
Karena mama itu tahu kalau Hans tidak mau tidur kamarnya sendiri melainkan memakai Paviliun karena tidak ingin diganggu.
“ Baiklah Ayo kita segera pulang saat sekarang Sehingga mantu kita itu bisa segera beristirahat.” kata papa sambil mengajak mama dan Letta untuk keluar dari apartemen, diikuti oleh Hans yang manyun karena kesal niatannya untuk mendapatkan jatah dari Aletta gagal.
Mudah-mudahan saja di paviliun dirinya bisa mengeksekusi istrinya yang cantik molek dan sangat seksi itu dan melampiaskan seluruh keinginannya yang sudah tertunda berkali-kali gara-gara banyak banget halangannya.
Mereka menaiki mobilnya masing-masing, nggak papa bersama mama mertuanya menaiki mobil Alphard yang dikemudikan oleh sopir pribadinya, sedangkan Aletta dan juga Hans memakai mobil Bentley yang biasa dipakai Hans untuk Mengantar ke Aletta ke mana-mana.
Di dalam mobil Bentley hanya ada keheningan di sana karena terus terang saja Hans masih kesal dengan apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.
Dia tuh bukan saja sudah besar tapi sudah tua! Masih saja mereka berdua itu menganggap bahwa Hans itu seperti anak kecil sehingga perlu diatur-atur dan diarah-arahkan.
Padahal dia sangat senang berada di apartemen karena menurutnya di apartemen itu lebih bebas.
Dan lagi di apartemen itu lebih komplit kalau seandainya lapar atau kepingin makan dia langsung saja Turun ke bawah dan sudah tersedia makanan yang lezat nikmat dan tentunya sesuai dengan keinginan dari Hans dan Aleta.
Atau kalau masih malas gerak, bisa langsung pesen dan akan ada yang anter.
So simple dan kalau mau dugem bisa langsung keclub yang kebetulan ada juga di apartemen tersebut karena apartemen yang dimiliki oleh Hans Itu adalah sebuah apartemen eksklusive dan sangat elit.
“ Kenapa sih Mas kalau kamu itu melamun aja dari tadi? apa kamu marah sama aku?” tanya Aleta sambil menaruh tangannya persis di atas paha suaminya membuat tiba-tiba saja Hans merasakan ada sesuatu yang berubah di ukuran Si Boy saat ini.
“ ehm, mau enak enak gagal! padahal Kamu kan tahu sendiri kalau si boy itu udah tegang maksimal. Kalau gini kan kepala Mas juga nyut-nyutan, gara-gara nggak jadi perang gini.” kata Hans penuh dengan kekesalan gara-gara kedatangan dari kedua orang tuanya itu menjadi gagal total deh acara enak-enaknya.
“ Ha ha ha . . . oh itu toh? lha gimana sayang? Mau di mobil aja?” tanya Aletta sambil mengeringkan matanya dengan manja seakan menggoda ke laki-laki yang dari sang suami agar memberontak lalu segera menegang sempurna.
“ Jangan godain Mas lo! Nanti kalau nggak bisa keluar, kepala mati bisa pusing berdenyut-denyut dan nggak ada obatnya.” apa Hans yang memegang tangan sang istri yang mulai nakal Karena membelai-belai pahanya dengan sangat seduktif sambil menyenggol Si Boy yang sudah tidak sabar menantikan apa yang akan dilakukan oleh Aletta.
“ Masa aku bohong sih sayang! Mau gak nih?” tanya Aletta sambil menik turunkan alisnya.
“Di sini? Di mobil?” tanya Hans meyakinkan, ia tak bisa berhenti sekejap untuk melampiaskaan apa yang sudah di pantik oleh sang istri.
“He em lah, emang bisa mlipir ke hotel dulu gitu? kan juga gak bisa kan?” sahut Aleta sambil menunggu ganggukan kepalanya karena dia memang mau memberikan reward bagi sang suami yang sudah membantunya dalam skripsinya sehingga tak ada kendala yang berarti dengan dosen pembimbingnya.
Lagian Aletta merasa kalau ia harus bisa menyenangkan sang suami mengingat banyak juga wanita yang menyukai sang suami, bahkan rela untuk melemparkan tubuhnya secara gratis di ranjang panas sang uami.
Selama ia hamil ini pun hormonnya tampak beda. Ia lebih menginginkan hubungan intim sama sang suami.
Kepalanya sering pusing karena tak bisa memeluk sang suami.
“Maksudnya kamu mau ‘service’ si boy di mobil?” tanya Hans meyakinkan. Wajahnya sumringah dan kelihatan happy banget mendengar janji yang dikatakan oleh sang istri.
“Iya!”
“Mau mau dong sayang . . .”
“Nanti di paviliun juga lagi . . . “ katanya sambil melirik manja kepada sang suami yang sudah kayak orang yang ketiban bonus tahunan satu triliun.
“ Ehm . . ya bole kau kamu maksa sih sayang!” katanya dengan santai tapi mupeng.
Aletta langsung melakukan foreplay mulai dari meraba si boy dan menekannya dengan gerakan naik turun, bahkan sebelum dibuka saja Hans sudah cenat cenut.
“ Enak gak mas?”
“Tangan kamu itu loh sayang, mantab banget, membuat aku ga bisa berpindah ke lain hati.”
“Emang kamu niat mau pindah ke lain hati?” Aletta sedikit tersengat ketika Marco mengatakan begitu.
“Gak ada sedikit pun keinginan untuk melakukan itu, karena aku tuh sudah terpenjara dengan cinta dan tubuh kamu.” kata hans sambil melenguh keras karena tangan Aletta menekan si boy dengan ritme tersendiri membuat sensasi terjepit gitu, Hans melaang dengan apa yang di lakukan sng istri dengan caranya yang primitif.
__ADS_1
“Aku gak tahan sayang . . “
“Ihhh, ini kan baru foreplay mas!Masa udah kalah?” goda Aletta dengan segera membuat Hans langsung mencium sang istri dan tidak melepaskannya, ketika mereka harus berhenti di lampu merah.
Bahkan klakson tak bisa membuat mereka berhenti untuk berciuman dengan sangat panas.
Baru setelah pengawalnya turut membunyikan klakson membuat Aletta harus membunyikna klakson agar ia segera berpindah.
“Ih mas . . “
“Aku akan membuat kamu menjeritkan namaku sayang!!! Ingat itu, hukuman buat kamu yang menggodaku sampai aku tak bisa menahan diriku.” kata Hans yang gemas dengan sang istri.
Lihat saja, begitu masuk paviliun ia akan membuat tempat itu menjadi lautan api!
***
Readers, jangan lupa dukung karya ini ya dengan like dan juga komen, kemudian vote dan juga hadiah… happy reading
Mampir juga di karya baru thor. Kupastikan kehancuran keluarga kamu!!
udah 8 episode tuhhhh
spill bab 5 ya
Safea yang posisinya saat ini berada di rumah sakit, bersama dengan mbok Sumi yang menungguin dirinya seorang diri, segera melakukan perlawanan.
Dia jelas tidak mau kalau sampai Dilan berpaling hati kepada wanita pelakor tersebut.
Dia tidak rela Kalau harta benda yang saat ini dia miliki terbagi-bagi dengan orang lain yang tidak pernah men-support dari awal.
Dilan itu sebetulnya tidak memiliki banyak uang begitu pula dengan Safea.
Mereka itu dari keluarga menengah yang tidak memiliki banyak uang sehingga mereka harus memutar otak agar bisa mendapatkan uang yang banyak dalam waktu yang singkat.
Ali dan Nesya kebetulan sedang membutuhkan dana untuk memperluas usahanya, sehingga mereka menerima investasi modal dari Safea dan juga Dilan.
Dengan kelicikan Dilan, mereka bisa mendapatkan saham 50% dari total keseluruhan aset yang dimiliki oleh Ali dan Nesya.
Ini yang mengakibatkan Dilan memiliki porsi yang sama dengan Ali dan juga Nesia.
Tapi mereka tidak puas sampai di situ, merasa bahwa Ali dan Nesia adalah orang yang sebatang kara maka Dilan langsung memikirkan cara bagaimana Ali dan Nesya itu bisa tersingkir dan mereka bisa menguasai seluruh perusahaan yang dibangun bersama itu.
Jadilah kecelakaan maut yang berujung pada meninggalnya Ali dan Nesya di tempat yang mengakibatkan saat ini Milan elea Putri menjadi Sebatang Kara.
Untung saja elea sudah Mandiri namun kesalahan mereka yang membuat elea Sebatang Kara tidak bisa dimaafkan oleh Putri semata wayang dari Ali dan juga Nesia.
Dia jelas tidak akan rela pembunuhan yang direncanakan melalui kecelakaan maut yang menewaskan ayah dan ibunya secara langsung.
Malam itu setelah Safeea melihat video panas yang diperankan oleh suaminya dan juga wanita ****** entah siapa itu namanya, ia segera menelepon salah seorang detektif yang menjadi langganannya selama ini.
Dia juga mengirimkan bukti video beserta nomor yang mengiriminya video itu.
Kemudian setelah itu dia langsung menelepon detektif langganannya itu.
“ Arkan aku ada pekerjaan buat kamu!” Safea langsung menelepon detektif langganannya dan menyuruh detektif itu untuk mencari tahu siapakah sebenarnya wanita yang sedang bersama dengan suaminya itu.
“ Cari informasinya sampai dapat dan pastikan kamu memberikan informasi yang tepat. Akan ada reward Kalau kamu bisa mencari dengan lebih cepat lagi! “ katanya dengan nada sinis dan juga datar, Jangan dipikir kalau dirinya tidak memiliki uang karena selama ini uang yang diberikan oleh sang suami dia simpan rapat-rapat hanya digunakan untuk kebutuhan dirinya dan juga sang Buah Hati.
Kalau ada pengeluaran lainnya dia akan memintanya langsung kepada sang suami kembali tidak peduli dengan kebutuhan sang suami sama sekali.
__ADS_1
Karena dia sadar kalau sang suami itu pasti melakukan tindakan penyelewengan keuangan sehingga mengakibatkan kadang-kadang laba perusahaan tidak bisa maksimal.
“Kita lihat saja siapa yang akan memenangkan pertempuran ini mas!” gunamnya lirih, dia juga tidak mau sampai Mbok Sumi tahu tentang apa yang dia lakukan dan melaporkannya kepada sang suami.
Cukup tahu saja Bahwa saat ini sang suami berada di tempat wanita simpanannya itu dan mulai besok dirinya akan berada di kantor dan bekerja di sana sebagai asisten suaminya, dia memang sengaja mepet kepada suaminya terus supaya suaminya itu tidak memiliki celah lagi untuk bisa bergaul dengan wanita simpanannya itu.
Bahkan dia juga curiga kalau wanita simpanannya itu adalah sekretaris baru yang di perkenalkan oleh sang suami tadi.
***
Pagi harinya di apartemen Lea, wanita muda itu sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Singapura untuk memenuhi jadwal pemotretan serta kontrak yang harus dia penuhi.
“ Mas, bangun dong … emangnya kamu tidak menjenguk istri kamu yang ada di rumah sakit? Nanti kalau istri kamu kenapa-kenapa gimana dong?” tanya Lea dengan nada seduktif namun dia sudah rapi dan siap untuk berangkat ke bandara saat ini.
“Hmm, kalau dia kenapa-kenapa ya kamu yang akan menggantikan posisinya menjadi istri aku dong!” katanya sambil memejamkan mata jadi dia belum tahu bahwa simpanannya itu sudah siap-siap untuk berangkat ke bandara.
“Mas, aku izin untuk menyelesaikan pemotretan di luar negeri, dan juga mengantarkan orang tua aku berobat di sana sekalian!” katanya dengan singkat serta mempersiapkan tas serta barang-barangnya yang akan dibawa ke bandara.
“ Jadi kamu akan meninggalkan aku?” tanya Dilan sambil membuka matanya dan melihat bahwa sang simpanannya itu sudah siap-siap untuk berangkat.
“ lah Waktu itu aku menjual keperawananku juga Karena aku ingin mengobatkan orang tua aku kan? Kok malah kamu sekarang marah-marah sih?” tanya Lea dengan nada kesal, dan sedikit merajuk manja, membuat Dilan yang sudah bucin dengan Lea menjadi ketakutan kalau sampai Lea benar-benar meninggalkan dirinya
Karena baginya Lea itu luar biasa dan dia tidak bisa lepas dari jerat seorang Elea, yang cantik, menggemaskan dan juga seksi.
“Maaaf .. maaf jangan marah dong sayang! Pokoknya kamu bilang aja kalau butuh uang langsung telepon aku, Agar calon mertua aku itu bisa segera sembuh.” kata Dilan dengan nada Pasti karena dia rencananya ingin menceraikan Safea dan menggantinya dengan yang lebih muda seperti Lea ini.
“ Mas aku pokoknya berangkat dulu ya soalnya aku sudah mau terlambat Apalagi aku juga masih ada jadwal pemotretan di Singapura. “
“Eitss, kamu ingat ya Pesan Mas kalau kamu tidak boleh melirik kemana-mana, Dan Kamu jangan nakal di sana!” katanya dengan nada posesif.
“ Iya iya … mas tenang saja, Buktinya aku sampai seumur ini aja baru pertama kali berhubungan intim dengan kamu, jadi Mas nggak usah khawatir! Jadi aku Lah yang sebenarnya harusnya khawatir Karena Mas itu sukanya tebar-tebar benih.” kata Elea sambil keluar dari kamar karena dirinya harus memakai sepatu di ruang tamu.
“ tenang semenjak aku ketemu sama kamu itu hatiku tidak bisa pindah ke lain hati. Nanti kalau Mas kangen Mas akan menyusul terbang ke Singapura saja supaya bisa langsung bertemu dengan kamu.” katanya dengan nada tenang sambil keluar dari kamar tanpa menggunakan sehelai benang.
Benar-benar polos seperti bayi yang baru lahir namun laki-laki ini benar-benar tidak tahu malu karena Lea saja sampai menutup wajahnya gara-gara tampilan polos dari laki-laki yang bernama Dilan itu.
“ Mass, ih gak tau malu . . . masa keluar cuman begituan doang sih?”
“Mau minta kiss dulu sebelum kamu pergi … lagian kamu sih pagi pagi banget perginya?” sergah Dilan kesal.
“Ya tapi gak gitu juga kale …”
“Takut kamu tinggalin…”
“Enggaklah …”
Padahal sebetulnya Lea benci dengan Dilan. Kalau bisa ia ingin melempar Dilan dari lantai atas ini ke lantai dasar, biar mati aja sekalian.
Tapi ia harus tahan.
Ia ingin pembalasan dendam terepic sehingga Dilan dan Safea kan merasakan kesakitan yang mendalam, sama seperti yang ia rasakan itu.
Namun pertama tama ia akan menghancurkan mahligai rumah tangga Dilan-Safea terlebih dulu.
.
.
.
__ADS_1
bersambung
Hai guys, jangan lupa untuk memberikan like dan juga hadiah ya. Komen serta vote ditunggu ... makasih !!Happy reading!!