
Keesokan harinya, mereka berdua sudah siap hendak turun dari peraduannya.
Terutama adalah Hans yang harus mengatur kantornya walau dari markasnya di Villa ini.
Walau dalam suasana honeymoon tapi ia harus mengontrol kerja anak buahnya di kantor.
Apalagi Afid lagi mengurus Deera yang ia sekap di ruangan markas khusus miliknya.
"Mas sudah mau bekerja?Atau mau sarapan dulu?" tanya ALetta dengan nada lembut.
Hans melirik istrinya yang tampak segar dan . . . ehm menarik.
“Hmm, ookey, masih jam segini, aku akan menemani kamu sebentar untuk membuka-buka kado yang kemarin dibawa oleh mama, yang katanya perlu kamu buka sendiri. Cobalah kamu buka dan lihat apa itu isinya soalnya aku juga penasaran dengan apa yang ada di dalamnya.” kata Hans sambil duduk di pinggir ranjang menarik tubuh sang istri untuk duduk di sampingnya, lalu meraih salah satu kado yang terlihat aneh karena warnanya merah darah dan sangat mencolok.
“Kita buka yang ini saja dulu ya? Entah ini siapa sih yang kasih? Kok warnanya benar-benar mencolok dan menarik perhatian gini? Jangan-jangan isinya . . .”
Arnold menyerahkan kado itu untuk sang istri, dan menyuruhnya untuk membuka kado itu dengan cepat karena dia benar-benar penasaran Sebenarnya apa yang menjadi isi dari kado tersebut karena memang dari segi warna dan juga kertas kadonya aja sudah bikin penasaran.
“Hmm dari siapa ya?” monolog sang istri dengan suara pelan karena dirinya masih sibuk berusaha untuk membuka kado yang memang menarik perhatian secara warna dan juga membuat penasaran orang-orang akan isinya.
Setelah sang istri membuka kertas kado yang berwarna merah darah tadi dia melihat sebuah kotak yang berwarna merah sama seperti bungkus kado dari kado itu, dan jelaslah sepasang manusia itu menjadi lebih penasaran lagi apa sih isinya sampai ada kotaknya lagi.
Biasanya kalau sesuatu itu dibungkus oleh kotak trus ada kotaknya lagi artinya apa yang ada di dalam itu sangat kecil sehingga untuk nge prank bisa dikasih kotak besar trus isinya kotak kecil lagi gitu.
Tapi ketika dibuka oleh sang istri, bukan hanya Hans yang terkejut namun Aletta pun merasakan keterkejutan yang sama.
Ternyata isinya Lingerie merah darah, sama seperti bungkus kotak yang tadi.
Itu bukan pakaian dalam yang pada umumnya dan itu pasti adalah sebuah lingerie, karena dari bentukkannya aja udah terlihat jelas dan meyakinkan kalau itu takkan menutup apapun dari dada dan bagian bawah tubuhnya.
Dan bukan hanya 1 tapi ada beberapa model dengan warna yang sama.
Aletta sibuk melihat lihat kado itu dan terus terang saja bingung dari siapakah ini, dan untuk apakah kegunaanya. Maklum dia kan nubie yaaa...
__ADS_1
Hans turut mengambil salah satunya dan melihat modelnya, hmm . . . tiba tiba ia mengangkat ponselnya dan mengirim pesan kepada Afid agar tidak menganggunya dan ia akan mematikan ponselnya. Begitu pula ia juga mengabarkan kepada sang sekretaris kalau ia bakal hiatus dan hibernasi selama beberapa jam dan bisa available saat setelah makan siang.
Tentu saja ia melakukannya tanpa sepengetahuan sang istri yang masih asik melihat lingerie lingerie itu dan modelnya yang menurutnya tak menutup apapaun dari tubuhnya.
Letta bahkan mencoba mengepaskan di tubuh nya yang terlihat seksi dan menggairahkan.
Setelah mengirim pesan, Hans mematikan semua ponselnya dan mengunci pintu kamarnya sehingga takkan ada gangguan sama sekali.
Aletta melirik kaget ketika ada tangan yang melingkar di perutnya yang ramping dan masih berbalut piyama tidur sehabis ia mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang lengket akibat sisa sisa percintaan panasnya kemarin.
Bahkan ia juga membersihkan rambutnya dan sudah mengeringkannya agar segar dan berbau wangi, karena bau percintaan mereka kemarin membuatnya jengah.
“Loh mas, kamu? Eh kenapa buka buka baju kamu kayak gitu? Katanya mas mau kerja?Gak jadi?Sarapan juga gak jadi?”
“Hmm, mas mau lihat kamu pakai yang ini . . atau, mau makan kamu saja . . .gimana?“ katanya sambil menyerahkan sebuah lingerie dengan model seperti menutup dadanya saja, kalau perutnya hanya ditutup dengan tile begitu doang serta ada bulu bulu di daerah dada dan gstringnya.
“Kamu bukannya mau zoom meeting sama anak buah kamu pagi ini?” tanya Aletta dengan heran, kenapa suaminya mulai melepas baju dan celananya dan bahkan saat ini ia hanya berbalut boxer alias ****** aja, tau kan pengaman segitiga yang tak bisa menyembunyikan ulah nakal si boy yang sudah tak sabar untuk bisa eksis.
“ Mau lihat istriku yang masih kecil tapi bisa bikin adek kecil. . “ katanya sambil mendorong istrinya untuk melepaskan pakaiannya dan menggantinya dengan lingerie pilihan dari sang suami tadi.
Jadi ia hanya bisa pasrah dan mengalah dengan keinginan sang suami, dan ke kamar mandi untuk melepaskan semua bajunya dan menggantinya dengan lingerie yang dipilih oleh sang suami.
Begitu keluar dari kamar mandi, sang suami langsung terpana gara-gara melihat lingerie yang dipakai oleh Aletta yang begitu seksi dan menggoda.
Sebetulnya tanpa istrinya memakai begituan saja dia sudah selalu bisa tergoda dan si boy itu modenya selalu senggol ayokkk!! tidak pernah mau diam Ketika sang istri berada di dekatnya, apalagi saat ini di mana sang istri memakai pakaian haram yang benar-benar membuat dirinya ter stimulasi dengan benar.
“ Uhm, kamu kelihatan cantik loh sayang . . .”
“Emang kemarin tidak cantik?” tanya Aletta yang tahu kalau sang suami sangat menginginkan dirinya saat ini, karena matanya udah sayu dan memancarkan keinginan yang lebih untuk berbuat intim dengan dirinya.
“ Sebetulnya akan jauh jauh lebih cantik kalau seandainya kamu tidak memakai apa-apa . . .” kata Hans sambil memdekati sang istri yang terlihat bak penari striptease yang benar benar menggoda imannya saat ini.
“ Ha ha ha . . . eh mas ih! Baru dipakai masa mau di tarik, nanti robek loh . . . ” kata Letta dengan manja.
__ADS_1
Respon Letta, membuat Hans semakin bersemangat, ia bahkan sudah lupa dengan zoom meeting, gara gara lingerie merah itu yang merupakan kado enth dari siapa?Tapi yang jelas saat ini Hans sangat berterimakasih dengan orang yang sudah memberi kado yang sangat indah buat ia nikmati.
Sang istri pun belajar untuk bertingkah nakal untuk mneyenangkan sang suami supaya sang suami tak lagi memeikirkan tentang Deera.
Aletta masih belum tahu kau sebenarnya Deera itu adalah orang yang menjadi musuh dari sang suami, bukan kekasih gelapnya.
Dan saat ini hans sedang menikmati indahnya berintim ria dengan istri kecilnya yang sangat pandai membuat dirinya melayang layang di udara.
Padahal sang mama dan papa mertua dari Aletta sedang menunggu mereka sarapan.
Lha untung mereka tak tahu kalau saat ini anak dan menantunya sedang bercocok tanam, wk wk wk kalau tahu bisa jadi mereka kesal maksimal dong ya!
.
.
.
TBC
Hai readers, jangan lupa untuk memberikan like dan di favoritkan ya, happy reading.
Oh ya. . thor juga punya referensi bacaan lain dari
@ Senja_90
judulnya: DIKHIANATI KARENA TAK KUNJUNG HAMIL
Arumi, wanita cantik yang berprofesi sebagai dokter bedah di salah satu rumah sakit terkenal di Jakarta. Ia memiliki impian agar bisa hamil. Namun, apa daya selama 5 tahun pernikahan, Tuhan belum juga memberikan amanah padanya.
Hanya karena belum hamil, Mahesa dan kedua mertua Arumi mendukung sang anak untuk berselingkuh.
Di saat kisruh rumah tangga semakin memanas, Arumi harus menerima perlakuan kasar dari rekan sejawatnya, bernama Rayyan. Akibat sering bertemu, tumbuh cinta di antara mereka.
__ADS_1
Akankah Arumi mempertahankan rumah tangganya bersama Mahesa atau malah memilih Rayyan untuk dijadikan pelabuhan terakhir?