
Pepet terus sebelum janur kuning melengkung kayaknya bukan slogan yang dipercayai oleh seorang Raihan Abimana.
Karena pada kenyataannya dirinya tetap memepet Terus yang namanya Aletta Wijaya Walaupun dia sekarang sudah tahu Alenta sudah memiliki suami.
Awalnya dia tidak percaya dengan perkataan Hans Armando Javier yang waktu itu mengatakan bahwa orang yang dia sukai itu adalah istrinya orang yang tengil itu namun setelah dia melakukan riset dan survei, serta juga menyuruh detektif andalannya untuk menyelidiki barulah dia percaya bahwa Aletta sudah menikah bersama dengan yang sama Hans Armando Javier.
Raihan juga berusaha dan memberikan tugas-tugas yang membuat Aletta itu terus-menerus berinteraksi dengan dirinya, dia bahkan juga tidak peduli dengan Hans Armando Javier sebagai sang suami dari Aletta.
Baginya Hans itu sudah ketuaan buat Aletta jadi tidak cocok sama sekali dengan Aletta. Karena Selain Hans Armando Javier itu sudah tua walaupun tajir melintir, kelebihannya yang lain hampir tidak ada! Bagaimana bisa itu dibandingkan dengan seorang aletta Wijaya yang memiliki kecantikan dan kepandaian serta kekayaan yang mungkin tidak sebesar an tapi bisa lebih besar kalau mau berusaha lebih lagi.
Tentu saja, sang dosen berusaha mempengaruhi Aletta dengan berbagai macam cara, salah satunya seperti ini . . .
“Pak, saya sudah membuat tugas yang bapak suruh lewat WA grup, dan ini adalah proposl yang bapak minta. Semuanya sudha saya salin dalam file words, jadi bapak bisa langsung membubuhkan koreksi di sana,Itu juga sudha saya hubungkan dengan google drive milik saya sehingga pekerjaan ini bisa dipantau oleh bapak secara langsung.” kata Aletta dengan ada sopan dan penuh hormat.
Emang ia juga sudah tahu kalau dosennya itu menyukai dirinya tapi dia anggap cuek saja dan tidak peduli.
Tujunannya ia berada di kampus ini adalah untuk menimba ilmu sebanyaknya, bahkan ia sampai mendapat beasiswa saking poandainya dirinya itu.
Ia tak mau mempertaruhkan masa kuliahnya yang tinggal sedikit dan hancur gara gara dosen ini dan juga suaminya.
Demi Tuhan ia takan rela dong ahhh!!
__ADS_1
“Baiklah, saya akan memeriksanya nanti, kamu masih mempertimbangkan apa yang saya katakan bukan?” Kata dosen itu sambil melirik ke arah Angga bak Patung Pancoran di samping wanita Pujaan hatinya itu.
Dalam pemikirannya dia jadi bingung ngapain Aletta membawa Patung Pancoran ke kampus, dan paling tidak dengan kecerdasan yang di atas rata-rata dia bisa mengira bahwa ini pasti adalah suruhan dari suami sang mahasiswi.
Raihan Abimana menatap tidak suka kepada Angga yang hanya diam berekspresi datar dan Angga juga melakukan hal yang sama, melipat kedua tangannya di dada serta melirik tidak suka ke arah dosen yang juga memiliki pandangan yang sama dengan Angga.
Jadi satu sama lah ! Sama-sama tidak suka gitu!
“ Kalau lagi - lagi tentang menjadi asisten dosen dari bapak mungkin saya harus menolaknya dengan tegas ! Karena saya benar-benar sudah tidak mampu kalau harus menjadi asisten dosen sedang pekerjaan saya di perusahaan terlalu banyak dan juga memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Jadi mohon maaf sebelumnya mungkin kalau hanya untuk membantu seperti biasa saja masih bisa ditolerir.” kata Aletta dengan tegas menolak keinginan dari sang dosen.
“ Memang sangat disayangkan, karena kamu sudah mengambil keputusan yang sangat besar di usia kamu yang masih 20 tahun, tapi kamu harus menyandang status sebagai seorang istri dan aku tahu bahwa itu sangat berat buat kamu apalagi suami kamu itu 2 x lipat lebih tua daripada kamu sendiri.” katanya dengan tatapan menyedihkan seolah-olah apa yang menimpa Aletta itu merupakan musibah sepanjang zaman.
Untungnya saja sang suami tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh sang dosen kalau tidak tentunya sang suami bisa marah besar. Tapi Aletta itu tidak pernah mengira bahwa Angga itu dimasukkan ke tempat itu, tujuannya sebagai mata-mata dan juga si Hans bisa menyadap seluruh Percakapan yang dilakukan oleh dosen itu kepada istrinya.
“Maaf ya pak!Saya rasa itu bukan ranah bapak untuk mencampuri masalh rumah tangga saya, emangnya bapak itu siapa?” aletta kesal dengan perkataan sang dosen, padahal ia sudah berusaha menahan rasa kesal kepada sang dosen, tapi tentu saja kali ini ia tak dapat menahan rasa lagi karena sang dosen sudah memantik emosi terdalam.
Dosennya sudah mengook bahkan menghina sang suami. Aletta tak tega dan tentu saja tak rela mendengar sang suami di hina seperti itu.
Baginya, Hans itu tampan dan hot, banyak wanita yang akan tergila gila dengan sang suami kan?
Raihan terkesiap melihat reaksi Aletta, ia merasa kalau dirinya agak keterlaluan. Mungkin benar ia membenci sosok Hans yang dianggapnya sangat beruntung itu.
__ADS_1
“Ah maaf, Letta!mungkin saya memang terlalu berlebihan.”
“Ya, saya harap bapak tidak melakukannya lagi. Bagaimana pun ia adalah suami saya dan saya wajib menghormati dan mencintainya seperti dia juga mencintai saya. Terlepas dengan apa pun kondisinya yang memang lebih tua dari saya.” kata aletta dengan nada ketus dan tidak enak membuat Raihan harus menahan diri untuk tidak mencium bibir Aletta yang terlihat melambai ingin ia cium. Mengingat ini adalah kampus dan Aletta membawa pengawal juga.
“Maaf, kalau begitu duduklah terlebih dahulu.” katanya dengan nada lebih lembut. Ia berusaha untuk meraih hati Aletta hanya untuknya.
“Ehm pak, saya harus pamit. karena saya harus membawa suami saya ke rumah sakit karena tubuhnya masih kurang baik,” kata Aletta memberikan alasan, ia tak ingin menunda waktu lebih lama untuk berdekatan dengan sang dosen.
Aletta tahu kalau saat ini ia sudah menikah dan ada baiknya saat ini ia lebih menjaga jarak sama dosen atau pun teman teman laki lakinya. Tapi ia sih tak merasa cantik jadi ia menganggap si dosen ini hanyalah khilaf mata saja . . . wk wk wk . . .
“Ah ya sudah, kalau begitu sampaikan salam saya untuk suami kamu supaya dia cepat sembuh.” kata Raihan dengan berat hati, sejujurnya bibirnya sangat berat untuk mengatakan hak itu tapi ia tak mau dianggap resek oleh Aletta, jadi ia menampilkan citra terbaiknya.
“Baiklah pak!Saya permisi terlebih dahulu!” kata Aletta sambil membalikkan badan setelah berpamitan dan kemudian meninggalkan Raihan yang menatap punggungnya dan merasa kehilangan karena ditinggalkan Aletta.
Entah ia harus bagaimana lagi?Si tua bangka itu benar benar beruntung!
.
.
TBC
__ADS_1
Hay readers,thanks buat dukungannya yang semakin oke setiap hari, jadi bakalan dapat hadiah yaitu thor akan mempercepat update, tapi janji bakalan kasih like dan komen yang banyak yaaaa?
Okeyyy jangan lupa keep support thor dengan komen, like dan juga fav kan ya. Oh ya vote juga ditungggguuuuu. . . makasihh!Happy reading !!Kunjungi IG @Nophie_Author yessss