Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
33. Mengenal 'lebih dalam'


__ADS_3

" Kenapa baru diangkat?" tanya Hans dengan nada datar, ia sudah mendengar dari anak buahnya kalau sang istri dipangil oleh dosen killer yang terkenal tampan yang membuat hati Hans cemas, karena takut kalau sang istri bakal berpaling darinya.


“Ehm itu mas … tadi aku dipanggil sama dosen killer aku …” kata Aletta dengan sedikit kebingungan karena dirinya harus menceritakan bahwa sang dosen meminta agar dirinya menjadi asisten dari dosen tersebut dan jam kerjanya adalah dari jam 8 sampai jam 12.00 siang. 


Pertanyaanya Apakah sang suami akan mengizinkan dirinya untuk menjadi asisten dari dosen laki-laki tersebut karena list teratas dari permintaan sang suami adalah tidak boleh dekat dengan orang yang berjenis kelamin laki-laki, nah ini sebetulnya yang menjadi problem bagi Aletta.


“Ngapain panggil kamu sampe lama, kamu tahu nggak dari tadi Mas sudah nelponin kamu dan juga sudah mengirimkan pesan buat kamu, sopir yang Mas suruh sudah datang dari tadi, dan Mas sebetulnya juga sudah lapar tapi harus nunggu kamu karena kamunya lama. Padahal Mas kan kepingin makan disuapin sama kamu . . .”


Astaga ini orang Udah tua aja masih maunya disuapin, Tapi tentu saja pemikiran dari Aleta ini tidak disampaikan kepada sang suami karena bisa membuat sang suami lebih marah lagi kepadanya.


“Iya deh mas! Maaf tapi . . “ belum saja Aletta selesai menceritakan apa yang menjadi keinginan dari sang dosen namun sang suami sudah memutuskan untuk mengakhiri percakapannya lewat telepon dan menyuruhnya lekas datang ke kantor.


“Ya udah, mas bakal tunggu disini, jangan pakai lama!” pesannya sambil menutup sambungan ponsel milik mereka dan meninggalkan Aletta yang kebingungan karena perintah absurd dari sang suami.


Aletta langsung bergegas menuju ke parkiran dan benar saja dirinya sudah ditunggu oleh asisten pribadi dari sang suami beserta sopir pribadi yang dikirimkan oleh sang suami ke kampus tempat Aleta belajar.


Aletta hanya bisa mendengkus, Melihat mobil mewah lainnya yang menyentuh dirinya saat ini membuat teman-teman dari Aleta membulatkan matanya karena melihat Aletta masuk ke dalam mobil mewah tersebut.


Tapi Aleta tidak memperdulikan pandangan dari teman-temannya karena dirinya mengejar waktu agar suaminya tidak tambah lebih marah lagi.


***


Sesampainya Aletta tadi kantor milik Hans Armando Javier, laki-laki dia harus berdetak kagum karena kantor dari sang suami itu begitu mewah dan sangat luar biasa menurut dirinya.


Bahkan sangat jauh apabila ingin dibandingkan dengan kantornya kakek Wijaya yang menurutnya old fashion dan biasa-biasa saja.


Sedangkan kantor milik sang suami itu lantainya aja terbuat dari marmer di mana kinclongnya bisa bikin Aletta ngaca.


Belum lagi kedua resepsionisnya yang terlihat sangat cantik dan masih muda membuat Aletta sedikit cemburu dengan penampilan dari sang resepsionis di kantor suaminya.


Apalagi desain interiornya itu seperti hotel berbintang 7 yang mengutamakan interior mewah serta barang-barang elegan yang berharga mencapai miliaran rupiah.


Aletta menyembunyikan kekagumannya daripada nanti dipikir oleh orang-orang kalau dirinya itu ndeso, padahal sebetulnya kalau ditilik dari trah keturunannya dirinya itu merupakan keturunan orang yang cukup dipandang dan memiliki kekayaan yang luar biasa Namun karena kakek Wijaya itu sudah tua dan sakit-sakitan serta tidak ada penerusnya maka memang kakek Wijaya ini kemudian banyak sekali mengalami hambatan kalah dengan yang muda muda.


Sampai sampai pahamnya saja separuhnya dibeli oleh keluarga Javier yang mengakibatkan dirinya harus menikahi keluarga Javier untuk melanjutkan keturunan yang memenuhi kriteria bibit bebet dan bobot.


“Nyonya muda, silahkan masuk!” kata Afid yang mengajak sang Nyonya Bos untuk masuk ke dalam lift khusus pejabat tinggi dan juga CEO perusahaan.


“Owh iya!” sahutnya malu-malu karena tertangkap basah sudah mengagumi interior dan juga barang-barang yang terlihat mahal di lobby kantor milik suaminya itu.


Ting!


Aletta melirik ke arah pintu lift yang menunjukkan Lantai 22 ketika berhenti dan asisten pribadi dari sang suami itu langsung menyuruhnya keluar agar cepat bisa menemui sang suami.


“Nyonya, tuan sudah menunggu di ruangan itu, Saya hanya mengantar sampai di sini saja . . “ katanya sambil mempersilahkan tanya yang mudah untuk memasuki sebuah ruangan yang bertuliskan kantor CEO.

__ADS_1


Sedangkan di luar terdapat meja lain yang Aletta pikir itu adalah meja untuk sang sekretaris dari suaminya, namun memang Aletta tidak menemukan siapapun di sana sehingga Aletta langsung saja mengetuk pintu kantor tersebut dan mendorongnya masuk agar dirinya segera bisa menemui sang suami yang telah menunggunya lama.


“Ahh, akhirnya kamu datang juga . . sayang . .“ Hans lngsung melepaskan jas yang ia pakai dan menggulung lengan kemejanya, melepaskan 2 kancing teratas kemejanya setelah melepaskan dasinya juga.


Eh, loh apa apaan ini, kenapa malah jadi lepas lepas sih?Gaswatt!!


Hans langsung memeluk sang istri kecilnya yang bengong melihat kelakuan absurd sang suami.


Menciumi tubuhnya yang ramping dan menaruh kepalanya di perpotongan leher Aletta serta menghidu aroma wangi manis serta vanilla yang ada di sana.


“Harum . . “


“Jangan ngaco deh mas, aku tadi kan habis keringatan, kamunya malah nempel nempel kayak gini.” Aletta sedikit risih dengan apa yang dilakukan oleh sang suami, soalnya tadi dirinya benar-benar berkeringat apalagi ketika bertemu dengan sang dosen yang Killer tadi, setelah itu dirinya harus menerima panggilan telepon dari sang suami yang membuatnya juga berkeringat karena dia bingung apa yang harus ia lakukan untuk menceritakan tentang permintaan sang dosen killer.


“Kangen!” rajuknya manja, eh gak cocok banget deh dengan karakter Hans yang biasanya datar dan dingin serta terlihat cool begitu. Kalau sekarang merajuk manja-manjaan begini kayaknya tidak cocok dengan wajah Hans yang udah terlihat tua sesuai dengan usianya, tapi sekali lagi kata-kata ini tidak mungkin diungkapkan oleh Aletta kepada Hans karena pasti nanti suaminya ini bisa merajut tambah lebih lama lagi dan malah membuat dirinya semakin kerepotan.


“Tadi katanya lapar?” tanya aletta dengan nada lembut.


Ehm, Aletta juga menyukai kedekatan bersama dengan suaminya ini karena dirinya memang tidak pernah dekat dengan seorang laki-laki sama sekali sehingga baginya hari ini selain menjadi ganti seorang ayah bagi dirinya juga menjadi ganti kedekatan dengan lawan jenis yang tidak pernah ia temui.


Ya ia menyukai skinship dengan suaminya, ia tak keberatan sama sekali walau suaminya ini mungkin usianya hampir dua kali lipat usianya.


Bagi dirinya Hans itu seperti pengganti Ayah yang tidak pernah ia rasakan kasih sayangnya sama sekali.


“Emang udah beli makannnya, tanya Aleta yang sebetulnya juga sama laparnya dengan sang suami.”


“Makanya kamu itu kalau kuliah, pikirin juga tugas kamu, membuat mas puas di ranjang dan juga membuat mas kenyang perutny.” Hans merengut saat Aletta mengatakan hal itu karena ia jadi ingat kalau tadi sebelum kesini ia dipanggil sama dosennya, dan dosennya itu berjenis kelamin laki laki, membuat Hans cemburu.


Tapi Hans juga senang karena sang istri tak menyembunyikan kenyataan kalau dirinya dipanggil oleh dosen laki laki yang tampan itu.


Hans mengetahui semuanya karena rekaman video saat aletta di dalam ruangan sang dosen pun sudah ia dapatkan, memang Aletta juga tidak aneh aneh sih!


“Ck, mas nih ya, kan tahu kalau istrinya masih kuliah, biasa kalau dipanggil oleh dosen kayak gitu, yang penting aku gak macam macam.”


“Emang kenapa ia manggil?” Hans mencebik tidak suka.


“Aku kan masuk karena bea siswa, nah untuk mendapat bea siswa di semester berikut, aku harus jadi asdos, jam kerjanya dari jam 8 sampe jam 12, …”


“Asdos siapa?”


“Ya, pak Raihan Abimana . . .”


“Gak boleh!Kamu juga tetep bisa kuliah walau tak pake bea siswa!Kamu anggap siapa suami kamu ini?”


“ Ya dianggap suami aku lah, masa dianggap suami orang lain . .”Letta sedikit sewot mendengar perkataan sang suami.

__ADS_1


“Gak usah jadi Asdos, aku bisa biayain kamu kuliah, mending kamu magang disini, jadi asisten aku.” kata Hans dengan sinis.


“Hah!Ya udin nanti Letta bilang ke dosennya Letta itu . . “ kata Aletta pasrah, ia tahu kok suaminya bakal menolak, alasannya pasti karena ia harus mengurus sang suami.


“Udin siapa lagi?”Hans melirik sewot.


“Maksudnya itu ya udah, suamiku sayang.” gemas banget Letta melihat kebawelan sang suami.


“ Lagian kamu itu harus mengenal mas ‘lebih dalam’ lagi . . “


“Hah? Mengenal lebih dalam gimana maksudnya?”


“Ya, mengenal gaya gaya apa saja yang bikin puas sang suami . . .”


Selanjutnya boleh skip gak?Wk wkw kw


.


.


.


TBC


Hai guys, jangan lupa untuk keep support author ya, dengan cara memberikan komen, like dan juga memfavoritkan, syukur syukur kalau kemudian memberikan vote dan juga hadiah buat semangat thor. 


Intip Castnya si Aletta dan Hans di ig. @nophie_author, dijamin uwuwww!!


Oke Thor juga punya rekomendasi cerita ya 


Ketulusan hati seorang istri


by MPHOON


BLURB :


Seorang istri bernama Suci Permata Sari berusia 24 tahun, yang telah di diagnosa oleh seorang dokter bahwa dia tidak bisa memiliki keturunan


Suci menyuruh sang suami yaitu Dimas Hartawan berusia 26 tahun, untuk mencari wanita lain agar mereka bisa secepatnya memiliki keturunan dengan syarat wanita itu bisa membagi Haknya dengan adil bersama Suci.


Apakah Dimas berhasil menemukan pengganti Suci dengan syarat tersebut?


Dan apakah Suci dan madunya bisa hidup akur serta saling membagi haknya?


__ADS_1


__ADS_2