Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
52. Kesedihan Letta


__ADS_3

Wajah tanpa ekspresi yang saat ini menatap keluar jendela membuat hati Hans terasa diremas.


Dirinya tak tega melihat sang istri yang terlihat sedih sekali karena dirinya juga tahu bahwa kakek Wijaya itu adalah saudara satu-satunya yang dimiliki oleh sang istri karena mereka sudah tidak memiliki orang lain lagi sebagai sosok keluarga.


“ Sayang, jangan sedih . . kalau perlu mas akan panggil dokter yang paling hebat untuk menyembuhkan sang kakek, hmm?” Hans berusaha menenangkan sang istri yang tampak Terpukul dan terlihat sangat cemas.


“ Hmm, mas kira kira kakek bisa sembuh kan ya?” tanya Aleta tanpa menatap sang suami, karena pandangannya masih saja menatap ke arah luar jendela mobil tersebut.


Rasa-rasanya memang tidak lagi perlu diteguhkan, hanya perlu sebuah pelukan yang hangat dan sebuah kecupan di kening sang istri untuk membuat sang istri lebih nyaman dan juga perasaannya lebih tenang.


Dan benar saja tampaknya sang istri menjadi lebih tenang di dalam pelukan dan kecupan-kecupan kecil yang diberikan oleh sang suami.


“ Mas, jangan tinggalkan aku sendiri ya, soalnya aku sebatang kara . . “ katanya dengan sedih.


“Hushhh!! Kakek masih kuat ya, sayang! Jangan sedih lagi ya? Kita doakan yang terbaik saja buat kakek. ” kata Hans menenangkan pemikiran Aletta yang mulai ngawur.


“ Tuan, kita sampai . . . saya drop di lobby?” tanya Angga yang ternyata udah memasuki areal rumah sakit.


“ Ya, kamu drop aku di lobby, tapi setelah kamu parkir jangan lupa bilang beberapa pengawal ikut aku, termasuk kamu!” kata hans dengan nada datar seperti biasa, tangannya tak melepaskan sang istri, dan tetap memeluk pinggang ramping sang istri.


Entah kenapa, sang istri tampak lemas dan juga cemas dengan kondisi sang kakek.


“Sayang, jangan takut!” kata hans mencoba mengutakan sang istri.


Aletta hanya menganggukkan kepalanya karena ia percaa snag suami akan ada di sampingnya untuk mendukungnya dan memberi kekuatan kepadanya.


“Tuan muda dan Nyonya muda . . “ sapa ajudan dari sang kakek yang sudah menemui mereka di lobby.


“Gimana kondisi kakek?” tanya Aleta.


“Hmm, tadi dokter langsung menangani tanpa perlu persyaratan tanda tangan dari keluarga, jadi saat ini kakek Nyonya muda sedang berada di dalam ruang operasi. Kesimpulan awal Dokter tadi sudah mengatakan bahwa ada patah tulang kemungkinan operasi awal itu untuk membantu menyambungkan kembali tulang yang sudah patah. Tapi Dokter tadi juga sudah bilang bahwa itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk pulih kembali.” jelas sang ajudan kepada Letta yang membuat Letta bukannya tenang   malah semakin cemas.

__ADS_1


Hans gemas dengan ajudan sang kakek yang malah membuat Aletta semakin cemas


“ Sudahlah kamu diam saja. . “ bentaknya kepada ajudan sang kakek agar Jangan banyak memberikan informasi yang belum jelas kepada Aletta karena Aletta itu belum bisa menyaring informasi yang benar dan mana yang salah.


Maklumlah seorang wanita yang pati dikedepankan adalah emosinya sesaat. apalagi Aletta ini masih dalam kondisi yang ketakutan dan trauma akibat sang mama meninggal dengan tak terduga beberapa waktu yang lalu.


“Maaf tuan . . . ” katanya sambil menundukkan kepala, dirinya merasa bersalah karena sudah membuat Aletta bersedih. 


“Sudah berapa lama mereka di dalam?” tanya Aletta lagi, saat mereka sampai ke depan ruangan operasi dan lampu depan pintu itu menunjukkan warna merah, tanda mereka belum selesai melakukan operasi kepada kakek Wijaya.


Sang ajudan hanya terdiam dan melirik ke arah tuan mudanya yang berarti itu adalah cucu menantu sang bos besarnya. Ia tahu kalau ia tak boleh banyak ngomong sama Letta, takut kalau Letta semakin khawatir akan kondisi kakeknya. Dan tampak sang tuan muda menatapnya dengan tatapan dingin, membuat ia hanya bisa menelan salivanya dengan kasar. Ia juga tahu track record kekejaman seorang Hans Armando Javier yang  tak pernah ingin dibantah.


Hanya bersama dengan Aletta sajalah, Hans tampak hangat dan penyayang, tapi jangan harap itu akan mereka lihat saat Hans marah atau dihadapannya para pekerjanya. Karena ia bisa menjadi sangat kejam dan brutal.


“Ehm, baru saja nyonya . . . ehm saya hendak membeli kopi buat teman menunggu, apakah tuan dan nyonya menginginkannya juga?”tawar sang ajudan yang lebih aman untuk menyingkir saja dibandingkan ia ada disitu dan menjadi obat nyamuk.


Sebetulnya masih mending menjadi obat nyamuk, tapi sang ajudan tahu betapa dinginnya tuan mudanya itu kepada orang orang yang tak diinginkan kehadirannya, temasuk posisinya sama iini. 


“ Ya . . “


Jawaban yang kontradiktif itu disampaikan oleh Hans dan juga oleh Aleta, membuat sang ajudan kebingungan karena Aletta menolak dibelikan kopi sedangkan sang tuan muda menginginkan kopi dengan tujuan untuk mengusir secara halus keberadaan dirinya saat ini.


“ Baiklah saya akan membelikan kopi untuk tuan muda . . .”


“Kamu belikan coklat panas untuk istriku, ia memang tidak minum kopi, tapi ia perlu kehangatn yang tak bisa kuberikan sekarang … auchhh, sakit itu sayang!” katanya dengan nada merajuk manja, sebuah nada yang takkan mungkin ia dengar saat Hans sedang dengan anak buahnya.


Ia menelan salivanya, ketika sang tuan muda tiba tiba meliriknya dengan tatapan datarnya, dia seakan tercekik dengan suasana dingin dan lebih baik ia cepat melarikan diri dari tempat itu, karena menurutnya lebih aman kalau saat ini ia menjauh dari tuan muda yang kelihatan ingin mengusir dirinya saat ini.


“Ya tuan muda, saya berangkat sekarang . . “ katanya dengan terburu buru, mumpung ia masih bisa menyelamatkan hidpnya saat ini.


Sedangkan Aletta hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal karena perkataan hans yang selalu vulgar tapi ia sedikit teralihkan saat hans mengatakan hal itu kepadanya, jadi sebenarnya hans ingin menghibur dirinya saja.

__ADS_1


“Jangan sedih okey? Mas tuh gak suka lihat wajah kamu kalau sedih, kelihatan jelek gitu. . .” kata Hans sengaja mengejek sang istri, padahal saat ini saja ia lagi berusaha menahan gairahnya, pokoknya selama bersama dengan Aletta ia itu bak predator yang takkan bisa menjauh dari pesona sang istri itu.


“Ish ya udah kalau jelek aku nyari yang suk sama aku saja toh, tadi aja pak dosen aku saja minta kalau . . “


“Apa yang diminta sama dosen kamu itu sama kamu, jangan macam macam ama aku ya!Aku bisa buat hancur si dosen ganjen itu dengan cepat . . . “Hans menggeram kesal mendengar perkataan sang istri, sedang sang istri malah mendekatinya serta menempelkan tubuhnytanpa jarak dengan sang suami.


“Katanya jelek . . “


“Biar jelek tapi aku tuh sudah terlanjur suka dan jatuh cinta nih. . . “


“Gombal . .”


Tanpa mereka sadari, lampu ruangan operasi sudah mati, tanda operasi sudah selesai dan dokter sega keluar dari ruangan kan. . .


Cekrek . . 


“Keluarga pasien?” tanya seorang suster yang diikuti oleh dokter muda yang juga keluar bersamaan dengan suster itu.


“Iya saya, sus!” Letta langsung saja menjawab dan mendekati sang dokter muda nan tampan itu, namun sang dokter belum menatap kearah Letta, ia masih menatap ke arah catatan yang biasa dimiliki oleh dokter dan suster mengenai pasien yang harus disampaikan kepada keluarganya.


“ Aletta?” tanya dokter itu dengan wajah sumringah.


Hans langsung pasang badan ketika yang bakal ngomong adalah dokter muda nan tampan, hmmm insecure dimulai guys … wkwkwk


.


.


.


TBC

__ADS_1


Hay readers,thanks buat dukungannya yang semakin oke setiap hari, udah 2x yaa… so jangan lupa like dan komen yang banyak yaaaa? Akan selalu diusahakan untuk bisa dua kali up satu hari, cuman mungkin masih milih di jam berapa sama jam berapa. Komen ya kira-kira maunya di atas jam berapa dan jam berapa?


Okeyyy  jangan lupa keep support thor dengan komen, like dan juga fav kan ya. Oh ya vote juga ditungggguuuuu. . . makasihh!Happy reading !!Kunjungi IG @Nophie_Author yessss


__ADS_2