Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
77. Jagoan Hans


__ADS_3

“ Selamat ya Bos, saat ini Bos sudah resmi menjadi seorang ayah.” kata sahabat-sahabatnya yang tergabung dalam Trio Kwek Kwek . . Maksudnya Elis Javier, Arya Saloka dan juga Afid sebagai asisten pribadinya yang merangkap juga sebagai sahabatnya yang tergabung dalam Trio kwek-kwek tersebut.


Sahabat-sahabatnya itu merasa lega dan bahagia ketika istri dari bosnya yang masih muda Itu sudah melahirkan.


Dokter kandungan muncul dari balik pintu dan tersenyum pada semuanya serta memberikan jempolnya kepada Hans yang bisa memberikan motivasi kepada Leta yang masih muda namun bisa melahirkan dengan jalur normal, Padahal tadinya kan bayinya tidak lahir-lahir.


“ Selamat ya Tuan hans bayi laki-lakinya sangat tampan seperti ayahnya.” kata dokter kandungan itu sambil memberikan jabatan tangan kepada Hans Armando Javier sebagai orang tua dari bayi tampan tadi dan berlalu setelah Hans memeluk dokternya karena sudah membantu persalinan dari istrinya.


“ siapa nama bayi kamu itu, bos?” tanya Arya Saloka kepada Hans.


“ Rahasia . . . Yuk, Kalian lihat dulu bayinya, Pasti kalian Langsung jatuh cinta melihatnya karena wajahnya begitu tampan seperti ayahnya.” kata Hans dengan nada sombong, lalu ketika melihat anaknya, Hans hanya bisa berbisik lirih.


“ Uhhh anak ayah tampan banget kayak ayahnya ya … gemes deh!!!”


Hans bener benar memuja anaknya yang saat ini berada di ruangan VVIP, jadi memang khusus untuk anaknya saja.


“ Gila anaknya sultan, jadi fasilitasnya juga number one ya!” sindir Elish dengan nada sarkas, sedangkan kalau Afid hanya diam saja seperti biasanya.


“ SSSsshh, kamu memang orang yang sukanya mengganggu anaknya Sultan sedang tidur.” Hans memang kesal Kalau Elis sudah mulai berbicara.


Dan Arya serta Afid paling kesal kalau sudah mendengar Hans dan Elis bertengkar.   


Kedua sepupu itu kalau sudah adu mulut kayaknya ga akan kelar kelar.


“Lalu siapa nama bayi lu inih bos?” tanya Arya lagi.


“Masih rahasia, nanti aku akan bikin acara di rumah dan rahasia nama akan dibuka disana.” kata Hans dengan tenang, membuat semua nya hanya bisa membuang nafasnya dengan kasa soalnya kalau Hans sudah punya keinginan akan terus merahasiakan sampai waktunya tiba. Sungguh gak asikkkkk!


***


Beberapa hari setelah kepulangan Aletta dari rumah sakit tentu saja membuat rumah keluarga Javier diramaikan dengan tangisan Anak dari Hans dan juga Aleta.


“ ini kedua orang tua ini gimana ya Kok nama anaknya saja tidak Diberitahukan kepada yang lainnya? Kayak sengaja disembunyikan gitu . . “ Mama Merlita mengeluh kesal kepada Hans, namun pakai Wijaya biasa-biasa saja menanggapinya karena dia tidak peduli Siapa namanya yang penting itu adalah cicitnya.


“ Sabar dong., kalau semua sudah ngumpul di sini baru nanti aku akan menceritakan siapa namanya.” kata Hans dengan nada santai karena dia suka sekali melihat ekspresi orang yang kesal dengan dirinya ketika ditanya namanya tapi dia tidak mau menjawabnya.

__ADS_1


“ Dasar kalian itu aneh masa sudah seminggu kok nggak dikasih nama sih.”


“  sudah ada namanya tapi memang sengaja disembunyikan terlebih dahulu karena untuk surprise kalian!” 


Sang mama hanya berdecak kesal ketika mendengar jawaban dari anaknya yang dari kemarin hanya itu itu saja.


“Sudahlah, nggak dosa juga belum ada nama selama seminggu!”


“Manggilnya jadi susah papa!! Masa aku hanya bisa panggil gantengggg… gitu doang?”


“Nah itu bagus nama panggilanya.”papa hanya cuek, yang pentng cucunya sehat.


“ Ahh Papa sama aja!”


. . . 


Akhirnya Hans balik ke kamar, daripada dimarah marahin mulu sama mamanya, apalagi Aletta masih menyusui anaknya di kamar ini, dan di luar hiruk pikuk asisten rumah tangga dan EO yang ditunjuk Hans untuk acara syukuran.


Di kamar mereka, Hans yang masih gemas dengan anaknya terus mendekati anaknya Tapi dicegah langsung oleh sang istri karena sang istri tahu bahwa Hanz hanya ingin mengganggu anaknya itu supaya anaknya bangun dan kemudian dia dia sendiri yang akan repot.


“ Nanti kalau dia bangun dan kamu tidak bertanggung jawab untuk menidurkannya kembali.”


Aleta kembali menarik tangan suaminya itu untuk menjauh dari sang anak


“ Ya ampun sebentar saja Masa tidak boleh sih?” Hans terlihat Mama lalat ketika mendekati sang anak dan lagi-lagi sang istri kembali menariknya menjauh.


“ Kamu itu ya Mas hanya membangunkan dia dan kemudian kamu tidak mau bertanggung jawab untuk mengirimkannya kembali, jadi jangan salahkan aku kalau aku menolak kamu untuk mendekati anakku itu.”


“ Ya ampun sayang . . . yaudah kalau gak boleh, aku ambil mommynya aja deh. . .” hans langsung nyosor istrinya karena ia tak boleh mendekti anaknya, yaudah ia gemesin ibunya aja toh, ia malah lebih senang. Apalagi kalau anaknya lagi anteng banget kayak gini, siapa tahu bisa lanjut session 2?


“Astaga daddyyy . .” Letta jengah karena sang suami mendekatinya dan mengendus endus tengkuknya sambil meraba dadanya yang montok dan remesable itu.


“Kamu kapan ih bersihnya aku kan kangen sama jepitan kamu yang tiada duanya itu . . . “


Hans tak sabar ingin mencoba sang istri, ia sudah 10 hari ini puasa semenjak sang istri melahirkan.

__ADS_1


“Ya ampun mas ku sayang, daddy yang tampan, kok ngomongnya gitu sih?Jangan ngomong yang vulgar di hadapan anak ya dad!!!”


“Lha anaknya juga lagi tidur juga . . . mom, aku harus nunggu sampai kapan sih?” tanya Hans dengan merengut.


“Ya kalau sudah selesai masa nifas lah mas . . . ish gak sabaran amat sih.” kata Aletta dengan kesal.


“Kalau gitu selama masa nifas gak bisa masuk ya?” tanya Hans dengan nada ambigu.


“Ya gak bisa lah mas, gimana sih ?”


“Tapi kalau dipegang ama tangan boleh kan?” tanya Hans dengan nyengir nyengir ngeselin.


“Ya boleh lah!Kan bisa dipegang juga?” kata Aletta sambil memegang aset sang suami dengan tingkah nakalnya itu.


“Kamu jangan menggodaku ya, tuhkan si boy yang tadinya masih tidur sekarang malah berdiri nih . . “ katanya sambil menunjuk ke asetnya yang membumbung tinggi dengan cepat begitu di senggol oleh tangan sang istri.


“Dasar si boy aja yang murahan, kesentuh dikit aja udah berdiri, dasar sensian …”


“Sayang begitu kamu marahin dia malah semakin naik loh!” Hans semakin nelangsa ketika melihat si boy semakin berdiri.


Tok Tok Tok


“Tuan, acaranya segera dimulai. Nyonya besar minta tuan muda dan nyonya muda untuk segera turun.”


Saat ini memang mereka berada di bekas kamar Hans di masa bujang dulu, kalau sekarang mereka berdua sebenarnya tinggal di paviliun rumah besar keluarga Javier.


“ Ya, bik . . . kami akan segera kesana. Dasar penganggu acara!” sungut Hans dengan nada kesal. Kalau sang istri langsung menggendong bayinya karena rencananya memang ini acara keluarag dan teman dekat untuk memperkenalkan nama anaknya.


***


Readers, jangan lupa dukung karya ini ya dengan like dan juga komen, kemudian vote dan juga hadiah…


Soalnya karya ini akan tmat dalam beberapa episode lagi ya! Thank you and happy reading!!


Mampir juga di karya baru thor. Kupastikan kehancuran keluarga kamu!!

__ADS_1


udah 10 episode tuhhhh dan bakalan crazy up ya


__ADS_2