham adalah salah satu penggemar dari Aletta di masa yang lalu, karena dirinya merasa bahwa strata sosialnya jauh dibandingkan dengan Aleta maka dirinya sedang memantaskan diri sebelum datang ke rumah Aleta untuk melamar.
Siapakah di negeri ini yang tidak mengenal akan keluarga Javier? Bahkan seorang dokter Ilham yang sangat cerdas dan juga bisa menyelesaikan kuliah doktornya aja dalam waktu yang sangat singkat juga mengetahui tentang keluarga Javier yang kaya raya tujuh turunan tidak akan habis kekayaannya.
Jadi dirinya lebih baik mundur teratur saat mengetahui bahwa suami dari wanita yang dulu pernah dia Puja itu adalah konglomerat tingkat atas, dan dokter Ilham merasa Wajar saja itu terjadi mengingat Aletta dengan strata sosial yang tinggi dan dengan kecantikan yang seperti model iklan sabun, serta dengan kepandaian yang membuat Aletta selalu masuk ke dalam jajaran 3 besar di dalam kelasnya.
Walaupun Sebenarnya dia juga mengerti Kalau Hans Armando Javier itu umurnya bahkan melebihi usia dari orang tua Aleta sendiri.
__ADS_1
Tapi bagaimana lagi soalnya Aleta sendiri tampak nyaman dan terlihat menyayangi sang suami yang usianya dua kali lipat dari usianya sendiri..
Sebagai seorang dokter dirinya juga tahu bahwa ada penyakit kejiwaan pada pria atau wanita yang dinamakan dengan Peterpan syndrome atau Cinderella Kompleks yaitu mereka yang cenderung akan memilih pasangan yang dianggap dapat melindungi mengayomi dan bisa dijadikan tempat bergantung.
Bahkan dokter Ilham pun mengetahui bahwa kemungkinan besar Aletta memiliki oedipus kompleks yang memiliki keinginan di bawah alam sadarnya untuk ber hubungan seksual dengan orang tua yang berlawanan jenis, dalam hal ini terhadap Hans Armando Javier yang usianya dua kali lipat dari umurnya sendiri karena dia merasa memiliki seorang ayah yang tidak pernah dia miliki sebelumnya. Dokter Ilham mengetahui dengan benar silsilah Aletta karena dia pernah menyelidiki mengenai Aletta. Rasa sukanya kepada wanita tersebut membuat dirinya Tidak segan untuk mencari tahu berita tentang keluarga Aletta maupun Aleta sendiri. Dokter Ilham juga tahu kalau Aleta sudah tidak memiliki seorang ayah sejak Aletta masih bayi.
Jadi kemungkinan besar Aleta itu memiliki kelainan kejiwaan yaitu menyukai orang yang lebih tua dari usianya, seperti Hans Armando Javier contohnya.
Apakah benar Aletta memiliki perasaan seperti itu?
.
.
.TBC
Hai guys welcome back!
Terima kasih buat dukungannya dan komentar serta like yang diberikan di cerita ini.
__ADS_1
Mudah-mudahan cerita ini selalu bisa menginspirasi dan juga mengentertain kalian ya.
Jangan lupa untuk keep support dengan cara memberikan like, komen, vote dan hadiah, ditunggu ya happy reading!