
Setelah menuntaskan mandi berdua, yang selesai dalam 2 jam kemudian, Letta dan Hans pun keluar dari kamar mandi nya, dengan wajah yang bersinar-sinar bahagia karena Hans mendapatkan jatahnya kembali setelah mengungkung Letta di kamar gara gara lingerie, eh masih juga nambah satu sessi panjang di kamar mandi.
Dasar maruk!! Alhasil si Letta benar benar kelelahan dengan gaya bermain Hans dan ahrusan dirinya memuaskan si boy.
Sebenernya Letta enggan ke keluar, ia hanya ingin memulihkan kondisinya, tapi ia malu engan mertuanya masa ia tak keluar kamar?
Hans juga pinginnya berduaan dengan istrinya saja. Tapi Letta jelas menolak. Daripada ia nanti malahan harus melayani nafsu suaminya? Lebih baik ia keluar saja, dan makan sama mertuanya di ruang makan, eh tapi ini pasti sudah telat banget, mudah mudahan tidak dibully sang mertua.
Tok tok tok
"Mas ada orang . . "
"Iyalah . . . kan ada yang ketuk pintu, sayang!"
"Bukain deh, jangan jangan itu mama!" katanya dengan sungkan. Ia belum selesai berpakaian, alhasil ia bersembunyi di walking closet.
Kamar Hans emang kamar termewah yang pernah Letta lihat seumur hidupnya, tapi ia gak mau kalau di kamaar melulu, ia ingin jalan jalan di Bali ini. Katanya kan honeymoon.
" Mama, Papa kok nyusul kemari . . " tanya Hans dengan nada bingung, karena kedua ortunya malah ikutan naik ke atas, biasanya mereka bisa menyuruh asisten rumah tangganya untuk memanggilkan Hans dan juga Letta, kan cape ya harus ke kamar atas hanya untuk memanggilkan kedua manusia yang sedang dimabuk cinta itu.
" Kalian lanjutkan acara kalian saja, papa ditelepon sama kantor karena kamu gak ikutan zoom meeting sama mereka jadi akhirnya Papa saja yang akan menggantikan kamu untuk acara Zoom meeting bersama dengan orang-orang kantor. Papa dan Mama awalnya hanya ingin memastikan saja kalau kamu tidak akan mangkir dari tugas kamu sebagai seorang suami dan juga pemimpin dari rumah tangga agar segera memberikan kami cucu yang lucu-lucu."
"Astaga papa, kalau seperti itu harusnya Papa tidak usah khawatir!" decak Hans kesal, karena ia bak anak kecil saja, masa mau begituan harus dipantau. Hans juga suka ehem ehem lah, apalagi istrinya itu masih muda dan cantik, sangat cantik malahan.
"Letta dimana?. . " kata mama sambil mengintip ke dalam kamar.
"Mama, jangan ngintip ngintip kayak gitu deh . . " Hans memutar bola matanya dengan kesal.
"He he he . . ." sang mama dan papa hanya bisa tertawa bahagia melihat Hans dan Letta.
"Papa dan mama akan pulang ke rumah, karena tadi ternyata ada banyak hal yang harus diurus di kantor paska pernikahan kamu yang bikin heboh kemarin." kata papa dengan segera.
" Hans akan nyusul kalau Letta sudah puas . ."
"Jadi kamu gak bisa bikin puas istri kamu . . "
"Aish papaaaaa!!"Hans kesal dengan apa yang dilakukan oleh sang papa.
" Sudah pa, ayo kita nikmati Bali, biarkan sang pujangga cinta . . si bujang tua ketemu perawan cantik yang masih muda ya bawaannya minta jatah terus." kata mama dengan sinis.
"Ayo ma . . " katanya dengan merangkul mama secara posesif meninggalkan Hans yang bengong.
__ADS_1
Hans balik ke dalam kamar dan istrinya sudah siap keluar, namun ia ragu karena takut di bully sang mertua.
" Papa sama mama menggoda ya?"
"Hmm, biasalah soalnya kan ini sudah hampir siang . . "
" Oh jadi nyadar juga ya? Kalau ini sudah siang? Makanya mas, kamu itu kalau minta jatah kira kira dong. Masa minta jatah kok berulang kali sih?" tanya Letta dengan ketus.
Ia kesal, bahkan tadi di dalam kamar mandi bisa bisanya Hans modus sehingga ia harus melayani Hans sampai 2 kali.
Letta memutar bola matanya dengan jengah karena Hans hanya menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal dengan santai, ia merasa bersalah,karena membuat istrinya harus melayani nafsunya sampai lemas, tapi ia tidak bisa melepaskan istrinya yang ga tau kenapa tambah menarik saja setelah first nightnya, lepas perawan.
" Mas saja heran. Bersama kamu tuh kepinginnya menindih saja, pinginnya si boy itu mas masuk sarang saja. Jangan jangan kamu ngasih pelet ya? Biar mas selalu nempel sama kamu dan gak bisa kelain hati?"
" Ohhh jadi maksudnya kepingin ke lain hati? Sama Deera itu?Wanita lain . . " tentu saja ia tak bisa mengatakan kepada Hans secara jujur.
Aletta hanya diam membuat Hans ga enak hati, merasa kalau ia telah salah ngomong.
" Eh enggak, maksudnya tuh mas gak bisa lepas dari pesona dan kamu tahu gak... sarang kamu itu bener bener bikin si boy mas tergila gila." jelas Hans dengan vulgar, sampai mata Aletta melotot.
" Mas, ihhhh ... mulutnya itu ya, mesum banget tau gak? " bisik Mey sambil menyodok perut kekar suaminya, supaya suaminya itu lebih aware dengan lingkungan dan gak adal njeplak kayak tadi.
" Aduh!! Ya, maaf dong sayang. Habis kamunya ngambek sih? Jadi ya harus segera di klarifikasi dong supaya kamu ga marah lagi. Kalau kamu marah, gimana nasib si boy mas kalau mau masuk ke sarangnya dong?" bisik Arnold balik ke telinga istrinya saat mereka duduk di taman belakag rumah yang berbatasan dengan pantai, sambil menikmati pemandangan ke arah pantai lengkap dengan pasir putih dan deburan ombak.
"Kita makan di resto aja gimana?" tanya Hans dengan nada lembut, ia ingin mengajak sang istri untuk mencari suasana lain.
"Hmm boleh sih, emang dimana?"
"Deket kok, kita jalan aja juga sampai." kata Hans sambil mengkode sang pengawal untuk mengikuti mereka.
Karena di samping perbatasan pantai itu ada resto dengan standar internasional yang emnag harganya selangit, namun namanya juga sultan tentu ini tak mneghalangi Hans mengajak Letta kesana dong ya.
"Duduk sini aja . . "
"Hmm . ."
Mereka sengaja mencari spot yang emang deket banget dengan pantai, karena resto ini cuman paling 50 meter dari tempat mereka bersantai, maka tak lama mereka juga sudah nyampai.
"Kamu mau pesen apa?" tanya Hans dengan segera setlah mereka duduk di sana.
Letta tidak langsung menjawab karena pelayan resto menghampiri dan langsung menanyakan apa yang ingin dipesan oleh mereka.
__ADS_1
Letta hanya diam saja, mempersilahkan Hans yang memesan makan pagi mereka. Yang pasti Letta merasa sangat lapar dan apapun yang dihidangkan pasti akan ia lahap habis.
" 1 set American Breakfast. Apa saja yang included? " tanya Hans dengan nada datar dengan pelayan wanita yang masih terpaku melihat ketampanan sang CEO yang terkenal memiliki villa di sebelah resto mereka itu.
" Bisa dipilih sih pak. Yang pasti menu American Breakfast yang kita sediakan adalah Coffee, tea (caffenaited/decaffeinated), hot choccolate, susu, Jus, Yogurt, Fruit/ buah, Cereal, Salmon dengan bagel dan cream cheese, Wafel, pancake, donat, Macam-macam telor dengan bacon, ham, kentang atau bisa juga Muffin, croissant, brioche, toast, roti dengan jam, maramalade, butter atau coklat." jelas pelayan wanita itu dengan satu nafas, sambil masih menatap Hans yang tampan, kayak ga ada orang lain disamping Hans, membuat Letta hanya melirik kegiatan sang pelayan itu dengan sebal.
" Boleh, 1 set American breakfast! Kamu mau apa sayang? English breakie apa Continental saja?" tanya Hans sambil menatap istrinya yang tampak kesal. Hans ga ngerti apa yang membuat istrinya badmood, mungkin karena masalah tadi, tapi ia tetap berusaha membujuk istrinya yang cantik itu supaya tidak kesal dengan dirinya dengan cara memeluk istrinya dengan posesif dan mencium pipi Letta tanpa memperhatikan pelayan yang merona malu karena melihat adegan live romance macam ini.
" Aku ngikut kamu aja, mas." kata Letta yang tampak senang melihat pelayan itu memalingkan wajah karena tingkah absurd suaminya yang mempertontonkan kemesraan bersamanya.
" Oke 1 set English Breakfast aja. Biar cepat!" kata Hans tanpa memandang wajah pelayan itu. Hans masih saja memeluk istrinya sambil memandangi istrinya yang sudah tampak tidak kesal lagi.
" Baik pak! Segera!" kata pelayan itu sambil langsung ngacir karena malu melihat pemandangan live romance yang membuatnya ikut merasa panas dingin. Seandainya itu adalah dirinya. Tapi menatap wanita yang bersama laki laki itu, membuatnya sadar, bahwa wanita di samping laki laki tampan tamu VVIP itu sangat luarbiasa, tampak cantik dan menawan, bahkan sekelas artis yang sering bersliweran di TV aja kalah bersinar dengan wanita disamping laki laki tampan itu.
Setelah pelayan itu pergi, tiba tiba saja ada orang yang langsung menyapa sang suami dan membuat Letta membulatkan matanya karena cemburu.
"Hanss . . ."
.
.
.
TBC
Hai readers, jangan lupa untuk komen dan like ya . .
Thor juga punya rekomendasi cerita nih,
Akhir Pernikahan Dini
by. CovieVy
Blurb :
Seperti biasanya, Bang Alan pulang kerja ketika Azan Subuh mulai menggema. Saat itu pula aku mulai bekerja mengais rezeki sebagai buruh cuci, pakaian para tetangga.
Sebelum mencuci pakaian orang lain, aku memprioritaskan mencuci pakaian keluargaku sendiri. Namun, aku sungguh dikejutkan oleh benda keramat dari kantong celana yang digunakan suamiku tadi malam.
Benda itu merupakan sebuah bekas bungkus ****** yang dulu sering aku lihat di televisi. Ini milik siapa? Kenapa ada di kantong celana milik suamiku?
__ADS_1