Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
59. Siapa ityu??


__ADS_3

“Mas, aku ini cuman ngecek siapa yang bakalan jadi dosbingnya aku untuk skripsi ini, kamu gak usah ikutlah!” kata Letta sambil memutar bola matanya dengan malas.


“ Ya ampun Sayang aku ini kan ingin mengantarkan kamu ke kampus dan menjaga kami di sana, Mas juga tidak akan ikutan masuk kok! “ kata Hans dengan nada kesal karena dirinya itu ingin mengantarkan sang istri ke kampus karena sang istri itu mau ketemu dengan dosen pembimbing, sebetulnya si Rektor yang ditemui oleh Hans sudah menjanjikan bahwa akan mempermudah ujian skripsi dari sang istri, dia juga sudah meminta sang istri untuk mendapatkan dosen pembimbing wanita dan dosen penguji yang baik hati.


Segitunya Hans memikirkan tentang sang istri dan anak yang ada di dalam kandungannya.


Aletta dalam kategori istri yang hamilnya itu ngebo, kalau dalam bahasa jawanya  kehamilannya itu nyantai dalam masa kehamilan trisemeter pertamanya.


Ia bahkan juga tak merasakan morning sick dan juga ia mual muntah seperti yang lainnya.


Ia makan juga biasa saja, bahkan ia bisa beraktifitas seperti biasa kayak orang yang tidak hamil sama sekali.


“ Mas, Kamu tuh kan  tadi ada pekerjaan, juga ada rapat di kantor. Tapi kok malah kamu mau ikutan Aku tuh nanti kapan selesainya rapat kamu?” kata Aletta sambil memutar bola matanya dengan kesal karena sang suami yang over protektif semenjak tahu bahwa dirinya sedang hamil.


“ Sudah semuanya di Handle sama Afid dan juga Elish dan Aryo! Kamu tidak usah khawatir Trio kwek kwek itu selalu berhasil melakukan apa yang aku inginkan. Bahkan tender kemarin juga sudah dimenangkan oleh mereka, kamu juga sudah tahu kan?” katanya kepada Aleta yang membuat Aleta kicep seketika karena memang benar apa yang dikatakan oleh sang suami.


“ Ya udah tapi kamu tidak boleh keluar dari mobil ya… Aku ndak mau nanti kalau ada cewek-cewek yang kemudian kegatelan melihat kamu nangkring di kantin lalu tebar-tebar pesona sama kamu!” ini yang senang dari Aleta sekarang karena Aleta sekarang tidak malu-malu untuk menunjukkan rasa cintanya kepada sang suami semenjak kehamilannya ini.


Kayaknya mungkin ini faktor kehamilannya, dan juga faktor karena anak yang ada di dalam kandungan istrinya itu benar-benar menyayanginya.


Mungkin ini adalah anak perempuan karena Hans memang mendambakan seorang anak perempuan untuk menjadi anak pertamanya.


Baru kemudian dia akan memiliki anak laki-laki sebagai pewaris perusahaannya yang kekayaan tujuh turunannya tidak akan habis.

__ADS_1


“ siap My Queen, hambamu ini akan melakukan apa yang menjadi perintah ratu dalam hidupku… Baiklah Princess sekarang kita ikut mama ke kampus terlebih dahulu tapi kalau kamu nanti Misalnya lapar Papa juga sudah Siapin makanan agar kamu dan mamamu tidak akan kehilangan asupan gizi serta susu kehamilan yang sudah Papa sediakan di drink jar yang papa bawa ini.” katanya kepada perut Aletta . . . Aletta sangat heran dengan sang suami yang bisa dengan yakin kalau anak yang ada di dalam kandungannya saat ini adalah perempuan.


“ Kamu ini loh, mas! Masa manggil princess buat anak kamu ini. Kita kan belum tahu apa jenis kelaminnya?” tanya Aletta dengan kesal, ia tak mau kalau sang suami over pede padahal dokter saja belum bisa mengetahui jenis kelamin sang baby.


“ Perasaan mas itu kuat, terbukti kamu itu tambah cantik dan montok, belum lagi kalau kamu di ranjang sekarang itu garang kayak singa betina, tambah posesif dan gairah kamu benar benar … uhmph..” bibir sang suami segera ia sumpal dengan syal yang dibuatnya untuk menutupi kissmark bagian lehernya.


“Mas, bisa gak usah ngomong yang tidak tidak ga sih mas? Ngeselin banget!!” katanya sambil mengehntakkan kakinya kemudian keluar dari kamar, karena kalau diteruskan pasti nanti sang suami akan melakukan hal hal yang lebih ekstrem dan aneh aneh.


“ Ah sayang, tungguuuu!!” Hans tersenyum meringis karena ia berhasil menggoda snag istri. Entah kenapa menggoda sang istri itu adalah suatu hiburan yang menyenangkan baginya.


***


Sesampainya keduanya di kampus, hans yang menjadi supir pribadi sang istri langsung berinisiatif untuk membukakan pintu mobilnya sehingga sang istri bisa turun tanpa kesusahan.


Melihat itu Alita menjadi kesal kembali karena dirinya tidak mau dilihat oleh wanita-wanita yang sukanya tebar pesona dan juga tampak ingin sekali berdekatan dengan sang suami.


Tapi sebenarnya dia tidak perlu khawatir karena begitu Aleta itu pergi, Hans langsung memasang tampang datar dan dingin yang akan tidak bisa tersentuh.


“ Sayang, jangan sampai kamu bertemu dosen ganjen itu ya!” kata Hans dengan nada kesal, karena sekalipun dirinya sudah berkata kepada sang Rektor agar tidak memberikan dosen pembimbing kabar jenis kelamin laki-laki Namun karena masih ada di dalam satu lingkup kampus tentunya sang istri masih bisa bertemu dengan sang dosen ganjen itu.


Dan itulah yang tidak diinginkan oleh Hans, tapi dirinya juga berpikir kalau dia tidak bisa menghalang-halangi Aletta untuk meraih gelar sarjananya apalagi cuman tinggal 5 bulan lagi, karena dia yakin sang istri itu sangat cerdas sehingga bisa menyerahkan dan membuat skripsi itu dalam waktu yang sangat singkat.


“ Kamu itu yang dalam posisi berbahaya karena itu lihat wanita-wanita yang bercadar dari situ menanti kalau aku pas masuk mereka akan menghampiri Mas dan kemudian mengajak Mas untuk berbicara, dan merayu-rayu. Awas aja ya kalau mas sampai menghampiri mereka dan mau-mau saja dirayu oleh mereka! Nggak akan ada jatah satu bulan!” ancam sang istri dengan bengis.

__ADS_1


“My queen Tenang saja karena seorang Hans Armando Javier tidak akan tertarik pada wanita-wanita yang kelas rendah seperti itu.” katanya sambil meninggikan dagunya, dengan sombong karena ia memnag tak ingin wanita lain selain istrinya. Bukankah Hans sudah mengakui kalau ia bucin berat sama sang istri kecilnya, apalagi saat ini sang istri sedang hmil anaknya.


“Hmmm, okelah kalau begitu aku ke dalam dulu ya, mas!Jangan lupa pesanku!Di dalam mobil saja nungunya.” kata Aletta sambil turun dan setelah mencium sang suami untuk vitamin, sekaligus untuk menunjukkan sama yang sedang melihatin mereka terus ini bahwa sang pria tampan yang diincar oleh gadis gadis kampusnya itu, sudha taken dan sudah ada yang punya. Bahkan sudah berlabel suami sah!


Hans sangat gembira saat sang istri so inisiatif kayak gini, hatinya berdebar kencang kayak anak ABG yang jatuh cinta dengan lawan jenisnya.


Ia bahkan tak bisa melepaskan pandangannya sama sang istri yang melenggang masuk, bahkan setelah sang istri menghilang di ujung koridor, sehingga tak lagi bisa terlihat sama siapa siapa, wajahnya yang tampan penuh senyum karena menatap sang istri kecilnya yang menggemaskan itu.


“Hai … Hans ya?” tanya seorang wanita … nah lo !!Siapa ityuuuu??Wk wkw kw 


.


.


.


TBC


Hai guys welcome back Thank buat komennya yang membuat aku semangat, jadi walau masih harus jaga makan, tapi ya untuk mengobati rasa kangen kalian sama ke uwu an dari Hans dan juga Aleta, pokoknya tetap di usahakan untuk . . . Update cerita ini karena aku tahu kalian menanti-nantikan cerita ini selalu, wkwkwk sok pede!


Jangan lupa untuk keep support aku ya dengan like comment yang banyak dan juga memberikan hadiah.


Ditunggu!! Happy reading!

__ADS_1


__ADS_2