
Ternyata Hans dan asistennya he ndak keluar untuk menjemput Aletta yang tidak kunjung datang.
Mendapati sang istri hanya terdiam di sana di tengah kericuhan yang ada, awalnya Hans ingin menghampiri sang istri dan ingin segera menggandeng untuk mengajaknya naik ke atas.
Namun dirinya harus terkejut karena kemudian sang resepsionis dengan santainya mengusir sang istri untuk pergi dari sana tanpa persetujuan dan perintah dari dirinya.
“ Dek, Saya rasa informasi yang tadi saya berikan Sudah Cukup jelas ya? Mungkin nanti proposal untuk pengajuan beasiswa atau sponsorship bisa melalui saya saja, dan Nanti kalau sudah di acc oleh atasan bisa segera saya hubungi. Jadi adiknya bisa pulang dulu!” usir resepsionis yang tadi membentak Aletta dengan nada halus namun terlihat sangat Congkak di hadapan Aleta.
“ Maksudnya saya?” tanya Aleta dengan menegaskan suaranya supaya suaminya bisa mengetahui bahwa anak buahnya lah yang mengusir dirinya dan bukanlah dirinya yang memperlama atau tidak mengikuti kehendak dari sang suami.
“Iya memangnya siapa lagi yang hendak meminta sponsorship? Kalau Ibu ini kan calon istri dari tuan Hans Armando Javier buktinya Tuan Hans sendiri yang menjemput sang calon istri ke bawah.” kata sang resepsionis itu dengan nada jutek Dan Ketus terhadap Aletta.
“ Oh, calon istri dari tuan Hans Armando Javier ya? Hmmm . . “
Aleta hanya menatap sang suami dengan Tatapan yang tak terbaca membuat sedikitnya sang suami Jadi bergidik ngeri karena tatapannya itu benar-benar membuat Hans ingin segera menerkam sang istri.
“Siapa yang menjadi calon istriku? Bukankah saya juga sudah menikah? Siapa yang berani mengaku-ngaku seperti itu?” tanya Hans dengan nada dingin datar dan sedikit menahan amarah terhadap sang istri yang hanya menatap dirinya dengan santai dan tidak ada cemburu-cemburunya. Dan itu membuat Hans menjadi super kesal.
Dia marah tapi bingung bagaimana cara melampiaskannya.
“ Ibu ini tadi mengaku calon istri dari bapak!” kata resepsionis itu dengan sedikit merendah karena dirinya tahu kalau Bos besarnya itu sedang marah melihat dari gesture dan juga nadanya yang dingin dan datar.
“ Siapa memangnya kamu? Kok berani-beraninya mengaku-ngaku bahwa kamu adalah calon istriku? Apa kalian tidak tahu bahwa istriku ada di sini sekarang? Kalian semua ingin dipecat?” tanya Hans dengan nada dingin sambil melirik ke arah asistennya yang juga sudah Berkeringat dingin gara-gara bosnya yang sudah mulai meradang melihat situasi yang ada.
Dua resepsionis itu juga sudah Berkeringat dingin gara-gara mereka merasa bahwa sudah salah menilai orang lain.
“ Maaf Tuan Mungkin mereka belum tahu kaalau Ibu Aletta di sini dan belum tahu bahwa Ibu Aletta adalah istri anda!” kata asisten pribadinya sambil menundukkan kepala dengan hormaat kepada Aletta yang menatapnya dengan tatapan datar seperti sang suami.
“Oh saya kan cuman mahasiswi yang hendak mencari sponsorship, mas!” perkataan sahabat itu semakin memicu kemarahan dari Hans.
Sedangkan wanita cantik itu, yang bernama Winda Hamida hanya bisa menundukkan kepala dan ketakutan melihat reaksi dari sang pujaan hati yang bahkan sekarang tidak mengenal dirinya sama sekali.
__ADS_1
“ Kamu lupa toh Hans kalau aku itu teman dekat kamu semasa SMA?” katanya dengan nada takut-takut.
“ Mungkin aku memang sudah melupakan kalau kamu itu teman dekat semasa SMA. Tapi aku tidak pernah hilang ingatan bahwa kamu tidak pernah menjadi calon istri bahkan menjadi istriku karena aku sudah berkeluarga, bukan ?” sahutan dengan nada kasar dan juga dengan amarah Haans yang ke sana apalagi ketika melihat istrinya yang dipermalukan, Hans tambah meluap-luap melihat Aletta berkata dengan sarkas dan sinis seperti tadi.
" Maaf," cicitnya lirih. Ia tak menyangka kalau dirinya akan dipermalukan oleh Hans sedemikian rupa dan bahkan harus menampar dirinya dengan kenyataan bahwa dia telah Terlupakan padahal rasa-rasanya dulu dia pernah menjalin hubungan yang sangat Intens dengan Hans Armando Javier dan ketika saat ini dirinya kembali untuk memantaskan diri maka Hans Armando Javier Pujaan hatinya bahkan sudah melupakan dirinya sama sekali.
" Bereskan masalah dengan orang-orang yang ada di sini dan aku akan membawa istriku ke ruanganku saja. Jujur, aku sudah pusing dengan kondisi yang seperti ini, bagaimana kamu mendidik anak buah yang bodoh seperti resepsionis itu! " kata Hans kepada asisten pribadinya yang menunduk ketakutan karena merasa bersalah dengan sang bos besar dan juga istrinya.
“ Maaf kan saya bos, saya akan mengurus segalanya!” kata Sang asisten pribadinya itu dengan nada cepat karena dia menginginkan kalau semua masalah di hadapannya itu cepat selesai juga.
Hans kalau sudah marah pasti akan ngomel panjang hari Lebar kali tinggi Maka lebih baik sang Bos Besar segera membawa sang istri ke atas dan tidak mengurus urusan yang nantinya akan diurus oleh dirinya itu.
Karena ada setiap pribadinya yakin, istri Bosnya itu adalah pawang yang sangat handal yang bisa menaklukkan sang bos yang kejam dan juga dingin.
“ Sayang ayo kita segera naik ke atas!” kata Hans Armando Javier dengan nada lembut kepada sang istri namun kayaknya sang istri ingin menggoda suaminya itu dengan kalimat-kalimat sarkas miliknya.
“ Maaf Bos saya ini hanya seorang mahasiswi yang sedang mencari sponsorship . . .” kata Aleta dengan mimik wajah menggoda dan terlihat sangat menggemaskan saat seperti itu.
“ Jangan menggodaku lebih dalam lagi karena kalau kamu melakukannya, jangan salahkan kalau aku akan menghukum kamu seperti kemarin!” geram hans dengan nada ketus.
Oh tidak ! Letta tak sanggup lagi kalau dapat hukuman kayak kemarin lagi, jadi Letta menurut saja, lebih amaan!!
“Baik bos! . . .”
“ Sayang, mas peringatkan kamu ya!Atau hukuman kamu dimulai di sini?” tanya Hans dengan nada kesal.
“Eh endak mas ku sayang, kamu baik deh!” katanya dengan manja manja menggoda, membuat sang bos besar sedikit adem karena sang istri sudah mulai normal, entah kalau nanti di atas Aletta akan kembali berulah.
Hans laangsung menggantikan istri untuk naik ke atas meninggalkan kericuhan yang ada di lobi bawah dan membiarkan sang asisten pribadinya untuk mengurusnya secara langsung.
Hans percaya kalau sang asisten pribadi akan bisa mengurus semuanya dengan baik serta memecat orang-orang yang tidak kompeten.
__ADS_1
Hans juga harus mematikan dengan benar kalau sang istri dihukum sesuai dengan kesalahannya yaitu tidak cemburu kepadanya! Bukankah kalau tidak cemburu hidup berarti tidak cinta?
Harus diusut dengan baik!
Hans merangkul sang istri dan membawanya ke atas dengan pelukan yang super posesif membuat sang istri juga sedikit cengar dengan kedekatan itu namun hanya ingin menunjukkan kepada semua bahwa inilah wajah sang istri.
.
TBC
Jangan lupa untuk keep support author ya, dengan cara memberikan komen, like dan juga memfavoritkan, syukur syukur kalau kemudian memberikan vote dan juga hadiah buat semangat thor.
Follow IG Nophie_Author agar taahu ceritaaa apa yang dibuaat thor dan juga, rekomendaasi ceritaaa thor taaruh disanaa jugaa.
Oke Thor juga punya rekomendasi cerita ya buat hari ini ya,
Hasrat Sang Penggoda
By Kay_21
Aku, adalah protagonis jahat. Pemeran utama yang menggoda suami orang, membuat konflik diantara hubungan suami istri hingga membuat keduanya berpisah.
Aku … adalah protagonis.
Semua demi apa? Hmm?
Heyri merubah nama, wajah, penampilan, bahkan seluruh hidupnya demi bisa menarik perhatian seorang pria bernama Jeff. Hakim kondang dengan karir yang gemilang, serta menantu dari keluarga Yoon, konglomerat kaya dengan sederet bisnis sukses.
"Aku bersumpah, akan mendapatkanmu kembali, Jeff. Tidak peduli jika harus merebutmu secara paksa dari istrimu!"
__ADS_1