
Lalu dengan tangannya Hans menelusuri pinggiran pundak lalu sampai ke depan dada dari sang istri, memberikan pijatan-pijatan lembut di sana sampai ke arah dada dari sang istri, kemudian berbisik dengan seduktif penuh rayuan di telinga Aleta.
" Kamu sedang berdebar debar kencang ya? Kenapa hmm?"
Hans tersenyum sambil masih menempelkan Bibirnya di telinga kanan sang istri, sehingga Aletta melenguh ketika tangan sang suami sudah sampai di puncak miliknya.
Apa mungkin karena dia akan mendapatkan tamu bulanan nya ? Karena ketika suaminya itu meremas dadanya terasa ngilu-ngilu tapi menyenangkan.
Aletta tidak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya sehingga dirinya merasa aneh karena ini perasaan seperti orang melayang-layang. Dan dia tidak keberatan sama sekali ketika tiba-tiba suaminya membaringkan dan mengungkungnya serta memaku kedua pandangan mata mereka lebih dalam.
Berkali-kali sang suami menelan salivanya dengan kasar, karena dia tahu bahwa Aletta juga menginginkannya sebesar apa yang ia rasakan.
Itu sangat terlihat dari mata Aleta yang menatap tubuhnya dengan segenap rasa. Hans menundukkan kepalanya lalu menciumi tubuh Aleta sampai Aletta kegelian karenanya.
Kecupan-kecupan itu begitu halus dan lembut sekali. Bahkan sang suami menggunakan benda kenyal di dalam bibirnya yang basah ke tempat-tempat milik istrinya yang menegang ketika mendapatkan stimulasi yang membuat dirinya bergejolak akan kenikmatan yang tidak pernah dia rasakan.
Kedua tangan Aleta meremas bantal yang ada di bawahnya saat Hans sampai di dada sang istri dan bermain di sekitar itu dengan benda kenyal dan juga tangannya membuat Aleta semakin frustasi.
Karena tubuh Aleta itu ingin meminta yang lebih dari ini namun dia tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata, ia terlalu malu untuk mengatakannya dan memintanya secara langsung kepada Hans agar melakukannya lebih jauh, namun rupanya sang suami masih ingin mempermainkan dirinya.
Dan akhirnya yang diinginkan oleh Aletta dikabulkan juga oleh Hans, memang sangat perhatian sekali suaminya ini lalu suaminya itu bergantian menstimulasi milik sang istri itu sambil sesekali menggunakan tangan untuk memilin hingga Aletta membusungkan dadanya dan semakin mempermudah langsung untuk menyentuhnya.
Lalu ciuman Hans turun pada perutnya yang rata dan berlama-lama melakukan ciuman itu di perut yang halus serta memegang pinggul dari istrinya itu lalu kini ia memposisikan diri di bawahnya dengan tubuh yang masih membungkuk serta menciumi Aleta dari atas.
Seakan ada rasa hangat ketika Hans melakukannya dan Aleta merasa nyaman ketika dicium oleh Hans.
Hans kembali menyentuh lagi di tempat yang lebih sensitif dan 'primitif' dari itu sampai membuat Aletta menengadah, dan ia tak bisa untuk tidak berteriak, Oh napasnya jadi sulit diatur dan ia mencengkeram bantal yang tadi dipakainya dan berusaha menahan gairah ketika Harus melebarkan kedua kakinya dan mempermudah untuk memanjakan milik Aletta di sana.
Aleta mengeratkan cengkramannya pada bantal yang dia pegang lalu melemparkan kepalanya ke kanan dan ke kiri saat dia merasakan bahwa ada seperti ribuan kupu-kupu berterbangan di perutnya, dia melayang Ia bahkan tidak sanggup lagi memgeluarkan suara sekalipun hanya sebuah erangan karena Hans benar-benar terlalu menguasainya di bawah sana, bahkan jari-jari kakinya benar-benar menekuk menahan sensasi luar biasa yang tercipta dari rasa yang disebabkan oleh Hans di bawah sana.
__ADS_1
Hans terlalu banyak memberikan serangan di bawah sana karena tidak hanya dengan brnda kenyal yang menginvansi seluruh miliknya saja namun juga dengan tangan yang ikut menyentuh titik paling sensitif di bagian tubuh yang paling pribadi itu.
Bahkan ketika mendengar sang istri, Aleta, berusaha menahan apa yang Hans inginkan.
Hans mengangkat kepalanya namun masih membiarkan tangannya yang aktip bekerja di sana.
Hans tersenyum dengan sangat puas melihat bagaimana tubuh istrinya itu berusaha meliuk ke sana kemari merasakan kenikmatan akibat permainan yang dilakukan olehnya tubuh istrinya itu benar-benar sangat menggairahkan dan terlihat sangat sensual.
Tubuh wanita itu semakin berkeringat karena Hans semakin intens mempermainkannya.
Aleta membusungkan dadanya dan nafasnya pun mulai berat tapi ketika dirinya akan sampai mencapai kenikmatannya tiba-tiba wanita kehilangan saat Hans menghentikan permainannya.
Terlihat Aleta ingin protes tentang perlakuan Hans kepadanya, namun Hans hanya tersenyum smirk.
" Bukan begitu caranya, sayang. Tapi begini . . ."
Hans segera mempersiapkan diri selagi Aletta menatapnya dengan nafas yang terengah-engah, saat ini Aleta bahkan sudah bisa melihat bukti gairah suaminya yang sudah diarahkan kepada miliknya setelah Hans naik kembali ke ranjang dan mulai memposisikan diri untuk menunaikan kenikmatan yang ingin diraihnya bersama sang istri kecilnya.
Dan kini ia berhasil menunaikannya walau harus melewati rintangan yang tidak sedikit.
Bahkan gangguan demi gangguan selalu membuat mereka tak jadi melakukan apa yang harusnya mereka lakukan.
Namun entah kenapa Aletta tuh menyukainya. Hans mengungkung diri Aletta dan mendekatkan wajah mereka berdua, berusaha mencari bibir Aletta dan menyatukannya lalu mencumbunya dengan irama yang memacu .
Lidahnya bahkan ikut masuk untuk saling melibas sehingga mereka berdua menemukan kenikmatannya.
Mereka berdua bersama mencari kepuasan serta kenikmatan yang bisa mereka rasakan berdua.
Hans tersenyum di sela-sela ciumannya dan dia dengan senang hati akan menstimulasi wanita yang ada dalam pelukannya saat ini kalau seandainya pada ujungnya mereka berdua akan melakukan hal yang intim seperti ini.
__ADS_1
" Mas, argh aku mau ..."
" Sama sama sayang . . " katanya berusaha mencapai kenikmatannya bersama dengan Aletta.
" Mas .. tapi..." Aletta sudah tak dapat lagi menahan rasa nikmat yang ia rasakan.
Hans senang melihat sang istri yang merasa kan kenikmatan dunia terlebih dahulu, ia akan menyusulnya dengan segera.
Hans tidak membiarkan sang istri untuk menikmati, seorang diri, apa yang sudah Aletta dapatkan saat ini.
Hans tak bisa mengungkap betapa indahnya surga dunia itu. Ia memacu lagi dan lagi agar ia bisa melepaskan benih Dimitri di dalam rahim istrinya dan berharap agar keturunan nya bisa langsung jadi dan ia akan langsung menjadi papa sekaligus suami Aletta yang sesungguhnya.
" Sayang, arghhh ...." semburan yang kuat membuat Aletta merasakan bahwa miliknya basah karena saking banyaknya benih yang ditanam sang suami, membuat tempatnya bercocok tanam itu basah
" Makasi sayang, kamu jadiin aku yang pertama. . " ya iyalah yang pertama, kan Aletta belum pernah melakukan apa yang saat ini dilakukan oleh Hans dan dirinya.
" Mas. . "
" I love you, tidurlah . . " Hans mengerti kalau istri kecil nya ini pasti kelelahan, dan ingin beristirahat, tenang saja ia akan menggempur nya kembali nanti.
Belanda masih jauh . . jadi dirinya masih ada kesempatan untuk mendayung kapalnya di lautan cinta dan tenggelam dalam nikmatnya bergumul bersama dengan istri kecilnya yang cantik jelita dan masih polos .
.
.
.
TBC
__ADS_1
Hai readers, welcome back.. jangan lupa fav , love dan komen ya.. happy reading