Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
72. Lihat saja nanti!


__ADS_3

“ Oke kalau gitu papa kasih waktu setengah jam untuk kalian membawa pakaian dan mulai malam hari ini kalian harus tidur di rumah besar!!” tegas Papa dengan nada yang tidak mau dibantah sehingga membuat Hans dan juga Aletta harus segera berkemas malam hari itu juga untuk pindah ke rumah besar keluarga Javier.


“Aduh pa …”


“Hans, kamu kan nggak perlu bawa bajunya semua kan, di sana kamu juga memiliki baju yang cukup banyak jadi kamu tinggal pindahin aja yang dari rumah besar ke paviliun” kata papa sambil memangku kedua tangannya di dada, dengan tatapan tak terbantahkan.


“Kamu bawa pakaian istri kamu sekalian saja ya, biar istrimu disini saja dan jangan kecapean. Palingan cuman pakaian dalam dan pakaian sehari hari. Selebihnya nanti mama akan telepon butik Dona untuk mengerim pakaian dna pernak perniknya.” kata mama dengan nada bahagia.


Aletta hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya tanda menyetujui sang Mama mertua karena dia tidak bisa melawan.


Lawakan suami aja yang notabene Adalah anaknya tidak bisa melawan keputusan dari Papa dan Mama, apalagi dirinya yang hanya seorang menantu.


Dengan langkah lumglai Hans mulai harus menyiapkan seorang diri pakaian-pakaian aletta dan juga pakaiannya sendiri.


Sambil melakukannya tentu saja hans tidak henti-hentinya untuk menggerutu.


“Apes dah . . mau enak enak sama istri saja kok y susahnya minta ampun.”  katanya dengan kesal.


Tapi dirinya menyelesaikan segala sesuatunya dengan cepat supaya sang istri dan kedua orang tuanya tidak menunggu lama.


Sebetulnya dirinya sendiri juga sudah capek dan ingin beristirahat dan sama dengan sang istri, dia berharap kalau semuanya sudah dipersiapkan di paviliun sehingga dirinya bisa melanjutkan tugas-tugasnya yang terbengkalai di tempat ini.


Wk wk wk maksudnya melanjutkan misinya untuk menghukum Aletta yang sudah menggoda dirinya.


“Ayo aku sudah siap, “ katanya melihat mama yang sedang menelepon, sedang papa dan Letta sedang bebicara dengan penuh antusias mengenai pemeriksaan bayi yang kemarin sudah dilakukan bersama dirinya itu.


“ Hans, bahkan kamu tidak bilang kalau Letta sempat lemas dan hampir pingsan. Suami macam apa kamu itu?” tanya papa dengan nada kesal. Ia jelas kesal karena ia takut kalau itu semua akan berpengaruh pada janin yang ada dalam kandungan mantunya itu.


“ waktu itu karena Ale Tasya ketika kakek masuk ke rumah sakit Untung saja sekarang kakek Kondisinya sudah membaik dan sudah pulang dari rumah sakit jadi ketegangan itu juga berangsur-angsur membaik. Apalagi aku juga benar-benar menjaga kesehatan dari mantu kesayangan kamu itu supaya tetap sehat walaupun dia terkadang kalau dibilangin masih suka ngeyel.” kata Hans sambil mencebik kesal.


“ Oh ya Papa sudah bertemu juga dengan kakek Wijaya dan sudah melihat kondisinya yang terakhir itu, Papa juga sudah mengirimkan perawat dan juga orang yang akan terus-menerus selama 24 jam memantau kondisi dari kakek jadi Aleta bisa tenang karena semuanya sudah papa atur.” katanya dengan tenang.


“Iya pa, Letta tahu, terimakasih untuk perhatiannya.”


“Kamu masih kuliah?”tanya papa ingin tahu, Ia tak mau kalau Letta nanti kelelahan.


“Masih pa! Kan cuman tinggal skripsi saja, lagian semuanya sudah diatur sama mas Hans. Ia yang memberikan dan mementoring sebelum materi masuk ke dosen pembimbing. Sejauh ini, semuanya oke!”katanya dengan gembira membuat sang papa mertua senang. Ini berarti Hans memperhatikan Aletta dengan baik.


“Tenang pa, Hans sudah atur Letta dan semuanya itu beres deh pokoknya.” katanya dengan santai sambi duduk di sofa single karena Letta sudah diapit papa dan mamanya.


“Iya papa gak mau kalau Letta kelelahan, eh Hans papa dengar ada masalah di kantor? Siapa yang merusuh kali ini? Apakah masih orang yang sama ?” tanya sang papa sambil menaikkan alisnya.


“Hmm, sudah diatur sama Afid, Aryo dan juga Elish . .  Papa kan tahu sendiri mereka itu jagoan semuanya.” sahut Hans dengan enteng.


“Pa, sudahlah, biar Letta istirahat! Mama sudah suruh asisten rumah tangga yang ada di rumah besar untuk mempersiapkan Paviliun dan membersihkannya dengan segera. Dan sudah beres karena sebenarnya tempat itu memang sudah sering dibersihkan hanya perlu ditata ulang saja supaya mereka bisa segera masuk dan memakainya malam hari ini.” kata mama sambil memasukkan ponselnya untuk berdiri dan mengajak mereka semua untuk segera pulang ke rumah besar. Ternyata tadi mama itu sedang menelepon asisten rumah tangganya agar mempersiapkan tempat yang akan dipakai oleh menantu dan juga anaknya itu supaya bersih dan bisa langsung dipakai saat ini juga.


Karena mama itu tahu kalau Hans tidak mau tidur kamarnya sendiri melainkan memakai Paviliun karena tidak ingin diganggu.


“ Baiklah Ayo kita segera pulang saat sekarang Sehingga mantu kita itu bisa segera beristirahat.” kata papa sambil mengajak mama dan Letta untuk keluar dari apartemen, diikuti oleh Hans yang manyun karena kesal.


***


Arjuna yang akhir akhir ini muram setelah mengetahui bahwa ternyata Aleta adalah istri dari Hans mengalami kebimbangan.


Tentu saja dia mengalami ketimpangan karena terus terang saja ketika dia melihat Aletta itu adalah seperti Cinta pada pandangan pertama.


Sangat berbeda dengan ketika dirinya menyukai seorang Raline yang ternyata juga menyukai sahabatnya yaitu Hans Armando Javier.

__ADS_1


“ Aku bisa gila . . dan kayaknya aku tak bisa mundur, aku akan merebut apa yang kamu miliki ddan aku juga tidak keberatan untuk menikahinya walau ia pernah bersama dengan kamu.


Lihat saja nanti . . .!!


Banyak sekali yang ingin menyingkirkan Leta dari Hans, apkah cinta mereka cukup kuat dengan adanya godaan dan halangan serta rintangan yang menghadang?


***


Readers, jangan lupa dukung karya ini ya dengan like dan juga komen, kemudian vote dan juga hadiah… happy reading


Mampir juga di karya baru thor. Kupastikan kehancuran keluarga kamu!!


udah 8 episode tuhhhh


spill bab 5 ya


Safea yang posisinya saat ini berada di rumah sakit, bersama dengan mbok Sumi yang menungguin dirinya seorang diri, segera melakukan perlawanan.


Dia jelas tidak mau kalau sampai Dilan berpaling hati kepada wanita pelakor tersebut.


Dia tidak rela Kalau harta benda yang saat ini dia miliki terbagi-bagi dengan orang lain yang tidak pernah men-support dari awal.


Dilan itu sebetulnya tidak memiliki banyak uang begitu pula dengan Safea.


Mereka itu dari keluarga menengah yang tidak memiliki banyak uang sehingga mereka harus memutar otak agar bisa mendapatkan uang yang banyak dalam waktu yang singkat.


Safea memiliki harta warisan dari orang tuanya yang sudah meninggal dunia yaitu sebuah rumah yang kemudian dia jual untuk modal join bersama dengan keluarga Ali dan Nesia Hakim.


Ali dan Nesya kebetulan sedang membutuhkan dana untuk memperluas usahanya, sehingga mereka menerima investasi modal dari Safea dan juga Dilan.


Ini yang mengakibatkan Dilan memiliki porsi yang sama dengan Ali dan juga Nesia.


Tapi mereka tidak puas sampai di situ, merasa bahwa Ali dan Nesia adalah orang yang sebatang kara maka Dilan langsung memikirkan cara bagaimana Ali dan Nesya itu bisa tersingkir dan mereka bisa menguasai seluruh perusahaan yang dibangun bersama itu.


Jadilah kecelakaan maut yang berujung pada meninggalnya Ali dan Nesya di tempat yang mengakibatkan saat ini Milan elea Putri menjadi Sebatang Kara.


Untung saja elea sudah Mandiri namun kesalahan mereka yang membuat elea Sebatang Kara tidak bisa dimaafkan oleh Putri semata wayang dari Ali dan juga Nesia.


Dia jelas tidak akan rela pembunuhan yang direncanakan melalui kecelakaan maut yang menewaskan ayah dan ibunya secara langsung.


Malam itu setelah Safeea melihat video panas yang diperankan oleh suaminya dan juga wanita ****** entah siapa itu namanya, ia segera menelepon salah seorang detektif yang menjadi langganannya selama ini.


Dia juga mengirimkan bukti video beserta nomor yang mengiriminya video itu.


Kemudian setelah itu dia langsung menelepon detektif langganannya itu.


“ Arkan aku ada pekerjaan buat kamu!” Safea langsung menelepon detektif langganannya dan menyuruh detektif itu untuk mencari tahu siapakah sebenarnya wanita yang sedang bersama dengan suaminya itu.


“ Cari informasinya sampai dapat dan pastikan kamu memberikan informasi yang tepat. Akan ada reward Kalau kamu bisa mencari dengan lebih cepat lagi! “ katanya dengan nada sinis dan juga datar, Jangan dipikir kalau dirinya tidak memiliki uang karena selama ini uang yang diberikan oleh sang suami dia simpan rapat-rapat hanya digunakan untuk kebutuhan dirinya dan juga sang Buah Hati.


Kalau ada pengeluaran lainnya dia akan memintanya langsung kepada sang suami kembali tidak peduli dengan kebutuhan sang suami sama sekali.


Karena dia sadar kalau sang suami itu pasti melakukan tindakan penyelewengan keuangan sehingga mengakibatkan kadang-kadang laba perusahaan tidak bisa maksimal.


“Kita lihat saja siapa yang akan memenangkan pertempuran ini mas!” gunamnya lirih, dia juga tidak mau sampai Mbok Sumi tahu tentang apa yang dia lakukan dan melaporkannya kepada sang suami.


Cukup tahu saja Bahwa saat ini sang suami berada di tempat wanita simpanannya itu dan mulai besok dirinya akan berada di kantor dan bekerja di sana sebagai asisten suaminya, dia memang sengaja mepet kepada suaminya terus supaya suaminya itu tidak memiliki celah lagi untuk bisa bergaul dengan wanita simpanannya itu.

__ADS_1


Bahkan dia juga curiga kalau wanita simpanannya itu adalah sekretaris baru yang di perkenalkan oleh sang suami tadi.


***


Pagi harinya di apartemen Lea, wanita muda itu sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Singapura untuk memenuhi jadwal pemotretan serta kontrak yang harus dia penuhi.


“ Mas, bangun dong … emangnya kamu tidak menjenguk istri kamu yang ada di rumah sakit? Nanti kalau istri kamu kenapa-kenapa gimana dong?” tanya Lea dengan nada seduktif namun dia sudah rapi dan siap untuk berangkat ke bandara saat ini.


“Hmm, kalau dia kenapa-kenapa ya kamu yang akan menggantikan posisinya menjadi istri aku dong!” katanya sambil memejamkan mata jadi dia belum tahu bahwa simpanannya itu sudah siap-siap untuk berangkat ke bandara.


“Mas, aku izin untuk menyelesaikan pemotretan di luar negeri, dan juga mengantarkan orang tua aku berobat di sana sekalian!” katanya dengan singkat serta mempersiapkan tas serta barang-barangnya yang akan dibawa ke bandara.


“ Jadi kamu akan meninggalkan aku?” tanya Dilan sambil membuka matanya dan melihat bahwa sang simpanannya itu sudah siap-siap untuk berangkat.


“ lah Waktu itu aku menjual keperawananku juga Karena aku ingin mengobatkan orang tua aku kan? Kok malah kamu sekarang marah-marah sih?” tanya Lea dengan nada kesal, dan sedikit merajuk manja, membuat Dilan yang sudah bucin dengan Lea menjadi ketakutan kalau sampai Lea benar-benar meninggalkan dirinya


Karena baginya Lea itu luar biasa dan dia tidak bisa lepas dari jerat seorang Elea, yang cantik, menggemaskan dan juga seksi.


“Maaaf .. maaf jangan marah dong sayang! Pokoknya kamu bilang aja kalau butuh uang langsung telepon aku, Agar calon mertua aku itu bisa segera sembuh.” kata Dilan dengan nada Pasti karena dia rencananya ingin menceraikan Safea dan menggantinya dengan yang lebih muda seperti Lea ini.


“ Mas aku pokoknya berangkat dulu ya soalnya aku sudah mau terlambat Apalagi aku juga masih ada jadwal pemotretan di Singapura. “


“Eitss, kamu ingat ya Pesan Mas kalau kamu tidak boleh melirik kemana-mana, Dan Kamu jangan nakal di sana!” katanya dengan nada posesif.


“ Iya iya … mas tenang saja, Buktinya aku sampai seumur ini aja baru pertama kali berhubungan intim dengan kamu, jadi Mas nggak usah khawatir! Jadi aku Lah yang sebenarnya harusnya khawatir Karena Mas itu sukanya tebar-tebar benih.” kata Elea sambil keluar dari kamar karena dirinya harus memakai sepatu di ruang tamu.


“ tenang semenjak aku ketemu sama kamu itu hatiku tidak bisa pindah ke lain hati. Nanti kalau Mas kangen Mas akan menyusul terbang ke Singapura saja supaya bisa langsung bertemu dengan kamu.” katanya dengan nada tenang sambil keluar dari kamar tanpa menggunakan sehelai benang.


Benar-benar polos seperti bayi yang baru lahir namun laki-laki ini benar-benar tidak tahu malu karena Lea saja sampai menutup wajahnya gara-gara tampilan polos dari laki-laki yang bernama Dilan itu.


“ Mass, ih gak tau malu . . . masa keluar cuman begituan doang sih?” 


“Mau minta kiss dulu sebelum kamu pergi … lagian kamu sih pagi pagi banget perginya?” sergah Dilan kesal.


“Ya tapi gak gitu juga kale …”


“Takut kamu tinggalin…”


“Enggaklah …”


Padahal sebetulnya Lea benci dengan Dilan. Kalau bisa ia ingin melempar Dilan dari lantai atas ini ke lantai dasar, biar mati aja sekalian.


Tapi ia harus tahan.


Ia ingin pembalasan dendam terepic sehingga Dilan dan Safea kan merasakan kesakitan yang mendalam, sama seperti yang ia rasakan itu.


Namun pertama tama ia akan menghancurkan mahligai rumah tangga Dilan-Safea terlebih dulu.


.


.


.


bersambung


Hai guys, jangan lupa untuk memberikan like dan juga hadiah ya. Komen serta vote ditunggu ... makasih !!Happy reading!!

__ADS_1


__ADS_2