
Aletta teringat kalau ada pantauan kamera CCTV di luar dan tersambung dengan ponsel sang suami.
Ia nenatap sang suami yang tampak tertidur lelap di pangkuannya, berarti kehebohan yang terjadi di luar tak mengganggu tidurnya saat ini.
Meski ya pahanya kini sudah pegal di tindih kepala sang suami, tapi Aletta merelakannya karena ia tak mau kalau sang suami sampai terbangun.
Mungkin badannya yang tidak enak, membuat Hans tidak tidur nyenyak semalam.
“Kalau pas gini, kamu itu tampk 100x lebih ganteng, daripada kalau pas kamu godain aku dengan gaya kamu yang tengil dan menjengkelkan itu.” bisik Aletta dengan suara yang sangat lirih.
Hans yang tertidur mungkin tak mendengar monolog Aletta, dan Aletta bersyukur karena sang suami tak terbangun karena suara suara heboh di depan kantor sang suami.
“ Fiuh! Untunglah kamu tetap tidur dan gak terganggu sama keributan yang ada di luar.” Aletta sedikit terkikik geli karena melihat wajah sang suami yang terlihat damai dan tenang saat tidur seperti ini.
“ Sudah puas mandangin wajah tampan suaminya?” tanya Hans dengan nada lirih, dan berbisik parau, khas orang baru bangun tidur.
“ Ihh mas Hans ya? Kamu gak tidur beneran?” tanya Aletta sambil melotot. Suaminya masih dalam posisi memejamkan mata.
“ Ya tatapan kamu membuat aku bergairah. Nih kalau gak percaya pegang si boy . . .” tangan Hans langsung menarik tangan lembut sang istri untuk merasakan bukti gairahnya yang sudah memuncak.
“Apa mungkin karena tadi sebelum tidur kamu sudah menjanjikan sesuatu sama si boy jadi dia nggak bisa tidur nyenyak dan kepinginnya dipuaskan terlebih dahulu kayaknya.” padahal hans itu masih merasakan badannya tidak enak tapi dia kekeuh kepingin memanjakan Si Boy.
Aletta merotasikan bola matanya karena dia tahu apa yang dikatakan oleh sang suami itu hanyalah modus belaka.
Padahal aksinya memang kepingin melakukan hal yang iya-iya itu karena memang dari sejak pertama kali tadi sebelum tidur memang sang suami itu sudah menginginkan untuk melakukan hal tadi.
“ Tapi kan aku tadi sudah bilang Mas kalau aku akan memberikan itu di rumah bukan di kantor! Ada orang yang mencoba menerobos masuk tapi Untunglah ruangan ini sudah ku kunci jadi ya orangnya nggak bisa masuk.” jelas Aletta dengan nada kesal karena tadi dia sebenarnya ingin sekali mengecek pantauan CCTV tentang siapa yang tadi berusaha masuk ke dalam.
__ADS_1
“Hah? Memangnya siapa yang belum masuk ke dalam tanpa seijinku?”
Hans berusaha untuk bangkit berdiri dari pangkuan sang istri karena dirinya kesal dengan orang yang berani-beraninya mau masuk tanpa seizin dirinya.
Tapi kemudian Karena posisinya saat ini sedang tidak baik-baik saja, makanya ketika dia memaksakan diri untuk duduk tiba-tiba saja seluruh pandangannya seperti berputar, Emang kepalanya sedikit pusing dan karena obat yang dikonsumsinya adalah obat anak-anak maka jelas tidak bisa langsung sembuh.
Apalagi hans terbangun karena Si Boy yang nakal, sudah menegak seperti itu minta dipuaskan.
Ekspresi wajah sang suami yang terlihat menahan kesakitan membuat Aletta kembali mengiba.
“Mas, kamu istirahat dulu dong! Jangan membuat tubuhmu itu semakin drop dengan pikiran-pikiran yang mesum seperti itu. Jangan takut kalau kamu nanti sudah sembuh toh Mas kamu mau minta berapa kali akan kuberikan.” Aletta sebenarnya itu kesel tapi dia berusaha menahan perkataannya supaya tidak terlalu kasar dalam menasehati sang suami.
Padahal dia juga tidak pernah menolak keinginan sang suami untuk bermanjariah dan melakukan permainan In And Out itu dan bercocok tanam setiap waktu.
Tapi sekarang ini kan posisinya lagi sakit ya kok ya masih maksain begitu aja ! Dasar laki-laki!
“Coba kamu cek di HP, milik mas, soalnya pantauan CCTV di luar tersambung dengan ponsel itu.” perintah Hans kepada sang istri karena dirinya memang ingin untuk melihat siapa gerangan yang datang tadi.
Aleta langsung membuka ponsel dari sang suami karena dia juga sudah mengetahui password kunci dari ponsel sang suami itu yaitu tanggal pernikahan mereka.
Aleta membuka aplikasi CCTV yang tersambung dengan ponsel sang suami kemudian meneliti Siapakah yang datang di jam tadi.
Setelah dia menuntaskan penasarannya karena dirinya sudah melihat Siapa yang datang, dia langsung memberikan ponsel itu kepada sang suami supaya sang suami bisa mengetahui Siapa sebenarnya yang datang tadi tanpa dirinya harus mengatakan dari mulutnya sendiri.
Malas banget sumpah! Melihat wanita yang kegatelan dan ingin bertemu dengan sang suami, padahal Ya sudah tahu lho kalau sang suami itu sudah beristri.
Memang terkadang wanita-wanita seperti itu tidak pernah berpikir bahwa harga dirinya akan jatuh ketika menjadi yang kedua, seakan-akan malah bangga!
__ADS_1
Tapi tentu saja Aleta tidak peduli Yang penting suaminya tidak menggubris wanita-wanita yang mendekatinya, apabila sang suami macam-macam dia akan cepat mencekik Si Boy, supaya tidak bisa jajan ke mana-mana.
“ Kenapa Raline datang kemari?” tanya Hans sebenarnya bermonolog dengan dirinya sendiri.
Tapi rasanya mulut Aletta itu gatal Kalau tidak menjawab apa yang sedang dikatakan oleh sang suami.
“ Ya mungkin Raline kepingin untuk menservis Si Boy, jangan-jangan Si Boy pernah tuh di servis sama Raline jadi ketagihan.” katanya dengan nada sarkas, membuat Hans hanya menatap sang istri dengan tatapan Memuja, seakan-akan dirinya malah bangga Ketika sang istri itu cemburu dengan wanita lain yang berusaha mendekati dirinya.
Hans dengan wajah berseri-seri dan melupakan rasa sakit yang melanda tubuhnya saat ini yang membuat kepalanya berdenyut-denyut nyeri, langsung memeluk sang istri dan mencium pipinya.
“ Si Boy itu hanya pernah diservis sama yang namanya Aleta Wijaya yang cantik jelita dan masih muda Itu loh. Ngapain coba cari yang tua kalau yang muda aja bisa memuaskan dan menuruti keinginan hati Sang suami?” kata Hans dengan hangat dan penuh senyuman.
Padahal Hans itu di luaran tidak pernah senyum tidak pernah merasa menebarkan kehangatan. Itu hanya eksklusif untuk sang istri tersayang.
“ Ck sudah tua tapi genit, tukang gombal dan tukang merayu. Pantes aja banyak yang suka nempel-nempel, rupanya sering dirayu dan digombalin. Tapi kalau aku tidak suka genitin dan digombalin.” kata Alettta sambil memonyongkan bibirnya 5 cm.
“ Kamu itu sukanya mendesah saat Si Boy masuk ke dalam rumahnya, terus bilang lebih cepat lagi lebih cepat lagi… aduh! Ayangggg itu KDRT loh!” teriak sang suami ketika cubitan kepiting masuk ke dalam perutnya yang masih berbalut kemeja yang sangat kusut karena dirinya tertidur di pangkuan sang istri tadi.
“ Biarin, kamu sukanya bikin hoax . . . mana pernah aku begitu?” wajahnya memerah karena malu. Padahal kadang ia emang bileng gitu, tapi ia maluuu. . .
“Ya ya ya kamu gak pernah ngomong gitu. Yang ngomong gitu sama aku itu partner ranjangku saja, bukan Aletta Wijaya yang cantik. ” Hans hanya bisa mengalah, tahu kan kalau wanita itu selalu benar dan Hans harus mengalah.
.
.
.
__ADS_1
TBC
Hay readers, maaf kalau telat ya upnya, soalnya ada sedikit masalah dengan pekerjaan di pf lain, okeyyy jangan lupa keep support thor dengan komen, like dan juga fav kan ya. Oh ya vote juga ditungggguuuuu. . . makasihh!Happy reading !!Kunjungi IG @Nophie_Author yessss