Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
78.Albyanka Putra Javier


__ADS_3

“ Jadi officially namanya adalah Albyanka Putra Javier, dan panggilannya adalah Byan! bagus kan . . .” kata Hans kepada semua orang yang menanyakan nama dari jagoannya itu.


“Byan? Nama yang bagus nak!” kata mama Mer dengan nada senang, sekarang dirinya tidak perlu memanggil cucunya itu dengan ganteng-ganteng saja tapi bisa pakai nama Byan ganteng.


“Benar namanya bagus, anaknya ganteng … mungkin karena niru mamanya yang cantik ya?” Aryo mulai usil.


“Heh, mommy bukan mama . . . “ koreksi si Hans dengan kesal.


“Mommy and daddy . . .” kata Hans lagi menegaskan nama pangilan dirinya dan juga sang istri, sedangkan Aletta hanya manyun saja, si pak suami terlalu gila hormat, jadi kesel aja. 


“ Iya iya dasar bapak baru ya bgeitu itu . . “


“Selamat buat kelahiran jagoan kamu Hans . . “


Suara laki laki yang sebenarnya sangat familiar di telinga Hans yaitu mantan sahabatnya yang memusuhi dirinya gara-gara raline yaitu Arjuna Perdana.


Semua orang pada melungo melihat Arjuna datang dan memberi selamat kepada Hans Karena itu adalah peristiwa yang sangat amat langka dan perlu diabadikan dengan segera.


Aryo yang pertama kali sadar karena yang lainnya hanya tertegun melihat Arjuna yang masuk dengan sedikit Salah Tingkah karena yang lainnya hanya terdiam saja.


“ Hei Jun, apa kabar? Masuklah!” kata Aryo menyambut Juna masuk ke dlam ruangan rumah besar keluarga Javier.


“ Baik ! Apakah aku saat ini mengganggu kalian? Kalau semisalkan ini mengganggu kalian maka aku akan pulang saja!” Juna sedikit tidak enak karena sebenarnya dia ingin menuruti apa yang menjadi nasehat dari asistennya yaitu berbaikan dengan Hans. 


“ Masuklah! Kayak siapa aja sih?”


 Lagi lagi, Aryo yang menarik Juna untuk msuk dan mendekati Hans dan Letta.


“Kamu?” Letta samar samar mengingat tentang laki laki yang baru saja masuk.


“Ah ya, selamat ya Letta buat kelahiran anak laki lakinya . .”

__ADS_1


“Hei itu juga anakku!” Hans memecah kecanggungan dengan bercanda.


“Iya aku tahu, Hans. Mana mungkin Letta solo karier dan lahir anak itu?” sahut Juna dengan nada bercanda.


“Lama kita tak bertemu? Bagaimana kabar kamu?” tanya Hans kepada Juna dengan nada Rindu Yang dia Tahan karena sebenarnya mereka dulunya adalah sahabat.


“ Baik baik . . . aku minta maaf karena aku sering mencari masalah dengan kamu dan juga yang terakhir aku menginginkan untuk merebut istri kamu yang cantik ini untuk menjadi istriku namun aku sadar kalau aku masih bisa mencari wanita cantik lainnya sedangkan kamu palingan yang mau hanya Aleta saja.” gimana ini ya wong orang minta maaf Kok malah ending-endingnya tetap mengejek?


Tapi itulah hubungan dengan Hans dan juga Juna pada waktu itu, mereka saling mengejek mungkin juga saling mencemooh namun mereka saling menyayangi satu sama lain.


Memang sudah saatnya dendam dan iri itu dikesampingkan karena tidak akan ada manfaatnya.


Juna pun memeluk Hans dan dibalas dengan pelukan erat lainnya sehingga membuat orang-orang yang ada di dalam ruangan itu terbersit rasa Haru. 


“ Hei hei, kalian itu jangan jeruk makan jeruk dong!” kata Elish mencemooh persahabatan dari Hans dan juga Juna yang seperti Teletubbies saling peluk-pelukan itu.


“ Sudah yang lainnya kalau mau makan atau menikmati sajian di meja prasmanan silakan langsung saja ke tempatnya dan habiskan semuanya!! Hari ini adalah hari perayaan syukuran kelahiran dari jagoan Hans dan juga Aletta.” kata Papa Arlan mempersilahkan semua tamunya untuk makan hidangan yang sudah disediakan.


Sedangkan kakek Wijaya duduk bersama dengan asistennya juga mama merlita yang menggendong Byan ganteng, cucu kesayangannya.


“Hai kamu . . .” Lhah, kejutan yang kedua adalah saat ini Raline dan juga Margareth datang.


Apakah semua mantan dan orang orang yang tadinya berseteru dengan hans dan juga Aletta bakal datang dan mericuh disini?


“Juna?” Raline membola karena ia bertemu dengan orang yang mengejar ngejar dirinya, yaitu Juna.


Padahal saat ini, Juna sama sekali sudah tidak memikirkan masalah Raline dan tidak lagi mengejar matahari karena jarinya sudah berpaling ke lain hati yaitu kepada Aleta.


Walaupun sebenarnya Aleta sendiri tidak menanggapi Dari jurnal tapi juga sama sekali sudah tidak memikirkan masalah Raline dan tidak mau mengejar-ngejar raline lagi.


“ Oh Raline?” Juna yang sedang melihat Byan disapa oleh Raline. Ia juga sama sekali tidak menatap Raline dengan tapi tatapan memuja seperti biasanya namun Juna hanya biasa-biasa saja.

__ADS_1


“Kalian datang juga?” tanya Hans dengan nada tidak enak, ia hanya tak mau kalau acara syukuran ini berakhir ricuh gara-gara bertemu mantan dan juga orang-orang yang pernah bikin masalah.


“ Tenang Hans aku yang akan menjadi pawang dari Raline. Dia ke sini untuk meminta maaf kepada istrimu dan juga sekaligus memberikan selamat kepada kalian karena sudah menjadi orang tua dari jagoanmu itu.” kata Margaret berusaha menenangkan karena pasti mereka semua berpikir kalau Raline akan membuat kericuhan di tempat ini.


“ Iya aku mau minta maaf sama kamu, Letta! Maafkan perbuatanku di masa lampau karena obsesiku untuk bisa mendapatkan hak sehingga membuat kamu tidak nyaman. Sekali lagi selamat buat kelahiran Putra kamu dan juga aku ke sini buat pamit karena aku akan kembali bekerja di luar negeri sehingga aku bisa move on dari keberadaan Hans.” kata Raline sambil menundukkan kepala tanda dirinya benar-benar menyesali apa yang pernah terjadi di masa lalu, Begitu juga dengan sikapnya yang semena-mena terhadap Juna Mungkin dia juga sudah menyesali segalanya.


Raline menatap Juna yang sama sekali tidak menengok ke arahnya membuat hatinya sedikit tercubit dan merasa bahwa mungkin Juna sudah tidak lagi menyukainya, entah kenapa itu juga membuatnya sedih.


Tapi ini semua kan kesalahannya jadi ia tak boleh kecewa maupun marah.


Ia harus dengan legowo menerima semuanya. 


Juna pun ingin menjadi lebih baik karena apa yang telah ia lakukan di masa lampau itu jahat dan ia ingin memperbaiki segalanya.


Hans yang mendampingi Aletta hanya diam dan menyerahkan semuanya kepada snag istri. Seperti yang sudah iketahui kalau Alettaitu berhati mas dan pasti juga akan memaafkan orang yang mungkin dulu membencinya.


“Tak apa kak, aku maklum kok, aku juga minta maaf ya kalau aku salah, sama kak Raline dan juga kak Margareth!” kata Aleta dengan nada lembut, membuat Juna sedikit melirik dan menatap Letta dengan tatapan memuja.


Butuh waktu baginya untuk melepaskan Aletta, karena ia jatuh cinta sama Letta pada pandangan pertama, dan emang tak salah sih, karena Letta itu adalah orang baik, cantik dan menarik serta pintar… jadi ini merupakan pasangan idaman bagi semua laki laki.


“Aku pasti akan bisa menemukan wanita yang sama seperti Letta yang cocok dan terbaik buatku.” monolog lirih Juna dengan tatapan kagum yang tak bisa lepas.


Ada satu orang yang menatap Juna dan mengetahui kalau sorot matanya tak lepas dari Letta. Ia jadi sedikit sangsi apakah rasa bertobat Juna itu benar benar tulus atau tidak?


Siapa dia?


***


Readers, jangan lupa dukung karya ini ya dengan like dan juga komen, kemudian vote dan juga hadiah…


Soalnya karya ini akan tamat 1 episode lagi dan 1 extrapart. Thank you and happy reading!!

__ADS_1


Mampir juga di karya baru thor. Kupastikan kehancuran keluarga kamu!!


udah 15 episode tuhhhh dan bakalan crazy up ya


__ADS_2