Suamiku Kekasih Mamaku

Suamiku Kekasih Mamaku
66. Margareth dan Raline datang.


__ADS_3

Tok Tok Tok …


Siapa sih, ngeselin banget padahal lagi masuk masa romance sebelum kerja, tapi ada aja yang ganggu. Lihat saja kalau ini adalah Afid, atau Aryo atau sepupuku, akan kuusir mereka, batin Hans setengah kesal.


“Siapa sih…?” gerutu Hans.


“Kamu ada janji atau ada rapat?”


“Gak ada!”


“Pasti itu Desta! Sekretaris aku yang jaga pintu, tadi kayaknya gak ada tapi kok sekarang udah nongol aja? Untung ruangan ini kukunci sebelum kita masuk.” kata Hans gusar.


“Ya dilihat dulu, sapa tahu penting.”kata Letta sambil mmebetulkan pakaiannya yang semrawut gara gara diterjang badai gairah sang suami.


“ Hmm, kamu disini dulu ya, jangan keluar …” kata Hans yang hendak menilik CCTV di depan ruangannya ada siapa kah sebenarnya.


Sambil membetulkan letak dasi, kemeja dan jasnya, ia segera ke ruangannya dan langsung melihat ke arah komputernya untuk mengecek ada siapakah di depan ruangannya itu. Benar saja ada Desta dan 2 orang wanita yang sedang adu mulut karena 2 wanita itu terlihat memaksa untuk kembali mengetuk pintu untuk bisa masuk ke dalam ruangannya.


Hans dengan cepat men-dial no Desta dan segera di angkat oleh si empunya.


“Halo Bos!”


“Siapa mereka?”


“Siapa maksudnya bos?”


“Yang ada di luar ruangan ku itu? Siapa mereka? Mengganggu saja !”


“Benar bos mereka ibu ibu di pasar yang menganggu, karena mereka ingin menerobos masuk padahal blum punya janji ….” katanya dengan sinis sambil memandang kedua wanita itu yang sadar pasti orang yang menelepon ubur ubur di hadapan mereka adalah Hans.


“Siapa namanya?” tanya Hans lagi, maklum Desta adalah orang baru yang diangkat jadi sekretaris karena Afid banyak ke luar kantor.


“ Margareth dan Raline . . .”


Setelah mendengar nama itu, dengan kejamnya Hans langsung mengatakan . .


“Usir mereka! panggil satpam untuk mengusir merka! Apa mereka pikir ini aalah tempat untuk bermain dan bercakap cakap? Ini adalah kantor!! Oh ya jangan lupa, tolak semua orang yang ingin ketemu dan reschedule ulang meeting hari ini. Kalau ada berkas yang ditanda tangani, tunggu saya terlebih dahulu, sampai saya bilang kamu boleh masuk, mengerti?”


Tanpa menunggu jawaban sekretarisnya, Hans langsung menutup ponselnya dan membiarkan Desta mengusir kedua wanita pengganggu acara romannya bersama Letta.


 Hans terus memantau CCTV luar ruangan dan merasa lega karena ternyata Desta berhasil mengusir kedua wanita yang sangat tidak Diharapkan kehadirannya oleh Hans Armando Javier. Entah apa sebenarnya yang menjadi keinginan kedua wanita itu sehingga datang ke kantor di mana Hans bekerja di sana.


Karena Desa berhasil mengusir kedua wanita itu berarti tujuannya untuk melakukan roman-roman bersama dengan istrinya bisa dilanjutkan kembali.

__ADS_1


Namun Apa Daya setelah Hans kembali ke ruangan pribadinya ternyata sang istri tertidur dengan lelapnya di sana, sehingga dia tidak tega mengganggu tidur lelap sang istri.


Sehingga Hans hanya bisa mengecup dengan singkat kening sang istri dan kemudian ia berbalik untuk kembali bekerja di ruangannya karena banyak hal yang harus ia kerjakan saat ini mengingat ia sering kali bolos.


Notifikasi hapenya bebunyi, tanda ada yang sedang menghubunginya.


Ting!


“Hans aku ada di luar ruangan kamu, kita harus bicara!” ternyta Arya lah yang menghubungi.


“Ssebentar, aku akan membuka pintu, kita akan rapat di ruang meeting saja!”


“Aneh, kenapa tidak di ruangan kamu aja sih?” tanya Arya yang keheranan, namun tidak ada jawaban lagi sehingga ia dan elish harus sabr menunggu di ruangan Desta, sampai Hans keluar dari ruangan dan menemui mereka berdua.


“Kenapa kita nggak meeting di ruangan kamu saja sih Hans?” tanya Elis sambil menaikkan alisnya tanda Dia sedang kebingungan Kenapa sepupunya ini memilih untuk rapat di ruangan meeting yang letaknya memang di sebelah ruangan kantor Hans dan juga Desta.


“Kalian masuk ke ruangan meeting saja dulu sedangkan aku hendak berbicara sebentar dengan Desta.” katanya dengan nada datar, seperti biasa dan dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari sepupunya tadi seolah-olah pertanyaan dari sepupunya itu memang tidak perlu dijawab.


Elish mengetikkan bahunya tanda dia mengerti karena sifat dari sepupunya Itu Memang agak sedikit aneh dan sedikit tertutup jadi mesti seperti itu sedikit-sedikit kalau ditanya tidak pernah menjawab.


“Ayo hun, kita masuk terlebih dahulu saja ke ruangan meeting Katanya sih nanti Afid akan menyusul kita disini jadi lebih baik kita memberitahukan kepada Afid kalau pertemuannya di ruangan meeting dan bukan di ruangan kantor si Bos Besar.” kata Arya sambil sedikit menyindir si bos besar yang tiba-tiba saja dalam mode tidak ingin berbicara macam-macam.


Padahal mereka bertiga itu adalah sahabat kental yang selalu membantu Bos Besar Apapun permasalahannya.


Seperti saat ini sebenarnya mereka membahas hasil investigasi dari ketiga orang itu mengenai tugas yang diberikan oleh Hans kepada mereka.


“Desta, kamu jangan pergi-pergi dan tetap di sini! Jangan pernah kamu ijinkan orang untuk masuk ke dalam ruangan kantorku. Aleta sedang beristirahat di dalam dan dia butuh ketenangan. Nanti kalau dia sudah bangun kamu Kabari aku secepatnya! Ingat pesan aku tadi!”


“Baik bos!” Desta yang sejatinya adalah seorang laki-laki namun memiliki sedikit jiwa melambai sehingga dia dengan alaynya memperagakan sikap hormat seperti orang yang sedang upacara.


Hans hanya merespon dengan mendengkus keras membuat Desta menutup mulutnya dengan kedua tangannya supaya tawanya tidak menyembur karena melihat Hans yang tampak lucu ketika mendengkus seperti itu.


Hans langsung menuju ke ruang rapat tanpa memperdulikan respon dari sekretarisnya yang alay itu.


Setelah memasuki ruang meeting, Hans langsung membahas masalah yang sedang dihadapi oleh mereka.


“ Bagaimana dengan hasil investigasimu ya?” tanya Hans kepada Arya.


“ aku tidak bisa bilang apa-apa lagi selain menyetujui perkataan Afid kalau yang berada di belakang semua ini adalah Arjuna!” katanya yang sebenranya tak membuat Hans terkejut.


“Kenapa?”


“Ya seperti yang aku bilang, gara gara cemburu.. itu doang! Konyol ya? Padahal kalau dipikir stok wanita cantik di dunia ini juga masih banyak kenapa harus Raline yang ia incar, Padahal kalau dipikir-pikir kamu juga tidak senang dengan Raline dan menolak Raline Kenapa dia malah tidak mengambil kesempatan itu untuk mendekati Raline?” tanya Arya.

__ADS_1


“Ya karena ia ditolak Raline, beb! kamu itu gimana sih pasti dia jengkel karena dia ditolakralin alasannya Raline adalah karena dia menyukai Hans!” kata Elish santai, Dia merasa bahwa kedua orang di hadapannya itu benar-benar bodoh deh masa tidak ngerti begitu saja.


“Ya aku sih bisa ngerti tapikan Hans menolak Raline, Lisha sayang…”


“Sudah ya, kita sedng rapat bisa gak kalau kalian itu gak usah mempertunjukkan kasih sayang kalian di tempat ini? Be professional sedikit gitu loh!” kata Hans sambil berdecak kesal.


“ He he he ya maaf …Kami kebawa suasana saja.”


“Jadi apa yang harus dilakukn, dia teman kita, Ya! Aku juga ga mungkin begini terus. Kamu tahu kan apa yang biasa aku lakukan sama rival bisnis yang terus menerus menjegal aku seperti ini? Aku hanya memandang pertemananku di masa lampau dengan dirinya, namun aku tidak bisa memberikan dispensasi begini terus menerus. Aku harus bertindak dong!”


Hans mengeratkan rahangnya tanda ia sudah dalam posisi menhaan amarah.


“Ya, kita akan segera mengtasinya Hans. selama ini dia juga tak bisa masuk dan mengalahkan kita? Jadi kamu tennag saja, we are still the dream team, we are solid and we are great!!” kata Elish mengatakan dengan nada percaya diri.


“KIta tak bisa membiarkan ini begitu saja, Lish!”


“ untuk sementara Kamu mau tidak mau harus membiarkan Arjuna terlebih dahulu sampai dia melakukan tindakan yang menjurus ke arah penyelewengan hukum kalau sekarang kamu ingin menghukumnya tentu tidak bisa karena kita tidak memiliki bukti-bukti konkret untuk menjebloskan dia ke penjara atau untuk menghukum dia. Kamu mengerti kan maksudku!”


“ Justru karena aku mengerti maksudmu aku takut kalau dia membalas Aku Melalui Aleta!”


“ Apakah Arjuna sudah mulai mendekati Aletta?”


“ Tidak sih tapi aku hanya merasakan perasaan Tidak enak saja Berapa hari terakhir ini. Apalagi Kalian kan tahu kalau sekarang Aletta sedang hamil. Aku tidak mau ada sesuatu yang terjadi terhadap Aleta.” kaatanya dengan jelas.


“Hmm, siapkan pengawal di seputaran Aletta terlebih dulu, dan berikan Aletta alat pelacak dan penyadap. Itu untuk langkah pencegahan buat saat ini. Kita tak bisa berbuat lebih dari itu sekarang.”


“Bagaimana pendekatan kamu dengan Deera? Apakah membuahkan hasil?”


“Yup tentu saja, anak dalam kandungannya yang pasti bukan anak kamu!”


“Lalu anak siapa?” potong Hans dengan cepat.


“ Tidak penting itu yang kamu bahas, yang lebih penting adalah Arjuna juga dibalik semuanya itu!” tandas Elish menyiratkan wajah bangga yang bisa membuat Deera membuka mulut serta membuat Deera bersedia menjadi saksi, karena pada saat ia ditindas Afid, ia sama seklai enggan membuka mulut tentang itu.


.


.


.


TBC


Hai guys... hari ini 1,5k dulu ya... lalu bagaimana dengan nasib Letta?Apa kemudian Arjuna akan melakukan sesuatu dengan Letta?

__ADS_1


Jangan lupa untuk komen dan juga berikan like kalian ya.. vote dan hadiah ditunggu yaa, muachhh!!Happy reading!!


 


__ADS_2