Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
36. Dosen Pebinor Beraksi


__ADS_3

Berbekal pengalaman yang kemarin Aleta kemudian memutuskan untuk tidak menerima pekerjaan yang diberikan oleh sang dosen kepadanya.


Setelah mengalami hukuman dari Hans berkali-kali sampai dirinya gempor dan hampir tidak bisa berjalan pagi hari ini Dia memutuskan untuk tidak menerima pekerjaan menjadi asisten dosen dari Raihan Abimana, yang notabene adalah seorang dosen favorit walaupun Killer dan kejam.


Aleta tidak peduli Apakah Raihan itu tampan atau menarik namun dirinya sudah memiliki laki-laki yang tampan dan menarik lainnya di rumah yang senantiasa mencurahi dirinya dengan kasih sayang.


Dirinya sadar bahwa dirinya itu kekurangan kasih sayang dari seorang ayah, jadi age gap  antara dirinya dan suami membuat dirinya malah menikmati kasih sayang sebagai seorang suami seorang ayah dan juga bisa menjadi seorang sahabat karena akhir-akhir ini Entah karena bucin total, sang suami itu seringkali nempel bak perangko yang tidak pernah lepas dari amplop.


Bahkan seringkali Aleta Jengah sendiri dengan apa yang dilakukan oleh sang suami karena saking bucinnya sang suami.


Bayangkan saja sang suami pernah berbicara Intens dengan dirinya di ranjang ketika mereka selesai melakukan perang panas yang membuat ranjang mereka itu amburadul.


“ Sayang, kamu tahu nggak kalau seandainya kamu rambut maka aku jadi apanya?” tanya Hans sambil memainkan rambut sang istri yang panjang halus dan juga harum itu.


“ Jadi apanya ya?” Aleta tahu kalau Hans akan mengatakan sebuah jokesreceh yang Entah kenapa akhir-akhir ini sering dilontarkan oleh sang suami kepadanya.


Kayaknya sih karena dirinya ingin merayu dan memberikan rayuan gombal kepada sang istri yang jauh lebih muda daripada dirinya.


Jadi Hans hanya ingin mengikuti tren zaman di mana banyak sekali laki-laki yang memberikan rayuan-rayuan gombal melalui chat WhatsApp dan juga perkataannya kepada pasangannya.


“ Masa kamu nggak tahu sih,Yang?” rajuk Haans karena Aleta tidak mau menjawab rayuan gombal dirinya itu.


“ Emang jadi aapaa sih?”


“Jaaadi ketombe dong!” 


Aleta hanya bisa speechless dengan rayuan gombal yang dikatakan oleh sang suami, dan bukannya terkesan Aletta malah jijik dengan perumpamaan rambut dan ketombe.


Dia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala ketika mengingat hal-hal receh yang dilakukan oleh sang suami untuk membuat dirinya berkesan dan mengingat sang suami.


“Kaamu mau mnemui sayaa?” tanya Raihan dengan wajah berbinar ketika melihat Aletta yang mengetuk pintu dari ruangannya tersebut.


“ Oh iya pak Saya memang ingin menemui Bapak berkaitan dengan permintaan bapak untuk menjadikan saya sebagai asisten dosen di Universitas ini.” kata Aleta dengan nada lembut namun penuh penekanan.

__ADS_1


“Menjadi asisten dosen mata kuliah saya kan? Karena memang saya meminta kepada bagian pusat untuk menjadikan kamu asisten dosen saya.” dan hanya untuk saya, tapi kelanjutan dari perkataannya itu tentu saja tidak dikatakan di depan Aletta karena dirinya ingin mendapatkan Aletta dengan caranya sendiri.


Dia sangat tertarik dengan Aletta yang tidak pernah menganggap dirinya menarik, dan tidak pernah keganjenan untuk membuat dirinya melirik ke arah wanita cantik tersebut padahal wanita tersebut memiliki banyak hal positif yang membuat laki-laki itu dengan mudah menyukai dirinya.


Selain kepolosan dan juga wajaaahnya yang cantik, Aleta juga memiliki kelebihan lainnya yaitu kepandaian serta tutur katanya yang lemah lembut serta sopan membuatnya menjadi memiliki nilai plus di hadapan laki-laki yang menyukainya.


“ Ah iya itu memang maksud saya Pak!” kata Aleta mengiyakan Apa yang dimaksud oleh sang dosen, membuat sang dosen berbinar-binar bahagia karena dirinya menganggap bahwa Aletta akan menyetujui keinginannya untuk menjadi asisten dirinya, dan ini menurutnya adalah sebuah Langkah Cerdas di mana Dirinya dapat memanipulasi Aletta menjadi dekat dengan dirinya. Dirinya tidak sadar bahwa ada kemungkinan bahwa Aleta akan menolak menjadi asisten dosen bukan karena takut tidak mendapatkan beasiswa karena yakinlaah kalau kakek Wijaya sangat mampu untuk bisa membiayai Aleta meneruskan cita-citanya di sana.


“Baiklah Kalau begitu kamu bisa memulainya sekarang!” Raihan sudah merasa di atas angin karena Aletta pasti akan menyetujui keinginannya untuk menjadi asistennya, mengingat Ambisi Aletta untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut.


Tapi lagi-lagi dirinya harus merasa kecewa karena Aleta tidak menginginkan menjadi asistennya dan bahkan menolaknya. Padahal banyak sekali mahasiswi-mahasiswi yang menginginkan posisi Aletta saat ini.


“Maaf Pak kalau ini membuat Bapak menjadi marah, tapi saya tidak bisa menjadi asisten dari bapak karena pekerjaan saya yang banyak baik di rumah maupun di tempat magang.” jawab Aleta dengan nada lirih karena dirinya tidak mau mengecewakan sang dosen sebenarnya namun ancaman sang suami itu benar-benar akan diwujudkan apabila dirinya masih memaksakan ingin menjadi asisten Raihan dan beasiswa tersebut.


Seperti yang dikatakan oleh Hans bahwa dirinya jauh lebih mampu untuk membiayai kuliah dari Aleta jadi Hans mengharapkan bahwa Aletta mengerti tentang itu dan tidak ngeyel untuk mendapatkan beasiswa yang sama sekali tidak perlu kalau balasannya harus menjadi asisten dosen ganjil itu.


“Taapi kenapa? Bukaankah kamu menginginkan untuk mendapatkan beasiswa tersebut? Dan sebetulnya menjadi Asisten saya bukanlah hal yang buruk kan? Saya juga tidak akan mungkin untuk menjadikan kamu kerja rodi untuk kepentingan saya kan?” nada kecewa dapat didengar dengan jelas oleh Aletta dari perkataan sang dosen, tapi dirinya tidak mungkin menerima keinginan sang dosen untuk menjadikan dirinya sebagai seorang asisten, bisa-bisa tiap hari dirinya harus dapat hukuman yang membuatnya gempor dan tidak bisa ke kuliahan.


Hukumannya bagi Aleta adalah sangat enak tapi membuat jiwa raganya kelelahan! Biarpun secara usia Hans itu dua kali lipat usia dirinya namun keperkasaannya di atas ranjang benar-benar tidak dapat diragukan.


Sebegitu dahsyatnya seorang Hans Armando Javier yang dikenal ah empreeeeet pokoknya. Gak sesuai dengan image awal seorang om om omes yang dulunya terkenal dingin, daatar dan sok cool, kayaak kulkas itu.


Ternyata setelah mengenal sang suami luar dan dalam Aletta baru menyadari bahwa sang suami itu sangat manja, tukang merajuk, posesif berat, dan juga sukanya nempel-nempel. 


Padahal awalnya dingin, datar dan cenderung cuek.


Eh back to the scene . . . 


“Maaf pak, bukaannya Saya tidak menghormati keinginan bapak untuk menjadikan saya menjadi asisten bapak, tapi saya memang benar-benar sudah tidak memiliki waktu untuk menjadi asisten lagi, karena saya juga mengejar kelulusan maka saya magang dari awal, semoga bapak bisa memahami Kesulitan saya dalam membagi waktu.” karena saya sudah menikah dan suami saya itu sangat rempong Sekali, apalagi segala sesuatu yang menyangkut bapak! Wk wkw kw Tapi tentu saja hal itu tidak diungkapkan secara langsung oleh Aleta, karena dia tahu Mungkin Sang dosen tidak mengetahui kalau dirinya sudah memiliki suami, dan dirinya pun merasa tidak perlu untuk menceritakan hal itu kepada sang dosen karena itu tidak ada hubungannya sama sekali. 


Bahkan dirinya pun tidak memiliki keinginan apa-apa untuk dekat dengan sang dosen jadi menurutnya untuk menjadi asisten terlalu berlebihan rasanya.


“ Kamu tidak ingin memikirkan terlebih dahulu? Sangat sayang kalau kamu melewatkan beasiswa hanya karena kamu tidak bisa membagi waktu, Bagaimana kalau saya akan memberikan keleluangan waktu supaya kamu tidak kerepotan dalam membagi waktu?” tanya sang dosen terus memaksa melakukan aksinya supaya sang buruan tidak lepas dari jebakan.

__ADS_1


Aletta menggelengkan kepalanya dengan tegas sambil memastikan perkataannya bahwa dirinya tidak akan goyah sedikitpun karena goyah berarti gempor . . . (wkwkwk)


“ Maaaf paak, tapi keluarga saya tidak setuju Ketika saya menyampaikan Keinginan saya untuk memenuhi perintah bapak agar saya menjadi asistennya bapak, bahkan keluarga saya bilang bahwa keluarga saya masih sanggup untuk membiayai kuliah Saya bahkan sampai S3, maaf kalau itu menyinggung perasaan bapak!” kayaknya Aletta harus benar-benar tegas dalam menghadapi sang dosen, dirinya juga sedikit curiga dengan keinginan sang dosen yang tetap kekeuh untuk membuat dirinya menjadi asistennya.


Raihan kemudian berpikir dengan keras memang kalau untuk menjadikan Aletta menjadi asistennya terlalu berlebihan selain karena beasiswa itu sebenarnya tidak penting bagi keluarga Wijaya, dalam arti Aleta itu memiliki cukup uang untuk bisa membayar biaya pendidikannya di Universitas tersebut bahkan benar apa yang diutarakan oleh Aleta Bahwa keluarga Wijaya Masih sanggup untuk membiayai Aleta sampai S3 sehingga dirinya harus memutar otaknya untuk bisa kembali berdekatan dengan sang pujaan hati yang ia sukai secara diam-diam itu.


“Baaiklah, mungkin bukan sebagai asisten saya tapi bisakah saya minta tolong kalau seandainya saya membutuhkan pertolongan kamu bersedia nggak untuk nolongin?” taanya sang dosen dengan suara yang lebih lembut agar bisa meruntuhkan Sisi kemanusiaan dari Aletta.


“ Saya akan bantu Kalau memang saya bisa, tapi saya benar-benar nggak bisa janji!” di iyain aja dulu deh daripada repot Dan juga panjang urusannya.


“ Baiklah kalau begitu saya terima keberatan kamu tapi saya juga ingin minta tolong hanya pas pelajaran saya saja kamu bisa membantu saya untuk memberikan materi-materi kepada anak-anak di kelas supaya pekerjaan saya lebih maksimal.” Astaga dosen ini benar-benar kekeuh untuk membuat dirinya berurusan dengan sang dosen.


Apa mungkin benar apa yang dikatakan oleh suaminya bahwa dosen ini menyukai dirinya ya?


.


.


.


TBC


Jangan lupa untuk keep support author ya, dengan cara memberikan komen, like dan juga memfavoritkan, syukur syukur kalau kemudian memberikan vote dan juga hadiah buat semangat thor. 


Follow IG Nophie_Author agar taahu ceritaaa apa yang dibuaat thor dan juga, rekomendaasi ceritaaa thor taaruh disanaa jugaa.


Oke Thor juga punya rekomendasi cerita ya buat hari ini ya,


Atmosphere


by.Hilmiath_


Blurb:

__ADS_1


Adhara Andromeda, seperti namanya yang berarti bintang paling terang di antara rasi bintang. Adhara adalah gadis ceria yang selalu menerangi orang di sekitarnya. Adhara bukanlah gadis dari keluarga kaya, ia hanya gadis biasa yang berhasil masuk dalam sekolah elit. Namun, di hari pertamanya sekolah ia malah harus terjebak pada tiga laki-laki tampan yang di sebut pangeran sekolah. Masalah tak pernah henti melibatkannya pada ketiga pangeran tersebut. Hingga rasa sayang menjebak mereka, ketiga pangeran tersebut perlahan menyayangi Adhara dengan rasa yang berbeda. Sedangkan Adhara juga mulai menyayangi mereka delam berbagai arti menyayangi. Bagaimana Adhara akan menghadapi setiap masalahnya bersama tiga pangeran tersebut? Baca ceritanya agar kalian tidak penasaran siapa yang kira-kira akan menarik hati Adhara dan menjadi pelabuhan untuk gadis itu. Arche dengan sikap hangat nya, Chan dengan sikap dinginnya, Atau Antariksa dengan sikap kasarnya?



__ADS_2