
" Kabar Saya selalu baik! " kata Hans dengan nada dingin.
Raline kini memindai penampilan dari Aletta dari ujung kaki sampai ke ujung rambut karena dirinya tidak tahu bahwa saat ini ia berhadapan dengan permaisuri dari seorang prince charming yang ia gilai itu.
Memang sih, Raline tidak mengetahui profil menantu dari keluarga Javier yang terbaru ini.
Dia hanya mengetahui profil nilam, tapi dirinya tidak mengetahui bahwa Aleta itu adalah anak kandung dari nilam, tunangan dari Hans.
“ Dan ini?”
Raline menunjukkan sikap ramah namun sedikit merendahkan kepada wanita yang ada di samping Hans itu Dia merasa bahwa wanita ini pasti adalah sugar baby yang disewa oleh Hans untuk memuaskan dirinya di atas ranjang saja.
“Dia adalah istriku.” katanya sambil memeluk secara posesif sang istri yang tampak manyun gara-gara adanya wanita baru yang saat ini berkesan ingin mendekati dan juga mengintimidasi dirinya agar menjauh dari sang prince charming.
Duenggg!
Jawaban dari sang prince charming membuat Raline terkejut luar biasa karena kalau ditilik secara umum mungkin istri dari Pujaan hatinya itu sekitaran teenager.
Yah walaupun usia Aleta itu sudah mencapai umur 20 tahun tapi memang wajah baby face-nya serta bentuk tubuhnya yang mungil langsing dan menggoda di bagian-bagian tertentu itu membuat orang mengira bahwa dia masih berusia di bawah 20 tahun.
“Apa?”
Hans mengerutkan keningnya ketika mendengar bahwa Raline terkejut mendengar apa yang dia katakan kepada Raline saat ini, kalau wanita yang ada di sampingnya itu adalah istrinya.
Emangnya dia tak pantas dapat daun muda seperti Aletta?
Padahal bukan merujuk pada Hansnya, tapi karena Raline mengira bahwa Aletta itu adalah sugar baby yang dilihat secara latar belakangnya bukanlah kaum golongan elit seperti dirinya atau Hans.
Jadi Raline mau berpikir bahwa kalau melihat dari latar belakangnya seperti itu maka dirinya semakin yakin bahwa gadis kecil itu menggunakan kecantikannya dan kemudahannya untuk menjebak Hans agar menikahinya karena dengar-dengar memang pernikahan itu sengaja digelar gara-gara perjodohan.
Bukankah ketika dengan Nilam juga kasusnya karena perjodohan.
__ADS_1
Karena tidak nyaman dengan pandangan Aleta yang tampak sini dan juga penuh amarah maka Ralin langsung mengalihkan pembicaraan mereka.
“ Ah kebetulan saja kita bertemu di sini, Mungkin kita bisa melanjutkan pertemuan di hari-hari berikutnya atau kamu mau kita makan malam berdua?” tanya Raline dengan nada manja sambil mengelus dengan kekar dari Hans yang ada di sampingnya saat ini.
Aleta hanya melirik dengan sini dan memangku kedua tangannya di dada sambil mengerucutkan bibirnya karena amarahnya sudah ada di ubun-ubun.
Hans terlihat risih ketika Raline menyentuh lengannya, tapi Raline malah sengaja menyentuh lengan yang ototnya sangat terasa kekar itu meski berbalut kemeja yang dipakai oleh Hans saat ini.
“ Kamu masih sekekar dulu, mungkin malah sekarang otot-otot mu semakin berkembang ya. Apa kamu masih melakukan fitness di tempat yang sama seperti waktu kita bertemu dulu?” tanya Raline dengan nada manja manja menggoda serta kemudian meraba kembali lengan kekar Hans itu namun ia sangat terkejut ketika melihat bahwa tangannya yang digunakan untuk meraba lengan milik Hans itu dicekal oleh Aleta.
Netra kedua wanita itu bertatapan, dan Raline merasakan bahwa pandangan dari seorang gadis kecil yang dianggapnya tadi bisa diintimidasi itu malah sekarang tampak mengintimidasi dirinya.
“ Kalau gatal itu digaruk! Memang sangat menunjukkan banget kelas kamu ya? Murahan, pakai banget! Pasti kamu itu adalah wanita murahan yang menjual diri di pinggiran lampu merah karena terlihat banget kalau harga diri kamu itu tidak ada sama sekali. Bayangkan, bahkan di depan istri sahnya kamu berani melakukan hal itu, apalagi di belakang istri sahnya pasti kamu akan menjual dirimu hanya untuk bisa memuaskan hasrat laki laki kaya di atas ranjang? Biar apa? Biar dapat duitnya begitu? ” ujar Aletta dengan pelan sedikit menekan suaranya namun terasa dingin menusuk di kalimatnya itu.
Uhhh, very SAVAGE guysss!!
Tangannya mencekal tangan dari Raline yang tadinya membelai lengan dari suaminya itu, ditepis oleh Raline dengan perlahan, sedikit keder juga ia.
Tapi demi apapun Hans sangat suka sekali melihatnya, karena istri kecilnya Itu tampak seksi ketika cemburu. Ya dia tahu kalau istri kecilnya itu marah, Bukankah kalau marah tandanya cemburu dan Cemburu tandanya adalah cinta kan?
Ya iyalah memiliki perasaan yang sama, kayak nggak bersyukur banget kalau misalnya nggak memiliki perasaan yang sama.
Lah wong istri kecilnya itu cantik, seksi, molek dan masih muda sedangkan dirinya usianya aja udah hampir dua kali lipat usia dari istrinya.
Dan Raline sesudah menarik tangannya dari cekalan tangan Aletta, ia hanya mengelus tangannya yang memerah dan meski Dia sangat kesal dengan sikap Aletta yang Barbar namun sebisa mungkin Raline menampilkan wajah bahwa dirinya itu adalah Victim dari ke bar-bar an seorang Aletta.
Raline bangkit berdiri dan menjaga sikap Anggun dan elegan agar dianggap sebagai orang yang memiliki strata sosial yang lebih tinggi daripada istri Hans Armando Javier.
Padahal dengan sikapnya yang mendekati suami orang itu, Tak akan ada seorangpun yang menganggap dirinya Anggun dan elegan, bahkan mungkin mereka akan menganggap bahwa Raline itu seorang yang menjijikkan dan murahan.
“ Saya akan menunggu telepon dari kamu ya Hans!” katanya sambil mengedipkan salah satu matanya membuat Aletta semakin geram namun Aletta juga tidak melakukan tindakan yang lebih jauh lagi karena dirinya tidak mau dianggap seperti anak kecil walaupun dirinya memang masih berusia sangat muda dan sebenarnya dirinya juga mempertahankan apa yang menjadi miliknya.
__ADS_1
Ucapan dari Raline sangat sopan dan kelihatan Manis Menggoda sang prince charming dan tanpa sekalipun melirik kepada Aletta.
Raline tetap menganggap bahwa Alita memiliki status sosial dan strata yang lebih rendah daripada dirinya jadi Raline tidak ingin sedikitpun merendahkan diri di hadapan wanita tersebut.
Akan tetapi ucapan dari Raline tadi tidak dijawab oleh Hans bahkan Hans lebih prefer untuk mengurus istri kecilnya yang tampak ngambek gara-gara ulah dari Raline Yang keterlaluan.
“Sayang?”
Aletta masih terdiam karena saat ini Raline masih melakukan cium cium jauh dengan suaminya, meskipun Hans sama sekali tidak menghiraukan apa yang dilakukan oleh Raline si ulat pengganggu itu.
Susah kalau ngomong sama orang yang tak tahu malu macam Raline. Gilak!Mukanya tembok dan NGESELIN!!
Kalau menuruti keinginannya, rasanya Aletta ingin membenturkan wajah songong Raline ke tembok, dosa gak?
.
.
.
TBC
Hai readersss, jangan lupa komen dan like ya guyssss..
Ada rekomendasi cerita baru ya... GAIRAH CINTA SANG PRESDIR by Desy Puspita
Tampan, kaya, berkuasa dan sempurna. Tiada kurangnya seorang Mikhail Abercio, tak pernah ia duga kesempurnaan yang ia miliki ternyata belum cukup untuk mendapatkan kesetiaan dari seorang wanita.
Dikhianati sang kekasih dan melihat dengan mata kepalanya sendiri wanita yang dia cintai tengah bercinta bersama sahabatnya di apartemen membuat Mikhail Abercio merasa gagal menjadi laki-laki. Sakit, dendam dan kekacauan dalam batinnya membuat pribadi Mikhail berubah 180 derajat bahkan sang Mama angkat tangan dengan ulah putranya.
Hingga, semua berubah ketika takdir mempertemukannya dengan gadis belia yang merupakan mahasiswi magang di kantornya. Valenzia Arthaneda, gadis cantik yang baru merasakan sakitnya menjadi dewasa tak punya pilihan lain ketika Mikhail menuntutnya ganti rugi hanya karena hal sepele.
__ADS_1
"1 Miliar atau tidur denganku? Kau punya waktu dua hari untuk berpikir," bisik Mikhail Abercio sebelum kemudian kembali duduk ke kursi kekuasaannya. Dia tidak suka basa-basi, apalagi jika harus membuang waktu dengan gadis ingusan seperti Valenzia.