Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
71. Disidang dan pindah dadakan


__ADS_3

“ Loh bukannya papa sudah bilang sama Elish kalau kami hendak berkunjung ke sini karena kalian benar-benar sudah melupakan kami sebagai orang tua. Apalagi kamu harus sama sekali tidak ada terima kasihnya udah dijodohkan sama Aletta dan mengurung Aleta hanya di sampingmu saja sehingga Mama juga tidak pernah bisa berdekatan dengan anak perempuan Mama ini.” katanya dengan kesal sambil mendatangi Hans dan menarik Aletta untuk dipeluknya.


“Mau ada sesuatu yang kalian akui, mungkin?” tanya sang papa sambil menaik turunkan alisnya.


Pov. Letta


Aduh ya ampun, malunya aku terpergok lagi mau begituan sama mas Hans, padahal Sebenarnya kita ini sudah menikah Jadi sebetulnya melakukan hal seperti itu tidak ada salahnya.


Namun ketika hal itu terlihat jelas oleh sang mertua tentunya ini menjadi masalah.


Aku Rasanya kepingin masuk ke dalam karpet di dalam apartemen dari suamiku ini supaya tidak bisa terlihat oleh Mama dan Papa mertuaku.


Mama tidak mengatakan apa-apa namun matanya terlihat sangat menggoda aku.


Dan aku sangat malu karenanya. Mungkin saat ini wajahku sudah merah padam karena menahan rasa malu dan Aku berusaha menunjukkan kepala saja supaya tidak melihat ekspresi papa dan mama yang ingin menggoda aku rasanya.


~end


“Pa, kalian itu apa apaan sih! Ini itu apartemen aku jadi di sinilah aku dan juga istriku bisa bebas bereksplorasi dan mewujudkan fantasi-fantasi **** yang tidak pernah aku bisa lakukan di rumah. Jadi please deh kalian itu benar-benar mengganggu masa-masa enakku.” kata hans mengeluh karena ia sedang hype dan harus tertunda dengan gangguan dari papa dan mama itu.


“Ish justru Papa dan Mama pergi ke sini ini gara-gara kamu tidak pernah mau pulang ke rumah besar jadi Papa dan Mama tidak tahu kabar terakhir mengenai kalian. Padahal kamu kan tahu sendiri kalau kamu itu anak tunggal jadi Papa dan Mama itu hanya sendirian di rumah besar, Makanya papa dan mama itu ingin segera memiliki buku supaya rumah besar kita itu tidak sepi lagi. Bapak dan mama bahkan tidak peduli kalau nantinya kalian hanya meninggalkan anak kalian di rumah besar sehingga harus papa dan mama yang merawatnya….”


“Eh papa sekata-kata deh, kalau aku punya anak ya pasti akan ku urusi sendiri dong Masa aku pasrahin sama Papa dan Mama saja.” sungut Hans dengan nada kesal, emang dipikir cuman Papa dan Mamanya saja yang kepingin punya mainan . . . Dirinya juga kepingin kalau nanti anaknya lahir akan diajak mainan gitu.


“ Nah Kamu tidak usah banyak ngomong terlebih dahulu, yang penting sudah jadi apa belum?” pancing Papa dengan nada kesal karena dari tadi yang ditunggu oleh papa itu sebetulnya kabar mengenai kehamilan dari menantunya itu bukan omong kosong yang diceritakan oleh hans saat ini.


“Eh aku belum cerita ya?” tanyanya dengan nada kebingungan sedangkan Aletta sendiri pada waktu ini hanya menunjukkan kepalanya saja mungkin karena dia malu, kejadian make out Tadi terlihat oleh mertuanya itu.


Aduh Aleta pasti marah besar nih nanti dan yang menjadi sasaran lagi-lagi juga aku. Yang paling meresahkan adalah hilangnya jatah malam setelah make up tadi pastinya Si Boy kepingin masuk ke dalam sangkar, tapi kalau ada gangguan seperti ini Tentunya Aletta pasti nanti malah malas.


Huft nasibmu Boy Boy …


“ Emang kamu itu mau cerita apa, kamu itu sudah berapa minggu semenjak kamu liburan honeymoon, kamu sudah tidak pernah lagi pulang ke rumah. Kamu selalu berada di apartemen saja dan istri kamu ini tidak pernah kamu lepaskan sendiri selalu kamu kekepin. Ya kami tahu kalau kalian itu masih pasangan baru, tapi mbok ya dibebasin sedikit dong istrinya supaya bisa ke tempat mertua jalan-jalan sama mama mertua jangan sama kamu melulu!” Sindir Papa dengan nada kesal karena anaknya ini benar-benar tidak peka.


]” kalau Aleta sama mama melulu ya nggak akan jadi Hans Junior. Justru hans itu kejar target, supaya bisa segera memberikan kalian cucu.” kata hans dengan nada percaya diri.


“Emang sudah jadi cucunya?” tanya papa dan mama bebarengan saking antusiasnya.


“Ya udah dong! Hans kan tokcer” katanya dengan nada sombong.


“ sebenarnya itu adalah berita yang Papa tunggu, dan sayangnya Papa tahu dari orang lain.. Kenapa bukan malah kalian yang cerita sama Papa sama Mama?” tanya papa dengan nada kesal, karena akhirnya setelah dicecar begitu rupa, barulah habis itu mau mengakui yang sebenarnya bahwa Aleta saat ini sedang hamil.


“Sudah berapa minggu sayang?” tanya mama sambil menaikan dagu menantunya yang daritadi hanya menundukkan kepala tanda malu.


“Jalan 8 minggu ma…” kata Letta dengan lirih.


“Wah … harus dijaga itu, emang ga ada tanda mual muntah gitu nak?” tanya mama dengan sennag.


“Engga ada ma.”


“Oh artinya kamu tu hamil ngebo …”


“Eh ma, kok dikatain hamil kebo, kan hamil anak aku kok dikatain hamil kebo sih ?” Hans mendelik tak suka mendengar perkataan dari sang Mama yang menurutnya tidak benar.


Bukankah katanya kalau orang hamil itu harus berkata yang positif Kenapa kok sang mama malah bilang hamil kebo?


“ maksudnya itu bukan hamil anak kebo gitu tapi hamilnya itu tidak menyusahkan, karena tidak mengalami mual dan muntah. Atau mengalami hal-hal yang menyakitkan sampai tidak bisa bangun dari tidur, terus Kepalanya pusing terus . . . Ciri-ciri orang hamil itu banyak banget Hans! Tapi istri kamu itu malah tidak mengalami hal-hal yang seperti itu. Kamu wajib bersyukur kepada Tuhan karena itu salah satu dari Anugerah juga.” kata Mama berusaha untuk menjelaskan kepada Hans tentang jenis kehamilan yang saat ini dialami oleh sang istri.


“ Ya udah kalau begitu kamu dan istri kamu mulai sekarang harus tinggal di rumah besar saja karena Aleta tidak boleh tinggal di apartemen seperti ini. Lebih baik dan lebih terjaga kalau Aletta itu berada di rumah saja. Lagian juga lebih aman!” kata Papa dengan nada tegas tidak mau dibantah.

__ADS_1


“ Tapi Pa kalau kita di rumah itu biasanya privasinya kurang, karena kalian itu seringnya mengganggu kita sedang bermesraan.” dengan nada tidak suka karena membayangkan bahwa ketika di rumah pasti banyak sekali gangguannya termasuk dari papa dan Mamanya sendiri.


“ oke oke itu rumah itu kan sangat besar itu kan ada Paviliun dan juga rumah utama gini aja biar Papa dan Mama tinggal di paviliunnya aja dan kamu beserta Aleta ada di rumah besar sehingga paling tidak Kalau ada apa-apa kalian itu banyak yang akan menolong. Di sana kan sudah ada asisten rumah tangga, ada pengawal, juga ada satpam.” kata Papa mengalah untuk menyerahkan rumah besar kepada Hans dan juga Aletta sedangkan dirinya dan sang istri menempati Paviliun.


“ Ya udah gini aja Pa biar aku dan Alita tinggal di paviliun sedangkan Papa dan Mama di rumah besar, Kayaknya lebih privasi gitu deh! Kalau di rumah besar kan ada asisten rumah tangga dan juga penjaga serta tukang kebun yang berada di belakang rumah besar, kalau di paviliun Kan semuanya tertutup. Jadi aku dan Aleta lebih memilih untuk tinggal di paviliun saja.” kata Hans menegakkan membuat sang Papa hanya bisa menyerah pasrah saja dengan keinginan sang anak laki-laki tunggalnya itu. Lagian tinggal di paviliun jauh lebih aman dan lebih bisa ia Pantau daripada berada di apartemen seperti ini.


“ Oke kalau gitu papa kasih waktu setengah jam untuk kalian membawa pakaian dan mulai malam hari ini kalian harus tidur di rumah besar!!” bekas Papa dengan nada yang tidak mau dibantah sehingga membuat Hans dan juga Aletta harus segera berkemas malam hari itu juga untuk pindah ke rumah besar keluarga Javier.


***


Readers, jangan lupa dukung karya ini ya dengan like dan juga komen, kemudian vote dan juga hadiah… happy reading


Mampir juga di karya baru thor. Kupastikan kehancuran keluarga kamu!!


udah 8 episode tuhhhh


spill bab 4


Malam harinya, Dilan menepati janjinya sama Lea. 


Dia datang ke apartemen Lea, untuk menebus siang hari itu, dimana ada tragedi yang melibatkan istri sahnya dengan simpanannya, dan lagi Dilan  merasa kalau Lea teraniaya oleh tingkah Safea.


Padahal sejatinya Lea hanya berusaha menampilkan diri sebagai korban yang teraniaya di babak drama yang dibuatnya tadi siang itu.


Tentunya Lea harus totalitas, dalam mendalami perannya.


Dia sudah menjadi seorang pelakor, ia harus mengorbankan keperawanannya untuk itu. Dia tak mau pengorbanan nya sia sia.


Oleh karena itu, ia harus tetap mengikat Dilan, dan membuat Dilan terperangkap dengannya sampai akhirnya Dilan akan membayar seluruh dosanya  yang Dilan lakukan kepada keluarganya.


“Mas kamu datang?Aku takut loh tadi mas?Gimana kondisi istri kamu mas?Kamu ya nakal loh mas, kenapa kamu malah gak jagain istri kamu dan malah disini?” cecar Lea dengan nada manja, memang dia sengaja ingin menggoda ke laki-lakian Dilan di saat yang sama.


Bukan karena dirinya menginginkan hubungan intim bersama dengan Dilan laki-laki paruh baya itu.


Lah iya iya toh kalau Safea tidak berhasil memanage emosinya bisa-bisa stroke karena menahan emosi berlebihan.


“ Kamu itu kalau tanya mbok iya satu-satu, kalau kamu tanyanya rombongan gitu Mas jadi bingung!”


“ Halah, ketahuan umurnya … masa segitu aja bingung.” Lea sengaja memayunkan bibirnya supaya kelihatan cute dan menggemaskan.


Ya tapi memang saking Dilan itu sudah terlanjur bucin sama Lea sehingga apapun yang dilakukan Lea tuh terlihat cute dan menggemaskan di mata Dilan.


“Ish kamu ini loh … jangan goda mas dengan gaya gaya kamu yang bikin rudal mas sudah kagak nahan ini . . “ kata Dilan sambil mencubit tete sang simpanan saking cutenya sang wanita muda di hadapannya itu.


Lea yang saat ini berpakaian yang super seksi sehingga membuat Dilan langsung kelojotan hanya dengan melihatnya saja.


Bayangkan Lea hanya membalut dirinya dengan lingerie super tipis seperti tidak memakai apa-apa, dan hanya menutupi luarannya dengan kimono satin berbahan tipis yang menampilkan lekuk tubuhnya yang menggoda.


“ ish mas mesum deh!”


“Kamu itu membuat otak mas traveling kemana mana!” katanya sambil memeluk tubuh sintal nan seksi milik Lea dan menciumi ceruk leher dan juga tubuhnya dengan rakus, sehingga Lea mendesah membuat kejantanan sang lelaki menegak ingin pelampiasan.


Sedangkan Lea sudah mempersiapkan segalanya. kamera kecil yang ia gunakan untuk merekam aktifitas di ruang tamu, ruang makan, dapur dan kamar utama sudah on sejak tadi.


Lea sengaja ingin mengambil dari semua tempat supaya ia tak perlu berhubungan intim dengan laki laki hidng belang itu setiap waktu. Ia hanya cukup mengeditnya sehinga laki laki itu tampak berhubungan intim dengannya setiap waktu.


Lagian sehabis ini akan ada show di luar negri yang memaksanya harus meninggalkan Indonesaia kembali dan menyerahkan penyelidikan kepada Ghaza yang di sewanya sebagai detektip pribadi.


“Ayolah sayang, aku sudah tak tahan lagi.” kata Dilan yang memojokkan tubuh Lea di dinding.

__ADS_1


“Aku juga mas! soalnya kamu itu hebat, walau sudah tua namun kamu selalu bisa membawa aku ke awang awang . . “katanya sambil mendesah hebat.


Dilan yang sudah diambang pelepasan hanya bisa tersenyum mendengar pujian dari simpanannya itu, lalu membopong tubuh Lea ke dalam kamar tidur mereka dan segera menutup pintunya dan menguncinya, walau juga takkan ada orang yang bisa masuk ke dalam apartemen itu karena Dilan sudah mengunci pintu depan dan mengemboknya dengan kode yang hanya ia dan Lea yang tahu.


***


Sementara itu, Safea yang belum siuman sejak tadi siang, hanya di jaga oleh asisiten rumah tangganya saja yaitu mbok Sumi!


Anak laki lakinya kebetulan berada di luar negeri karena setelah lulus SMA kemarin Deo, memilih melanjutkan kuliahnya di negeri paman Sam. Sehingga hanya ada safea dan Dilan saja di rumah beserta pembantu dan juga supir di rumah sebesar itu.


“Arghh ….” satu kata yang terucap dari bibir Safea hanyalah erangan karena kepalanya sangat sakit.


Mungkin ini akibat benturan pada kursi kayu yang membuat kepala Safea saat ini terasa berdenyut nyeri seperti ini.


Kehaluan menyerang Safea, ia mungkin berharap kejadian tadi siang itu hanyalah sebagian dari mimpi buruknya saja.


“Nyonya … aduh nyonya sudah bangun. Biar mbok akan panggil dokter yang jaga ya,nya!!”kata mbok sumi dengan nada suka cita.


Bayangkan ia tadi sampai berdoa agar sang nyonya itu segera siuman, soalnya tadi sang dokter sudah bilang sebenarnya Safea itu gak kenapa kenapa.


Benturan itu memang membuatnya kehilangan kesadaran, namun tak melukai organ organ vital di dalam kepala lainnya selain memar  dan benjol saja di kepalanya.


Sembari menunggu didatangan dokter dan juga perawan untuk memeriksa keadaan kepalanya lagi, Safea yang langsung menanyakan kepada Si Mbok mengenai Sang suami berada di mana.


“ Mbok, Bapak di mana?” tanya Safea dengan nada Ketus karena dia tahu saat ini mungkin suaminya sedang berasyik masuk dengan seorang wanita bayaran maupun wanita tadi yang berada di kantor suaminya itu.


“ Eh bapak.. bapak sedang pulang sebentar mengambil pakaian dan juga keperluan Nyonya selamat di tempat ini.” kata sibuk dengan nada pelintat-pelintuk seakan ia sedang menutupi sesuatu.


“Sudahlah Mbok ndak usah bohong sama aku bilang saja kalau bapak sedang pergi ke tempat wanita lain, ya kan?” tanya Nyonya Bosnya itu dengan nada kesal karena si mbok menutupi kebejatan suaminya saat ini.


“ Mbok sebetulnya tidak tahu ke mana tuan kemana! Eh masudnya bapak!” kata mbok Sumi salah tingkah, tapi memang benar kalau ia tak tahu kemana tuannya itu berada.


Mbok Sumi terselamatkan oleh kedatangan dokter dan perawat yang hendak mengecek kondisi Nyonya besarnya ini.


Setelah melewati serangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter dan perawat yang berjaga di tempat ini, mereka memutuskan bahwa Safea besok siang bisa segera pulang karena memang tidak ada penyakit lainnya yang mengiringi kejadian tersebut.


“Terimakasih dok!” setelah berpamitan dokter itu segera pergi dari ruangan rawat inap dari Safea.


“ Mbok, hape dan tasku serta dompetku ada di sini kan?” tanya Safea dengan nada dingin.


“Nya, gak lebih baik kalau nyonya istirahat saja dulu? Kan nyonya sedang sakit?” saran mbok Sumi sambil menyerahkan barang barang yang dicari oleh Safea.


Safea mengacuhkan saran mbok Sumi. Ia merasa kesal karena di saat dirinya sakit saja, suaminya malah kelayapan … pasti ke rumah wanita pelakor itu …


Safea membuka pesan di chat WAnya. Dia kembali membulatkan matanya ketika melihat kalau ada pesan anonim dari seseorang yang mengirimkan video panas saminya dengan wanita yang sudah di blur wajah dan tubuhnya.


“Sialan kamu mas!!! ternyata malam ini kamu sedang berada di rumah simpanan kamu!!” gertaknya geram.


Mbok Sumi mendengar semua perkataan nyonya besarnya dan kemudian ia hanya bisa mengelus dadanya melihat cara orang orang kaya bersenang senang.


Safea langsung menelepon detektif langganannya dan menyuruh detektif itu mencari tahu. Siapa wanita yang bersama dengan suaminya itu.


“Cari sampai dapat, ada reward kalau kamu bisa mencari dengan cepat. Kutunggu besok siang ya!” perintah Safea kepada detektif itu.


“Kamu akan merasakan akibatnya, mas!!” kata Safea dengan nada geram. 


.


.

__ADS_1


Bersambung


Hai guys, jangan lupa untuk memberikan like dan juga hadiah ya. Komen serta vote ditunggu ... makasih !!Happy reading!!


__ADS_2