
Ada masa bersenang senang, ada pula masa untuk kembali ke rutinitas Hans yaitu bekerja dan rutinitas Letta yaitu berkuliah.
Namun tentu ada bedanya sebelum menikah dan sesudah menikah.
Ada kebiasaan yang harus dilakukan bersama sama, termasuk mengantar Letta ke kampus, karena Hans tak mengijinkan Letta berkat naik motor seperti biasa atau ikut sama temannya.
Jadi nanti ia akan mengantar dan menjemput, kalau pun ia tak bisa, ia akan menyuruh asisten pribadinya, atau dirinya nanti akan menyuruh sopir pribadinya untuk menjemput sang istri di kampus.
Tentunya Hans juga menempatkan beberapa pengawal yang akan mengawal Aletta di kampus, yaitu satu pengawal perempuan yang mengawal dalam jarak dekat dan juga beberapa pengawal laki-laki yang mengawalnya dalam jarak jauh.
Mengingat banyaknya musuh yang dimiliki oleh keluarga Javier maka Alita Hanya bisa pasrah dengan pengaturan tersebut asal sang pengawal tidak terlalu dekat dengan dirinya sehingga dirinya tidak merasa risih dengan para pengawal yang menjaganya di dekat dirinya.
“Sayang, kamu kan ada kuliah jam 9 ini kan?” tanya Hans dengan nada lembut.
“Iya, mas!Kok mas tahu?” tanya Letta dengan nada heran sambil mengunyah sarapan yang sudah disediakan oleh asisten rumah tangga dari rumah besar keluarga Javier.
“ Mas tahu semua schedule kuliah kamu jadi pastikan kamu hanya melakukan tugasmu yaitu kuliah dengan benar lalu segera pulang apabila jadwalnya selesai, dan kalau memang ada tambahan atau ada acara lain kamu harus segera menghubungi Mas sehingga bisa mengaturkan jadwal kamu dan penjemputan untuk dirimu.” kata Hans dengan nada tegas membuat mata Aletta terbelalak karena berarti dirinya seperti tahanan yang tidak bisa bebas untuk nongkrong bersama dengan teman-temannya yang masih sebaya dengan dirinya.
Apakah Aleta tidak tahu kalau saat ini Hans sudah menjatuhkan dirinya kepada Aletta sehingga jiwa posesifnya itu meronta-ronta apabila melihat Aletta dekat dengan lawan jenisnya.
Tapi Aletta hanya bisa pasrah karena dirinya tahu kalau Hans melakukan segala sesuatunya itu demi kebaikan dirinya jadi saat ini dia hanya bisa menurut saja.
Dan itulah yang paling disukai Hans dari diri Aletta, seorang penurut dan juga polos.
“Iya . . “ jawaban yang singkat namun tidak ikhlas itu membuat Hans tersenyum dan memberikan pujian kepada istri kecil cantiknya itu.
“Good girl!”
__ADS_1
Hans langsung mendekati pipi sang istri dan menciumnya dengan cepat yang membuat Aletta semakin kesal karena banyak asisten rumah tangga yang berkeliaran di dekat mereka sehingga dirinya malu melihat keintiman yang ditunjukkan oleh Hans kepadanya.
“Mas, ini diluar lo . . nanti kalau mama dan papa tahu, aku bisa malu dong! Apalagi asisten rumah tangga masih berkeliaran loh!” katanya dengan nada ditekan karena ia tak ingin ada yang mendengar apa yang dikatakan olehnya.
“Lhah kita kan sudah sah sayang, dan lagi kita emang sring melakuakn kegiatan bercocok tanam, itu kan berarti lebih intim dari pada sekedar ciuman, sayang! Dan kamu tahu nggak sayang kalau pagi hari ini aku jadi kepingin lagi melihat kamu dalam balutan bikini warna pisang cavendis itu loh, kamu tambah seksi dan menggairahkan!” katanya dengan vulgar membuat Aletta semakin geram dengan sang suami sehingga membuat matanya melotot karena kesal mendengar ke vulgaran sang suami.
“Astaga, kita mau berngkat loh ini, mas!” katanya sambil memukul lengan berotot sang suami yang ngadi ngadi, masa sudah jam segini masih ngajakin bercocok tanam?
“Well, kamu pulang kuliah ke kantornya mas, nanti biar mas akan mneyuruh asisiten mas untuk menjemput kamu.” katanya dengan nada final. Dirinya bakal gak bisa fokus melakukan pekerjaannya di kantor kalau dirinya tidak segera menuntaskan apa yang ada di dalam hatinya saat ini yaitu bercocok tanam dengan sang istri.
Dan karena hari ini dirinya ada meeting full dan juga ada pekerjaan yang tertunda gara-gara honeymoonnya maka mau tidak mau dirinya harus menuntaskan hasratnya di kantor saja.
Jadi nanti sehabis mata kuliah istrinya selesai, Iya akan menyuruh Hafid menjemput sang istri di kampus kemudian membawanya ke kantor agar dirinya bisa berkonsentrasi dengan meeting meeting selanjutnya.
Tapi beberapa hari bersama dengan sang suami mengajarkan Aletta banyak hal yaitu Bahwa sang suami tidak pernah ingin untuk dibantah dan bahwa apa yang dikatakan itu adalah sebuah undang-undang yang wajib dipatuhi oleh Aletta.
“BAiklah . .” takutnya dengan ada malas tapi dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa karena apa yang dikatakan oleh sang suami itu merupakan perintah bagi dirinya, selama itu baik bagi dirinya maka dia juga tidak pernah neko-neko dan tidak pernah membantah sang suami.
“Hmm, i love you, baby!” katanya sambil kembali mencium sang istri karena ia suka dengan jawaban yang diberikan sang istri kepadanya
Ingatkan Hans untuk memberikan Letta hadiah bikini yang berwarna pink fanta, karena itu pasti sangat indah menempel di tubuh seksi sang istri.
“Okey, then lets go, mas akan mengentar kamu ke kampus. Ingat jaga mata dan hati kamu ya, dari semua lawan jenis.” kata Hans memperingati sang istri.
“Astaga mas!Istri kamu itu buluk!Sapa yang mau juga, kalau ada yang mau tentu aku sudha berpacaran sejak dulu.” Letta memutar bola matanya dengan malas, karena ia sebenarnya tidak tahu kalau banyak yang menyukai dirinya cuman kakek wijaya yang mnempatkan penjaga agar Letta selalu aman dari kumbang kumbang yang ingin mendekati dirinya.
Letta pikir tak adanya laki laki yang berani mendekatinya adalah karena dirinya yang tidak menarik, padahal bukan karena itu.
__ADS_1
Dan Hans sudah menyelidiki semuanya, sehingga sekarang pun ia akan melakuakn hal yang sama dengan sang kakek dari sang istri, memprotek sang istri dan menjauhkan Aleta dari para kumbang.
.
.
.
TBC
Hai readers, jangan lupa kasih komen yang banyak dan juga likenya jangan pelit dong.
Oh ya ini ada rekomendasi cerita dari thor
Cahaya dalam Kegelapan
By. selvi_19
Sebuah kebahagiaan hilang dalam sekejap karena terjebak dalam lingkaran yang tak pernah dia inginkan, semua orang yang melihat kehidupannya berada dalam kebahagiaan tetapi kenyataannya tidak seperti yang mereka lihat.
"Aku tidak pernah menginginkan kehidupan seorang ini dan apa aku masih bisa merasakan kehidupan seperti dulu lagi". Sintia
"andai dulu aku mencari kebenaran lebih dulu pasti jalan tak seperti ini". Ilham
bertemu kembali dengan orang di masa lalu sangatlah menyakitkan saat dirinya tak seperti dulu lagi, itulah yang Sintia alami saat bertemu kembali dengan ustadz Ilham. Pertemuan itu membuat ustadz Ilham selalu memimpikan Sintia sedangkan Sintia selalu bermimpi bertemu dengan seorang wanita yang tidak dia kenal yang memintanya untuk menikah dengan suaminya dan menjaga anaknya.
__ADS_1