Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
61. Aletta kebingungan


__ADS_3

Kalau biasanya mahasiswi yang akan melakukan bimbingan dan juga membuat skripsi itu akan kebingungan sendiri bagaimana cara membuat bab 1 bab 2 bab 3 dan menentukan judul.


Tapi saat ini justru yang heran adalah Aleta karena dosen bimbingannya itu berubah dari Margaret menuju ke dekan 1 yaitu Ibu Sriyanti, yang terkenal baik hati dan tidak sombong.


Pergantian itu hanya disampaikan melalui pesan singkat di whats app.


Dosen Sri itu sudah tua maka nya ia jadi asisten rektor.


Tapi dosen Sri itu adalah dosen terbaik sepanjang masa  (Katanya) karena dosen ini tak pernah mempersulit anak didiknya, bahkan selalu ringan tangan membantu muridnya untuk menyelesaikan skripsi dengan mudah dan cepat.


Hmm, seharusnya Letta senang kan?


Iya sih ia senang tapi kok kenapa ia merasa kalau ada campur tangan sang suami disini?


Ya sudahlah, ia juga tak bisa mencegah sang suami untuk membantunya, karena bagaimana pun ia sadar dengan ke khawatiran sang suami terhadap kehamilannya.


“Sayang, kamu lagi mikirin apa?” tanya Hans sambil memeluk sang istri dari belakang.


Entah kenapa ia jadi merasa kalau sang istri jauh enak dipeluk dari belakang seperti ini.


“Lagi mikirin skripsi aku sih mas!”


“ Emang ada yang sulit?Mas akan bantu kamu. jangan lupa kamu masukin aja tugas penelitian kamu itu di kantor mas saja!Jadi semua bukti bukti dan penelitiannya lebih mudah.” kata Hans dengan nada ceria. Ia yakin dengan kemampuan sang istri yang memang cerdas dan pandai.


“Enggak, aku lagi bingung. tadinya dosbing aku itu bu Margareth yang centil . . eh sekarang ganti sama bu Sri yang halus dan baik hati. kayak rasanya gak percaya saja, soalnya bu sri itu sudah lama gak jadi dosbing!Dia kan jadi asisten rektor, dekan 1 … masa kemudian dia jadi dosbing?kalau jadi dosen penguji sih mungkin saja… ya gak?” tanya Letta dengan wajah bingung, ia sadar mungkin sang suami ada andil disini, tapi ia ingin membuat sang suami berterus terang kepadanya saja, jadi ia sengaja membuat  clue . . 


“Tadi aku keemu sama rektor, dan mas bilang tentang kondisi kamu dan mas gak mau kalau sampai bayi yang ada di dalam kandungan kamu kenapa kenaapa kalau sampai dosbing dan dosen pengujinya rese.” dengan nada tenang Hans menjelaskan kepada sang istri.


Aletta hanya bisa menggeleng gelengkan kepala, mau gimana lagi? Sang suami emang posesif dan bucin tingkat dewa.


“ Dan kamu tahu nggak Mas kalau aku bisa ngerjain skripsi itu hanya lewat email jadi aku ndak perlu ke kampus untuk bimbingan kecuali ada masalah yang mendesak.” kata Aletta dengan segera membuat Hans bersorak kegirangan dalam hati karena memang inilah yang diinginkan oleh bahan supaya istrinya tidak kelelahan.

__ADS_1


“ Ya sudah toh kalau kamu memang sudah dimudahkan kamu nggak perlu cari susah!” kata Hans sambil mengusap perut sang istri yang masih datar itu.


“ Memang sih jadi aku hanya perlu membuat judul dan menunggu ACC dari Bu Sri, baru nanti setelahnya aku akan membuat bab 1. Mudah-mudahan saja judul untuk skripsiku ini segera di-acc sehingga aku bisa langsung jalan ke bab 1 dengan metodologi penelitian yang akan aku pusatkan di kantor kamu saja, gimana mas?” tanya Aletta meminta pertimbangan kepada suaminya itu.


Tentu saja Hans langsung berkata Yes karena memang itulah yang diinginkan oleh Hans. 


“ Temtu saja dong, sayang! Pokoknya kamu kalau ada pikiran apa-apa langsung saja konsultasikan sama Mas, jadi kita langsung bisa diskusikan bersama supaya skripsi kamu itu lekas selesai dan juga minim koreksi sehingga kamu tidak perlu stres dalam menghadapinya.”


“Benar sih Mas soalnya aku juga pernah tahu kalau ada kakak tingkat yang di kuliahanku itu bunuh diri gara-gara judulnya ditolak tiga kali atau 4 kali oleh dosbingnya itu.”kata aletta sambil lalu, tapi cerita itu membuat Hans jadi ngeri sendiri.


“Nah ya, Makanya kalau kamu ada apa-apa, Kamu harus langsung bilang sama Mas supaya kita bisa mencari solusinya bersama-sama. Karena sebetulnya membuat metodologi penelitian mengenai bisnis dan bagaimana cara untuk mengaplikasikannya di dunia nyata itu sangatlah mudah. Jadi kamu tidak usah khawatir karena… the expert of that major is me!!” kata Hans  dengan jumawa.


“Ih songong kamu ah mas!” kata Aleta sambil memukul lengan sang suami yang berotot kawat dan Balung Besi itu … emang gatotkaca?


“Ya harus, itu bukan songong sayang! Itu percaya diri namanya… tapi memang benar loh kalau Mas itu pernah masuk di majalah bisnis terkenal di luar negeri gara-gara hal itu.” kata hans lagi membuat Aletta tambah illfeel.


“ Udahan ya ngomong masalah skripsi, kita cari makan aja yuk mas! Tahu ga sekarang aku lagi pingin makan pastry dan nongkrong di cafe sambil minum kopi ….”


“Tapi aku kepingin minum milkshake…”


“Oke susu hamil akan aku buatkan pake es krim jadi milk shake dari susu hamil.” kata Hans lagi membut Aletta melotot, gimana caranya bilang sma kafe tersebut untuk membuatkannya milk shake menggunakan susu hamil.


“Bagaimana bisa? Kita kan …”


“Tenang masalah itu akan diatasi oleh pengawal aku, yuk kita segera berangkat. Mas gak mau kalau kamu sampai kena angin malam.” katanya dengan nada over protektif sepertti biasanya.


“ Terserahlah!!!” kata Letta segera berangkat mengikuti sang suami yang kemudian memeluk tubuhnya yang mungil sehingga tubuh suaminya itu menghangatkan Aleta.


Mereka naik mobil Bentley Bacalar warna hitam tahun 2021, yang hanya ada 12 unit ada di dunia. Harga fantastis dengan kecanggihan luar biasa, membuat Aletta nyaman berada di mobil tersebut yang disupiri langsung oleh sang suami.


Sedangkan pengawal yang lainnya ada di mobil SUV lainnya, jadi pengawal Hans tak pernah ketinggalan.

__ADS_1


Aletta memutar bola matanya dengan malas, padahal cuman mau ke cafe doang tapi ribetnya kayak mau naik gunung.


“ Mas, aku mau makan spaghetty ya… kue tiramisu, aneka pastry dan coklat.”


“ Huum, as your wish, my queen!!”


“Milkshakenya mintain es krimnya yang banyak ya mas!” katanya sambil ngeces, seakan makanan itu jarang ia nikmati saja.


“Oke siap bos!” katanya lagi, haduhhhhh gimana Letta gak meleleh kalau diginiin terus.


“Hu hu huh huuu…” lah si Aletta malah nangis.


“Kenapa sayang?Mas salah ngomomg?” katanya sambil memegang tangan sang istri sedangkan tangan yang satunya memegang kemudi mobilnya.


“Kamu itu lho Mas kok baik banget sama aku Aku jadi bingung…” kata Aletta yang semakin bingung dengan dirinya sendiri padahal dirinya dulu itu bukan orang yang Menye Menye seperti ini.


“ Sayang kalau Mas itu baik-baik sama kamu karena kamu adalah istrinya Mas. Jadi kamu tidak usah merasa terharu seperti itu!” hans sadar bahwa ini mungkin adalah pengaruh dari hormon kehamilan sang istri, jadi dia berusaha untuk membuat istrinya nyaman bagaimanapun ini adalah masa yang sulit bagi istrinya yang masih muda tapi harus mengandung di usianya yang masih muda itu.


“ Uhhh jadi pingin cium …” Aletta memang benar-benar dalam posisi labil saat ini, membuat hanya bisa  merasakan cenat cenut karena ada seuatu di tubuh bawahnya malah menegang gara gara omongan Aletta … gawat gawattt!!


.


.


TBC


Hai guys welcome back Thank buat komennya yang membuat aku semangat, jadi walau masih harus jaga makan, tapi ya untuk mengobati rasa kangen kalian sama ke uwu an dari Hans dan juga Aleta, pokoknya tetap di usahakan untuk . . . Update cerita ini karena aku tahu kalian menanti-nantikan cerita ini selalu, wkwkwk sok pede!


Jangan lupa untuk keep support aku ya dengan like comment yang banyak dan juga memberikan hadiah.


Ditunggu!! Happy reading!

__ADS_1


__ADS_2