
Kecewa, perasaan yang banyak dirasakan orang jika apa yang dia inginkan tidak terwujud. begitu pula pria tampan yang saat ini sedang menenangkan dirinya di taman kota.
begitu pula Alisa, wanita cantik yang sedang mencari pekerjaan setelah selesai kuliah. bukan tak menghargai jerih payah orang tua, tapi Alisa adalah seorang anak yang tak mau membebani orang tuanya.
sedangkan ia tahu jika orang tuanya berjuang sendiri membesarkannya. ia kini sedang berjalan di taman kota melepas lelahnya setelah mondar mandir mencari kerja.
entah apa yang ada di pikiran Noval dan Alisa saat ini, mereka berjalan tapi pikiran mereka kosong, dan tanpa sengaja duduk di bangku yang sama.
" ahh maaf pak, saya tidak tau jika anda duduk disini !" Alisa yang mempunyai kepribadian yang santun pun meminta maaf terlebih dahulu.
" gak papa mbak, saya juga yang salah tidak memperhatikan !" jawab Noval yang merasa tak enak hati.
Alisa yang mendengarnya pun tak menjawab apapun, ia hanya tersenyum dan berjalan meninggalkan Noval di bangku taman.
" senyum itu ?" Noval teringat senyum itu, senyum yang sama persis dengan senyum janda cantik pujaan hati nya.
ya, kini Noval merenungi dirinya sendiri. sementara Alisa kini telah sampai di sebuah restoran tempat ia makan siang bersama mamanya.
lambaian tangan dengan jari jemari yang lentik memanggil nama Putri tercintanya.
__ADS_1
"Alisa mama disini !" ucap Hanna.
senyum pun merekah di bibir wanita muda ini, yang berlari kecil menuju mama nya dan kecupan hangat singgah dikedua pipi mamanya.
"mama sudah lama nunggu Alisa, maaf ya mah !" ucap Alisa penuh penyesalan.
" mama belum lama kok sayang, kebetulan mama ada meeting tadi disekitar sini, bagaimana, apa kamu udah dapat pekerjaan?" tanya Hanna yang melihat wajah lelah sang buah hati.
" belum mah, tapi gapapa Alisa masih semangat kok ," ucap Alisa yang tak mau menampakan wajah sedihnya di hadapan sang mama.
"Alisa mama kan udah bilang kamu kerja ditempat mama aja sayang, lagian kan itu juga nantinya akan jadi milik kamu juga !" ucap Hanna yang tak ingi melihat anaknya susah payah mencari kerja.
sebagai orang tua, Hanna mencoba menghargai dan menghormati keputusan anaknya, selama masih dalam hal positif.
kebahagiaan kini tergambar jelas dari raut wajah mereka masing-masing, walau bukan dari kelurga yang utuh Hanna selalu memberi kasih sayang yang utuh untuk Alisa.
hingga 1 ucapan keluar dari mulut Alisa,
" mama kenapa gak nikah lagi aja sih ?" tanya Alisa yang sontak membuat mama nya batuk.
__ADS_1
" uhuk. uhuk. uhuk, kamu ngomong apa sih nak, gag usah aneh-aneh lah ," pertanyaan Alisa sontak membuat Hanna kaget.
" mah, mama udah lama menjanda fokus ngurusin aku, sekarang waktunya mama menata hidup lagi mah, punya pasangan baru, papa sambung buat aku ," jawab Alisa sambil memegang tangan mama nya memberi keyakinan untuk mama nya melangkah ke depan.
mama Hanna hanya diam, mendalami tatapan mata anaknya untuk mencari keseriusan atas apa yang dia katakan, tanpa ia sadari kini air matanya menetes, tak menyangka anaknya kini sudah tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik.
Alisa menghapus air mata mamanya, mengegegam jari jemari mama nya dengan kuat.
"sudah waktunya mah !" kata Alisa dan memeluk sang mama tercinta.
suasana haru biru kini lenyap seketika sesaat pelayan restoran menyajikan makanan yang telah mama Hanna pesan sebelum nya.
kini senyum pun merekah dibibir dari mereka berdua, dan menikmati makan siang mereka.
.
.
.
__ADS_1
*TBC*