
Di tempat lain, Arjuna sangat ingin mengetahui siapakah yang menjadi istri dari Hans Armando Javier, sang rival.
Bayangkan kalau si Raline yang cantik jelita dan sangat seksi saja tak dilirik oleh Hans dan malah memilih Nilam yang . . . jelas lebih tua dibandingkan dengan Raline, maka bagaimanakah rupa istri sang don juan itu?
Nilam itu menurutnya masih kalah jauh dengan Raline, tapi entah kenapa Hans mau mau saja dijodohkan dengan Nilam.
Ah sebenarnya itu lebih baik!Lebih baik Hans menikah dengan Nilam atau wanita lainnya jadi ia masih akan memiliki waktu untuk mendapatkan Raline kan?
“Don, kita akan mamapir ke restoran yang terletak di depan kantor Javier Grup. Itu ada pasta yang lezat dan kabarnya memiliki koki yang di datangkan langsung dari Italia. Aku mau makan disana saja.” kata Arjuna dengan nada bersemangat, entah kenapa ia sangat menyukai makanann yang berupa pasta seperti itu. Jadi kalau ada resto yang menyajikan makanan yang berupa pasta maka ia adalah orang pertama yang menginginkannya.
“Tapi bos, lokasinya itu snagat dekat dengan kantor pak Hans Armando Javier, saya takut kalau nanti kit akan bertemu dengannya.” kata Doni, sang asisitennya.
“Tak masalah!Pesan tempat VIP yang ada dalam ruangan tertutup. Kalaupun dia pergi ke tempat yang sama pasti juga akan mengambil tempat VIP yang merupakan sebuah ruangan tertutup. Jadi kemungkinan untuk bertemu akan sangat kecil. Lagian aku siapa kalau seandainya bertemu dengan dia memangnya aku takut bertemu dengan dia?” awalnya sang asisten pribadi hanya ingin mengingatkan, nama depannya sampai besar tidak suka diperingatkan dan bahkan ingin menantang apabila nanti bertemu dengan Hans Armando Javier maka dirinya juga tidak akan takut lagi.
“ Baiklah kalau begitu saya akan menyuruh Siska untuk memesankan tempat VIP di sana,” kata Doni dengan nada hormat dan langsung menelepon sekretaris Arjuna agar memesankan tempat itu untuk mereka makan siang berdua.
Arjuna langsung menganggukan kepalanya tanda dia setuju dengan pengaturan yang dibuat oleh Doni itu.
Setelah selesai mengatakan kepada sekretaris dari Arjuna, Doni langsung meluncur ke tempat yang dituju.
Karena mereka memakan sudah makan siang tentunya tempatnya jauh lebih sepi daripada ketika menjelang makan siang dan pas makan siang.
Mereka berdua langsung masuk ke dalam salah satu ruangan yang ditujukan kepada mereka oleh pelayan restoran yang berjaga di depan.
“ Kamu sekalian langsung memesan kepada mereka Apa yang biasa aku pesan itu jadi kita tidak usah dua kali kerja.” kata Arjuna sambil menyuruh sang asisten untuk memesankan favoritnya itu Karena dia sudah tidak sabar lagi.
Tapi sebelum makanannya itu selesai dipesankan oleh sang asisten, tiba-tiba Arjuna ingin sekali buang air kecil ke toilet dekat ruangan VIP yang ia pesan.
Lalu dia langsung keluar dan berpamitan kepada asisten pribadinya kalau dirinya ingin masuk ke toilet.
Di tengah perjalanannya menuju ke toilet tiba-tiba dirinya menabrak seseorang yang kebetulan keluar dari toilet wanita.
Dia menabrak seorang wanita yang sangat sangat cantik seperti boneka rambutnya panjang dan bergelung Ikal di bawah matanya begitu indah dengan bulu mata yang lentik alisnya pun terlihat tebal namun rapi dan yang paling penting adalah Netra matanya yang sangat besar serta berwarna hitam legam seperti langit malam.
“ Maaf, maaf, saya tidak sengaja, mungkin saya terlalu terburu buru,” pinta Arjuna dengan salah tingkah.
Arjuna benar-benar sangat singkat dengan wanita yang saat ini ada di hadapannya, wajahnya yang sempurna itu membuat dirinya sama sekali tidak bisa mengalihkan pandangannya kepada tempat lain selain Hanya wanita itu yang ada di pikirannya.
“ Cantik!” gunamnya lirih namun wanita itu tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Arjuna itu.
__ADS_1
“ Maafkan saya juga karena mungkin tadi saya terburu-buru jadi tidak melihat anda yang datang dari arah sebaliknya, Saya permisi terlebih dahulu karena saya Ditunggu oleh saudara-saudara saya di sana. Sekali lagi maaf ya saya tidak sengaja!” kata wanita itu sambil membetulkan baju kerjanya yang terlihat sedikit lusuh gara-gara tabrakan tadi.
“ Eh tunggu dulu, Saya masih belum meminta maaf dengan benar! Tadi itu benar-benar kesalahan saya, Nona! Dan By the way Siapakah nama Nona jadi saya bisa meminta maaf dengan menyebutkan nama anda yang jelas…” ini jelas sebuah modus yang langsung diketahui oleh wanita tersebut, jadi wanita tersebut hanya tersenyum dalam menanggapi Arjuna saat ini.
Bahkan tanpa harus perkenalan Arjuna tidak tahu bahwa wanita ini jauh lebih muda usianya Dari Dirinya, bahkan jauh lebih muda daripada Raline.
Tapi entah kenapa wajah wanita ini benar-benar membuat dirinya teralih dari Raline yang kemarin belum bisa keluar dari pikirannya.
Dan sekarang dengan mudahnya wanita muda ini menggantikan pikirannya yang dulu terpusat kepada Raline.
“ Nama saya, Letta … bapak bisa memanggil saya dengan itu saja. Dan saya rasa Bapak tidak perlu mengulang minta maaf sama saya karena Bapak tidak salah. Itu semua tadi salah saya karena saya ceroboh!” kata wanita itu dengan cepat lalu kemudian beranjak dari situ setelah meminta izin kepada Arjuna karena dirinya memang terburu-buru.
Arjuna yang masih terbengong bengong hanya bisa membiarkan wanita cantik itu beranjak dari situ karena dirinya sudah tidak punya lagi alasan untuk menahan wanita itu bersama dengan dirinya.
Padahal kalau bisa dirinya ingin sekali bisa menahan wanita itu agar tidak menjauh dari dirinya.
Dan setelah wanita itu tidak kelihatan batang hidungnya, Arjuna langsung tak sadar bahwa dirinya sangat-sangat bodoh karena tidak mengantarkan wanita itu keluar dan mengetahui sebenarnya wanita itu di circle apa.
“Arghhhh bodoh sekali aku. Bahkan aku tadi tak menanyakan nama keluarganya dan nomer teleponnya. Sialll!! ” runtuk Arjuna dengan suara cukup keras karena menyesali kebodohannya.
***
“Sayang kamu lama banget di dalam kamar mandi.”
“Ish kamu itu bucin parah deh! Istri kamu itu baru saja ke toilet, masa kamu mau ikuti juga sih?”
“Tenang, mas! Aku tadi hanya ke kamar mandi dan di depan toilet aku bertabrakan dengan seseorang yang bikin aku sedikit tertahan di sana . . . “
“Astaga, tapi kamu tidak apa apa? Ada yang lecet atau luk? Apa perlu kita ke rumah sakit?” tanya laki laki itu dengan nada cemas.
“Aku gak apa apa, hanya tertahan karen aku harus meminta maaf kaen amenabrak laki laki itu saja, kamu gak usah cemas.”
“Siapa yang kamu tabrak? Laki laki atau wanita . . “
“ Transgender!! “
“ Tutup mulut kamu Arya!!! Aku bertanya pada istri aku.”
“Kamu tuh ya, posesif banget! “
__ADS_1
“Sudah ah, jangan ribut, yuk kita balik aja!” kata Aletta dengan nada tidak enak.
Ya . . . wanita yang tabrakan sama Arjuna itu memang Aletta.
“Sayang tapi kamu beneran tak apa?” tanya Hans dengan protektif.
“Huum!”
“IHHH pingin sumpal mulutnya yang banyak tanya itu dengan sandalnya dinosaurus!” cebik Arya kesal, membuat sang istri, Elish malah tertawa terbahak.
“ Ehhhh, mas tunggu! Kamu mundur 2 langkah deh!” kata Aletta dengan nada cemas.
Langsung saja permintaanya itu dituruti oleh Hans.
“Kenapa sih sayang?” tanya Hans kebingungan.
“Soalnya kamu gantengnya kelewatan . . “ celetuk Aletta mengambil rayuan gombal yang ada di mbah gugel, agar sang suami tak lagi mempermaslaahkan tabrakan di depan toilet tadi.
“Cieehhhhhh yang blushing tuhhh!!! Gantengnya kelewatan, kelewatan satu gang! Wakakakakak!” semakin terbahak bahak Elish dan Arya tertawanya, namun si Hans bersemu merah pipinya bak gadis yang baru saja dicium pacarnya…
“Lagi lagi, Lett!!” pinta Elish sama Aletta yang pandai menggombal juga rupanya.
Yaiyalah, di kampus banyak sekali teman teman cowo yang mengatakan itu sama dirinya, nah sekarang ia pakai buat merayu sang suami yang kolot dan kuno.
“Mas, kamu tahu gak kenapa aku suka ngemil? Dan ngemil apa yang palingggg aku suka?” tanya Aletta sama Hans tanpa memperdulikan teriakan cie cie yang dilontarkan kedua sepupu Hans itu.
“ Gak tahu, emang ngemil apa yang kamu suka?” rencananya hans akan membelikan cemilan yang disukai oleh istrinya itu maka ia mendengarkan perkataan Aletta dengan seksama.
“NGEMILikin hati kamu, mas . . “ sahut Aleta dengan santai, tapi efeknya membuat jantung hans berdebar kencang.
Ih sang istri kok bisa ngegemesin kayak gini ya, pingin pelukin trus diciumin di tengah jalan gini, dosa gak bikin mupeng orang???
.
.
TBC
Jangan lupa untuk keep support author ya, dengan cara memberikan komen, like dan juga memfavoritkan, syukur syukur kalau kemudian memberikan vote dan juga hadiah buat semangat thor.
__ADS_1
Follow IG Nophie_Author agar tahu cerita apa yang dibuat thor dan juga, rekomendasi cerita thor taruh disana juga.