Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
65. Salah Paham!


__ADS_3

Wajah Aletta memerah ketika ia melepaskan ciumannya yang panas dan penuh hasrat itu.


“Ayo jalan!” katanya dengan nada santai tapi dengan dada yang berdebar kencang seperti genderang mau perang.


“Ehm, kalau ke rumah pasti akan lebih lama, gimana kalau kita mampir ke hotel saja?” tanya Hans dengan nada suara memberat penuh dengan gairah.


“ lah Kenapa kita harus ke hotel Mas?” tanya Aleta dengan kebingungan.


“ Habisnya kamu so hottt banget sih, jadi si boy gak nahan nih…” katanya sambil menunjukkan kondisi Si Boy dengan dagunya, dan memang sangat terlihat kalau si boy dalam posisi yang sangat siap.


“Oh kalau nenangin si boy gak usah pakai ke hotel lah…” kata Aleta dengan santai membuat Hans semankin blingsatan. Apa yang akan diperbuat oleh sang istri? Apakah . . . ah, Hans sampai memuncak saking gembiranya …?


“Maksudnya kita melakukannya di mobil, sayang?” tanyanya dengan segera, ya itu adalah salah satu fantasi yang ada di dalam pikiran dari seorang Hans Armando Javier.


Dan bahagianya Hans karena Aleta ternyata mau memberikan apa yang diinginkan oleh pikirannya itu.


Inilah yang membuat dirinya bahagia memiliki istri Aletta Wijaya yang cantik, manis, montok dan pengertian.


(Apa seh Hans ini…wk wk wk, kalau ada maunya muji terus walau dalam hati.)


“Mas, kamu ini lo . . . kok kelihatan senang begitu sih?”


“ Aduh sayangku tentu saja Mas sangat senang karena kamu pingin melakukan bersama dengan si boy di mobil soalnya itu  salah satu keinginan Mas!”


“ Emang kamu mau apa, sih?”


“Mau begituan di mobil kan?” kata Hans  dengan santai membuat sang istri hanya memutar bola matanya dengan cepat.


“Aduh Mas Mas kamu itu nggak jauh-jauh dari itu kok!”


“ Lha iya lah, melihat kamu yang cantik dan seksi begini, aku tuh kepinginnya hanya menindih kamu di ranjang. Bahkan aku aja gak rela kamu keluar dari kamar.” 


“Lalu kita gak beraktifitas apaa apa gitu? Kamu trus kerjanya gimana? Trus aku gimana” katanya dengan  nada kesal melihat sang suami yang pikirannya hanya mesum aja.


“ Tenang, pokoknya aku akan cuti seminggu, kita staycation ladi di NTT, supaya kita bisa bikin adik bayi lagi.”


“ Mas kamu tuh jangan kebanyakan menghayal bisa nggak sih? Ini aku ini sudah hamil loh kalau kamu melakukannya terus-menerus Kasihan Dedek bayi yang ada di dalam perutku ini!”


“He he he biar mas puas jenguk kok … eh by the way Padahal tadi kan kamu yang mancing Mas duluan kenapa sekarang kamu malah nggak mau? Mas pikir kamu memang sedang mau jadinya Mas ngajak ke hotel karena kalau ke rumah kan kejauhan.” kata Hans sekarang yang sedang manyun gara-gara fantasinya tidak kesampaian.


“ Oh tadi aku cuman kesel sama wanita-wanita gendut yang ada di seputaran mobil kami tadi, pagi tadi kamu juga lagi curi-curi lihat kan? Pura-puranya aja lagi nelpon! Padahal kamu itu sedang pencitraan, ya apa gak?” 


Hans keheranan jadi yang bikin dirinya dapat ciuman hot tadi sebenarnya adalah karena istrinya CEMBURU ???



“ jadi istri mas yang cantik dan semelohai ini sedang Cemburu ya?”


“ Ga!!”


“ Ah mas senang kalau kamu cemburu berarti kamu cinta aku nganggap sama mata!”


“Ge er..”


“ Ha ha ha sebagai gantinya mas tetep ajak kamu ke kantor, nanti di private room kita akan main, gara gara kamu si boy gak mau turun turun. Dan kamu harus tanggung jawab buat nuruninnya.” katanya dengan nasa tegas.


Sang istri tak sanggup berbuat apa apa selain diam meng iyakan apa yang diinginkan suaminya.


Dalam hatinya dirinya merasa harga untuk membayar kecemburuannya itu sangatlah besar.


Dia terpaksa harus melayani nafsu sang suami yang omes itu.


Tapi ia memang sudah benar benar jatuh cinta, lalu gimana dong ya?


Lebih baik ia yang melayani sang suami daripada suaminya melarikan diri dengan pelakor di luaran sana. Ia berjanji akan melayani hasrat sang suami sebaiknya agar suaminya takkan bisa berpaling ke lain hati . . .


Sesampainya mereka berdua di kantor elegan milik Hans Armando Javier mereka Langsung saja disambut oleh orang-orang yang memberikan salam kepada Hans.


Tapi seperti biasa Hans tidak menanggapi mereka semua itu dan hanya menganggukkan kepalanya satu kali sebelum dia naik lift yang diperuntukkan hanya untuk eksekutif dan orang-orang yang berjabatan tinggi di kantor tersebut.


Sebenarnya Aletta Tidak enak hati melihat orang-orang itu hanya dicuekin oleh sang suami namun bagaimana lagi karena dirinya juga bukan pemilik tempat ini kan jadi tidak bisa memaksa Hans untuk beramah Ria dengan mereka.


Alhasil dirinya lah yang menanggapi sapaan pegawai dari Hans.

__ADS_1


Maka terdengarlah bisik-bisik Tetangga dari seluruh pegawai-pegawai Hans Armando Javier yang mempergunjingkan masalah itu.


“ istri Pak Hans itu selain cantik juga ramah, pantas saja Pak Hans tidak bisa lepas dari sang istri, Takut kali kalau sang istri dicolong sama laki-laki lain.” kata salah seorang pegawai dari Hans, sebenarnya Hans turut mendengar apa yang dikatakan oleh pegawainya itu, sehingga dia merasa kesal.


“ Aduh ternyata istri Pak Hans itu masih muda banget ya, katanya beda hampir dua kali lipat umurnya…” kata seorang pegawai laki-laki sambil melirik ke arah Aleta yang memang terlihat masih muda dan sangat cantik, imut-imut dan anggun secara bersamaan.


Kali ini harus tidak bisa mentolerir perkataan-perkataan dari pegawainya itu, inginnya sih membungkam mulut mereka semua tapi Tentu saja tidak bisa.


“ Ayo kita segera masuk ke lift saja!” apa Hans sambil merangkul sang istri dengan posesif.


Aleta hanya menyukai apa yang diinginkan oleh sang suami, ya tahu kalau sang suami sedang cemburu berat.


Saat mereka berdua masuk ke dalam ruangan kantor dari Hans, Ia langsung mengunci pintu dan menarik sang istri dalam pelukannya.


Ia kesal dengan kecantikan sang istri, sedangkan sang istri juga psesif dengan sang suami.


Sebetulnya mereka itu sama saja, saling cemburu. Keduanya kalau di sandingkan itu memang cocok, yang cowok wajahnya ganteng sekalipun udah tua, yang cewek wajahnya cantik, masih muda dan imut-imut.


“ Ihhh, kepinginnya kamu ta masukin ke dalam kamar saja dan ga ada orang yang boleh lihat . .” katanya dengan cemburu.


“Aku juga pinginnya kamu jangan dekat dekat dengan wanita muda yang ganjen ganjen itu.” katanya dengan santai, padahal di area ceruk lehernya sehingga dia sebenarnya merasa getaran rasa sampai ke inti tubuhnya.


“I love you baby …”


“Me too mas!” 


Tanpa menunggu lama si Hans langsung mengendong sang istri agar dirinya bisa memadu kasih  bersama sang istri di dalam ruangan pribadinya itu.


Tapi belum aja selesai ia nyampe ke ranjang king size untuk menaruh tubuh istrinya yang ia puja, sudah ada saja penganggu yang datang.


Tok tok tok


Siapa sih yang datang? Apa Afid?  Atau kedua orang sahabat dan sepupunya itu?


.


.


.


Hai readerss… jangan lupa like komen dan juga dikasih hadiahnya yaaaa…


Jangan lupa baca cerita eike yaitu KUPASTIKAN KEHANCURAN KELUARGAMU, sudah bab 5 di aplikasi 



Cemburu menguras Hati



“Hiks hiks … “


“Eh kenapa kamu nangis, sa… eh Lea?” tanya Dilan dengan cemas, padahal sang istri masih ada di sana menatap drama ini dengan kekesalan serta amarah yang belum turun  Safea ingin mencabik cabik sekretaris sang suami ini.


“ Sakit, mas … eh pak!” sahut Lea dengan sengaja kepleset panggilannya supaya Safea tambah meradang.


“ Lepasin dia mas!!! “ jerit Safea dengan tambah kesal melihat sang suami malah bermesraan dengan Lea, sepatu high heels  yang ada di tangannya tanpa sadar dilemparkan oleh Safea ke kepala suaminya supaya suaminya itu bisa menjauh dari wanita ****** serupa artis itu.


Safea tidak bisa memungkiri bahwa wanita yang ada di hadapannya yang saat ini sedang bermesra-mesraan dengan sang suami itu memang sangatlah cantik, masih muda dan tampak begitu seksi.


Tak heran kalau sang suami bisa kepincut dengan wanita muda tersebut.


Kecemburuan yang ada di dalam hati Safea itu membuatnya hilang akal.


Sepatu yang dilemparkan ke wajah suaminya itu mengenai telak di jidat sang suami yang memang lebar dan glowing.


“Mama apa apaan sih, sakit jidat aku ini kena sepatu lancip itu!” kata Dilan dengan kesal dan marah.


Lea menambahkan pertamax ke api yang sudah timbul di percekcokan itu.


Tanpa segan ia mengelus jidat Dilan dan berusaha menenangkannya, pertunjukkan kasih sayang itu memang membuat Dilan lerem dan tenang. Hatinya bahkan berbunga bunga karena simpanannya dengan suka hati memperhatikan kesakitannya itu.


Dilan bahkan tidak sadar kalau Lea sengaja banget untuk menunjukkan kemesraan mereka dihadapan sang istri karena dia terlanjur terhanyut pada kebaikan hati dari Lea itu.

__ADS_1


Tentu saja Safea menjadi semakin meradang dan juga semakin marah sehingga tanpa sadar Safea dengan kuku-kukunya yang tajam langsung menyerang dua orang yang sedang mabuk asmara itu.


Krakkk!


Karena tangan dari Dilan sedang memeluk Lea maka Safea bisa dengan bebasnya mencakar wajah dari sang suami sehingga menimbulkan luka yang cukup lumayan dalam di wajah Dilan.


“Mama!!!” tangan Dilan yang tanpa sengaja menepis dan mendorong tubuh sang istri sehingga mengakibatkan Safea terjatuh dan kepalanya membentur kursi kayu yang ada di depan meja kebesaran Dilan.


“Arghhh!!” teriakan menggema dari Safea berakhir dengan terkulainya tubuh Safea.


Peristiwa itu mengakibatkan Safea harus dibawa ke rumah sakit akibat tidak sadarkan diri sejak kepalanya terbentur dengan kursi kayu yang ada di depan meja kebesaran Dilan.


Lea dengan pura-pura menutup bibirnya dengan kedua belah tangannya karena terkejut kemudian terisak melihat Dilan dan Safea yang bagaikan memerankan drama ikan ****** di salah satu stasiun televisi itu.


Sedangkan Dilan juga terkejut dengan reflek yang tadi dia lakukan ketika Safea menyerang dirinya.


Namun tentunya dirinya tetap harus menyelamatkan sang istri, tidak mungkin dia membunuh sang istri di sini kan? Maka dari itu dia langsung memanggil pengawalnya untuk membereskan apa yang saat ini terjadi dan mengantarkan Safea ke rumah sakit agar pihak rumah sakit menyelamatkan sang istri.


“Dre, kamu antarkan istri saya ke rumah sakit dan pantau kondisinya laporkan kepadaku segera aku akan membereskan di sini terlebih dahulu lalu aku akan menyusul ke rumah sakit!” kata Dilan menyuruh salah satu ajudannya untuk mengantarkan sang istri ke rumah sakit.


“Baik bos!” kata Andre, itu sambil menggotong Safea ke mobil agar bisa segera dibawa ke rumah sakit.


Sedangkan Dilan malah sibuk menenangkan simpanannya yang terlihat shock dan menangis tersedu-sedu. (padahal semuanya itu adalah akting dari Lea agar dirinya bisa menyetir kondisi Dilan saat ini)


“ Sayang kamu jangan ketakutan seperti ini! Aku akan membereskan semuanya dengan segera! Kamu balik dulu ke apartemen milikmu itu lalu Tunggu aku di sana … hmm?” suruh Dilan kepada simpanannya itu agar segera menunggu dirinya di apartemen sehingga mereka bisa melanjutkan perbuatan panas mereka di sana.


Karena sang istri ada di rumah sakit sekarang malah membuat dirinya lebih bebas lagi untuk bisa melakukan hal yang mesum di apartemen yang sudah Ia berikan kepada Lea, simpanannya itu.


Jadi nanti malam, ia akan tidur di apartemen simpanannya itu.


“Mas, aku ke apartemen naik apa?” tanya Lea sambil masih terus berakting sedih, terkejut, dan menangis.


“Kamu pulang bersama dengan salah satu sopir kantor! Ingat jangan nakal!! ngerti ga?” katanya sambil menepuk pantat Lea dengan tendensius.


“Ish, mana ada? yang nakal itu mas Dilan lah! “ katanya dengan merajuk manja membuat Dilan tertawa renyah bak laki laki remaja yang sedang dimabuk cinta.


Ia terus menerus merasa berbunga bunga karena simpanannya itu membuatnya merasa muda dan juga melakukan hal hal kecil yang membuatnya diperhatikan, seperti saat ia ditimpuk high heels sama istrinya tadi.


Lea keluar dari tempat itu dan segera memberikan pesan singkat kepada Aira untuk menghubungi detektif sewaannya, yaitu Ghaza karena mereka harus segera bertemu di rumah besar keluarganya yang ada di pinggiran kota. Tempat yang sama sekali tidak diketahui oleh Dilan dan antek anteknya.


Lea di mobil menuju ke apartemen pemberian Dilan sambil memikirkan pertemuannya dengan Ghaza beberapa waktu sebelum ia mendekati Dilan.


Flash back


Sekarang Lea sedang bertemu dengan Ghaza,  detektif yang disewanya menjadi kaki tangannya untuk menyelidiki penyebab kematian dari orang tuanya yang katanya akibat kecelakaan hebat, sehingga kedua orang tuanya meninggal di tempat, bahkan Mobilnya terbakar habis bersama dengan kedua orang tuanya yang berada di dalamnya.


Insting Milan Elea  mengatakan bahwa kedua orang tuanya itu dibunuh dan bukannya kecelakaan.


“ Untuk sementara hasilnya tetap sama, kedua orang tuamu itu kecelakaan! “ kata Ghaza.


Milan yang seharusnya menjadi ahli waris malah sama sekali tidak memiliki hak atas perusahaan itu, menurut Ghaza hal ini sangat aneh!


“ Hmm, selidiki saja terus sampai kita mendapatkan bukti yang konkret tentang hal ini! Aku memang mencurigai Dilan itu sebagai dalang dari semua semua ini dan dalam dari kecelakaan maut  yang menimpa kedua orang tuaku.” kata Milan sambil menundukkan kepalanya karena ada setitik perih yang ada di dalam hatinya yang membuatnya merasa geram terhadap Dilan.


“Baik bos!Saya akan menyelidiki semuanya sampai mendapatkan bukti buktinya! By the Way, untungnya semua properti milik tuan Ali dan nyonya Nesia sudah dipindah namakan menjadi milik Milan Elea  Putri.” kata sang detektif memberikan info lagi.


Milan tertegun mungkin sebelum mereka mengatasnamakan semua properti atas nama dirinya,  ia yakin Ali danNnesia sebagai kedua orang tuanya sudah memiliki firasat bahwa akan ada orang yang akan mengusik dan juga mengganggu perusahaan serta properti yang mereka miliki.


Jadi kemungkinan besar, orang tuanya sadar bahwa rekan bisnisnya itu seperti ular beludak yang akan mematuk mereka Apabila mereka tidak memiliki persiapan sama sekali.


Walaupun sedikit terlambat namun properti mereka serta barang-barang pribadi milik mereka tidak sampai bisa diambil alih oleh Dilan dan juga Safeea karena mereka tidak tahu bahwa barang-barang milik Ali dan istrinya itu sudah dialih namakan menjadi milik anaknya.


Milan Alias Elea yakin kalau ia pasti akan bisa menghancurkan dan mengambil alih seluruh kekayaan Dilan serta menjebloskan mereka ke dalam penjara.


Dengan tubuhnya yang bagus dan seksi dia sangat percaya diri bisa menggaet seorang Dilan yang usianya sudah mendekati uzur.


Dia akan memanfaatkan hal itu agar Dilan masuk di dalam jebakannya.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2