
Seperti perjanjiannya sama Hans semula, maka Aletta setiap pulang dari kuliah harus segera datang ke kantor milik Hans dan membantu Hans di kantor. Di sana Aleta akan magang sebagai asisten pribadi dari suaminya sendiri.
Padahal itu bukan salah satu dari job description yang harusnya dilakukan oleh Aletta pada awal pernikahannya.
Aletta hanya disuruh untuk kuliah saja dan menyelesaikannya dengan nilai terbaik sehingga dia akan mendapatkan saham yang dimiliki oleh keluarga Javier di perusahaan Wijaya.
Dan menurut Aleta lebih baik dirinya saat ini membantu keluarga Wijaya untuk bisa lebih baik lagi dan bisa mengalahkan keluarga Javier karena dirinya masih kesal karena dinikahkan paksa oleh kakek Wijaya gara-gara dirinya memiliki perjanjian bisnis yang seharusnya dipenuhi oleh mamanya tapi kemudian harus dipenuhi oleh dirinya.
Tapi sekali lagi ia takut dengan ancaman hukuman dari Hans sehingga mau tidak mau ia mengikuti saja keinginan sang suami.
Maka disinilah dirinya sekarang ini, dan karena dirinya hanya diantar oleh supir pribadi dari keluarga Javier maka dia hanya diturunkan di lobi dan tidak ada yang mengantar dirinya naik ke atas.
Mungkin menurut mereka karena Aleta sudah pernah pergi ke kantor milik Hans, Jadi mereka tidak perlu lagi menjemput Aleta di bawah sehingga Aleta hanya datang seorang diri dan melewati kedua resepsionis cantik yang menjaga di lobby depan perusahaan yang kelihatan super eksklusif itu.
Aleta Melangkah dengan percaya diri masuk ke lobi dari Javier grup.
Baru saja masuk ke dalam lobi, Aleta melihat siluet seorang wanita dengan balutan gaun berwarna merah cerah sangat ketat dan tengah berdiri di depan resepsionis.
Tentunya Aletta juga heran Siapakah orang yang datang ke kantor perusahaan suaminya itu dengan baju yang kekurangan bahan seperti itu namun dirinya juga tidak ambil pusing karena toh itu juga tidak ada urusannya dengan dirinya.
Aleta bisa mendengarkan percakapan wanita tersebut dengan wanita yang berdiri di meja resepsionis kalau wanita cantik tersebut ingin bertemu dengan suaminya yaitu Hans Armando Javier.
" Maaf apakah itu sudah membuat janji? "Tanya resepsionis itu dengan nada sopan.
" Lah untuk apa saya membuat janji Apa kamu tidak tahu siapa saya? " tanya wanita cantik itu dengan nada sedikit mengancam.
Sang resepsionis terlihat sedikit gugup dan dia memandang wanita cantik yang dengan balutan bagian minim itu dengan wajah bingung namun dengan perkataan penuh hormat dia menanyakan kepada wanita tersebut dengan sopan.
“ Maaf kalau saya tidak boleh tahu Ibu siapa?”
“ Saya adalah calon istri dari tuan Hans Armando Javier, jadi apa kalian masih mau menghalangi jalan Saya menuju ke tempat kekasih saya?” tanya wanita cantik itu lagi saat melihat dua orang security berjalan ke arah mereka.
Resepsionis itu mengamati penampilan dari sang wanita cantik itu dari kaki hingga kepala kemudian balik lagi kepala hingga kaki dan sebetulnya dia juga sedang kebingungan Bagaimana sang CEO yang dingin itu bisa memiliki kekasih yang penampilannya malah lebih ke arah wanita penggoda daripada orang yang berkelas.
Dan dirinya juga kebingungan pasalnya dia juga tahu walaupun tidak Diundang, bahwa Bos besarnya itu sudah menikah dengan seseorang yang secara bibit,bebet dan bobot merupakan kalangan atas dan bukan seperti wanita penggoda kayak wanita di hadapannya ini.
__ADS_1
Kayaknya bakal ada drama yang cukup panjang di sini, pikir Aletta yang langsung berdiri berjalan ke arah Lift yang kemarin dimasuki olehnya bersama dengan asisten pribadi dari suaminya itu, akan tetapi baru beberapa langkah suara seorang wanita membuat Aletta tiba-tiba harus menghentikan langkahnya.
“ Hei kamu wanita yang di sana, berhenti!”
Aletta berbalik dan melihat salah seorang dari dua resepsionis yang cantik itu Tengah menatapnya dengan tajam.
Karena kebingungan Alita kemudian menunjuk dirinya sendiri lalu berkata,
“Saaya?”
“Ya, kamu lah siapa lagi? "
“ Oh maaf ada masalah apa emangnya? "
“ Memangnya kamu tidak bisa baca tulisan di sana bahwa tamu Wajib Lapor!” kata wanita itu sambil menunjuk di salah satu sudut yang memang terpasang peringatan untuk tamu.
Aletta mengerutkan keningnya dengan kebingungan karena tidak melihat ada tulisan itu di sana Lalu ia segera menghampiri ke arah meja resepsionis.
“Maaaf sayaa sudah ada janji dengan Tuan Hans Armando Javier dan saya adalah Aletta, " ujar Aletta dengan nada sopan kepada kedua resepsionis itu.
“Eits enak saja kamu mau memotong antrian. Bukankah saya yang datang terlebih dahulu? Jadi yang bisa masuk terlebih dahulu adalah saya.” kata wanita cantik itu dengan nada angkuh sambil melihat ke arah Aletta dengan pandangan merendahkan.
Kedua resepsionis ini kebingungan yang mana satu yang memiliki berjanji dengan bos karena penampilan Aletta pun saat ini juga tidak meyakinkan dia seperti seorang mahasiswi yang hendak meminta atau menyerahkan proposal supaya perusahaan dari mereka memberikan sponsorship kepada universitas.
Lagian penampilan Aletta seperti anak kuliahan dan wajah pun polos tanpa make up Walaupun memang wajah wanita terlihat cantik bagaimanapun keadaannya.
“ Adik mohon maaf ya kalau misalkan mau minta sumbangan untuk kampus bisa memasukkan proposal melalui kami tidak usah lewat bos jadi nanti kami akan menghubungi Adik lagi ketika proposal Adik udah disetujui oleh pihak pimpinan kami.” kata resepsionis yang tadi menanyakan kepada wanita cantik itu dengan nada yang lebih sopan dan bukan yang membentak-bentak Aleta tadi.
“ Dan untuk ibu, anda bisa langsung masuk ke lift dan akan diantar oleh dua security yang akan mengantar ibu ke ruangan Tuan Hans Armando Javier!” kata resepsionis itu dengan nada sopan dan memberikan kode kepada sekuriti itu Untuk mengantarkan wanita yang berbaju merah itu untuk pergi ke lantai di mana hans berada.
Aleta hanya bisa memutar dua bola matanya dengan kesal karena Respon yang diberikan oleh kedua resepsionis itu sama sekali tidak ada di dalam bayangannya.
Padahal baru kemarin dirinya datang ke tempat ini sekarang kok sudah dipersulit saja.
Apakah mungkin mereka itu kemarin bukan shiftnya sehingga tidak tahu bahwa kemarin pun Aleta sudah berada di tempat ini?
__ADS_1
Ya memang bukan salahnya Aleta juga kalau wajahnya masih tampak imut-imut dan tampak lebih muda sehingga tampak seperti orang kuliahan yang ingin magang atau ingin menyerahkan proposal sponsorship yang biasa dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi untuk mendapatkan beasiswa atau sekedar mendapatkan sumbangan.
Dengan wajah penuh kemenangan sang wanita berbaju merah itu langsung menyinggung bahu Aletta yang berada di sampingnya itu menunjukkan bahwa dirinyalah yang menjadi pemenang.
Aletta tidak banyak bicara, dirinya hanya mengalah dan mencoba mengambil ponselnya untuk menghubungi sang suami.
Akan tetapi tiba-tiba ada suara yang membuat ruangan itu menjadi dingin lebih dingin dari yang semula karena ada sosok yang mendominasi yang tiba-tiba berada di tempat itu.
“ Ada apa ini?” tanya seorang laki-laki dengan suara Bariton yang jelas, serta berkesan mendominasi.
Dua orang laki-laki dengan perawakan tegap bahu bidang dan juga tubuh atletis tampak berdiri di sana bersama.
Salah satunya adalah Hans Armando Javier dan yang bertanya barusan adalah Afid yaitu asisten pribadi dari Hans.
.
.
TBC
Jangan lupa untuk keep support author ya, dengan cara memberikan komen, like dan juga memfavoritkan, syukur syukur kalau kemudian memberikan vote dan juga hadiah buat semangat thor.
Follow IG Nophie_Author agar taahu ceritaaa apa yang dibuaat thor dan juga, rekomendaasi ceritaaa thor taaruh disanaa jugaa.
Oke Thor juga punya rekomendasi cerita ya buat hari ini ya,
My Beautiful Venus
By. MinNami
Blurb :
Virendra Aryan, seorang Jendral yang begitu tampan, pintar dan tegas. Sosoknya yang mempesona membuat banyak kaum hawa menyimpan kagum padanya.
Namun, siapa yang menyangka keputusan sang Jenderal yang tiba-tiba ingin menikahi gadis muda berusia 18 tahun.
__ADS_1
Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia atau justru berakhir tragis mengingat sosok Jenderal Virendra yang memiliki banyak musuh?